Indonesia
NovelToon NovelToon
Air Mata Mella

Air Mata Mella

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Chicklit / Tamat
Popularitas:116.3k
Nilai: 5
Nama Author: Qiana Lail

Mella adalah seorang yatim piatu, seluruh keluarganya meninggal karena keserakahan seseorang yang berpangkat.

Mella menjalani kehidupan ini seorang diri, dengan penuh hinaan dan cacian orang-orang yang mengenal keluarganya, yang hanya tau berita yang disiarkan di televisi tanpa tau kebenarannya.

Mampukah Mella menjalani kehidupan ini meskipun ia hanya seorang diri ? Dan mampukah ia membuktikan kebenaran tentang kematian keluarganya ?.

Yuk simak cerita lengkapnya dalam novel karya Qiana Lail, jangan lupa dukungannya serta tinggalkan jejak sebagai motivasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiana Lail, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13. Ruang Sidang

Gelapnya malam tak akan kekal, karena seiring waktu akan digantikan dengan cahaya sang fajar. Memberikan sebuah harapan baru dengan hari yang baru.

Pagi ini Mella merasa sangat gugup, setelah menunggu beberapa hari, akhirnya permohonannya dikabulkan. Kasus yang menimpa ayahnya kini dibuka kembali.

Dengan hanya ditemani oleh Jun, Mella mendatangi ruang persidangan. Ia berusaha agar tidak gugup dan bisa fokus pada persidangan kali ini, ayahnya harus mendapatkan keadilan itu.

Saat memasuki ruang sidang, tatapan orang-orang yang menghadiri persidangan itu seolah mencibir Mella. Mereka seolah mentertawakan tindakan yang Mella lakukan.

Seorang anak kemarin sore, berani melawan seorang Jenderal yang sudah tidak diragukan lagi pengalamannya. Ia telah banyak makan garam kehidupan khususnya kasus hukum.

"Jun, aku sangat gugup sekali, dan lihatlah bagaimana orang-orang memandang ku." ucap Mella lirih.

"Biarkan saja orang-orang itu mau memandang nona seperti apa. Tugas nona hanya satu, yaitu mencari keadilan untuk ayah nona dengan cara mengungkapkan sebuah kebenaran." jawab Jun sambil menggenggam tangan Mella.

Transfer semangat dan dukungan dengan saling menguatkan. Karena saat ini hanya Jun yang Mella punya.

Setelah Mella duduk, seseorang mendekati Mella dengan angkuhnya. Kemudian duduk di dekat Mella.

"Saya baru tau kalau paka Harun mempunyai seorang putri yang cantik seperti mu. Aku kira putrinya hanya satu."

"Seandainya aku tau, saat itu juga kau pasti akan menjadi milikku. Menemaniku melewati hari-hari yang penuh cinta." ucap orang tersebut.

Mella hanya tersenyum menanggapi ucapan lelaki paruh baya itu. Ya lelaki paruh baya itu adalah Jendral Pranoto yang telah menghancurkan kebahagiaan keluarga Mella.

Dengan sekuat tenaga Mella menguasai dirinya, ia tidak ingin terbawa emosi karena ucapan Jendral Pranoto tersebut.

"Senyuman mu sangat manis dan menggoda, kau jangan khawatir meskipun kau tidak bisa memenangkan kasus ini. Tanganku terbuka untuk menerima mu sebagai wanita simpanan ku."

"Tapi alangkah lebih baiknya kau mundur saat ini saja, dari pada malu pada akhirnya. Selama aku melanglang buana dalam dunia hukum."

"Belum pernah ada satu lawan pun yang menjatuhkan aku. Jadi saranku lebih baik kau mundur dan ikutlah dengan ku. Karena kau sudah tidak mempunyai siapapun di dunia ini." ucap Jendral Pranoto.

Jun yang mendengar hal itu langsung saja terbawa emosi, ia segera mengangkat tangan hendak memberikan bogem mentahnya, namun Mella m menggelengkan kepalanya sebagai bentuk larangan.

"Maaf, bagi saya mencari keadilan untuk ayah saya adalah yang utama." jawab Mella tanpa sebuah keraguan.

"Gadis cantik, dari pada kau malu nanti lebih baik pikirkan sekali lagi. Orang-orang ku tidak akan membiarkanmu melawan ku."

"Kecuali kau mau menjadi simpanan ku. Atau kau memilih menyerah tubuhmu seperti kakakmu ?." tanya Jendral Pranoto.

Mella tersenyum mendengarnya, sungguh miris sekali, seorang Jendral yang seharusnya mendedikasikan hidupnya untuk negara. Ternyata malah sebaliknya.

Mella menggelengkan kepalanya. Ia tidak lagi menjawab ucapan Jendral Pranoto. Ia tersenyum manis meskipun hatinya terbakar emosi.

"Baiklah jika itu keinginan mu. Kau akan menyesal karena telah berani melawanku." ucap Jendral Pranoto dengan kesel.

Kemudian Beliau berdiri meninggalkan Mella dan duduk di posisinya. Mella sedikit bernafas dengan lega. Karena monster yang sangat mengerikan itu telah menjauh dari tempatnya.

Terdengar suara ponselnya, sebuah pesan masuk. Mella membuka ponselnya karena merasa sangat penasaran siapa yang telah mengingatkan sebuah pesan untuknya.

"Mella, maafkan ibu. Ibu tidak bisa hadir dalam sidang pertama mu. Mulai kemarin ibu dipindah tugaskan ke Kalimantan."

"Kau harus kuat dan bersabar ya nak, terkadang takdir tidak memihak pada kita. Tetapi yakinlah bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang benar."

"Maafkan ibu karena tidak bisa membantu banyak. Tapi ibu selalu berdoa untuk kebaikanmu. Jaga kesehatanmu dan jangan pernah tinggalkan yang lima waktu." pesan dari ibu Della.

"Baik Bu, Mella akan selalu mengingat semua nasihat ibu, ibu juga jaga kesehatan dan jangan khawatir Mella pasti akan baik-baik saja." jawab Mella.

Mella menatap kearah Jun yang berada disampingnya. Tapi Jun tidak melihatnya. Mella mengikuti arah pandangan mata Jun, yang ternyata tengah memandang Jendral Pranoto yang sedang asik berbincang-bincang dengan rekannya.

Dengan tatapan penuh dengan amarah Jun menatap tajam dan seolah-olah siap menerkam mangsanya. Ia begitu sangat marah melihat Mella diperlakukan seperti itu.

Ia bertekad akan memberinya pelajaran karena berani merendahkan kekasih hatinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa lelaki itu akan ia hukum dengan caranya.

"Jun, lihatlah ini." ucap Mella pelan.

Jun tersadar kemudian melihat pesan dari ibu Della. Ia kemudian menepuk pundak Mella, ia tidak tega melihat Mella.

Semua orang menjauhinya, bahkan satu-satunya orang yang perduli dengan Mella kini dijauhkan darinya dengan alasan pindah tugas.

Manusia terkadang lupa, bahwa roda kehidupan itu selalu berputar. Dan mereka lupa semua yang mereka miliki tidak akan ada yang kekal.

Dan mereka melupakan satu hal, bahwa sebuah kebenaran tidak akan pernah kalah, ia akan mencari jalan untuk menunjukkan semuanya dengan caranya sendiri.

"Nona jangan sedih ada aku, bahkan jika nona mau saat ini juga aku bisa menyelesaikan sidang ini dengan kemenangan nona." ucap Jun.

"Biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya, akan lebih bagus jika penjahat itu mendapatkan hukuman dari hukum yang sering ia mainkan." ucap Mella.

Tak lama kemudian, sidang pertama untuk kasus ini dibuka. Tahap demi tahap berjalan, kini Mella di minta untuk menyampaikan tuntutannya.

"Assalamualaikum, saya adalah Mella Az-Zahra, putri kedua dari bapak Harun, yang kasusnya telah ditutup karena beliau terbukti bersalah dengan melakukan bom bunuh diri disebuah Gereja."

"Tetapi disini saya ingin membuka kasus tersebut, karena saya yakin bahwa ayah saya tidak bersalah, dan saya akan membuktikan kebenaran yang sesungguhnya." ucap Mella.

Kemudian berdiri seseorang dan mendekati Mella dengan sebuah pertanyaan.

"Saudari Mella, apakah anda sadar dan dalam kondisi yang sehat ?." tanya pria itu.

Mella hanya mengangguk, ia sadar pertanyaan konyol itu ditujukan untuk menyindir Mella yang telah berani melawan mereka.

"Baiklah kalau begitu, apakah alasan saudari Mella mengatakan akan membuktikan kebenaran ? bukankah kebenarannya ayah anda bapak Harun telah terbukti membawa sebuah bom di dalam tubuhnya."

"Dan dengan sengaja masuk ke sebuah Gereja yang begitu banyak jemaatnya. Dan bukankah bapak Harun telah mengakui bahwa itu adalah tindakan yang beliau lakukan dengan alasan jihad ?." tanya pria tersebut.

"Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, bolehkah saya bertanya ?." ucap Mella.

Mella bertanya dengan sangat jelas dan senyuman selalu menghiasi wajahnya yang cantik. Terlihat sangat jelas dibalik kecantikannya itu terdapat sebuah aura yang begitu kuat.

1
X'tine
kepsek nya gak bijaksana,, mudah di suap.. silai mata...
Muhammad Zaqian
meskipun tidak bersalah tetapi harus menerima nasib yang sungguh sangat tidak wajar
Muhammad Zaqian
Seperti kisah nyata dalam kehidupan
Muhammad Zaqian
Seru banget
Zaqian Laili
Tolong pertemuan Mella dengan Jun, aku mohon thor
Zaqian Laili
Terkadang memang ada yang seperti itu
Zaqian Laili
Kasihan Mella
Zaqian Laili
Terkadang manusia lebih mengerikan dari seekor binatang
Zaqian Laili
Seandainya semua sekolah seperti ini
Zaqian Laili
Lanjut Thor up yang banyak untuk mengisi waktu luang
Zaqian Laili
Hahaha ... gimana mau beraksi kalau senjatanya lemah begitu
Yiping
penasaran thorr reaksi nya orang yg menghakimi
Zaqian Laili
penyesalan selalu di belakang
Zaqian Laili
Lanjut dong Thor up yang banyak, aku penasaran dengan kelanjutan ceritanya
Zaqian Laili
Betul sekali
Zaqian Laili
Harusnya hukuman mati, ditembak atau jika perlu di hukum cambuk sampai mati
Zaqian Laili
Banyak pejabat yang melakukan hal ini, sumpah hanya karena persyaratan untuk naik jabatan dan untuk diunggah.
Zaqian Laili
Hatinya sudah hilang sejak naik jabatan
Zaqian Laili
Sungguh luar biasa keimanannya
Zaqian Laili
Lindungi Hana, Thor aku mohon lindungi Hana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!