Di sebuah dunia terdapat tempat, di mana manusia sejak lahir telah diberikan anugrah berupa kekuatan atau bakat alami berupa elemen dasar
Ada tujuh elemen dasar, yakni Api, Air, Angin, Petir, Tanah, Cahaya dan Kegelapan
Suatu ketika, terjadi sebuah peristiwa mengerikan di mana salah satu anak pemilik elemen kegelapan membunuh anak-anak lainnya. Hal tersebut mengakibatkan para tokoh terkemuka mengambil tindakan dengan membuat sistem "Say No To Darkness"
Sistem tersebut berbunyi "Jika ada seseorang yang memiliki elemen dasar Kegelapan, maka harus segera angkat kaki dari tempat tersebut atau dieksekusi mati di depan umum"
Sistem yang diciptakan tersebut membuat sebagian dari pemilik elemen dasar Kegelapan memilih meninggalkan tempat tersebut dengan damai, namun sebagian lagi meninggalkan tempat tersebut dengan hati dipenuhi rasa kebencian yang mendalam.
"Bersiaplah merasakan pembalasan dendam ku!"
- Anonymous
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ferdiandika 21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Day 2
Aiden dan Alice yang sudah mendengar kabar tentang para kesatria yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kediaman sang The Guardian of Balance, merasa bahwa mereka harus segera mencegah hal tersebut, dikarenakan Aiden sendiri juga mengetahui betapa hebatnya dan kuatnya sang The Guardian of Balance itu sendiri.
Istana kerajaan iblis
Kamar pribadi Aiden
"Alice, kau pergilah bersama para pasukan iblis untuk mencegah para kesatria tersebut sampai di tempat tujuan mereka" Perintah Aiden seraya menatap ke luar jendela
"Hmm... Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" Balas Alice seraya keluar dari kamarnya Aiden
Setelah Alice pergi, Aiden menatap ke langit dan berkata
"Keiran,.. Apa kau mulai mengkhianati kami?" Batin Aiden dalam hatinya
Disisi lain, Keiran juga sedang dalam perjalanan menuju ke tempat kediaman sang The Guardian of Balance karena dirinya juga mendapatkan undangan yang sama saat sedang sibuk berkelana di berbagai tempat
"Hmm,... Sepertinya sesuatu yang genting sedang terjadi..." Gumam Keiran pelan
Saat ini Keiran sedang berada di sebuah perbukitan yang sangat hijau dan asri. Hal tersebut dikarenakan setelah pergi meninggalkan Land of Survive, ia melanjutkan perjalanannya untuk mencari asal suara misterius yang terus menerus mengganggu tidurnya
"Sepertinya aku harus menunda perjalananku demi memenuhi panggilan Guardian of Balance" Batinnya dalam hati seraya melangkahkan kakinya
Di tengah perjalanannya, Keiran mendengar suara kegaduhan dari suatu tempat, tanpa pikir panjang Keiran langsung mencari sumber suara kegaduhan tersebut. Hingga akhirnya dirinya mendapati bahwa segerombolan iblis sedang bertarung satu sama lain
"Apa yang sedang terjadi? mengapa mereka berkelahi sendiri?" Gumam Keiran bertanya-tanya dalam hatinya
Dari balik pohon yang sangat besar, Keiran mengamati dengan seksama kejadian tersebut dengan tujuan untuk mengetahui alasan dibalik pertarungan antar para iblis tersebut. Ketika sedang fokus mengamati, Keiran mendengar sebuah perkataan dari salah satu iblis yang sedang bertarung dan hal itu membuat dirinya cukup terkejut. Iblis itu berkata ;
"Sampai kapan kita harus saling bertarung seperti ini??" Tanya salah satu iblis
"Sampai rombongan kesatria itu lewat, mereka pasti akan mendengar kegaduhan ini, jadi mereka pasti akan segera menghampiri kita, dan pada saat itu juga, kita serang mereka bersamaan!" Jawab iblis lainnya
"Baiklah kalau begitu! Ayo lanjutkan kegaduhan ini!" Ucap iblis sebelumnya
Rupanya para Iblis tersebut sedang bertarung satu sama lain hanya untuk memancing para kesatria yang akan segera melewati daerah tersebut
"Jadi begitu alasan mereka,... Pantas saja aku melihat beberapa kejanggalan, seperti tidak ada satupun dari mereka yang serius untuk melukai maupun bertarung antar satu sama lain...." Batin Keiran dalam hatinya
Tak lama kemudian, rombongan kesatria pun sampai di tempat para iblis tersebut saling bertarung
"Hoi! Ada apa ini?!" Tanya Adelina seraya menghentikan langkah kudanya
"Apa mereka sedang bertarung?" Gumam Ella bertanya-tanya
"Bagaimana cara kita untuk melewati jalan ini? Jika didepan kita sedang ada pertempuran seperti ini?" Tanya Elena
"Sepertinya kita harus berbicara dengan mereka" Ucap Nolan
"Kau benar, tidak ada cara lain, karena jika kita tiba-tiba masuk ke area pertempuran itu, pasti akan cukup berbahaya" Ujar Aurora menimpalinya
"Bagaimana? Marcel?" Tanya Esmeralda
"Baiklah, biar aku yang ke sana terlebih dahulu, untuk bernegosiasi dengan mereka, itupun jika memungkinkan, jika tidak, mau tidak mau kita harus akan turut berperang melawan mereka juga" Jawab Marcel
Ketika Marcel hendak turun dari kudanya dan melangkah ke area pertempuran, tiba-tiba saja para iblis yang sedang bertarung satu sama lain tersebut langsung berlari menuju ke arah para kesatria
Sontak hal itu membuat para kesatria terkejut, dan langsung bersiap menyambut para iblis yang bergerak menuju ke arah mereka
"Sepertinya ini jebakan!" Ucap Nolan
"Tidak ada pilihan lain! Kita harus melawan mereka dan segera melewati daerah ini!" Ujar Adelina
Semuanya pun langsung bersiap untuk bertempur melawan para pasukan iblis tersebut. Pertarungan pun tak terelakkan, para kesatria dan pasukan iblis saling bertarung satu sama lain.
"Fire Arrow!" Dengan menggunakan pedangnya, Adelina melepaskan hujan anak panah berkekuatan api dari langit
"Water Poison Canon!" Menggunakan pedangnya Aurora membuat meriam dari air di sekelilingnya yang dapat menembakkan bola air beracun
"Tornado Slash!" Ella melepaskan setiap hempasan angin yang dapat memotong tubuh para iblis dari pedangnya tersebut
"Thunder Strike!" Marcel bergerak secepat kilat dan menebaskan pedangnya di setiap iblis yang dilewatinya
"Earth breaker!" Nolan memukulkan pedangnya ke tanah hingga membuatnya retak dan para iblis terjatuh ke dalamnya kemudian dikubur hidup-hidup
"Shield and Destructive Ultraviolet Rays!" Elena menciptakan sebuah perisai energi yang menyelimuti seluruh kesatria dari serangan apapun dan mengeluarkan sinar ultraviolet dari pedangnya tersebut
"All elements, Legendary Phoenix!" Esmeralda melompat ke langit kemudian memanggil roh burung Phoenix yang kemudian terbang ke arah para iblis dan menyapu bersih mereka semua
Pertarungan pun kembali berakhir dengan kemenangan di pihak para kesatria
"Yosh! Mereka semua sudah kita kalahkan!" Ucap Nolan
Clap clap clap clap clap
Sebuah suara tepukan tangan dengan jeda di setiap tepukannya, terdengar dengan jelas di telinga para kesatria itu. Mereka lalu berbalik dan melihat sumber suara tepukan tangan tersebut. Suara tepukan tangan tersebut rupanya berasal dari seorang wanita cantik bergaun hitam dengan tatapan tajam
"Boleh juga kalian..." Ucap wanita misterius tersebut
Esmeralda merasakan sesuatu yang sangat berbahaya dari si wanita misterius tersebut
"Siapa kau?!" Tanya Marcel
"Ara-ara?... Apakah begitu caramu bertanya kepada seorang wanita sepertiku? Wahai pangeran yang tampan..." Wanita tersebut justru bertanya balik dengan menggodanya
"Sudahlah! Jangan banyak bacot! Siapa dirimu?!" Tanya Adelina yang sudah muak melihat kelakuan wanita misterius tersebut
"Heee.... Apa kau merasa cemburu??" Tanya wanita misterius tersebut
"Kauuu...!!!!" Adelina langsung mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menyerang wanita misterius tersebut
To be continued