Paritha Kencana Amurwathi adalah seorang sekretaris cerewet dari CEO Armawangsa Group yang terkenal dengan sikap blak-blakannya.
Sekretaris satu ini memang berbeda dengan sekretaris Abhimanyu lainnya tetapi anehnya Abhimanyu Darmawangsa yang mempunyai sifat pendiam malah betah bekerja dengan Paritha yang berisik.
Abhimanyu bukanlah orang yang dingin seperti CEO pada umumnya tetapi juga bukan orang yang hangat menurut Paritha.
Abhimanyu malah mempunyai jalan hidup yang datar dengan prinsip " Hiduplah seperti air mengalir ". Hubungan antara keduanya hanyalah sekedar boss dan sekretaris sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan keadaan yang membingungkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melody♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 - Tidak tertarik
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ck, Apasih ngebosenin banget " cebik Prastika dalam hatinya merasa bosan mendengar percakapan antara rekan bisnis maminya itu dengan maminya sendiri.
Perempuan itu sengaja berpenampilan ' agak ' tomboy dari biasanya yang selalunya feminim. Prastika tau bahwa ia akan ' direncanakan ' untuk dijodohkan lagi dengan salah satu anak dari rekan kerja maminya.
" Semoga saja laki-laki itu tidak menyukai wanita dominan dibandingkan pasif " seringainya saat meminum milkshake strawberry miliknya.
Karena menurut penelusurannya dari mbah ogle seorang laki-laki tidak ingin wanita lebih mendominasinya dan bahkan tidak ingin wanitanya lebih mencolok dibandingkan dirinya.
" Lagi pula seberapa tampannya sih pria itu? Sampai-sampai membuang waktuku kemarin..!! Padahal aku ingin menuntaskan game War Kingdomku " sebal Prastika dalam hati.
" Padahal ini sudah jam setengah 7..? Dimana laki-laki itu? Mentang-mentang anak orang kaya " ucap Prastika semakin sebal dengan nada selirih mungkin sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.
" Ngomong apa kamu sayang? " tanya Dini Levronka Amurwathi, sang mami yang menunjukkan raut bingung pada anaknya.
" Ohh, nggak kok mami. Aku nggak ngomong apa-apa " cengengesan Prastika membuat Dini menaruh rasa curiga pada anaknya itu.
" Selamat malam, maaf membuat kalian menunggu lama " ucap seseorang dengan nada formalnya sambil membungkukkan tubuhnya 90 derajat.
Baru saja Prastika ingin menunjukkan wajah juteknya seketika laki-laki itu menegakkan tubuhnya dan dengan tak sengaja mereka berdua saling bertatapan.
" Tampan sekali..?!! " perempuan itu langsung membuang wajahnya ke arah lain dengan kedua bola mata yang membulat.
" Bagaimana caranya aku bersikap ketus kalau dia setampan itu ya Tuhann..!! " Prastika memejamkan matanya untuk mengalihkan rasa saltingnya sementara dan dengan berani melihat ke arah Abhimanyu yang duduk di hadapannya.
" Apakah ada yang salah dengan pakaian saya..? Tetapi pakaian ini kan disiapkan oleh sekretaris Paritha " batin Abhimanyu dengan perasaan sedikit bingung karena Prastika yang menatapnya begitu lekat bahkan terkesan hampir melotot.
" Ahh sepertinya nona Prastika sudah terlihat tertarik ya nyonya Dini dengan anak laki-laki saya " senyum rekan kerja maminya itu membuat Prastika malah mendelik.
" Apakah kelihatan sekali? " batin wanita itu panik hingga wajahnya terlihat merona.
" Sepertinya begitu nyonya Venya, jangan malu sayang. Katakan saja kalau suka " ucap Dini diiringi dengan tertawaan kecil sambil menepuk pundak anak bungsunya itu.
" Maaf ya nyonya Amurwathi, kemarin anak laki-laki saya tidak bisa datang karena sakit. Maaf jadi membuang waktu kalian " senyum Lovenya sambil memegang pundak Abhimanyu hingga laki-laki itu merasa terkejut dan membuat jarak dengan ibunya.
" Mengapa reaksinya seperti itu..? " ucap Prastika dalam hati yang diam-diam memperhatikan interaksi aneh ibu dan anak di hadapannya.
" Ahh.. Mari kita makan dahulu. Pasti nona Prastika sudah kelaparan " ucap Lovenya untuk mengalihkan rasa canggung.
" Mengapa dia membawa namaku terus sih..? Seolah-olah ingin mempermalukanku " batin Prastika dengan senyum masam dan pada akhirnya setelah setengah jam menunggu Abhimanyu, mereka memakan hidangan yang sudah dipesan sebelumnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai makan malam dengan adanya kerjasama antara maminya dan nyonya Lovenya, keduanya bersamaan menyuruh Prastika dengan Abhimanyu untuk berkenalan secara pribadi di taman sekitaran restaurant mewah tersebut.
" Kalian diam-diaman terus nihh.. kapan dekatnya kalau begini " protes Dini saat melihat tidak adanya interkasi antara anaknya dengan Abhimanyu.
" Masih malu-malu mungkin nyonya Dini, biarkan mereka beradaptasi " ucap santai Lovenya sambil meminum sampanye miliknya.
" Tidak bisa begini nyonya, saya keburu tua untuk menunggu mereka berdekatan " ucap Dini sambil mencebikkan bibirnya membuat Abhimanyu malah memasang raut wajah kebingungannya.
" Sana kalian ke taman..!! Berkenalan lebih dekat atau saya nikahkan kalian besok " ancam Dini sekaligus mengusir anak perempuan dan lelaki yang masih sama-sama polos itu.
" Apanya yang mau berkenalan coba, kalau begini " ucap Prastika dalam hati karena merasa geram dengan lelaki pendiam disampingnya.
Sudah lima belas menit berlalu dimana baik Prastika maupun Abhimanyu sama-sama tidak membuka suara, mereka hanya mengitari taman luas nan indah tersebut dengan berdampingan.
" Buka percakapan nggak ya..? Tapi masa perempuan duluan sih yang membuka percakapan " dengus kesal Prastika sambil melirik Abhimanyu yang nampaknya biasa saja dengan kesunyian diantara mereka.
" Apakah kamu tidak berminat untuk berkenalan denganku..? Nampaknya dari tadi kamu biasa saja menghadapi perjodohan kita " ucap ketus wanita tersebut membuat Abhimanyu mengalihkan tatapannya ke Prastika.
" Iya.. saya tidak berminat dengan perjodohan ini " balas Abhimanyu dengan suara baritonnya membuat Prastika membulatkan matanya.
Prastika menghentikkan langkahnya membuat laki-laki matang itu juga menghentikkan langkahnya. " Lantas mengapa kamu ikut pertemuan ini? "
" Apakah jangan-jangan laki-laki ini tidak berselera denganku?!! Makanya dia tidak tertarik untuk berkenalan dengan ku..?? Laki-laki tampan apalagi perawakannya yang tegas tetapi kalem biasanya kan belok " curiga Prastika sambil menelisik lawan bicaranya itu dari atas sampai bawah.
" Lagipula tidak mungkin ada pria normal yang tidak tertarik denganku kan..?? " batin wanita itu karena track recordnya dulu di sekolah menengah atas dimana ia pernah disukai oleh hampir seluruh laki-laki di sekolah.
" Saya terpaksa mengikuti ini semua " ucap datar Abhimanyu sambil menatap kearah langit malam yang indah.
" Baiklah, jujur aku juga terpaksa.. "
" Tapi bukan berarti kita tidak bisa berkenalan secara baik bukan? Perkenalkan nama aku Prastika Kencana Amurwathi. Usiaku dua puluh delapan tahun dan sedang mengikuti skripsi di Universitas G " ucap Prastika dengan menunjukkan senyum tercantiknya sambil mengulurkan tangannya ke arah Abhimanyu.
" Nama saya Abhimanyu Darmawangsa, salam kenal " daripada membalas jabat tangannya, laki-laki itu malah lebih memilih membungkukkan badannya 15 derajat.
Dengan senyum masam, Prastika segera menarik tangannya kembali. " Alim sekali pria ini "
" Ahh ternyata disini kalian rupanya..!! " ucap Dini mengagetkan mereka berdua dari belakang, perempuan itu menepuk bahu keduanya.
" Maaf ya Abhimanyu, saya dan Prastika harus segera pulang. Saya ada penerbangan dadakan malam ini " ucap Dini dengan penuh nada sesal.
" Tidak apa-apa nyonya " senyum tipis Abhimanyu.
" Bagaimana kalau kita mengatur pertemuan di lain hari? Tetapi hanya kalian berdua saja " saran Lovenya yang ternyata berada disana juga, mungkin tadi mengikuti Dini untuk mencari dua anak muda itu.
" Boleh nyonya, apakah saya boleh meminta nomor anda tuan Abhimanyu? " jawab Prastika yang kali ini akan berusaha lebih aggressive.
" Entah kenapa aku merasa penasaran dengan laki-laki ini "
Pada akhirnya mereka bertukar nomor ponsel dan Prastika beserta ibunya lebih dulu pulang dibandingkan Abhimanyu.
" Bagaimana? Cantik bukan..? " lirih Lovenya sambil berbisik di telinga Abhimanyu setelah rekan bisnisnya itu hilang dari pandangan mereka.
" Tetapi tidak akan ada yang bisa menguasaimu selain saya, Abhimanyu. Ingat itu " perempuan itu bahkan menjilat daun telinga anaknya sendiri.
" Saya tidak sabar untuk bermain denganmu lagi, sayang. Permainanmu sungguh liar " senyum miring Lovenya.
" Sungguh anda kurang belaian dari suami dan gig^lo anda, nyonya " sontak rahang Lovenya mengeras yang berbarengan dengan laki-laki itu meninggalkannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...