Indonesia
NovelToon NovelToon
Its You

Its You

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: tatitu

Berjuang dari nol di Paris, Jungkook dan Taehyung mendirikan studio game independen bernama HexaVerse. Di tengah kerja keras membesarkan bisnis tersebut, adik Taehyung, Mira, tiba di Paris untuk kuliah.
​Jungkook yang membantu Mira beradaptasi perlahan jatuh cinta pada gadis yang kini tumbuh mandiri dan cerdas itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tatitu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Amanah

Keesokan harinya, malam sebelum keberangkatan Taehyung, apartemen terasa jauh lebih tenang. Taehyung memanfaatkan sore harinya untuk mengajak Jungkook dan Mira mengisi penuh persediaan makanan di supermarket terdekat, memastikan kebutuhan Mira terpenuhi selama beberapa minggu ke depan.

Saat Mira sedang sibuk memilih bumbu dapur dan bahan makanan di lorong sebelah, Taehyung mengode Jungkook untuk mengikutinya ke lorong minuman yang agak sepi.

Taehyung menghentikan langkahnya, lalu merogoh saku mantelnya. Ia mengeluarkan seuntai kunci serep apartemen, sebuah kartu akses tambahan, serta selembar kertas yang terlipat rapi.

"Kook," panggil Taehyung dengan raut wajah yang mendadak berubah sangat serius. Ia mengulurkan benda-benda tersebut ke tangan Jungkook.

Jungkook menerima kunci dan kertas itu dengan dahi berkerut. "Apa ini?"

"Kunci serep apartemen, kartu akses, dan..." Taehyung menunjuk kertas di genggaman Jungkook, "...daftar nomor darurat, dokter langganan di Paris, serta hal-hal yang disukai dan dibenci Mira. Termasuk alergi udang dan ketakutannya pada suara petir."

Jungkook menatap lembaran kertas yang ditulis tangan dengan begitu teliti oleh Taehyung. Ada desakan hangat sekaligus beban berat yang perlahan menyusup ke dadanya.

"Aku menitipkan seluruh duniaku padamu, Jungkook-ah," bisik Taehyung dengan nada suara yang teramat dalam, menatap mata sahabatnya tanpa ragu. "Aku tahu aku egois karena harus pergi. Tapi hanya padamu aku bisa mempercayakan keselamatan dan kebahagiaan adiku selama aku di Seoul."

Jungkook meremas kunci di genggamannya rapat-rapt. Ia menatap Taehyung lurus-lurus, lalu mengangguk mantap. "Kau tidak perlu khawatir. Selama aku ada di Paris, tidak akan ada satu hal pun yang menyakiti Mira. Aku berjanji."

Malam kian larut. Di dalam apartemen, suara pakaian yang dimasukkan ke dalam koper bergaung pelan dari kamar Taehyung.

Mira tidak sanggup berada di dalam ruangan melihat kakaknya berkemas. Gadis itu memilih berdiri di balkon luar, membalut tubuhnya dengan mantel tebal seraya menatap kepingan salju yang jatuh perlahan menghiasi pemandangan malam kota Paris. Matanya berkaca-kaca, menahan rasa sedih dan sepi yang mulai merayap naik.

Klek.

Pintu kaca balkon tergeser pelan. Jungkook melangkah keluar, membawa dua cangkir hot chocolate yang uapnya membumbung halus di udara dingin.

Jungkook berdiri di samping Mira, menyandarkan kedua lengannya pada pagar besi balkon, lalu menyerahkan satu cangkir hangat ke tangan gadis itu.

"Ini," ujar Jungkook lembut.

Mira menerima cangkir itu, mengusapkan kehangatan keramiknya pada telapak tangannya yang dingin. "Terima kasih, Oppa."

Keheningan melingkupi mereka selama beberapa saat, hanya dihiasi suara desis angin malam.

"Kau takut?" tanya Jungkook pelan, mengikis jarak di antara mereka.

Mira menunduk, menatap cairan cokelat di cangkirnya sebelum mengangguk jujur. "Sedikit. Tiga tahun aku menunggu untuk bisa berkumpul lagi dengan Taehyung Oppa... tapi baru beberapa hari di sini, dia sudah harus pergi lagi."

Gadis itu menyapu air mata tipis yang hampir menetes di sudut matanya. "Aku hanya merasa... sepi."

Jungkook memalingkan tubuhnya, menatap penuh raut wajah polos Mira yang diterpa pendar lampu kota. Ada dorongan kuat di balik dadanya yang membuat Jungkook refleks mengulurkan tangan, mengusap lembut kepingan salju yang hinggap di rambut Mira.

"Kau tidak sendirian, Mira-ya," tutur Jungkook dengan suara berat yang teramat tulus dan menenangkan.

Mira mendongak, matanya yang basah bertabrakan langsung dengan manik mata gelap Jungkook yang teduh.

"Taehyung memang harus pergi sebentar untuk pekerjaannya, tapi aku di sini," lanjut Jungkook pelan, jemarinya bergerak halus merapikan helai rambut di sekitar wajah Mira. "Aku tidak akan ke mana-mana. Apapun yang kau butuhkan, kapan pun kau merasa takut atau sepi... aku ada di sisimu."

DEG.

Tatapan mata Jungkook begitu pekat dan penuh perlindungan, membuat napas Mira tertahan seketika. Di bawah naungan langit malam Paris yang dingin, janji pelan pria itu berhasil menyapu bersih rasa cemas di dada Mira, sekaligus memicu degupan jantung yang kian tak terkendali.

Malam makin larut, namun keheningan apartemen tak kunjung membawa kantuk. Jarum jam dinding sudah melewati angka satu pagi, tetapi tak satu pun dari mereka bertiga yang sanggup memejamkan mata.

Lampu kamar Taehyung masih menyala, pintu kamar Jungkook terbuka sedikit, sementara Mira masih berdiri terpaku di area dapur setelah meneguk air putih. Perasaan ganjal menjelang keberangkatan Taehyung besok pagi membuat pikiran mereka terlalu riuh untuk beristirahat.

"Kau belum tidur juga, Kook?" suara Taehyung memecah hening saat ia keluar dari kamarnya dengan kaus santai dan celana kain.

Jungkook menggeleng pelan, menyandarkan tubuhnya di konter dapur. "Mataku sama sekali tidak mau terpejam."

"Aku juga," sahut Mira pelan dari sudut dapur, mengusap kedua lengannya yang kedinginan.

Taehyung tersenyum tipis melihat adik dan sahabatnya yang tampak sama-sama gelisah. Ia melangkah menuju sofa ruang tengah dan menyalakan televisi besar di sana.

"Kalau begitu, jangan ada yang tidur malam ini. Kita tonton film sampai subuh."

Jungkook terkekeh pelan. "Tunggu sebentar. Nonton film tanpa camilan itu ilegal."

Pria itu langsung menyingsingkan lengan bajunya hingga siku dan mulai membongkar isi kulkas serta kabinet dapur. Dalam waktu singkat, aroma mentega gurih dan kejunya yang meleleh mulai memenuhi udara apartemen. Jungkook membakar beberapa potong roti tangkap isi keju (grilled cheese sandwich) dengan pinggiran yang renyah, meracik piring berisi biskuit dan buah zaitun, serta menyeduh teh hangat manis untuk mereka.

"Wah, Jeon Jungkook... kau memang yang terbaik kalau soal makanan malam," puji Taehyung heboh saat Jungkook meletakkan nampan besar berisi camilan di atas meja kaca depan TV.

Mereka bertiga akhirnya duduk lesehan di atas karpet bulu yang tebal, berselimutkan kain rajut hangat. Sebuah film komedi klasik diputar di layar TV, mengisi ruangan dengan pencahayaan remang dan gelak tawa yang perlahan mencairkan ketegangan.

Mira duduk di antara Taehyung dan Jungkook. Di tengah film yang berputar, perhatian Mira justru teralih pada cara Jungkook menikmati momen sederhana itu. Pria yang biasanya terlihat sangat serius dan dingin saat memimpin rapat di studio HexaVerse, kini tampak begitu santai—tertawa lepas bersama kakaknya sambil mengunyah roti keju buatannya sendiri.

"Mira-ya, makanlah selagi hangat," ujar Jungkook pelan. Tanpa mengalihkan pandangan dari TV, tangan tegapnya meraih sepotong grilled cheese hangat dan menyodorkannya langsung ke arah Mira.

Mira tersentak pelan, namun menerima roti itu dengan senyum manis. "Terima kasih, Oppa."

Gigitan pertama roti renyah berbumbu gurih itu terasa begitu lezat di lidah Mira, hangatnya menjangkau hingga ke dasar dadanya.

Saat film memasuki paruh kedua, tawa Taehyung perlahan menyurut berganti dengan napas yang teratur. Pria itu akhirnya menyerah pada rasa lelah berkemas dan tertidur menyandar pada sisi sofa.

Kini, hanya tersisa pendar cahaya layar TV yang menyinari wajah Mira dan Jungkook. Suasana berubah begitu tenang dan intim.

Mira mengamati garis rahang Jungkook dari samping. Di bawah bayangan remang televisi, pria itu tampak begitu hangat dan protektif. Rasa sepi yang sempat menakutinya beberapa jam lalu mendadak menguap tuntas, berganti dengan perasaan aman yang begitu asing namun sangat ia rindukan.

Jungkook menoleh pelan, menangkap basah tatapan mata Mira yang tertuju padanya. Bukannya mengalihkan pandangan, Jungkook justru menyunggingkan senyum tipisnya yang teramat tulus, menatap balik manik mata Mira dengan penuh kelembutan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!