LIBUR TIAP JUMAT
-------
Novel pertama saya ini, saya dedikasikan untuk pembaca. Semoga dapat memberikan hiburan sekaligus pembelajaran❤️
°°°
Lea merupakan gadis berusia 20tahun yang tengah menempuh pendidikan kedokteran tahun kedua.
Ditengah kebahagiannya menempuh pendidikan tiba-tiba ia harus menggantikan kakaknya menikahi seorang CEO gila bernama Dean Sanders.
Perjodohan yang harusnya dilakoni kakak tirinya malah kini berbalik pada Lea. Uniknya, CEO itu juga menyetujui perjodohan tanpa cinta itu.
Mungkinkah Lea bisa menjalani semuanya? pernikahan? perebutan harta warisan? masa lalu suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabina Blu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 12 VVIP Class
Evakuasi ke jet pribadi ternyata sama sekali tidak seperti yang kubayangkan karena semua personil nampak sangat professional dan tidak ada adegan terjun ke laut terlebih dahulu.
Evakuasi dilakukan pagi sekali agar tidak membuat tamu undangan lain curiga dan timbul kasak-kusuk tidak jelas. Penerbangan kembali ke Jakarta cukup singkat, mungkin hanya 30 menit saja dan kini aku sudah terbaring lemah didalam ruang rumah sakit paling wow yang pernah kulihat.
“Bisakah menggunakan ruang perawatan yang biasa saja? Sepertinya biaya perawatan satu malam disini sudah 3 kali UMR kota ini.” Tanyaku polos ketika presdir gila itu tengah sibuk dengan laptopnya, bekerja dengan tak lupa Sekretaris Jo disampingnya.
“Jo! Kamu siapkan perpindahan pasien ini ke bangsal saja! Atau kau buang dia ke pulau tak berpenghuni!” Gelegar ancaman presdir gila membuatku shock, kenapa sih? Padahal aku hanya benar-benar memikirkan keuangannya tahu! Ah sebal!
“Hey bukan seperti itu presdir gila! Aku hanya memikirkan keuangan kamu tahu! Aku ini pengertian!! Aku tidak ingin biaya rumah sakitku membengkak!”
“Emang siapa yang bilang ini gratis hey bocah?” Pertanyaan enteng presdir gila itu membuatku kaget, apa dia kini sedang menghitung utang-utangku?
“Jadi kamu sedang berencana memerasku sekarang? Apa kamu sudah memasukan semuanya ke dalam daftar hutangku? Wah benar-benar manusia ular ya kamu. Aku benar-benar merinding.”
“Ya, kamu sudah berhutang padaku sangat banyak. Sebagai gantinya kamu akan menjadi budakku seumur hidup!!!”
“Astagaaa naas sekali hidupku didunia ini. Sudah harus menikah dengan orang aneh, pak tua menyebalkan, presdir gila, laki-laki ular dan kini aku ternyata terlilit hutang Datuk Maringgih… Naas sekali hidupmu Lea… Semoga dikehidupanku selanjutnya aku tidak akan menjadi budakmu wahai Tuan Dean yang terhormat..”
“Itulah memang jalan hidupmu yang harus kau tempuh. Selamat menjadi budakku seumur hidup ya bocah!”
Baru aku akan menjawab perkataannya yang mengerikan itu ketika tiba-tiba seorang dokter bersama dua perawatnya masuk.
Wajahnya nampak menciut melihat presdir gila, sepertinya memang kekuasaan presdir gila ini tidak bisa dipungkiri ya. Jangan-jangan dedaunan saja bisa menunduk takut kalau dia lewat, hiiiiiiii mengerikan...
“Selamat pagi Nyonya Lea, apa anda merasakan sakit setelah saya memberikan penanganan tadi?” Tanya seorang dokter yang sepertinya berusia 26 tahun itu, wajah dokternya lumayan tampan lho! Memang dokter masa kini selain tampan intelektual juga tampan wajah ya. Aku bisa sembuh lebih cepat nih agaknya!
“Ah, aku hanya merasa seluruh badanku pegal-pegal saja. Untuk sesak nafas sepertinya itu sudah tidak masalah. Aku mungkin hari ini bisa kembali. Benar kan dok??” Mendengar ideku untuk pulang, presdir gila itu malah semakin mendelik.
“Apakah mungkin dia perlu melakukan rongsen? Pemeriksaan lanjutan ? test darah atau apapun? Semalam beberapa bagian tubuhnya dipukul menggunakan tongkat besi.” Presdir gila mencoba menyuarakan idenya yang menurut ku sama sekali tidak perlu dilakukan.
“Sebenarnya tidak perlu dilakukan penanganan rongsen atau yang tuan sebutkan barusan, apalagi melihat kondisi Nyonya Lea yang membaik. Namun untuk meyakinkan Tuan Dean, kami bisa melakukan tindakan tersebut.”
“Lakukan semua pengecekan pada kesehatannya sekarang.” Perintah Dean.
“Baik tuan..” Seolah mendapat perintah dari raja super mematikan dokter dan perawat itu langsung bergegas mendorong tempat tidur portable-ku menuju ruang pemeriksaan lanjutan.
“Hey! Aku tidak apa-apa, aku tidak perlu melakukan tindakan lanjutan. Tuan presdir terhormat! Jangan lakukan pemeriksaan!! Aku ini calon dokter dan aku tahu tubuh ku tidak bermasalah sama sekali!!! HEYYY SIMPANLAH UANGMUU SAJA!!”
Hahh.. sia-sia saja sepertinya aku memohon atau memaki seperti seorang anak kecil karena kasur itu terus terdorong meninggalkan ruang inap.
Memasuki lorong-lorong bercahaya menuju ruangan yang aku sama sekali tidak pernah tahu apa isi didalamnya. Kira-kira 45 menit aku menjalani medical check-up yang yahh sebenarnya baik untuk kesehatanku sebelum akhirnya kembali ke ruang inap menemui si presdir gila nan dingin itu.
“Hasil medical check-upnya akan segera keluar dan perawat kami akan mengantarkannya segera. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Dean..” Di iringi anggukan, dokter bersama dua perawatnya itu berlalu meninggalkan ruangan inap.
“Jo, kamu kembalilah ke kapal ada beberapa hal yang kamu harus urus. Esok pagi kembalilah kesini karena aku juga akan kembali kekantor.” Tanpa berkata apa-apa, Sekretaris Jo yang tak kalah dingin dari presdir gila itu segera membereskan barangnya dan berlalu. Meninggalkan aku dan si dia didalam ruangan dengan suasana canggung. SUPER CANGGUNG MALAH.
“Hmmm.. apa Sekretaris Jo selalu dingin seperti itu?” Tanyaku mencoba membuka pembicaraan agar tak terlalu sepi.
“Apa??”
“Aku sedang berencana membuat suasana menjadi cair tahu! Aku sedang mencoba menyambung komunikasi untukmu! Sudahlah kamu tidak bisa diajak berbicara baik-baik! Lupakan! Anggap saja aku adalah selang infus!”
“Oke.”
Hihhhhh!!!!!! Benar-benar ya!! Aku menyesal sekali berusaha sok akrab dengannya. Aku tahu bahwa kami adalah pasangan perjodohan abal-abal yang super mendadak dan tanpa cinta.
Tapi bukankah tidak ada salahnya kalau aku ini berusaha menjalin komunikasi yang baik dengannya? Toh aku tidak akan pernah tahu sampai kapan aku akan terikat dengan pernikahan aneh ini! Aku hanya berusaha menganggapnya manusia didepanku.
“Kapan kamu harus masuk kuliah?” Tiba-tiba saat tengah dalam pikiran jelek mengenai dirinya, malah si presdir gila itu angkat bicara. Ganggu bayanganku saja!
“Bertanya padaku?” Jawabku sarkas.
“Dengan selang infus.” Woowww sok cool sekali mulut presdir gila ini.
“Oh.”
“Ya kapan??”
“Kepo. Urus saja urusanmu sendiri.”
“JAWAB!!”
“Dua hari lagi, hari rabu!!”
“Ya sudah sembuhlah sebelum hari rabu! Jangan banyak alasan untuk sakit, kau ini calon dokter tapi lemah sekali.” Cibir Dean membuatku kesal. Memangnya siapa yang membuatku lemah? kan gara-gara dia juga heboh buat pesta di pesiar aku jadi begini.
“Awas saja! Kalau nanti aku sudah jadi dokter aku tidak akan mau merawatmu kalau kau sakit!”
“Aku punya banyak dokter lain untuk merawatku! Tidak perlu kamu tuh! Jadi ancamanmu sama sekali tidak berlaku buatku” Jawab Dean enteng atas ancamanku.
“Pergilah sana! Kenapa sih tidak kekantor!!! Aku muak melihat wajahmu didepanku!”
“Ini rumah sakitku, kenapa aku harus pergi?”
“APA?? RUMAH SAKITMU?? RU MAH SA KIT MU?? REALLY???”
“Kaget ya? Suamimu super kaya?” Seringai sombong lahir dari bibir merahnya yang sebenarnya menggoda itu (Kalau dia tidak jahat dan sok).
Aku benar-benar berada didalam masalah besar karena lagi-lagi terjebak didalam permainan kekuasaan hartanya yang terlalu besar!!!!Ahhhhhhh!!!! kenapa sihhh kenapa aku harus menikahi pria kaya satu ini??????
d tunggu lanjut💪💪💪😍😍🙏
semangat terus..
mari berbuka dengan yang manis😂😂😂😂