Indonesia
NovelToon NovelToon
SCHOOL VIBES

SCHOOL VIBES

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen Angst / Teen School/College / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:359.8k
Nilai: 3.9
Nama Author: Menti Lestari

"Apa salah kalau cewek dekatin duluan?"

Ini kisah tentang Ayana, memiliki nama lengkap Ayana Ryandra Udara. Gadis cantik yang dikenal troublemaker. Ini juga tentang Argatha. Pria tampan yang dingin dan irit bicara.

Bercerita tentang perjuangan Ayana untuk mendapatkan seorang Argatha. Ayana tidak pernah menyerah untuk membuat Argatha jatuh cinta padanya.

Sikap cuek dan dingin Argatha berkali-kali membuat Ayana lelah, namun Bagi Ayana, Argatha adalah pria yang langka yang khusus dikirim Tuhan untuk dirinya. Ayana akan terus berjuang untuk membuat Argatha takut kehilangan dirinya.

Sebuah cerita remaja yang dipandukan dengan unsur romantis dan komedi yang disatukan di dalamnya untuk membuat para pembaca mengingat masa putih abu-abu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menti Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Melihat Argatha yang memakai kaos hitam polos, dan celana jeans, membuat Ayana kehilangan titik fokusnya.

“Cowok kalau pakai kaos hitam, damagenya sampai bikini bottom,” ucap Ayana dalam hati.

Argatha melihat gadis disampingnya. “Mau sampai kapan ngeliatin?” tanya Argatha.

“Hah?” ucapan Argatha membuat Ayana tersadar.

“Lo mau sampai kapan ngeliatin gue?” tanya Argatha mengulang pertanyaannya.

“Argatha kenapa pakai kaos hitam sih?” protes Ayana.

Argatha mengerutkan keningnya, “Kenapa?” tanya Argatha tak mengerti.

“Bikin Ayana nggak fokus tau,” jujur Ayana.

“Terus gue harus gimana? Nggak pakai baju?” tanya Argatha yang masih tidak mengerti maksud Ayana.

“Ya nggak gitu juga Argatha.”

“Oh iya, Argatha majuin deh tangannya,” pinta Ayana.

“Kenapa?”

“Udah nggak usah banyak tanya, nurut aja.”

Argatha pun mendekatkan tangannya dengan Ayana.

Tanpa disangka, Ayana mengambil bolpoinnya dan menggambarkan seekor bebek di tangan Argatha.

“Pokoknya gambar ini nggak boleh hilang,” ucap Ayana.

“Kenapa?”

“Ya pokoknya nggak boleh hilang, besok harus masih ada gambarnya.”

“Iya, iya,” sahut Argatha pasrah.

Untuk beberapa menit keduanya nampak tenggelam dalam keheningan. Mereka asyik dengan kertas dan bolpoin yang berada dihadapan mereka.

Hingga Argatha menopang dagunya dengan tangan kirinya sembari melihat Ayana lekat.

Aku tak bisa berkata

Seakan detikku tak lagi berirama

Otakku tak bisa mencerna

Aku mau kamu

Seperti malam butuh rembulan

Atau siang butuh mentari

Aku ingin kamu

Sama seperti hujan

Mencipta pelangi

Aku ingin indahmu

Aku berharap dikamu

Dan memohon kepada Tuhan

Untuk melukis pelangi

Setelah rintik hujan menghujam hati

Untukmu yang kusebut purnama

Aku pernah memintamu menerangi gelapku

Aku pernah memintamu menemaniku

Namun,

Aku tidak pernah memintamu pergi dariku

Mulut Ayana terbuka sempurna. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia merasa tercengang mendengar ucapan Argatha barusan.

“Yeh, malah bengong lagi. Catat, itu puisinya,” ucap Argatha menyadarkan Ayana.

Ayana mengerutkan keningnya, baru saja ia ingin terbang tinggi, karena ucapan Argatha, namun ia harus menerima kenyataan bahwa Argatha tidak membuat kata seindah itu untuknya.

Echa mengintip dari balik pintu kamarnya. Melihat Argatha yang sangat dekat dengan Ayana. Pria itu tidak terlihat dingin seperti biasanya.

“Emang tugasnya harus dikerjain berdua ya?” tanya Echa dari balik pintu.

Argatha dan Ayana melihat Echa yang hanya menunjukkan kepalanya.

“Iya kak, ini tugas kelompok,” jawab Ayana.

“Kelompok Cuma berdua? Itu kerja kelompok apa nge-date?” goda Echa.

“Kenapa ngerjain tugasnya nggak vidcall aja? Kan lebih gampang,” tanya Echa.

“Kalau bisa tatap muka, kenapa harus virtual?” skakmat Argatha.

Echa mengelus dadanya seraya bersabar menghadapi Argatha yang paling handal membuat lawan bicaranya kalah.

“Tumben lo pakai jeans? Biasanya juga pakai boxer di rumah,” ucap Echa sembari melihat Argatha dari kepala sampai ujung kaki.

“Lo bisa diam nggak sih?”

“Nggak,” ledek Echa.

“Gue penasaran, kenapa dia mau temenan sama lo ya, Ga?” tambah Echa.

“Kak mending lo masuk, daripada laptop lo hancur, nanti nggak bisa buat nonton mas kunang lagi,” ucap Argatha dingin.

“Oke bos. Siap masuk sekarang,” Echa langsung masuk ke dalam kamarnya, karena Argatha sudah mengeluarkan tatapan mematikannya.

Kedua sudut bibir Ayana mengembang, “Mungkin kalau Ayana punya kakak pasti enak, nggak akan merasa kesepian,” ucap Ayana.

Argatha menoleh. “Ada gue,” ucapnya tersenyum.

“Lo bisa anggap gue jadi sahabat, ataupun kakak lo sekalipun, ya walaupun kita seumuran,” tambah Argatha.

“Kalau anggap pacar boleh?”

°°°°°

Langit mulai gelap. Argatha beranjak keluar rumah untuk mengantar Ayana pulang.

Raut wajah Ayana terlihat sangat lelah, karena ia dan Argatha tidak hanya membuat puisi, melainkan membahas beberapa materi baru diajarkan di sekolah.

Ayana merentangkan tangannya, melepaskan otot-ototnya yang tegang.

Argatha melihat Ayana, lalu mengerutkan keningnya. “Capek banget emang?” tanya Argatha.

“Banget,” jawab Ayana manja.

Argatha menyalakan mesin motornya, dan memakai helm. “Ayo naik,” suruhnya.

“Argatha,” panggil Ayana.

“Apa?”

“Nggak ada niatan jawab pertanyaan Ayana yang tadi?”

“Yang mana?”

“Yang tadi.”

“Rumus teorema pythagoras?”

Ayana menarik napasnya panjang, ia berusaha menghadapi Argatha dengan sabar, lama kelamaan Ayana mulai terbiasa dengan sikap pria itu.

Tanpa basa-basi lagi, Ayana langsung memakai helmnya dan menaiki motor Argatha.

Sebenarnya Argatha mengerti pertanyaan yang dimaksud Ayana, tapi Argatha masih ragu dengan perasaan yang sedang ia rasakan. Argatha tidak mau membohongi perasaannya atau memaksakan dirinya untuk menyukai Ayana.

°°°°°

Setelah selesai mengantar Ayana pulang, Argatha membaringkan tubuhnya di sofa. Ia merasa malas masuk ke dalam kamarnya, padahal jarak dari sofa ke kamar tidak harus melewati tol.

“Hai adik!” Echa duduk di sebelah Argatha yang sedang bermain mobile legend.

Argatha hanya melirik kakaknya itu sebentar, lalu kembali menatap layar ponselnya.

“Pacarnya udah dianterin pulang?” tanya Echa.

“Dia bukan pacar gue.”

“Gue harus percaya sama omongan lo?”

“Seterah.”

“Nanti kalau dia sama cowok lain, nangis lo,” ucap Echa.

“Udahlah, nggak usah dibahas,” Argatha bangkit, lalu berjalan masuk ke kamarnya.

“Kebiasaan kalau lagi diajak ngomong langsung ngeluyur. Sopan kah begitu?”

Jempol, kelingking, jari tengah.

Kedua mata Echa terbelalak, mulutnya terbuka dengan sangat sempurna. “Heh! Siapa yang ngajarin lo begitu?”

°°°°°

To be continued

1
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Pasti Aldi suka Ayana secara diem2 kan..
Qaisaa Nazarudin
Nah ini nih mama yg harus di jadiin panutan lho Arga..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT buat Aldi..Awas ya Al aku monitor kamu dari sini..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Aku heran Aldi ini kenapa sih ngotot banget giti,Segitunya dia membenci Ayana,Atau Aldi sebenarnya diam2 suka Ayana,Tapi Ayana gak respon gitu..🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Thor jangan bikin Ayana cepet banget luluhnya,masih sakit lho hati aku dgn kata-kata nya Arga ke Ayana,Kok dengan gampangnya Ayana luluh kek gitu,Kecewa deh aku..🤦🤦😌😌
Qaisaa Nazarudin
SELAMAT BERJUANG ARGA..SEMOGA AJA AYANA BISA NERIMA LOE LAGI..
Qaisaa Nazarudin
Aku pegang kata-kata mu Agha..Awas aj ntar kamu jilat ludah sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Ayana selalu recokin Aghata,Ntar kalo Ayana berubah cuek dan jaga jarak saat lelah sama Aghata,Pasti Aghata yg akan merasa kehilangan,biasanya kan gitu..Nah saat itu giliran Aghata yg ngejar2 Ayana..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Aku hanya mampu ketawa...
Qaisaa Nazarudin
Ya salam Ayana mah gitu...😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Udah hafal Al sifatnya Ayana..🤣🤣🤣🤣
ademing_ati
2x ini aq baca thor....suka bgt...apalagi tau ada. lnjutannya...jadi aq baca dari awal lagi...😁😁👍👍👍
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir juga di karya aku ya, judulnya My Love's Aylin
Yuyun Rohimah
lanjut
miyura
sangat keren banget ne ceritanya..
I.d_05
keren
I.d_05
Ayana yang ajarin tuh!🤣
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
cieee argatha ....
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
hadeuh lucu yah
🍂Daun 🍁 Kering🍂
Terserah mungkin Kak, bukan seterah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!