Indonesia
NovelToon NovelToon
Please, Jangan Mencintaiku

Please, Jangan Mencintaiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Pelakor / Tamat
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rahel wii

Kehidupan bahagia Ronal dan istrinya mulai renggang dikarenakan gangguan dari pihak ketiga dimana teror dari seorang wanita misterius dimulai.

Mengaku bahwa dirinya sangat mencintai Ronal serta terobsesi padanya melalui pesan dan serangkaian hal lainnya.

Dengan teror yang dilakukannya, dia berharap bahwa Ronal dapat mengingatnya.

Rumah tangga yang harmonis dan bahagia pada akhirnya penuh kecurigaan serta masalah.

Siapakah wanita itu? Dan apa tujuan pasti meneror rumah tangga mereka?

Yuk ikuti kisah fantasi bertema rumah tangga ini.

Mohon pengertiannya ya, baca pelan-pelan aja gapapa kok. Jangan Boom like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kesalahan Di Masa Lalu

Dengan tubuh bagian belakang yang masih terasa nyeri dan berat dari samping lantaran seseorang memeluknya erat, Ronal terbangun dari tidurnya.

Memaksakan diri untuk bangkit setelah mimpi buruk itu kembali menyerangnya seolah-olah penglihatan dari masa depan yang ingin memberitahukan kepadanya.

Mimpi itu seperti memberitahu Ronal akan sesuatu hal yang akan terjadi, namun ia tidak terlalu memperdulikannya menganggap jika mimpi buruknya itu hanyalah efek dari kejadian yang menimpa dirinya sebelumnya.

Langsung saja Ronal mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas lalu mencari kontak penting yang ingin dihubungi.

Nampak jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari kini Ronal sedang menghubungi istrinya, yang saat ini sedang terlelap dan ponselnya berada jauh darinya.

Selang beberapa saat mencoba untuk menghubungi istrinya yang tak kunjung di angkat, ia pun pada akhirnya menyerah.

Berpikir positif jika istrinya sedang terlelap dalam mimpi.

.....

Dari arah belakang hawa kehadiran seseorang dirasakan oleh Ronal belum sempat menoleh ia langsung saja mendapati tubuhnya yang dipeluk oleh dua tangan mulus nan lembut.

"Honey... kamu sedang apa...? Bukannya ini masih malam... kita tidur lagi yuk..."

"Kenapa kamu tidak membawaku pulang ke rumah, Lucy? Sebelumnya aku menyuruhmu untuk..." belum usai bicara salah satu tangan Lucy menyentuh bagian sensitif Ronal hingga membuatnya tersentak dan buru-buru lepas dari pelukan Lucy.

Sayangnya, pelukan itu terlalu sulit untuk dilepaskan seakan tenaga Lucy telah melampauinya.

Dengan suara lembut khas orang bangun tidur Lucy berucap.

"Semalam jalanan sedang macet, karena terjadi kecelakaan, dan juga kemacetan itu berlangsung lama untuk sampai menuju tempatmu. Jadi... mengingat rumahku dekat dari sini aku membawamu kemari saja, salahkan saja dirimu yang tidur pada saat aku mempertanyakan hal penting itu!"

Sejenak Ronal mengingat-ingat kembali flashback semalam. Dan benar saja, ia mengingat jika semalam merasakan rasa kantuk yang sangat berat hingga ia memutuskan untuk tidur dalam perjalanan.

Berharap jika Lucy akan tetap membawanya meskipun nantinya ia sudah terlelap, karena malam itu Ronal sempat memberitahukan alamat rumahnya kepada Lucy.

Namun kenyataannya, dirinya lagi-lagi di permainkan oleh Lucy. Dan berakhir tidur dengannya.

"Kalau begitu aku akan pulang sekarang, kali ini aku tidak akan mempermasalahkan kejadian ini."

"Arghh!" pelukan Lucy membuat luka pada tubuh bagian belakang Ronal terasa sakit.

"Kalau kamu pergi sekarang sebelum aku memasak sarapan, aku bakal memeluk kamu sampai kamu tidak bisa lari lagi dariku! Tapi kamu tenang saja, walaupun kamu begitu aku akan tetap setia mengurusmu dengan penuh kasih sayang seumur hidupku..." senyuman dan tatap bersungguh-sungguh terlihat dari wajah Lucy.

Mendengarnya membuat Ronal tak habis pikir dengan jalan pikiran Lucy sekarang, yang menurutnya dia sudah terobsesi dan dibutakan oleh yang namanya cinta.

Menyesal dirinya dulu pernah menjalin hubungan spesial dengannya, bahkan bisa di sebut lebih baik dari pada siapapun, menurutnya.

Ronal hanya bisa pasrah untuk sekarang ini, ia tahu jika perkataan yang diucapkan Lucy barusan bukan sekedar omongan belaka saja.

"Baik, baik aku akan menurut. Jadi lepaskan pelukanmu sekarang, karena lukaku terasa sakit!" ujar Ronal dengan suara lirih.

Lucy yang sadar akan perbuatannya yang terlalu berlebihan hingga membuat Ronal merasakan rasa sakit pada lukanya, Membuatnya kini sangat cemas dan gelisah.

"Ah...! maaf, maaf!"

•••

Mereka berdua lalu kembali berbaring sembari mengobrol seperlunya. Lucy bilang dirinya akan mulai beraktivitas di jam 04.30 kedepan.

"Lucy, kamu bolos sekolah, kan saat berada di desa untuk meneror diriku dan istri ku?" tanya Ronal kepada Lucy yang terlihat asyik mengusal pada lengan samping Ronal dan tubuhnya.

Beberapa saat tidak ada jawaban hingga Lucy akhirnya membuka mulut.

"Iyaa, saat itu aku masih bersekolah! Memangnya kenapa?"

"Hadeh... kamu ini, sekolah itu sangat penting. Jadi kamu jangan seenaknya saja bolos karena hal yang tidak bermanfaat. Nilai dan prestasimu bisa saja menurun!" hardik Ronal serius dengan perkataannya.

"Berarti kalau aku bolos dan meminta kamu untuk mengajari diriku belajar.. diperbolehkan dong?"

"Apa, itu juga salah! Kamu jangan memutar balikkan perkataan ku."

"Habisnya kamu itu bodoh," cibir Lucy.

"Huh?"

Setelahnya Lucy bangkit kemudian menyalakan lampu lalu membuka laci pada lemarinya, sesuatu terlihat diambilnya dan menunjukkannya kepada Ronal.

Beberapa lembar ujian yang sudah terkumpul begitu banyak. Mengejutkannya setelah Ronal amati semua nilai pada kertas ujian itu pada bagian sudut menunjukkan nilai seratus.

Sontak membuatnya terperangah dan mematung sesaat.

"Bagaimana? Nggak masalah, kan jika aku bolos sekolah selama seminggu lebih sampai sekarang ini?"

"Apa ini asli? Semua nilainya... kenapa bisa seratus?" tanya Ronal yang tidak menanggapi perkataan Lucy barusan. Sibuk dengan banyaknya lembar kertas ujian yang tengah di cek nya saat ini.

"Humph. Yang pasti karena aku lebih pintar dari mu! Asal kamu tahu ya, nilai itu murni dari hasil belajarku!"

Meskipun kenyataan ini sulit untuk Ronal terima namun bukti bisa saja adalah suatu kebenaran yang hakiki, bahkan Lucy menunjukkan rapot dan piala yang pernah didapatkannya.

"Baiklah... aku percaya. Hanya saja tindakan bolos adalah hal yang tidak aku sukai, walaupun diriku ini hanya bersekolah selama beberapa tahun saja..."

Perkataan Ronal membuat Lucy merenung dan menyesali perbuatan buruknya yaitu bolos sekolah. Dirinya nampak menundukkan wajahnya.

"Iya, iya aku janji nggak akan bakal bolos sekolah lagi, kecuali dalam kondisi terdesak."

Selang beberapa saat, Ronal tengah mendengarkan semua cerita dari mulut Lucy yang selama ini dirinya berusaha keras agar bisa seperti sekarang ini.

Dari mulai menabung dengan menyisihkan uang saku Sekolah yang diberi oleh pihak panti asuhan dan bekerja serabutan hingga mampu membiayai kehidupannya sendiri.

Semua kerja keras dan jerih payah itu sudah dilalui oleh Lucy. Dan membuahkan hasil yang signifikan.

"Hiks... aku mohon jangan tinggalkan aku lagi... sudah cukup dua kali saja kamu meninggalkanku..."

Ronal tidak bisa berjanji dirinya hanya bisa menenangkan Lucy yang tengah hanyut dalam kesedihannya.

Cup.

"Tunggu? Ehm..."

Tak disangka Lucy berpura-pura ingin dilepaskan pelukannya, namun disaat Ronal lengah dirinya malah menautkan bibirnya pada Ronal secara mendadak dengan air mata yang masih mengalir.

Tidak lama mereka melakukan hal itu Ronal langsung saja menjauhkan Lucy darinya.

"Cukup! Kamu sudah keterlaluan Lucy! Kita Seharusnya tidak melakukan hal seperti itu sampai melampaui batas!" ucap Ronal penuh penekanan.

"Apa kamu lupa, siapa yang membuatku jadi seperti ini? Bukannya dulu kamu sangat menyayangi diriku... kamu bahkan berjanji akan menikahi..."

"Argh! Kejadian itu... sebenarnya hanya kesalahpahaman saja, karena waktu itu aku tidak menyadari jika dirimu adalah..."

"Pokoknya aku nggak mau tahu! Kamu harus bertanggung jawab, karena membuatku jadi seperti ini, di hatiku sampai saat ini hanya ada kamu. Dan janji itu harus ditepati, jika kamu tidak ingin mendapatkan karmanya...!" ucapan Lucy diakhir begitu serius dan dengan sorot mata tajam.

Entah sebuah takdir yang merangkai kejadian di masa lalu mereka atau sesuatu yang dinamakan dengan kelalaian dan sifat manusia lainnya.

Siapa sangka hal itu membuat mereka dipertemukan kembali setelah beberapa tahun berpisah karena suatu alasan.

Terkadang masa depan itu tidak dapat dapat diprediksi.

1
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Secangkir kopi buat kakak.. ☕️
Semangat kak.. 💪🏼💪🏼
Dewi: Terimakasih buat dukungannya~
total 1 replies
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐
Aku mampir kak..

Ini ceritanya di zaman apa kak? kok aku ngebayanginnya di era 80 an. 😁
Dewi: boleh
total 5 replies
Ig : Author_fanie.liem
Kasian nggak bisa tidur
..
Dewi: iyaa mau gimana lagi
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
PociPan mampir lagi nih
Dewi: makasih udah mampir
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
wkwkwkkww , wah main mata ini mah
Ig : Author_fanie.liem
bunga untuk author.....
Dewi: Makasih banyak buat bunganya
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
dosa loh bohong terus
Dewi: Iya, tapi mau bagaimana lagi, keadaan bisa mempengaruhi
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
Ak suka banget ini sama judulnya...
semangat kak
Dewi: Terimakasih sudah menyukai karyaku~
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
Gift bunga untuk karya kakak
jgn lpa gift jg ya. mksh.
Dewi: Makasih dukungannya kak, iya nih
total 1 replies
Queenzele
Keren
Jgn lupa mampir kak
Dewi: Makasih udah mampir
total 1 replies
Gomen nasai
Penasaran sama pria itu
Dewi: Next bab bakalan terungkap
total 1 replies
Gomen nasai
Semangat nulisnya!!💪💪
Dewi: Iya makasih dukungannya
total 1 replies
Gomen nasai
Sampai sini masih rumit, tapi penasaran sih
Dewi: Campur misteri juga sih aslinya
total 1 replies
Gomen nasai
Kasihan sopirnya jadi babu
Dewi: Wkwkw 😭😆
total 1 replies
Gomen nasai
Typo disini
Gomen nasai
Sakit banget diposisi Dorothy
Dewi: Hmmm soalnya dibohongi
total 1 replies
Gomen nasai
Lucy kenapa terobsesi sekali sih sama Ronal
Dewi: Sepertinya dibutakan oleh cinta
total 1 replies
Gomen nasai
Typo disini
Gomen nasai
Harusnya mereka berdua jujur saja 😭😭
Dewi: Iyaa, biar ga pada salah paham satu sama lain
total 1 replies
Gomen nasai
Stefan kalau nggak salah ada di novel satu lagi
Dewi: Typo bes, maaf
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!