Kisah hidup seorang anak manusia bernama Nizar Aldian Fahrizal, kehidupan yang naik turun dengan keadaan orang tua diambang perceraian membuatnya Nizar menjadi anak nakal.
gak jago bikin sinopsis nya! jadi kepoin aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @juna_nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14
Seperti yang sudah di sepakati, sekarang anak-anak black devil berkumpul di sebuah jembatan yang tak jauh dari rumah Nizar. Di sana juga sudah ada Panji, Hery, Wandy dan tiga orang anggota Black devil dari sekolah lain. Nama mereka adalah, Yohan, Mahiro dan David.
"Yok berangkat kita ke jalan permata." Semua anggota black devil yang ada di sana mengangguk kecuali Nizar.
"Bentar, gue jemput satu anggota lagi, anggota baru kita." Ujar Nizar. Yohan dan kedua temannya mengerutkan keningnya.
"Siapa lagi? Bukan nya anak-anak lainnya lagi ada tugas yah di luar kota?" Tanya Mahiro.
"Anggota baru Ro, calon ibu ketua kita." Jelas Panji mengejek Nizar. Nizar yang mendengar kan ucapan Panji hanya mempelototi sang teman. Sementara Panji hanya cengengesan.
"Ya udah kalau gitu Zar, kita ber-enam duluan." Yohan memakai helm full face nya begitu juga yang lainnya.
"Lo jangan lama-lama Zar, takutnya Lo ketigalan kompetisi nya, kan rugi, motor Ducati keluaran terbaru cuyy." Jelas Panji yang bersemangat.
"Iya-iya gue gak lama, gue duluan, see you." Nizar tancap gas menuju kediaman Nizar, sementara anak-anak black devil yang tadi menuju arena balap liar.
Jingga yang sedang asyik dengan bukunya tiba-tiba terganggu oleh ketukan pintu kamar nya.
"Jingga, nak." Panggil sang Mama. Jingga langsung mengubah posisi nya menjadi duduk.
"Iya mah, ada apa?" Tanya Jingga yang sudah bangkit dari tempat tidur menuju pintu kamar nya.
Ceklek~
"Ada apa mah?" Tanya Jingga sekali lagi. Mama nya menghela nafas sebelum berucap.
"Itu di bawah ada anak cowok, kata nya temen kamu." Kening Jingga langsung berkerut saat mendengarkan ucapan sang mama.
'Siapa malam-malam yang datang ke rumah gue? Mana laki lagi.' Batin Jingga. Gadis itu bingung pasal nya diri nya tak mempunyai kenalan anak laki-laki_kecuali si ketua geng sinting itu. Jingga langsung berlari menuruni tangga.
Sesampainya di ruang tamu, gadis itu membulatkan matanya saat menemukan Nizar yang sedang terduduk santai di sofa ruang tamu. Laki-laki itu lengkap dengan pakain kasual nya, kaos putih di lapisi jaket bertuliskan nama geng 'The black devil' dan tentunya dengan celana jeans senada dengan jaket hitamnya.
"Lo! Lo ngapai ke sini?" Tanya Jingga tak santai. Nizar tersenyum kearah Jingga.
"Cepetan siap-siap, kita berkumpul sama anak-anak." Jingga begitu tercengang saat mendengarkan maksud Nizar datang ke rumahnya.
"Cepat Jingga." Perintah Nizar penuh penekanan.
"Ck." Mau tak mau gadis itu pun mengikuti perintah dari Nizar.
Tak butuh waktu lama untuk Jingga bersiap-siap, kini gadis itu sudah selesai.
"Ayok." Nizar langsung bangkit dari duduknya.
"Tante saya pinjam anak nya sebentar yah?" Mama Jingga langsung mengangguk mengiyakan. Kedua nya langsung menuju ke arena balap liar.
Di perjalanan. Suasana hening, Jingga dan Nizar sama-sama tidak bersuara, hanya ada suara kendaraan lain yang berlalu-lalang di jalanan. Hingga akhirnya suara Jingga menginterupsi pendengaran Nizar.
"Zat, kita mau kemana sih?" Tanya Jingga setengah berteriak.
"Jalan Permata." Jawab Nizar juga setengah berteriak.
"Hah? Ngapain ke sana? Gak ada kerjaan banget, pasti elo mau ikutan balap liar ya kan?." Nizar mengerutkan keningnya saat mendengarkan ucapan Jingga.
"Kok Lo tau?" Tanya laki-laki itu lagi.
"Yah tau lah, itu dulu mah tempat gue nongkrong-nongkrong sama temen-temen gue." Jelas Jingga di balas anggukan kepala oleh Nizar.
"Emang taruhan nya apa Zat?" Tanya gadis itu penasaran.
"Kata si Panji motor Ducati keluaran terbaru." Jingga manggut-manggut saja mendengarkan ucapan dari Nizar.
Keduanya kembali di landa ke heningan. Hingga akhir nya motor Nizar berhenti di jalanan yang di penuhi oleh anak-anak geng motor lainnya. Jingga langsung turun dari jok motor setelah Nizar menghentikan motornya. Laki-laki itu juga melakukan hal yang sama.
"Woi sini Zar." Teriak Panji. Nizar yang melihat kawanan nya pun langsung berjalan menghampiri Panji and the geng.
'Ouh ini ternyata anggota baru nya' Batin Yohan.
like komen vote favorit
see you next episode
maaf jika typo
maklumi.
zamanku dulu siih perasaan nggak gitu dehh.. nakal yaa sewajarnya aja.. bolos, ngerokok, sepatu warna warni, baju nggak dimasukkan gitu² aja perasaan.. tp nggak sok² berkuasa gitu