"Alina Ariesta kamu bukan adik kandungku!"
perkataan itu mampu mengubah takdir dan segala-galanya dalam kehidupan Alina Ariesta Wirawan. Seorang gadis yang baru berusia sembilan belas tahun itu,harus merelakan hal yang paling berharga dalam hidupnya kepada pria yang disebutnya selama ini adalah abangnya,kakak sulungnya yang selalu melindungi dirinya selama ini.
Kenyataan pahit malam itu mengubahnya, hingga apa yang sudah mereka perbuat akhirnya terbongkar sudah di hadapan kedua orang tuanya.
"Alina Ariesta, apa kasih sayang Papa dan Mama padamu kurang, apa kami membeda-bedakan kalian dalam kasih sayang kami?" tanya Pak Wirawan.
"Alina Ariesta, Mama mohon tinggalkan Fadhlan untuk selamanya karena, kakakmu harus menikah dengan perempuan lain, Mama mohon pergilah dari sini,"
Jedar....
Alina Ariesta sangat terpukul mendengar fakta itu, jika setelah dirinya diketahui hamil, dia malah diusir dari rumah itu.
"Ya Allah... aku harus pergi kemana?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 14
"Sejak awal aku melihat Rayanza feelingku mengatakan jika, aku seolah seperti mengenalnya, aku melihat Abang Fadlan ketika masih kecil, aku sering mengatakan pada diriku sendiri itu tidak mungkin," ungkapnya Aprilia Sherlyana Yuswandari yang tersenyum penuh kebahagiaan.
"Penglihatannya cukup jeli juga, bisa cepat mengenal putranya Abang Fadlan," timpalnya Alina Ariesta Amar Alvin.
"Aku pasti bisa mengenalinya karena, dia keponakanku, ngomong-ngomong karena aku sama Abang Fadlan tidak berjodoh gimana kalau kita jodohkan anak-anak kita gimana menurut kamu?" Tanyanya Aprilia Sherlyana Yuswandari yang menatap ke arah Alina sambil menyeruput es krim rasa vanilanya itu.
Alina tersenyum simpul," kalau aku terserah mereka saja Mbak, karena aku tidak ingin nasib mereka seperti kita harus hidup terkekang dengan perjodohan yang sama sekali mereka tidak inginkan, kecuali mereka sendiri yang menginginkan hal itu, kenapa tidak kita penuhi demi kebahagiaan mereka,"
"Benar sekali apa yang kamu katakan, selama ini aku juga sudah merasakan mencintai pria lain tapi, dihadapkan pada pilihan menerima pinangan dari laki-laki lain yang sama sekali tidak aku cintai hanya aku anggap kakakku saja, tapi aku tetap berharap suatu hari nanti ada salah satu anak kita yang berjodoh,saya pengen besanan denganmu Alina pasti akan seru kalau kita besanan," imbuhnya Aprilia Sherlyana Yuswandari yang sangat ingin hal itu terjadi menjadi kenyataan.
"Ingat manusia hanya bisa bencana Allah SWT yang bisa memutuskan segala-galanya, ngomong-ngomong kamu memang sejak dulu suka sama Abang Fatur Arfat kan? Karena tidak mungkin Paman Hilman Natawijaya menikahkan kalian berdua setelah Abang Fadlan mengalami kecelakaan maut sehingga pernikahan kalian batal dan sebagai gantinya, kamu menikah dengan Abang Fatur," terkanya Alina Ariesta.
Aprilia Sherlyana Yuswandari tersenyum tipis," sebenarnya saya juga seperti kamu awalnya kami sudah berhubungan melebihi dari sekedar pacaran biasa saja beberapa hari setelah pertunanganku dengan Abang Fadlan hal itu aku meminta sama Abang Fatur untuk melakukannya tujuannya jika aku hamil berarti pernikahanku dengan Fadlan pasti dibatalkan,tapi ternyata satu bulan kemudian bukannya hamil malah Papi memergokiku sedang berduaan dengan Abang Fatur makanya setelah mendengar keadaan Abang Fadlan koma, papi memutuskan untuk menggantikan posisinya ayahnya Rayanza, padahal sudah ada rencana papi sih sebelum kecelakaan itu untuk mengatakan kepada paman Arsyad Hakim dan Tante Atikah Aminah," jelasnya panjang lebar Aprilia Sherlyana Yuswandari.
"Begitulah namanya jodoh sebelum kata sah diucapkan oleh pak penghulu, semua orang masih berkesempatan untuk memiliki hak jodoh yang sama, cinta dan saling menyayangi tidak menjadi jaminan apakah akan berakhir di pelaminan atau akan berakhir dengan air mata kesedihan yang seperti aku alami," pungkas Alina Ariesta.
"Aku salut sama kamu bisa membesarkan buah hatimu jauh dari ayah kandungnya dan mungkin kamu saat hamil tidak merepotkan orang lain sedangkan aku, luar biasa manjanya aku bahkan aku sempat di opname Du rumah sakit saking lemahnya kondisiku ketika mengandung kedua anakku," ungkap Aprilia.
Alina Ariesta tersenyum menanggapi curhatannya sahabatnya itu," syukur Alhamdulillah selama aku hamil banyak orang yang mengira aku enggak hamil, karena aku bebas beraktifitas di luar rumah, bergerak dengan cepat kesana kemari dan juga menyelesaikan perkuliahanku hingga aku dapat gelar sarjana, ini semua berkat keluarga angkat ku itu yang sangat baik padaku dan kepada putraku, mereka begitu tulus menyayangi kami seperti kelurga mereka sendiri," terangnya Alina Ariesta.
"Kamu sangat beruntung mendapatkan kasih sayang yang tulus ikhlas dari banyak orang yang menyayangimu, kamu pantas mendapatkannya karena kamu wanita yang baik dan sholehah, kamu semakin cantik saja dengan penampilan kamu yang berhijab seperti ini, aku pengen juga memakai hijab apa kamu boleh mengajari aku nanti?" Pintanya Aprilia Sherlyana Yuswandari dengan penuh harap.
"Kenapa tidak, Mbak bisa menghubungi aku saja jika sudah siap berhijab, semoga Mbak konsisten dengan keputusannya Mbak ini, jangan seperti sebagian orang yang memakainya tapi buka tutup seperti orang yang bermain," tampiknya Aliena.
sementara alina anak angkat mereka berdua..
sangat sah mereke berdua menikah