Indonesia
NovelToon NovelToon
Tujuh Senjata Kuno

Tujuh Senjata Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Pusaka Ajaib / Ilmu Kanuragan / Action / Light Novel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andipati

Satu hari Erlanngga jatuh ke dalam sumur yang paling dalam di hutan. Tak menyangka kalau sumur itu membawanya ke dunia lain. Dia ditemukan oleh pemuda yang baik hati bernama Jaka. Kisah Erlangga berlanjut dengan berusaha untuk kembali ke dunia asalnya. Namun tentu saja itu tak jadi persoalan yang mudah, oleh karena itu Erlangga masuk akademi pedang dan berusaha untuk menjadi kuat sehingga bisa kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andipati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaya Bertarung (1)

Teriakan

orang kesakitan, suara-suara ajal menjemput, kobaran api menjilat-jilat udara

malam yang dingin. Dia dengan pedang besar nya terlihat dari bayang-bayang

dinding anyam bambu tengah membantai, suara kematian susul menyusul, jeritan

dan tangisan wanita, gemeretuk api membakar rumah-rumah, suara napas yang

memburu, bagai melodi penghantar mimpi buruk bagi siapapun yang mendengar nya. Lenguhan

panjang nan kelam menusuk langit malam. Merah darah berceceran, mayat

bergelimpangan.

Master

Kliwon membuka mata, kembali tersadarkan dari benaknya. Dia kembali

menghembuskan napas, tiga puluh meter di depannya naga itu meraung menatapnya.

Sepertinya Master Kliwon sudah menjadi target utama nya. Murid-murid nya kini

menjauh menghindar sejauh mungkin, namun sedari tadi Erlangga terus menolak.

Dia tak memikirkan napas nya yang setengah ada, tenaga nya yang bahkan untuk

pertarungan biasa pun tak menyanggupi itu nekat ingin membantu ikut bertarung.

Namun dengan tegas Master Kliwon menyuruhnya pergi sejauh mungkin. Jaka yang

memahami jika teman-teman juga dirinya sudah hampir kehabisan tenaga dan energi

aji, harus mundur dan membiarkan Master Kliwon melawan naga berkepala tiga itu

sendirian. Mereka telah berjalan menjauh menaiki bukit dan menyaksikan

pertarungan yang akan terjadi dari jarak jauh.

Master

Kliwon memutar pergelangan bahu nya, sekali lagi mencabut pedang besar nya dan

menggenggam nya lebih erat. “Kita akan berduel jika kau tak keberatan” naga

berkepala tiga itu mendengus sebagai jawaban. “Bersiap!” Master Kliwon

menderap, naga itu pun dengan kemampuan terbang yang tak sebaik tadi terbang

rendah, dia tidak bisa menyemburkan gelombang sinar listrik terus menerus. Oleh

karena itu begitu berhadapan dengan Master Kliwon, naga itu menggunakan kakinya

untuk menyerang, langsung saja ditahan menggunakan pedang besar Master Kliwon.

Naga setinggi tiga meter berkepala tiga itu menyerang menggunakan kaki nya,

diuntungkan karena dia terbang. Dua kepala sisi kanan dan kirinya ikut

menyerang, mencoba melahap Master Kliwon. Master Kliwon mendorong kaki sang

naga dan menghindari gigitan dari kedua kepala samping sang naga.

Tak

membiarkan Master Kliwon istirahat atau menyusun rencana, naga itu terbang

rendah dan kembali menyerang, kali ini menggunakan ekornya yang panjang dengan sisik

tebal membungkusnya. Master Kliwon menghindar, namun ekor itu terus gencar

mengincar nya. Master Kliwon harus berkelit ke sana ke mari menghindar. Sampai

akhirnya Master Kliwon melompat cukup jauh untuk menghindar. “Sabetan ekor nya

sangat berbahaya” gumam Master Kliwon. “Mungkin hal buruk akan terjadi, aku

akan menyimpan energi aji ku.” pedang besar Master Kliwon mengeluarkan sinar,

Master Kliwon menyabet ke depan dan langsung saja gelombang sabetan itu

mengarah ke sang naga yang langsung menghindar. Ini kesempatan, Master Kliwon

menancapkan pedangnya ke tanah, kemudian tanah itu menonjol dengan cepat dan

mengarahkan Master Kliwon ke sang naga, tanah yang dipijaknya bagai balok kayu

besar yang langsung berguguran ke bawah begitu Master Kliwon melompat,

menyiapkan pedangnya. Dia mengangkat pedangnya, dia yakin sang naga tidak akan

sempat menghindar, pergerakannya tidak dibaca sang naga. Maka begitu saja

Master Kliwon menghantam telak tubuh sang naga dengan pedang besar nya, yang

membuat sang naga jatuh ke tanah, membuat tanah itu remuk dihantam benda besar

nan berat.

Master

Kliwon mendarat mulus dan langsung saja melesat mengincar sang naga yang tengah

terkapar. Namun sebagai balasan, naga itu meraung dan kembali menghempaskan

gelombang panas yang dapat menghanguskan sekitar. Master Kliwon reflek menunduk

menyentuh tanah “Dadap Bentala!” gumam Master Kliwon, sebongkah tanah muncul

dan melindunginya bagai perisai, itu adalah sebuah ajian. Perisai tanah itu

dilapisi energi aji nya sehingga jauh lebih kuat dari tanah biasa, sanggup

melindunginya dari hawa panas yang dihempaskan sang naga. “Radius nya semakin

sempit” betul yang disampaikan Master Kliwon, radius hempasan hawa panas yang

naga itu hempaskan kini tak selebar yang pertama, ini jauh lebih sempit. “Sudah

ku duga kekuatannya semakin lemah, bahkan kini hawa panasnya tak menyembuhkan

luka-luka nya.” gumam Master Kliwon.

“Master

Kliwon mengimbangi pertarungan!” seru Erlangga mengepalkan tinju dari puncak

bukit— digendong leher Jaka agar lebih tinggi dan melihat pertarungan semakin

jelas.

“Kenapa

kau tak juga turun?!” gumam Jaka melipat wajahnya.

“Aku

ingin melihat lebih jelas!” sentak Erlangga.

“Master

Kliwon memang hebat, dia sanggup melawan naga berkepala tiga” Dinta menimpali.

“Tentu,

Sang Master Kontrol Energi Aji! Julukan itu tentu bukan tanpa alasan!” Widiki

mengangkat tinju ke udara, seolah menonton pertandingan antar kelas.

“Master

Kliwon sepertinya ingin segera mengakhiri ini, oleh karena itu dia menyuruh

kita menjauh.” Ucap Asih. Mereka mengamati jalannya pertarungan dari puncak

bukit yang jauh, daerah ini adalah yang tak terkena hempasan hawa panas naga

berkepala tiga. Di sekitar juga masih hijau meski berserakan jelaga gosong

akibat pembakaran beberapa saat lalu. “Agar kita tidak menghalangi Master

Kliwon.” Asih menjawab pertanyaan dari sorot mata Erlangga yang sepertinya bertanya kenapa Master Kliwon menyuruh kita mundur?

“Lalu

kenapa tadi Master Kliwon menyuruh kita maju?” masih digendong di leher Jaka.

Jaka

yang sudah tak tahan, menjatuhkan Erlangga, Erlangga tersungut-sungut “Karena

Master Kliwon ingin memberikan kita pengalaman. Jarang sekali menemukan monster

dengan jiwa jahat yang murni, apalagi jiwa jahat yang mengambil bentuk naga

yang langka” Asih mengangguk setuju— DOOM!!!! Perhatian Erlangga langsung

kembali ke jalannya bertarungan.

Kini giliran Master Kliwon yang

menghantam tanah, dia salah memperkirakan gerakan sang naga yang berakibat pada

hantaman ekornya yang keras. Master Kliwon bangkit, menyisir rambutnya ke

belakang dengan jemari, menggerakkan bahu nya, menggeram dan kembali menderap

dengan pedang besar di tangannya. RRRRrrrroaaaarrrrr naga itu meraung,

gemeretuk listrik di mulutnya yang terbuka bersiap menyemburkan gelombang sinar

listrik berwarna merah. Ketiga kepala itu serempak menyemburkan, yang kali ini

mudah saja Master Kliwon menangis nya. Naga itu menggeram kesal, dia

mengepakkan sayapnya menciptakan riuh angin kencang yang mengarah ke Master

Kliwon, Master Kliwon dengan sigap mengeluarkan ajian Dadap Bentala dan

melindungi tubuhnya dengan perisai tanah yang dilapisi energi aji dari tanah.

Angin yang dihempaskan tak sekuat yang pertama, kekuatan sang naga benar-benar

menurun setiap waktunya.

Sekali lagi naga meraung marah. Dia

seperti sudah habis ide untuk menyerang. “Hei, untuk apa kita bertarung lebih

lanjut?” Ucap Master Kliwon seakan naga itu paham apa yang ia sampaikan. Master

Kliwon kembali menggunakan ajian yang membuat tanah yang ia pijak menonjol

panjang mengarahkannya kepada kepala naga yang tengah, melihat itu naga mundur

selangkah namun terlambat, Master Kliwon telah berada lurus dengan kepala

tengah nya. Namun yang membuat naga itu heran, Master Kliwon tak menyerang.

“Kau hidup berapa lama?” sekali lagi mengajak bicara sang naga, sekaan

mengerti. “Kau sepertinya sangat membenci manusia, apa yang terjadi sebelumnya

padamu? Kenapa monster dengan jiwa jahat murni seperti mu ada di hutan ini?”

perlahan tanah yang sudah menjadi seperti balok kayu yang Master Kliwon pijak

mendekati sang naga, naga itu justru hanya diam saja masih keheranan. Master

Kliwon menyentuh kulitnya yang babak belur, bekas darah hijau nya akibat

menerima banyak serangan. Sang naga tak merasakan ada ancaman, dia selalu

membenci manusia, selalu berpikir negatif tentang manusia, tapi sekarang dia

merasakan hal yang berbeda dari manusia di hadapannya. Siapa kau? Suara

itu masuk ke dalam pikiran Master Kliwon, suara itu bagai tiga suara yang

berucap sekaligus, berbarengan. “Kau- kau berbicara ke dalam pikiran ku?

Sungguh hebat.” apa yang kau mau dariku!? kembali naga itu berbicara

melalui pikiran Master Kliwon, suaranya terdengar waspada dan juga ketakutan

“Aku tak berniat menyakiti mu, kita bisa sudahi pertarungan ini” ucap Master

Kliwon pelan, kembali mengusap kulit kening sang naga.

Kau membiarkan ku pergi dari

sini? Ragu sang naga dengan tiga suara yang menjadi satu “Tentu, kau bebas

ke mana pun kau pergi, namun dengan wujud besar mu, dan luka yang kau alami.

Kau kemungkinan akan diburu manusia. Tapi, kau boleh menjadi pusaka ku jika kau

mau.” Pusaka? Kau berniat menjadikan ku alat? Sama seperti manusia yang

lain?! Master Kliwon menepuk pelan kulit kening kepala tengah sang naga “Kau

bisa hidup dalam tubuh ku, jika kau mau. Itu lebih aman dan tentram bukan,

daripada kau harus berpindah dari gunung satu ke gunung yang lain?” Kau memperbolehkan

ku merasuki mu? Kau sungguh mau menjadi inang ku? Aku akan mengambil tubuhmu

lho! Tiga suara yang menjadi satu itu kembali ragu. “Jika kau bisa. Asal

kau tahu kontrol energi ajiku selalu berjalan bahkan saat aku tidur. Kau tak

mungkin merasuki ku. Lagipula…” Master Kliwon menggeleng. “Jadi bagaimana, kau

mau atau tidak?” Naga itu terlihat berpikir sejenak dan baiklah.

Tubuh naga berkepala tiga itu

bersinar terang dan sinar itu seperti menelan tubuhnya bulat-bulat, lalu sinar

itu menyusut dan menyambar tubuh Master Kliwon. Master Kliwon merasakan energi

aji yang menderas masuk ke tubuhnya, itu adalah energi aji sang naga. Sinar itu

mengecil sampai seukuran sendok lalu redup dan menyisakan tanda kepala naga di

punggung tangan kanan Master Kliwon. Di dalam tubuh Master Kliwon, benar

yang dikatakan manusia ini, aku tak bisa merasuki nya, aliran energi aji di

sini memiliki banyak cabang dan terlihat aneh. Apa benar dia manusia? Setidaknya

sepertinya aku aman sekarang. Gumam sang naga dalam hati. “Kau yang tenang

di tubuh ku.” ucap Master Kliwon.

“Ah—  apa yang terjadi?” Erlangga tiba-tiba

kehilangan pandangan naga berkepala tiga itu. Dia hanya melihat sinar lalu

hilang begitu saja sang naga.

“Sepertinya

sudah selesai” Jaka menghembuskan napas pelan. “Mari kita pulang”

“Eh

tunggu dulu, apa yang terjadi?” Erlangga butuh jawaban, namun tak ada yang

menjawab, justru dia ditinggalkan teman kelompoknya.

1
Kaisar Naga Generasi Terakhir
sial! anda keren.

apakah anda pemula?

anda pasti menjadi author hebat.....

kosakata anda bagus.....
aku menyukainya
Bombom
Absen dulu sebelum membaca
Zyyiinn
nice story
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!