I Love You Minhyun
Jika tidak lahir di Korea, mungkin aku tidak akan mengetahui keindahannya, dan juga, bertemu dengan sosok lelaki sepertimu.
Akan ku tuliskan sebuah kisah yang akan menceritakan tentang dua anak remaja yang sedang mencari tujuan demi orang yang dicintai.
Kisah yang menceritakan tentang keindahan negara Korea, budaya, masa-masa sekolah, permasalah, sisi gelap. Yang mengandung sebuah kisah tentang benci dan cinta, datang dan pergi, tawa dan tangis, hidup dan juga mati.
Kisah yang mengajarkanku tentang arti dari persahabatan, kasih sayang, keluarga, dan juga patah hati.
Mana itu lawan dan juga kawan. Mana itu yang tulus dan sekedar modus.
Banyak sekali yang menurut kita menyenangkan. Tapi, pada dasarnya tidak sama sekali.
Hai Minhyun, ini Anggi. Terimakasih telah membuat hari-hariku di Korea menjadi indah.Entah jika aku tidak bertemu dengan mu.. Apa kah aku dapat sebahagia ini di dalam hidupku?
-Kalengbekas-
Kamis, 21 Desember 2023
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kalengbekas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelukan hangat Minhyun
*
My Lovely Minhyun
Ketika orang yang tepat memelukmu, itu seperti obat.
Aku sangat bersyukur untuk beberapa orang dalam hidup yang baik untuk jiwaku.
Betapa lamanya sebuah pelukan berlangsung. Itu tidak akan bertahan lama.
*
"Aku bakal terus meyakinkan mu Anggi, bahwa disayang oleh ku itu menyenangkan. Dan, gak akan pernah kau temui di orang lain, " Minhyun menatap bola mata Anggi. Anggi juga menatapnya, tapi, menggunakan tatapan tajam.
"Huh..." Anggi memutar bola matanya jengah, "Terserah mu saja.." Katanya kesal.
Setelah melakukan perdebatan singkat. Mereka, akhirnya melakukan foto satu kelas, suasana hati Anggi yang tadi kesal kini berubah menjadi senang dan mulai melupakan Minhyun yang menyebalkan itu.
"Satu.."
"DUa..."
"Tiga..."
Minji menekan timer kamera, dan langsung segera berlari menuju kerumunan teman sekelasnya yang bersiap untuk foto.
Ckrek// Kamera berbunyi mengambil gambar seluruh anak kelas 3-3 bersama dengan wali kelasnya. Mereka lalu tertawa bersama saking konyolnya, tingkah laku mereka.
Beberapa saat kemudian, ada pengumuman bahwa seluruh peserta didik bersama wali kelas harus berkumpul ke sumber suara.
Saat mereka berkumpul. Ada seseorang yang mengajak beberapa orang untuk bermain berdiri diatas satu lembar kertas, dan tidak boleh jatuh.
"Baiklah.. Mari kita lakukan, perlu diingat, satu kelompok berisikan 4 orang, " Kata pria sambil membawa pengeras suara.
Anggi berniat akan bermain bersama Seunghee karena sekelompok dengan Joohyuk. Tapi, Minji juga ikut serta, Anggi langsung saja di dorong menjauh.
Semua mata kelompok Joohyuk hanya bisa menatap kearah Anggi, yang tampak gelisah terhadap perlakuan teman-temannya.
"Sama aku aja.." Minhyun langsung menarik pergelangan tangan Anggi. Mereka sekelompok dengan teman-teman Minhyun, yaitu Eunhoo dan Haeseung.
"Sudah sama kita aja. Anggi-ya." Kata Eunhoo meyakinkan.
Anggi mengangguk pelan, walaupun iya tidak kenal betul dengan Eunhoo. Mereka berdiri diatas kertas sambil berpelukan berempat. Anggi memeluk Minhyun dengan erat, sambil wajah mungilnya mendongak keatas. Menatap wajah Minhyun yang tengah serius. Sambil kedua tangannya memeluk erat Anggi agar tidak terjatuh.
"Baiklah.. Permainan, akan kita mulai. Saya beri waktu hingga 1 menit."
Bipp// pria itu mengaktifkan stopwatch nya. waktu mulai berjalan dengan cepat. Ada beberapa, orang yang terjatuh. Kemudian, waktu habis. Menyisakan hanya beberapa orang saja yang bertahan. Termasuk, kelompok Minhyun dan Joohyuk.
"Oke, babak kedua. Gendong pasanganmu selama satu menit dengan berdiri di atas kertas."
"Huah.." Anggi menjerit, saat tiba-tiba Minhyun langsung menggendongnya ala bridal style. Sontak membuat Joohyuk segera menghampirinya dengan ekspresi kesal, "WOI!! LEPASIN?!?"
Minhyun bungkam seribu bahasa.
Kemudian, dengan perasaan kesalnya. Joohyuk menggendong Soojin ala bridal style juga. DIikuti anggota kelompok mereka yang menggendong satu sama lain.
Waktu berlalu dengan cepat hingga menyisakan dua kelompok itu yang bertahan, kemudian ada tantangan lagi, bahwa harus menggendong dengan satu tangan saja.
Minhyun langsung meletakkan Anggi di pergelangan tangannya. Ia memaksa untuk tetap kuat.
Saat waktu diputar, Minhyun kehilangan keseimbangannya. Ia terjatuh, bersama Anggi yang membuat tim kelompok Joohyuk menang dengan mudahnya.
"Aghh.." Minhyun memegangi tangannya yang sakit itu. Langsung saja Eunhoo dan Haeseung menghampiri Minhyun dan melakukan peregangan pada tangannya. Anggi tampak kahwatir melihatnya.
"Agh..."
"Kamu gapapa?"
"Ya.. Makasih, Haesung... Eugh.. Anggi, kamu gapapa?"
"Justru aku yang harus tanya ke kamu. Kamu gapapa?"
"Ga usah tanya ke aku, pas ngeliat kamu aja langsung segala penyakitku hilang."
"Dih.. Bercanda mulu kamu nih Minhyun.." cibir Eunhoo.
Minhyun kemudian nyengir, lalu teman-temannya tertawa semua.
___________________________________
"Oke.. Kita buat bibimbap!!" Kaa Soojin, ia menaruh banyak nasi di wadah yang cukup besar untuk dimakan 4 orang, Anggi, Minji, Seunghee, dan Soojin.
Kemudian ditambah sosis. Sayur, mie, rumput laut, telur mata sapi, beberapa bumbu penyedap dan saus. Mereka aduk merata hingga memerah.
"jalmeogeo!! (Selamat makan)" Kata mereka serentak bahagia. LAlu, mulai memakan bibimbap buatan mereka sendiri.
"Anggi-ya.. Maafin kami tadi, ya? " Seunghee menunduk sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda maaf.
"Buat apa?" Tanya Anggi heran. Jeda beberapa detik, "Ahh.. itu.. gapapa kokk tenang aja, " Kemudian Anggi membalas uluran tangan Seunghee.
"Apa kau membawa make up? Nanti malam, ada acara yang sangat seru loh.. Kita harus tampil mempesona.."
itu Sunghee, ia bicara sambil menunjuk sumpitnya ke wajah Anggi dan Soojin secara bergantian. Kecuali Minji,karena dia cowok.
"당햔아지 (tentu saja) " Sahut mereka berdua serentak.
"Aku sih... Mau tampil cantik di depan Joohyun.. "
Itu Anggi, yang mau nya cuman tebar pesona didepan Joohyun. Ada ada aja.
"Heh.. Kau sudah melakukan itu saaaangggaaaaatttt lama... Tapi, kau masih belum berpacaran dengan Joohyun, kan? " Celetuk Minji. Membuat Anggi memasang muka kesalnya.
"Ais... Tapi, aku udah ada 프러그레스 (Progress), 그치? (Geuchi \= yakan?)"
"Oke oke sebahagia mu saja.. " Minji mengangguk saja. Mengiyakan ucapan Anggi.
"Soojin-a.. Aku iri padamu karena di gendong dan dipeluk Joohyun.. Ais... "
Soojin sedikit terkejut mendengar nya, "진짜 미안 (Jinjja Mian\= maaf banget ya) "
"Aku ga sengaja banget ngelakuin hal itu ke kamu.. " Soojin kemudian melirik kearah Minji, " Tuh orang ngikut sih tiba-tiba. Untung temen kita, kalau bukan... " Soojin bersikap sudah bersiap menggampar Minji
"야.. 너들은 리얼 나쁜사람이 잖아 (ya.. Neo deureun riol nappeun sarami janha \= Woilah.. Kalian bener-bener orang jahat) " Kata Minji dengan mulutnya penuh
"이게 무슨 짓이야? 삼키고 나서 말해 봐 (i ge museun jisiya? Samkhigo na seo malahan bwa \= apa-apaan sih? Telen dulu baru ngomong) "
Itu Anggi.
Glek...
"Woy lah kalian bener-beber orang jahat. 마음 의 없냐? (Maeum e omnya? \= ga punya hati ya? ) "
"Punya lah... Tapi, hati ku ini khusus untuk Joohyun.. "
Sedangkan di sisi lain, Seunghee dan Soojin. Sibuk makan sambil menonton pertempuran adu mulut dunia ke 5 ini. Wah, enak banget ya..
Soojin memberikan jempol, sambil tersenyum kearah pertempuran itu, dan Anggi sadar.
"OHHH JADI...!! KITA INI TONTONAN MAKAN KALIAN?! " Kelakar Anggi.
Tawa seluruh temannya pecah, mereka semua tertawa ngakak melihat kelakuan Anggi yang begitu galak.
Bukannya serem dimata mereka, tapi, malah lucu aja dan membikin ketawa ngakak.
Kemudian mereka melanjutkan acara makan-makannya. Sambil Anggi berekspresi kesal. Menatap ketiga temannya yang ngeselin.
______________________________________
"Heh, Minhyun.. Gimana perasaanmu telah menggendong Anggi? " Tanya Eunhol sambil mendekatkan tangannya dibuat seperti mic ke bibir Minhyun.
"Ya tentu, senang dong...!! " Minhyun membusungkan dadanya bangga.
"Iya, sampai-sampai tangannya kesleo, " Cibir Haeseung
"Ehh.. Tapi, aku lagi suka sama satu orang di golongannya Anggi. " Sambung Haeseung. Membuat Minhyun dan Eunhoo mendekatkan wajahnya kepo.
"Siapa? "
-Bersambung-
jika berkenan mampir di naskahku yaa.
Tokohnya menurutku mereka kayak anak remaja yng tengah menghadapi masalahnya masing-masing. Dan banyak pembullyan
kayak Seunghee dibully karena jelek, Sunjun di bully karena gemuk
Dan ada satu tokoh ang relate banget sama kehidupan di Indonesia yaitu si Soojin.
Orang tua Indonesia lebih fokus banget ke nilai akademik anaknya sampai-sampai gak tau sesakit apa diri nya. Ia juga pengen santai sama teman menikmati liburan. Tapi, Soojin malah di suruh belajar terus.
Dan Anggi ini juga relate di Indonesia sih. Dia yang males-malesan sering nganggep bego selalu juara satu aneh kan? Tapi sering juga ada di sekitar.
Bahkan sama loh ya, Juara 1 yang nganggep dirinya bego ga bisa apa-apa tapi bisa, Juara 2 yang selalu les mati-matian. Keknya author tau banget deh yang relate hahah
Meskipun latarnya di Korea, aku tetap suka sih. Walau ya author menurutku effort nya lebih gede ya. Karena harus tau disana itu bagaimana sering bagaimana. Dan sisi gelap disana apa.
Udah dh terbaik buat lu Thor I love you Anggi dan Minhyun