Indonesia
NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Ayana

Anata group. Kantor Jhon

Nit nit nit... Jhon mengangkat gagang telepon PABX di mejanya. Jarinya menekan 112

Nit nit..... Telepon belum tersambung

"halo?"

"ke kantor saya sekarang!" ujar Jhon. lalu menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban

5 menit kemudian

Pintu kantor Jhon diketuk

"masuk" sahut Jhon

gagang pintu berputar, Bima masuk "ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya nya, sembari terdiam di tempat

"kesini!" perintah Jhon

Bima mendekat

"tolong selidiki bagaimana hubungan antara Clare dan Hans!" ujarnya "saya ingin tahu malam ini juga!"

Bima mengangguk "itu saja, tuan?"

"ya"

Lalu Bima berbalik, menutup pintunya kembali

_______________________________

Di sisi lain

kantor Ayana

Ayana sedang terdiam melamun di sofa. tiba-tiba nit... nit... suara telepon membangunkan nya

Ia melirik sebentar layar ponsel itu, melihat nama yang tak ia harapkan tuk muncul, tapi tetap Ayana mengangkatnya

"halo nek, tak biasanya anda menelepon saya?" ujarnya

di seberang telepon terdengar suara hentakan napas keras "aku hanya ingin menanyakan bagaimana perkembangan pencarian kakak mu!" jawabnya dingin

"aku tak tahu, nek. Mengapa selalu itu yang anda tanyakan kepadaku" jawab Ayana, keluh

"bagaimana mungkin kamu tidak tahu, aku sudah memerintahkan mu dari lama, apa kamu tak melakukan itu!" bentaknya

"nek, anda seharusnya sadar. Bahwa Kaka itu sudah meninggal bersama mama dan papa!" Ayana menghela napas

"aku tak pernah mendengar bahwa kakamu sudah tiada, yang tiada itu ibu dan ayahmu! Karena apa!? Karena mereka selalu membantah ucapanku!" jawabnya tinggi

"sampai kapan Nenek akan membenci mama dan papa, seharusnya nenek memaafkan mereka, agar mereka tenang di alam sana bersama Kaka!"

"ingat Ayana! Jangan kamu bawa-bawa nama kakamu bersama mereka!"

"mengapa yang selalu anda cintai itu Kaka, bagaimana dengan aku dan anakmu!" air mata sudah menggenang di mata Ayana, isak tangis muncul di bait terakhir

"ini bukan waktunya membahas itu, aku tidak mau tahu, kamu terus cari kakamu hingga aku bisa melihatnya kembali!" telepon tertutup sebelum Ayana menjawabnya lagi

Ayana meletakan ponselnya di meja, lalu ia mengusap air matanya, pelan

tok... tok... tok... pintu kantornya diketuk

"siapa" sahutnya

"ini Ethan, Ay" jawabnya "aku masuk boleh?"

"masuk aja"

Pintu terbuka, Ethan masuk membawa rantang. Lalu melihat mata Ayana yang sembab, Ethan langsung menghampirinya, khawatir

"kamu nangis" tanyanya, tenang

"nenek kamu lagi!" ujarnya seperti sudah tahu masalah yang selalu Ayana hadapi

Ayana hanya mengangguk, sembari menahan tangis

Ethan duduk di sebelah Ayana, memeluknya tanpa banyak tanya

"nangis aja, Ay! Nggak ada yang akan negur kamu!"

Lalu Ayana membalas pelukan Ethan, menangis

"kenapa nenek selalu begitu! Kenapa pikirannya nggak pernah ada aku! Apa dia hanya mencintai Kakaku!?" ungkap Ayana, tertahan tangis

"nenek itu cinta sebenarnya! Tapi dia belum tahu cara mencintai itu gimana!" jawab Ethan, tangannya menepuk pelan kepala Ayana

"tapi setiap waktu, yang ada di pikirannya hanya Kaka, kaka dan Kaka! Nggak pernah ada aku!"

Ethan tak menjawab, dia terdiam

*nenek cinta kamu, Ay. Tapi dia malu menunjukkan cinta itu, andai aku bisa kasih tahu kamu sesuatu!* batin Ethan

"padahal Kaka itu nggak ada, dia udah mati belasan tahun lalu. Yang hidup di pikirannya itu hanya hayalan!"

"mungkin apa yang di pikirkan nenek itu bukan hanya hayalan, tapi itu firasat. Firasat bahwa Kaka kamu, Thea. Itu memang masih hidup!" ujar Ethan

Ayana melepaskan pelukannya "apa mungkin!? Tapi kemungkinan besar Kaka meninggal di hutan itu bersama papa! Mereka sudah hangus terbakar"

"tapi jasad yang di temukan di hutan itu hanya jasad ayahmu" ujar Ethan pelan

Ayana melongo, terkejut. Ia mendengar ucapan Ethan walau pelan. "apa kamu bilang?!" tanyanya

"oke oke" Ethan meraih rantang di meja yang ia bawa "jangan bahas itu sekarang, kamu pasti cape habis nangis harus makan

"apa yang kamu bilang tadi! Apa kamu tahu sesuatu!"desak Ayana

"enggak, aku hanya menebak" sangkal Ethan

"tapi nada kamu itu bukan nada menebak!" ujarnya "kamu bilang padaku, atau aku tak akan berteman lagi dengan kamu!" ancam Ayana

"tapi, Ay"

"tapi apa!" jawabnya cepat

"tapi aku sudah janji kepada nenekmu, aku nggak akan menceritakan ini sebelum nenek yang kasih tahu sendiri ke kamu!"

"tapi kenapa nenek menceritakan rahasia nya kepada orang asing, orang yang tak dia kenal di banding cerita kepada cucunya!" tanya Ayana semakin mendalam

Ethan menunduk *karena itu adalah cara nenek untuk menyayangimu, Ay!. Dia tak ingin kamu tau karena dia tak mau kamu terlibat!* batin Ethan

"udah, mending kita stop bicara ini. Kamu harus makan!" ujarnya

Ayana berdiri, melirik Ethan kesal. *kalau kamu nggak mau kasih tau, gapapa. Aku akan cari tau sendiri* batinnya, lalu ia pergi meninggalkan kantornya sendiri

"Ay! Ayana" panggil Ethan, keras

****

sore itu semakin gelap, matahari tenggelam, cahaya bulan mulai terlihat terang bersama dengan bintang bintang nya

Ayana dan Clare sedang berdiri berdua di bawah gedung group Dewana, menunggu taxi yang lewat, suasana itu canggung hingga

"kamu sudah memesan taxi?" tanya Ayana memecahkan keheningan malam

Clare melirik "ya" jawabnya

tiba-tiba lampu mobil yang terang menyorot ke arah mereka, satu taxi datang

"taxi aku udah datang" ujar Ayana, lalu terdiam penuh pikiran *nggak usah ajak deh, mungkin Clare ingin ketemuan dengan orang yang di ponselnya itu* batinnya

"dengan nona Ayana?" ujar supir taxi

Ayana mengangguk "yaudah aku duluan yah" ujarnya kepada Clare, lalu ia masuk

Mobil berjalan perlahan lalu melaju kencang. taxi Ayana sudah pergi. lalu dari kejauhan lampu mobil menyorot lagi, itu taxi yang di pesan Clare

Ia masuk "kemana, nona?" tanya supirnya

"ke Amara suites hotel, pak" jawabnya

"baik"

Di bawah Amara suites hotel

Clare keluar dari taxi, lalu ia meraih tas dan mengeluarkan ponselnya, ia mencari satu nama, panggilan telepon terpencet

nitt... nitt... nitt.... teleponnya belum terangkat

Beberapa detik kemudian

"halo tuan, Jhon. Saya sudah sampai anda di kamar nomor berapa?" tanya nya

"211, lantai 9" jawabnya singkat, nit nit... Teleponnya langsung ia putus tanpa menunggu jawaban Clare

Clare masuk, mencari lift

Sampai di lantai 9

Clare terus menyusuri kamar demi kamar, mencari angka 211, beberapa menit ia berjalan akhirnya nomor itu ketemu

tok.. tok.. tok.. pintu terketuk namun tanpa jawaban, beberapa menit berlalu Clare terus mengetuk tapi Jhon tak membuka kan pintunya

Akhirnya Clare mencoba masuk, dan ternyata pintu itu tak terkunci

"pak, Jhon. Apa anda di sini?" bisiknya pelan

Clare terus masuk, di dalam terlihat tak ada siapapun, tapi ia tetap masuk untuk memastikan

suara jeritan pintu muncul dari belakang, arah kamar mandi. ngikkkkkkkk...

Clare meliriknya, degup jantungnya terdengar keras, suasana itu hening

tiba-tiba pinggang Clare tertarik oleh tangan

"aaaaaaaaaaak" teriaknya, namun ada tangan besar, kekar dan basah membungkam mulutnya

1
Zyren Vale
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Zyren Vale
noo mertua matre 🥲
Zyren Vale
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Zyren Vale
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!