Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reaksi Danendra
"Kamu serius kan Fir? "
Fira hanya mengangguk dan terus menangis
"Kamu tinggal bilang sama Pak Danendra pasti dia mau tanggung jawab secara dia sayang sama lo! "
"ini bukan anaknya Mas Nendra! "
"apa?... "
"aku,,, aku tidak tahu ini anak siapa! aku sama sekali tidak tahu siapa orang itu Nad! Aku diperkosa lelaki asing "
tangis Fira semakin histeris, sebagai teman Nadia merasa ikut hancur saat ini.
mereka sama sama terduduk di lantai .
"apa yang harus kita lakukan Fir kamu nggak mungkin terus menerus menutupi kehamilan mu? "
"aku tidak tahu Nad "
sementara ponsel Fira terus menerus berdering panggilan dari Nendra tak ada satupun yang ia jawab.
"bagaimana dengan Pak Nendra? dia begitu mencintaimu? "
"dia pasti sangat kecewa padaku aku tidak sanggup mengatakan semua ini padanya"
"sebaiknya kita berangkat sekarang"
"kamu yakin akan masuk kerja hari ini? "
"daripada terus disini dan tidak melakukan apa apa aku takut akan gelap mata dan ngelakuin yang enggak enggak"
"kamu benar, aku akan selalu menemanimu Fir!"
"Terima kasih Nad"
DiKantor...
Fira mencoba menyibukan dirinya mencoba melupakan sejenak apa yang telah ia hadapi saat ini.
"Fira Pak Danendra memanggilmu"
"Maaf Bu pekerjaan saya masih banyak"
"kamu mau saya di amuk ya! cepat pergi sana! "
"Fira mohon bu "
akhirnya Bu Indy menyampaikan pada Nendra jika Fira bersikeras tidak mau datang.
dan beberapa menit kemudian pintu ruangan dibuka dengan kasar hingga membuat kaget semua orang yang ada didalamnya termasuk Fira.
tanpa permisi Nendra menarik tangan Fira dengan sedikit kasar hingga membuatnya berteriak kesakitan,
"Mas lepasin! "
setelah berhasil menariknya kekuart
"kenapa kamu mengabaikanku hmm? "
"a.. aku lagi sibuk"
"sibuk apa?"
Fira memejamkan matanya
"Mas, sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita"
emosi Nendra bukannya semakin reda tapi semakin meledak saat mendengar permintaan kekasihnya.
ia menarik tubuh Fira dan menggendongnya seperti karung beras hingga Fir berteriak untuk segera Nendra menurunkannya.
sontak pemandangan itu menimbulkan kegaduhan dikantor.
Nendra memasukan tubuh Fira ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya itu dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Fira terus ketakutan melihat aura Nendra saat ini wajah yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
sesampainya di apartemen
Nendra menjatuhkan tubuh Fira diatas ranjangnya dan mengukungnya
ia melepaskan jas dan dasinya dengan kasar hanya memakai kemeja putih yang ia gulung lengannya
"katakan sekali lagi kau ingin putus denganku! katakan! "
"a.. aku ingin kita putus! tinggalkan aku Mas! "
Nendra dengan buas meraup bibir Fira menciumnya dengan kasar sembari terus menciumnya ia melepaskan kancing kemeja Fira dengan kasar dan melucuti semua pakaian kekasihnya.
"leoas Mas ala yang kamu lakukan? hentikan!"
"apa yang aku lakukan hmm? aku akan membuatmu tidak akan pernah bisa pergi dariku kamu milikku Safira! "
"tidak Mas jangan lakukan ini aku mohon "
dengan suara yang serak dan hampir habis Fira memohon pada Nendra, tapi seolah tertutup kabut emosi Nendra terus saja menyentuh semua bagian tubuh Fira dengan kasar.
"apa aku melakukan kesalahan padamu hingga kamu ingin pergi dariku? katakan Fir? "
dengan tubuh yang sudah polos dan berantakan,
"maaf mas maafin aku,, aku tidak pantas buat kamu! "
"aku tidak peduli siapa kamu! "
"aku hamil sekarang mas! aku hamil! aku hamil dengan lelaki yang aku saja tidak tahu siapa dia! aku korban pemerkosaan Mas! apa kamu masih mau menerima ku hah? "
Duarr...
tubuh Nendra seakan lemas mendengar kata kata Fira,
"hamil?... "
mereka sama sama terdiam dalam kehancuran yang sama
air mata Fir tak hentinya mengalir demikian dengan Nendra ia tak bisa menahan Airmatanya.
tiba tiba tubuh polos Fira jatuh tak berdaya disamping bahu Nendra
"Fira!.. "
tak menungu waktu lama ia segera menghubungi seorang dokter untuk datang ke apartemen nya .
dengan pelan ia memakai kan baju Fira dan menidurkan nya diranjang dengan nyaman.
"sayang maafkan aku yang sudah menyakiti mu, aku tahu saat ini kamu sangat ketakutan
kita akan menghadapi ini bersama aku tidak akan kemana mana aku akan terus menemanimu"
ucap Nendra yang kini sudah merasa tenang
ting.. tong
dokter yang ia tunggu pun akhirnya datang
"bagaimana keadaannya dok? "
"pasien mengalami syok, apa anda tahu dia sedang mengandung saat ini? "
"iya dia hsmil"
"hormon yang tidak stabil ditambah tekanan emosi tidak baik buat dirinya dan perkembangan janinnya jadi saya harap anda bisa membantu mengontrol emosi nya saat ini "
"baik dok Terima kasih "
Safira pun akhirnya sadar
"Mas "
ia melihat Nendra yang tengah menggenggam tangannya sampai tertidur disampingnya
ia juga melihat sekarang tubuhnya sudah tak polos lagi rupanya Nendra sudah menggantikan bajunya dengan piyama yang sangat nyaman.
"kamu sudah sadar sayang? "
"maaf mas aku hanya merepotkan kamu "
"tidak ini semua salahku aku sudah sangat menyakitimu tadi "
Nendra memandang perut rata rata kekasihnya
"seandainya disini adalah buah cinta kita betapa bahagianya aku sayang"
"maafkan aku mas aku tidak bisa menjaga kehormatanku"
"sayang ingatlah cintaku tak akan pernah berkurang hanya karena setetes darah perawan! "
aku tulus mencintaimu "
Fira pun menarik Nendra kedalam pelukannya
mereka berpelukan sangat erat.
"Mas? "
"hmm"
"kalau Mas ingin melakukannya sekarang aku mau"
"a.. apa kamu yakin? "
"ya Mas sentuh aku sekarang! "
akhirnya Fira menyerahkan dirinya pada Nendra bukan karena ingin dinikahi tapi Fira ingin membalas semua kebaikan yang sudah Nendra berikan selama ini.
Fira juga merasa menyesal tidak bisa menjadikan Nendra sebagai orang yang pertama,
kali ini Fira benar benar merasakan seperti apa rasanya bercinta dengan orang yang dicintai, Nendra memperlakukannya dengan sangat lembut
mereka bergumul hingga waktu menjelang malam dan tak terhitung sudah berapa kali keduanya mencapai puncak kenikmatan.
malam harinya, Nendra terbangun lebih dulu setelah membersihkan tubuhnya ia memesan makanan di restoran favorit nya.
"sayang, bangunlah kita makan dulu"
"sepertinya aku tidak bisa berjalan Mas"
Nendra hanya terkekeh melihat semua hasil karyanya diseluruh tubuh kekasihnya itu.
entah mengapa melihat tubuh Fira ingin sekali ia menerkamnya lagi tapi ia tidak tega.
saat melihat ponselnya alangkah kagetnya jika sudah ada banyak pesan dan panggilan yang masuk dari Nadia dan teman temannya yang lain.
"banyak sekali , ini pasti gara gara kamu mas pake acara gendong aku segala pasti aku jadi bahan gosip panas sekarang"
"biarkan saja toh kalau mereka capek pasti akan berhenti sendiri"
"iya tapi kan aku merasa nggak nyaman mas "
"aku nggak mau mikirin mereka yang aku pikirin sekarang bagaimana kamu selanjutnya apa kamu ada rencana? "
"tadinya aku akan resain tapi kalau nggak kerja aku harus apa? "
"sayang kamu percaya kan sama aku? aku akan mencari jalan keluarnya, dan jalan satu satunya saat ini kita harus menikah secepatnya aku akan bertanggungjawab atas kehamilan mu"
"tidak! aku tidak mau kamu mengorbankan hidupmu demi aku mas, aku bisa pergi jauh dan memulai hidupku lagi disana"
"aku tidak mengijinkanmu pergi dari sini! "
"percayalah semua akan baik baik saja "
"Terima kasih kamu masih mau menerimaku"
"Mas? "
"hmm"
"Aku ingin menikah tapi... "