Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Aryan

Tanpa mengatakan apa pun kepada Saka, Dirga langsung menuju bagian pendaftaran. Dia memberikan surat rujukan yang biasa digunakan Aryan untuk kontrol.

Setelah mendapat nomor antrean, Dirga mengajak Saka menuju ruang praktik dokter yang menanganinya.

Saka dibuat bingung saat Dirga mengajaknya duduk di ruang tunggu depan ruang praktik dokter spesialis saraf.

“Kenapa kamu ajak aku ke sini?” tanya Saka bingung.

“Kamu nggak ingat soal penyakitmu?”

“Penyakit apa?”

Saka mengerutkan keningnya. Dari serangkaian informasi yang masuk ke otaknya tentang Aryan, tidak ada keterangan mengenai penyakit yang diderita pria itu.

“Sebenarnya kamu itu menderita tumor otak.”

“Apa?” Saka tentu saja terkejut mendengar jawaban Dirga.

“Penyakitmu baru diketahui enam bulan lalu. Menurut hasil pemeriksaan, kamu mengalami tumor otak grade dua.

Tapi karena tumor berada di area yang sulit diperasi, dokter belum mengoperasimu. Untuk sementara kamu menjalani radioterapi dan pemantauan MRI secara rutin.”

Saka menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Baru saja dia bertemu dengan Ayura, sekarang sudah ada penghalang lagi yang membuatnya sulit mendekati wanita itu. Tumor otak yang diderita Aryan bukanlah penyakit sepele.

“Apa ibu tahu soal penyakitku?”

“Tidak. Kamu yang melarangku mengatakannya pada ibu.”

“Kenapa aku bisa tidak tahu soal ini?” gumam Saka pelan.

“Mungkin karena kamu baru mengalami kecelakaan, makanya kamu kehilangan sebagian ingatan. Itu hal yang wajar sih. Tapi karena sekarang kamu sudah tahu, ada baiknya kamu menjalani perawatan secara rutin.”

“Apa tidak ada kemungkinan aku menjalani operasi?”

“Semua tergantung dokter yang merawatmu. Apa kamu sering merasakan sakit kepala hebat akhir-akhir ini?”

“Tidak,” jawab Saka sambil menggelengkan kepala.

Percakapan mereka terhenti saat perawat memanggil nama Aryan. Bersama Dirga, Saka masuk ke ruang praktik dokter spesialis saraf tersebut.

“Seharusnya kamu kontrol minggu kemarin,” ujar dokter Rasyid.

“Sebenarnya Aryan baru mengalami kecelakaan, dok. Bahkan dia tidak ingat kalau mengidap penyakit ini,” jelas Dirga.

“Kecelakaan? Apa parah?”

“Lumayan, Dok. Ada beberapa hal yang dia lupakan, termasuk soal penyakitnya,” lagi-lagi Dirga yang menjawab.

“Kalau begitu, kita langsung saja lakukan MRI. Saya ingin memastikan kecelakaan yang kamu alami tidak menyebabkan masalah pada kondisi otakmu.”

Tanpa membuang waktu, dokter Rasyid memerintahkan perawat untuk mengantar Saka menjalani MRI.

Dia harus memastikan apakah kecelakaan yang menimpa Aryan memperburuk keadaan pria itu.

Setelah melakukan persiapan, Saka pun diminta masuk untuk menjalani MRI. Dirga duduk menunggu di ruang tunggu.

Pria itu terus berdoa, semoga saja keadaan sahabatnya tidak semakin memburuk. Dia tidak mau dan belum siap kalau harus kehilangan sahabat terbaiknya.

Pemeriksaan MRI yang memakan waktu lima puluh menit akhirnya selesai. Dirga menyambut Saka yang baru saja keluar. Di belakangnya menyusul perawat yang mengantarnya tadi.

“Untuk pembacaan hasilnya, Mas Aryan bisa datang lagi besok,” ujar perawat itu.

“Baik, Sus.”

Setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit, Dirga tidak mengantar Saka ke pool. Hari ini dia memang berencana tidak masuk kerja. Revan juga sudah tahu bahwa setiap tanggal enam, Aryan harus melakukan kontrol ke rumah sakit.

Dirga mengajak Saka ke tempat makan favorit mereka. Dia mengarahkan motornya menuju alun-alun kota Kerthabumi.

Setelah memarkir motornya, Dirga mengajak Saka menuju taman yang terdapat kolam air mancur. Di sana juga terdapat food truck langganan mereka.

“Kamu masih ingat nggak kalau kita sering makan di sini?” tanya Dirga sambil berjalan menuju food truck.

Saka hanya menganggukkan kepala. Dia tidak berbohong. Pria itu memang mendapat ingatan tentang tempat ini. Setelah memesan makanan favorit mereka, keduanya memilih meja yang kosong.

Saka memandangi makanan di atas meja. Ternyata selera makanan antara dirinya dan Aryan benar-benar sama. Bahkan, mereka pun memiliki kesamaan dalam hal makanan yang tidak disukai.

“Ar, aku mau jujur nih,” ujar Dirga di sela-sela makannya. “Tapi bukan jujur kacang ijo, hahahaha!” lanjut Dirga sambil terpingkal.

Melihat Saka yang mengernyitkan kening membuat tawa Dirga menghilang. Setelah kecelakaan, bukan hanya sebagian ingatan Aryan yang hilang, tapi sikap pria itu juga berubah. Aryan yang dikenalnya adalah sosok yang humoris.

Jika dia menyebut kata jujur, Aryan akan langsung memplesetkannya dengan kata jujur kacang hijau. Namun sekarang sosok Aryan terkesan lebih pendiam dan dingin. Yang paling menyakitkan Dirga, Aryan sering menatapnya seolah-olah dia adalah orang asing.

“Ar, kamu sadar nggak sih? Setelah kecelakaan kamu itu berubah.”

“Berubah gimana?”

“Aku ngerasa … kamu seperti orang asing.”

Seketika Saka langsung membeku. Dirga yang selama ini terlihat santai dan hanya asyik dengan dunianya sendiri ternyata cukup memperhatikan dirinya.

Lalu bagaimana dengan Astri?

Apa wanita itu juga menyadari perubahan yang terjadi pada anaknya?

“Aku ngerasa kamu yang sekarang bukan Aryan yang dulu. Kamu sekarang terkesan … cuek.”

Saka mendeham pelan. Saka memang sosok yang tidak mudah mengekspresikan perasaannya di depan orang lain.

Pria itu cenderung bersikap tenang dalam berbagai keadaan, penuh perhitungan, dan tidak mudah dekat dengan orang lain.

Kepribadian Saka berbanding terbalik dengan Aryan yang ramah, supel, humoris, dan mudah mengekspresikan perasaannya.

“Maaf,” ujar Saka pelan.

“Santai aja. Wajar aja, kamu kan habis kecelakaan.”

Saka mengangguk pelan. Kecelakaan menjadi jawaban tepat atas semua perubahan yang terjadi kepada Aryan.

“Oh ya, soal kejadian dua hari lalu, saat Pak Revan disandera, sepertinya Pak Revan mulai penasaran sama kamu.”

“Penasaran gimana?”

“Pak Revan bilang, dia sempat dengar pembicaraanmu dengan polisi yang kemarin mengejar Pak Revan.

Katanya, sebelum ini kamu pernah terlibat kasus lain. Dan katanya kamu sebelumnya juga menyelamatkan perempuan yang hampir jadi korban penganiayaan, terus kamu menyelamatkan anak yang mau diculik.

Pak Revan juga tanya apa kamu punya kemampuan melihat masa depan.”

Saka langsung terbatuk mendengar pertanyaan Dirga. Sama seperti Firlan, sepertinya Revan sudah mencurigai dirinya.

Dirga buru-buru memberikan minum kepada sahabatnya.

“Melihat masa depan? Ngaco aja, Pak Revan. Kemarin itu cuma kebetulan aja.”

“Kita memang sehati, seginjal, dan sejantung. Aku juga mikirnya gitu.”

Saka hanya mendecih mendengar jawaban lebai Dirga.

“Pak Revan minta aku ngawasin kamu dan melaporkan apa saja yang kamu lakukan. Kayaknya dia benar-benar tertarik sama kamu. Bahkan aku ditawari imbalan besar juga kalau bisa kasih informasi berharga buat dia.”

“Terus kamu mau?”

“Nggaklah. Mana mungkin aku jual sahabatku sendiri cuma demi uang. Aku memang butuh uang, tapi nggak segitunya juga kali sampai harus memata-matai kamu.”

Saka cukup terharu mendengar penuturan Dirga. Hal itu mengingatkannya bahwa Aryan jauh lebih beruntung darinya. Aryan memiliki sahabat setia di sampingnya.

Sementara Saka tidak pernah memiliki teman yang benar-benar dekat dan tulus berteman dengannya. Mereka dekat karena tahu bahwa dirinya adalah salah satu pewaris Adiguna Grup.

“Aku tahu Pak Revan itu orang yang sangat ambisius. Kamu ingat nggak gimana akhirnya dia bisa jadi direktur PRIMA TAKSI?” Dirga melanjutkan ucapannya.

“Nggak,” jawab Saka singkat, padat, dan jelas.

“Dia menjatuhkan kakaknya yang sebelumnya jadi direktur. Lalu mendekati para sopir dan staf, meminta mereka memberikan pendapat tentang kekurangan Pak Rafi.

Dia membuat situasi seolah-olah Pak Rafi itu pemimpin yang kejam karena kebijakannya yang tidak berpihak kepada karyawan.

Dan setelah dia diangkat, ternyata kebijakan itu usulan Pak Revan. Dia sengaja menjebak kakaknya dengan memberi usulan kebijakan itu.”

Sambil terus menikmati makanannya, Saka mendengarkan semua yang dikatakan Dirga. Pantas saja sejak pertama bertemu dengan Revan, Saka merasakan sesuatu yang berbeda dari pria itu.

“Kamu harus hati-hati dengannya. Dia sedang mengawasimu. Jangan sampai dia memanfaatkanmu demi kepentingannya sendiri.”

TING!

Perhatian Saka teralihkan pada ponselnya yang ada di atas meja. Pria itu tersenyum saat membaca pesan yang dikirimkan Ayura.

[Pulang kerja nanti, bisa mampir ke toko? Aku sedang uji coba resep baru. Kamu mau coba?]

Saat Saka hendak membalas pesan, layar ponselnya beriak.

***

Nah penglihatan apalagi kali ini?

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!