Ratu Alika Wibowo namanya, di awal cerita ia merupakan seorang siswi kelas 3 SMA dengan segudang prestasi belajar yang sudah sering mengharumkan nama sekolahnya. Namun, sekolahnya harus terhenti karena suatu kesalahan yang ia lakukan bersama pacar bohongannya. Kenan Ashaka Nugraha, tidak setampan visual novel yang sering Alika bayangkan. Tidak setampan Arash, yang merupakan mantan pacar Alika.
Bagaimana kelanjutannya, ayoo membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Introvert Husband 1
Hening, sekali lagi suasananya benar-benar hening. Kenan memfokuskan dirinya pada game yang ia mainkan sementara Alika juga fokus pada ponselnya. Waktu hampir menyentuh dini hari, belum ada satupun dari mereka yang tidur setelah perdebatan itu.
Alika mendengus kesal, menunggu Kenan yang tak kunjung tidur di sampingnya. Padahal ia memiliki niat untuk meminta maaf atas kejadian tadi. Namun, hingga jarum jam terus berputar sampai kantuk menyerangnya tanpa kompromi, Kenan belum juga tidur.
Disisi lain, Kenan baru saja menyudahi aktivitasnya di depan monitor komputernya. Dilihatnya Alika yang baru saja tertidur dalam posisi sembarangan dan ponselnya yang masih menyala di tangannya. Kenan segera mengambil ponsel itu dan menatap sekilas wallpaper yang terpampang di layar. Wajah itu tidak asing lagi, seorang anak kecil berusia sekitar tiga tahunan.
Kenan segera mengganti foto yang merupakan foto dirinya itu, dengan foto yang lain. Jujur saja ia sebetulnya merasa risih, mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal yang manis namun tidak baginya.
Dibiarkannya Alika yang tertidur dengan posisi memblokir tempat tidurnya. Ia mengambil bantalnya dan memutuskan untuk tidur di kursi depan. Karena membetulkan posisi tidur Alika hanya akan membuat kesan romantis pada wanita itu.
Tak terasa fajar mulai menyingsing, entah jam berapa ia tidur namun ajaibnya ia selalu terbangun di pagi buta. Seperti biasanya, ia mandi, mencuci piring, lalu menyapu, dan memasak sebelum berangkat ke sekolah. Lebih tepatnya menggantikan rutinitas seorang istri dirumah.
Alika belum juga bangun, dan tanpa permisi Kenan segera pergi ke sekolah dan meninggalkan Alika sendirian dalam keadaan masih tertidur.
...***...
" Kenan tunggu ! " Pekik Andin yang membuat Kenan segera menghentikan kendaraannya.
" Kenapa ? " Tanya Kenan penasaran dengan alasan Andin menghentikan dirinya.
" Aku nebeng yah, mobil aku lagi di bengkel " Pinta Andin yang langsung naik ke atas motor.
" Ya iya, tapi.. "
" Ayo jalan, nanti telat "
Mau tidak mau Kenan segera tancap gas menuju sekolah dengan membawa serta Andin bersamanya. Dalam hatinya ia tidak henti-hentinya mengumpati Andin yang menumpang tanpa menunggu izinnya di motornya. Namun dengan terpaksa kenan harus menerimanya, karena mengingat Andin sudah pernah memberinya job waktu itu.
" Kenan kok aku nggak pernah liat kamu di cafe papa aku lagi sih ? " Tanya Andin seraya mendekatkan wajahnya di samping kepala Kenan.
" Iya " Jawab Kenan asal-asalan karena suara Andin terdengar samar-samar.
" Ih gak nyambung banget kamu " Celetuk Andin kesal.
" Iya " Jawab Kenan lagi.
Andin mendengus kesal dan enggan untuk bertanya lagi, hingga akhirnya mereka telah sampai disekolah.
" Wiihhh, udah ganti cewek yah " Ledek Arash seraya menghampiri keduanya.
" Eh asal kamu tau, aku itu cewek pertama yang boncengan sama Kenan di sekolah ini. Nyari cowok itu jangan yang pakboy kayak kamu " Timpal Andin yang tidak terima dengan pernyataan Arash.
" Siapa bilang ? Jangan ngaco Andin tanya Lisa sama Wita sama siapa Kenan boncengan. Kenan juga gak bakalan mau sama kamu. Soalnya cinta dia itu cuman buat... "
" Arash Lo bisa diem gak ? " Nada suara Kenan mulai terdengar tidak bersahabat.
" Ooh, santai man. Rahasia aman. Gue jagain kok reputasi kalian "
Kenan segera pergi meninggalkan keduanya dengan membawa kekesalannya pagi ini. Tidak ada yang lebih menyebalkan selain Arash yang selalu saja mengacaukan kehidupannya. Kenan terus berjalan melewati koridor sekolah hingga tiba-tiba langkahnya terhenti di depan mading. Dilihatnya pengumuman turnamen game yang terpampang di brosur itu.
Senyumnya mengembang seketika, semangatnya kini kembali berkobar lagi. Dengan segera ia mengambil gambar brosur itu untuk dikirimkan kepada rekan-rekannya. Dan bagusnya para rekannya langsung merespon dengan cepat dan mengurus pendaftaran onlinenya.
Pertandingan pertama akan dimulai malam nanti, dan dengan semangat 55-nya Kenan menanti akan hal itu. Tidak ada yang dapat menggambarkan kebahagiannya hari ini, yah meskipun disertai awal yang buruk.
Malamnya, Kenan sudah bersiap-siap dengan kaos andalan dari timnya. Dan entah mengapa bag meminta restu, Kenan kini tiba-tiba berpamitan pada Alika sebelum pergi. Alika yang melihat keanehan itu seakan dibuat tercengang olehnya.
" Aneh yah kamu " Celetuk Alika yang memang merasa aneh dengan sikap Kenan yang tiba-tiba berubah agak manis di depannya.
" Apa salahnya aku pamit ? Doain aku kek biar menang " Balas Kenan.
" Iya, menang, amin " Ucap Alika spontan tanpa melepas tatapan anehnya.
...***...
" Tunggu, Elang curang Lo yah " Sambar Kenan saat sadar jika serangannya tidak mempan pada Elang.
" Curang apaan ? Lo pikir Lo doang yang bisa pro. Gue juga bisa anj!ng " Elang tetap mengelak.
" Cheater nggak berhak terjun ke dalam turnamen, pulang Lo sana " Timpal Kenan yang mulai naik pitam.
" Lo yang pulang, eh juri diskualifikasi aja nih orang. Kek nggak tau gue siapa " Elang mulai membanggakan status sosialnya.
" Gue nggak peduli Lo siapa, curang tetep curang " Kenan mulai meraih kerah baju milik Elang diikuti Elang yang melakukan hal yang sama pada Kenan.
Tidak ada satupun yang melerai dan mereka lebih asik menonton pertengkaran itu. Biasa lah anak laki-laki.
" Ayo pukul kalau berani ! "
" Gue sih berani-berani aja, tapi pukul duluan dong. Lo kan cheater, mau gue liat jagonya cheater sampe mana " Ujar Kenan dengan senyum sinisnya.
Tanpa aba-aba lagi, Elang langsung meluncurkan bogemnya di pelipis Kenan. Usai menerima serangan itu, Kenan mengangguk dan memegangi pelipisnya yang mengeluarkan darah segar. Elang dibuat lengah dengan gerakan Kenan tersebut, tanpa melihat serangan kilat yang Kenan lontarkan padanya.
Semua yang hadir hanya bersorak mendukung jagoannya masing-masing. Tidak terkecuali Andin yang baru saja datang dengan niat menyemangati Kenan dalam turnamen itu, namun ia tidak menyangka apa yang terjadi.
" Stop !! " Teriaknya di antara kerumunan orang-orang itu. Namun, tidak ada satupun yang menghiraukan teriakannya.
" Gue bilang stop ! " Kali ini Andin melangkah dan melerai Kenan dan Elang.
" Gue bilang stop Kenan stop ! " Teriakan Andin mulai bergetar. Air matanya hampir keluar melihat wajah Kenan yang terus mengeluarkan darah segar.
Kenan mengehentikan aksinya dan mundur menjauhi Elang yang juga mulai menjauh darinya.
" Woy, kita seri yah. Bajing*n Lo cheater " Umpat Kenan seraya menunjuk ke arah Elang.
" Kamu ngapain sih berantem gini ? " Andin mulai menginterogasi Kenan.
Kenan enggan menjawab dan menyeka darah yang masih mengalir dengan telapak tangannya.
" Kenan, nggak sayang nyawa kamu yah "
" Mending pulang Ndin. Di sini bukan tempat cewek " Balas Kenan seraya menarik lengan Andin untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
" Sini biar aku antar " Andin menawarkan bantuannya pada Kenan.
" Gue bilang pulang yah pulang " Nada suara Kenan mulai terdengar meninggi.
Andin yang mendengar hal itu, langsung pamit pulang karena takut Kenan akan lebih marah padanya.
...***...
Mendengar pintu yang diketuk, Alika segera bangkit dari duduknya dan bergegas membukakan pintu. Ia terhentak kaget ketika melihat Kenan yang berada di ambang pintu dengan kondisi penuh luka lebam.
" Kamu kenapa ? Ayo masuk dulu " Alika segera ke dapur untuk mengambil kain dan air hangat untuk membersihkan luka itu.
" Nggak usah Alika " Cegat Kenan, namun Alika tetap melakukannya.
" Nggak usah gimana ? Ini luka. Kamu habis berantem yah ? " Tanya Alika yang mulai curiga.
" Kamu nggak perlu tau, sini biar aku aja " Kenan segera menyambar kain itu dan membersihkan sendiri lukanya.
aissss
🙃
Semangat lanjut ya Thor...
Semogah aja Ini hanya Mimpi