Indonesia
NovelToon NovelToon
Hawa Untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)

Hawa Untuk Adam (Simpanan CEO Arogant)

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:346.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: R.angela

Berbekal ijazah SMA, Hawa berangkat ke kota guna mencari pekerjaan, namun takdir membuat Hawa terpaksa menjadi wanita tuna susila demi ayahnya yang sedang sakit keras.

Seolah alam menginginkan satu kisah dari Hawa, wanita itu jatuh menjadi simpanan CEO Arogant yang sudah memilki tunangan.


"Aku tidak menyesal mengenalmu dalam hidupku, yang aku sesali mengapa aku main hati padamu? harusnya hubungan ini hanya sebatas partner ranjang." - Hawa-


"Ternyata membencimu tidak semudah mencintaimu!- Adam-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUA : Jangan Main Hati

Hawa sudah selesai menandatangani perjanjian itu, lalu meletakkan pena di atas tumpukan kertas dengan lebaran jantung yang masih belum stabil. Perlahan dia dorong kertas itu ke tengah meja, berada di antara Adam dan juga Hawa. Pria itu menariknya lalu mendatangani pada bagiannya.

"Apakah kau tidak ingin menambahkan isi kontrak itu? Aku akan memberikan kepadamu tiga permintaan yang bisa ditambahkan dalam draft tersebut," ucap Adam.

Apa yang ingin dia minta? Dia hanya ibarat barang sewaan, dia juga tidak tahu sampai kapan dia akan menjalani hidup dalam kubangan dosa seperti ini.

Dalam kontrak itu, untuk satu tahun ke depan dia akan menjadi simpanan Adam Mahesa, setelahnya, dia akan dibebaskan dari perjanjian itu. Berikutnya dia mungkin akan menjadi simpanan pria lain tidak ada yang berbeda, semua sama saja, mau pria mana pun yang menyewanya, Hawa tetap berpredikat sebagai wanita simpanan, pemuas nafsu di ranjang.

"Aku tidak tahu, harus minta apa, Tuan. Mungkin ini sudah lebih dari cukup," ucap Hawa menunduk. Jiwanya seolah terbang dari tubuhnya, dia tidak ingin melakukan hal apapun lagi, selain menangis. Hawa berharap, malam ini Adam tidak langsung menuntut untuk dilayani.

Adam terus memandang wajah Hawa, apa yang membuat gadis itu tampak sedih. Padahal saat Adam mengatur perjanjian ini dia sudah membayangkan kalau gadis itu akan memekik gembira karena kini hanya dia seorang yang harus dilayani Hawa.

Kening Adam berkerut, tiba-tiba saja pria itu berpikir apa mungkin gadis ini kecewa, karena dia hanya menjadikan Hawa sebagai simpanan bukan kekasih.

"Kau terlihat sedih dan kecewa, kau tidak berharap 'kan bahwa aku akan menjadikanmu kekasih? Aku harap kau tahu batasan Hawa, kau harus sadar siapa dirimu," ucap Adam dingin.

Hampir saja air mata Hawa menetes mendengar ucapan menghina dari Adam, dia menahannya mengalihkan pikirannya mengingat kedua adiknya agar dia bisa tersenyum kembali. Hawa mengingat petualangan mereka bertiga saat bermain di kebun dan mengambil mangga tetangga yang saat itu tidak dijaga. Hal itu nyatanya berhasil untuk mengembalikan moodnya, dia tersenyum mengingat masa-masa indah itu tanpa beban tanpa ada air mata dan juga kesedihan.

Dalam keterbatasan keluarganya, walau hanya di piring hanya ada nasi dan juga ikan asin yang dibakar tapi mereka bisa makan berlima dengan tertawa gembira, semua begitu indah pada masa itu.

Hawa mengangkat dagunya dia menatap ke arah Adam dengan kekuatan yang masih tersisa bibirnya, menyunting senyum yang manis hingga membuat pantulan kecantikannya bisa dinikmati Adam melalui netra matanya.

"Tentu saja aku tidak berharap terlalu jauh, Tuan. Aku tahu batasannya, tahu diriku hanya simpanan saja. Anda memberiku gaji setiap bulan dan memenuhi kebutuhanku, sudah lebih daripada cukup dan aku lebih berterima kasih karena Anda memikirkan pandangan orang terhadapku dengan menyamarkan posisiku, Anda memberikanku pekerjaan di perusahaan Anda walaupun sebagai OB, semua itu membuatku sangat bersyukur, Tuan. Aku tidak bisa berharap lebih lagi," ucap Hawa dengan bola mata berkaca-kaca, tangannya dengan kuat meremas sisi bajunya membayangkan senyum adik-adiknya hingga air matanya yang sempat ingin menyeruak keluar, tidak jadi.

"Beberapa penghuni apartemen ini mempertanyakan tentang statusmu pada Tiger saat mereka bertemu dengannya kemarin. Hal itu membuat aku berpikir agar kau tidak dicibir maka sebaiknya kau bekerja di perusahaanku, tapi ingat kau hanya karyawan rendah di sana jangan pernah menegurku, bahkan mengangkat wajahmu padaku. Kau tidak boleh berbicara, apalagi menanyakan hal apapun padaku saat berada di kantor," ujar Adam mengingatkan.

"Anda tenang saja, Tuan, aku tahu apa yang harus saya lakukan. Anda tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah menunjukkan diriku di hadapan Anda, ketika aku melihat Anda, aku akan bersembunyi sehingga kita tidak perlu bertemu. Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini. Tawaran Anda adalah yang terbaik, yang terjadi dalam hidupku sejak berada di Jakarta. Selain karena mendapat gaji double, juga mendapatkan apartemen untuk saya tinggali."

Adam membiarkan gadis itu terus berkata-kata, dia tahu ada kesedihan yang saat ini Hawa rasakan.

"Anda memberi gaji sebagai karyawan di perusahaan, lalu malamnya Anda juga membayarku untuk melayani Anda di ranjang, lantas apalagi yang harus aku tuntut? Ini lebih daripada cukup Tuan," ucapnya mengakhiri pembicaraan itu.

"Bagus kalau kau tahu tempatmu, aku mengambil langkah ini karena jujur aku tertarik pada tubuhmu. Aku masih ingin dipuaskan olehmu dan tidak ingin berbagi dengan pria lain, itu sebabnya aku membelimu dari germo itu dan menyimpanmu di apartemen ini hingga batas waktu yang sudah kita tentukan bersama. Setelah itu, aku yakin aku pasti sudah bosan padamu, lalu kau boleh pergi dari sini terserah mau kemanapun, satu lagi, setelah pemutusan kontrak itu, aku juga berharap kau resign dari perusahaanku," ucap Adam tanpa beban.

Kembali jantung Hawa seperti diremas, lehernya seperti dicekik tidak bisa bernapas tapi dia memaksakan diri untuk tersenyum. Dia tidak boleh kalah, dia akan menerima takdirnya, dia menghitung kalau dalam waktu satu tahun ini, dia akan punya modal untuk memulai hidup yang baru. Biarlah setelah masa ini berakhir dia akan kembali ke keluarganya.

"Satu hal yang perlu kau ingat, aku minta kau jangan main hati, jangan pernah menyukaiku ataupun menatap dengan tatapan seperti tadi, tatapan kecewa, Aku tidak suka! Ingatkan dirimu bahwa kau adalah karyawanku yang bekerja di kantor atau di ranjang!'

"Baik, Tuan. Aku mengerti. Anda sudah berulang kali mengingatkanku. Kasarnya, aku adalah budak Anda dan itu akan aku patri 'kan dalam benakku," lagi-lagi Hawa mengumbar senyumnya.

Pembicaraan itu usai, Adam bangkit dari duduknya begitu juga Tiger. "Apa anda tidak ingin tinggal? Tanggal yang tertera pada kontrak itu dimulai hari ini,.artinya mulai saat ini aku adalah karyawan Anda. Apakah status saya sebagai pelayan di ranjang Anda tidak dimulai hari ini?" tanya Hawa menggoda dia sengaja mengangkat satu pahanya dan menumpukan pada paha lain, mengekspos kulitnya yang mulus. Sekalian saja dia bersikap seperti wanita murahan. Toh, pria itu sudah mencap nya sebagai wanita pemuas kebutuhan nafsunya saja.

Adam yang melihat itu adalah tindakan provokasi terhadapnya, tentu saja ingin tinggal malam ini, menarik tubuh gadis itu untuk memuaskan keinginannya, seminggu lebih dia tidak melakukan pelepasan, tapi sayangnya dia baru tiba dari Australia dan ibunya tahu dia pulang hari ini. Dia harus kembali dan tidur malam ini di rumah ibunya.

"Tidak, aku akan pulang ke rumah ibuku. Sebaiknya kau istirahat karena besok pagi kau harus mulai bekerja. Besok akan ada Tiger yang menjemputmu, tapi itu hanya berlaku untuk besok! Lusa dan seterusnya kau harus berangkat ke kantor sendiri," ucapnya sembari melangkah pergi yang diikuti oleh Tiger.

Hawa memutuskan untuk tidak mengantar mereka, ia belum bisa bangkit. Kakinya masih gemetaran setelah apa yang baru terjadi.

Pintu apartemen sudah tertutup dan dia yakin pria itu kini sudah berada di lift untuk turun. Masih dalam posisi duduk di tempatnya, Hawa menghitung dari satu hingga 100. Lalu setelah merasa cukup kuat dia pun berjalan perlahan menuju kamar meremas surat perjanjian itu, demi menyalurkan rasa sakit hatinya.

1
Mak Jeje
ceritanya koq gak myambung
abhipraya
iya dinda sma dewa judulnya apa y?
abhipraya
raja di lanjut dong kk
Neng Ati
cerita dewa sama Dinda judulnya apa thor
Neng Ati
ini cerita yg mana ya thor
Neng Ati
lah kok Renata sampai kaget gitu raja ayahnya,ang Renata pernah bersama laki2 lain?
abhipraya
raja mana raja..lnjut raja kk
abhipraya
lnjut raja..ketemuin knpa?kekuatan adam mana ini
abhipraya
raja datangi dela perjelas semua wanita psikopat kya gtu
abhipraya
aku kok emosi y baca 2 bab ini,pengen getok kpl dela.
LANY SUSANA
tuh cerita apa kok iklan nya banyak sekali ya... Raja nya mana???
LANY SUSANA
harusnya Raja tegas ke Dela, janji masa lalu tidak harus di tepatin kr ada anaknya butuh kasih sayang ortunya secara lengkap
di sini Raja yg hrs tegas ke Dela
LANY SUSANA
duh Renata km. mikir janji tp ga mikir masa depan anak ya, Raja udah pernah alami dulu wkt kecil pisah dgn ayahnya kr Adam ga tau Hawa hamil, akankah terulang lagi??
LANY SUSANA
duh Renata ga mikir ank ya?
lebih mentingkan janji dari pd perasaan ank yg akan kehilangan ayah kandungnya
LANY SUSANA
Renata kok panggil mertua om tante????
ayok Renata berubahlah menjadi lebih baik jgn keras kepala trus dengan pemikiran km sendiri
di kantor Raja udah ada lo yg mau posisi km dia lebih segala2 nya dari kamu, berubahlah dan pantaskan diri km unt dampingin Raja, jgn mikir Dela trus itu hanya masa lalu Raja.
abhipraya
yah habis
LANY SUSANA
semoga awal yg baik ya unt masa depan Raja, Renata&baby nya😍
abhipraya
yah hanis ternyata...up lg dong kk
abhipraya
mantap lnjut kk
abhipraya
lnjut kk jangan gantung2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!