"Maaf, ternyata ragaku cukup sampai saat ini jadi milikmu" ~ Reka Pramasta
"Cinta? aku rasa aku tak akan mengenalnya" ~Raga Bramantya
Keluarga yang berantakan ternyata membawa Reka pada kehidupannya sekarang.
Dia meninggalkan cintanya untuk mendapat kemewahan yang dia inginkan?
Mampukah Reka menghapus bayangan cintanya ?
Instagram : desi152_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_DP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbayang
Jam sudah menunjukkan waktunya seminar dimulai. Semua berjalan normal dari mulai pembukaan oleh Rektor dan para dosen semua di ikuti Reka penuh semangat. Tiba saatnya pembicara dipanggil untuk naik keatas panggung. Suara riuh tepuk tangan memenuhi ruang auditorium. Semua mahasiswa sangat antusias, terlebih para mahasiswi yang menantikan sosok pengusaha muda tampan yang akan menjadi pembicara hari ini.
"Dipersilahkan kepada bapak Raga Bramantya untuk naik keatas panggung" suara MC yang sangat semangat ketika memanggil Raga untuk naik keatas panggung lantas diikuti sorak dan tepuk tangan yang meriah
Raga dengan gagahnya dalam balutan jas formal berjalan keatas panggung. Ketika dirinya sudah nampak berdiri diatas panggung semua yang ada didalam ruangan itu riuh, banyak mata wanita yang merasa sangat kagum atas ketampanan dari pengusaha muda didepan mereka. Hanya ada satu orang yang sangat sangat terkejut saat itu, yaitu Reka.
Reka sangat kaget saat yang naik keatas panggung adalah orang yang dia tabrak tadi pagi. Bahkan dia tidak pernah mengira sama sekali, karena wajahnya masih terlihat sangat muda jadi Reka pikir dia adalah mahasiswa dikampus ini.
Waktu sudah berjalan lama, Raga telah menyampaikan semua ilmu yang dia punya supaya bisa diserap oleh para mahasiswa diruangan tersebut. Sesekali dia melihat kearah Reka dan memandangnya dengan tatapan tajam. Sontak saja Reka kaget saat ditatap seperti itu.
"kenapa ? kenapa dia melihatku seperti itu? tidak taukah dia kalo seperti itu dia terlihat tampan?" batin Reka
"apa yang dipikirkan gadis itu? kenapa dia balik menatapku dan tersenyum seperti itu? apa dia pikir aku suka padanya? oh jangan gila kau gadis kecil !" Raga lalu mengalihkan pandangannya.
"Terimakasih untuk adik-adikku semua, semoga yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik dan semoga kalian semua sukses kedepannya"
"Silahkan untuk yang ingin bertanya" sambung Raga
Lalu salah satu mahasiswi mengangkat tangannya
"Ya, silahkan" ucap Raga
"Selamat siang. Nama saya Yoga, saya ingin bertanya, hari ini bapak telah menyampaikan bagaimana usaha bapak untuk mencapai pada posisi sekarang, nah apa saja prinsip-prinsip hidup bapak yang selama ini bapak pegang? Terimakasih"
"Baik. pertanyaan yang bagus. Bagi saya, prinsip adalah hal utama. Prinsip untuk saya bisa membangun perusahaan saya sampai sekarang adalah Mengutamakan yang harus di utamakan. Yaitu, mengutamakan keselamatan kerja karyawan, mengutamakan jaminan keshatan dan kesejahteraan, karena tanpa karyawan saya, saya adalah bukan siapa-siapa"
Selesai menjawab Raga langsung disambut tepuk tangan yang meriah. Sesi tanya jawab pun dilanjutkan, ada 3 mahasiswa lagi yang bertanya dan dijawab dengan baik oleh Raga.
"Silahkan untuk penanya terakhir" ucap Raga
Lalu ada mahasiswi yang mengankat tangannya dan kebetulan ditunjuk oleh Raga untuk bertanya
"Selamat pagi, terimakasih kesempatannya, saya hanya ingin bertanya, status bapak sudah atau belum menikah?" tanya mahasiswi itu dengan senyum-senyum
Sontak saja pertanyaan mahasiswi itu mendapat sorakan dari yang lainnya, tetapi banyak juga yang mendukung, pasalnya sebagian dari mereka juga penasaran tentang status Raga. Termasuk Reka!
"Hahaha baik lah saya akan menjawabnya sekaligus sebagai penutupan. Saya belum menikah" ujarnya jelas
Sontak pernyataannya langsung disambut sorak tepuk tangan yang sangat meriah dari para mahasiswi. Reka nampak menyunggingkan senyum dibibirnya.
"kenapa kau tersenyum? apa kau bahagia aku belum menikah? apa kau suka padaku? hahaha dasar kau gadis kecil aneh !" Raga masih melihat Reka.
Lalu acara disudahi dan semua peserta mulai meninggalkan auditorium tempat seminar tadi.
"Pak, mau ganti baju dulu atau mau langsung kekantor?" tanya Johan
"Tidak Han. Saya langsung ke kantor saja"
"Han, tolong carikan nomor gadis kecil yang dari ikut seminar, dia duduk barisan paling depan bangku nomor 4 dari sebelah kiri"
"Baik Pak" jawab Johan
"hei bod*h, apa kau sedang bercanda? bagaimana bisa kau mengincar gadis kecil begitu? apa kau ingin menjadi pedofil?" batin Johan gemas
****
Reka menyusuri jalan menuju kelasnya. Dia masih terbayang-bayang dengan wajah tampan yang ia lihat
"Aaahhh kenapa otakku isinya tidak berguna seperti ini" desahnya pelan
"kau ternyata benar-benar tampan. semoga aku punya kesempatan untuk mencoba dekat denganmu" Reka senyum-senyum sendiri ketika mengingat betapa manisnya senyum pemuda itu.
"Kenapa kau meracuni ku secepat ini? Apa kau ingin aku segera mati karena jatuh cinta padamu?~Reka
jangan pernah menyerah
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
- ALANARA
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
- ALANARA
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏