Indonesia
NovelToon NovelToon
Aliran

Aliran

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: storywd

"Gue yang ke rumah lo atau lo yang ke rumah gue?," tanya Raffa.

Alika kaget dengan tawarannya tak mungkin juga Alika membiarkan laki-laki ke rumahnya untuk tugas kelompok saja ia tak berani mengajak pria bertemu orang tuanya apalagi ini.

Pergi adalah caraku untuk terbebas

Bukan ragaku yang bebas

Tapi pikiranku

Karena ragaku tak pernah jauh dari penjara yang di buat senyaman mungkin

______

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon storywd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

limabelas

Happy Reading Y'all

Raffa mengenalkan Alika dan Bila pada sang bunda.

"Bun mereka berdua temen les Raffa, kita mau belajar dengan media ikan, kebetulan Raffa mengajak mereka kesini semoga bunda mengizinkan," Raffa meminta izin pada sang bunda.

Fira tersenyum ramah dengan parasnya yang anggun dan menenangkan. "Tentu boleh, silahkan lanjutkan saja, kalian semua harus makan dulu tante tinggal ke kamar ya have fun, jangan terlalu keras berpikir belajarnya bawa santai aja," ucap sang bunda.

Alika dan Bila menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.

Ternyata ibunya Raffa ramah sekali ditambah dengan caranya berbicara yang lembut, hal itu tak luput dari perhatian Alika karena bertolak belakang dengan cara bicara Manda kepadanya. Sang ibu jarang sekali berbicara dengan santai bahkan hanya bisa di hitung jari tetapi Alika tak pernah menyalahkannya sebab Alika selalu merasa dirinyalah yang belum jadi anak yang berbakti.

"Ngapain bengong ayo makan." Ajak Raffa.

Mbak Nini mempersiapkan makanannya, kemudian dengan cepat mereka makan tanpa adanya pembicaraan di meja makan.

"Al gue liatin dari sini aja ya, soalnya gue neliti katak jadi gak mungkin ikut-ikutan lo," ucap Bila.

"Ya,"jawab Alika.

Raffa membawa Alika ke dapur untuk menyiapkan alat sedangkan percobaan praktek nya mereka lakukan di dekat kolam renang.

"Raff lo gak kasian apa sama ikannya? Tuh susah nafas gitu, tega banget sih," ucap Alika.

"Diem,"

"Dih itu kasian udah yuk balikin aja ke air," lahi-lagi Alika mengoceh.

"Tipe-tipe orang gak tegaan gini nih, udah diem aja dulu," jawab Raffa.

Alika memperhatikan Raffa yang sedang menyusun peralatan dan menyiapkan petunjuk sambil memikirkan cara membantu Alika menghindari ketakutannya.

"Pake nih." Raffa menyodorkan sarung tangan karet kepada Alika agar ia memakainya.

Setelah Alika memakai sarung tangan itu segeralah Raffa mengangkat ikan dan ia sengaja menyodorkan ikan itu ke depan wajah Alika.

Alika segera menjauhkan wajahnya. "Raffa! Itu ikaannya lagi ngomong," ucap Alika asal.

"Dia lagi nyebutin wasiatnya sama mau bagi-bagi harta warisan," ucap Raffa.

Kapan selesainya ini praktek jika mereka berdua tidak masih bermain-main.

"Woy lu berdua malah pacaran ayo cepet kerjain," ucap Bila nongkrong di depan pintu dekat kolam.

"Dih diem Bil siapa juga yang pacaran," ucap Alika.

Raffa mengalihkan kembali fokus Alika."Fokus Alika sini liat." Alika malah menatap Raffa.

"Ngapain liatin gue?," Raffa mengalihkan pandangannya dari Alika.

"Gak konsisten jadi orang tadi katanya suruh liatin sekarang nanya ngapain ngeliatin lo, heran sama manusia jaman sekarang," ucap Alika.

Bila tertawa di ujung sana sedangkan Raffa terus menerus berucap sabar pada dirinya sendiri.

Raffa tersenyum kaku, "Ah udahlah"

"Sekarang coba tutup mata lo dan coba untuk rileks anggap aja hewan ini bukan ikan," ucap Raffa.

"Ini kan ikan, gak bisa lah gue anggap bukan ikan," protes Alika.

"Udah nurut aja," perintah Raffa.

Alika memejamkan matanya dan mencoba untuk rileks sejenak, kemudian perlahan ia pegang ikan yang ada di atas meja.

Percobaan pertama ia masih merasa geli dan percobaan kedua tetap sama.

Alika kembali membuka matanya. "Raff kayaknya gue gak akan bisa deh,"

Raffa meraih tangan kanan Alika kemudian membantunya menyentuh Ikan yang ada di hadapan mereka.

Alika terkejut ia tak sengaja menginjak kaki Raffa kemudian terjatuh kebelakang.

"Duh ini mah gak ada adegan romantis, di film- film biasanya yang jatuh tuh di tahan atau enggak saling berpegangan tangan," ucap Bila memperhatikan Alika dan Raffa dari kejauhan.

Raffa mentertawakan Alika yang tak ada angin tak ada hujan terjatuh karena kesalahannya sendiri terkejut dan tak sengaja menginjak kaki Raffa karena mundur-mundur akhirnya jatuh.

"Ketawa aja dulu, pas gue pingsan baru tolongin," ucap Alika.

"Dek bantuin temennya masa orang jatuh diketawain," ucap sang ibu berdiri di samping Bila.

"Iya bun, lagi pula dia mandiri kok jadi bisa bangun sendiri," ucap Raffa.

Alika jengkel mendengarnya, ibunya ramah dan lemah lembut sedangkan anaknya duh Alika tak mau lagi mendeskripsikan sikap Raffa.

"Yuk mulai lagi," ucap Alika.

"Yakin lo?," tanya Raffa.

Sang bunda menghampiri Alika dan Raffa.

"Kenapa masih belum selesai juga?," tanya sang bunda.

"Alika sebenarnya takut sama ikan tan," Alika jujur dengan ketakutannya.

"Alika bisa ceritakan kenapa takut sama ikan?," tanya Fira.

TBC.........

Janglup votment 👊

1
cahaya
Hai kak jangan lupa mampir juga di novel aku judulnya secercah cahaya ceritanya pokoknya seru
kavena ayunda
maless bgt endingnya sad
nami: huhuuu 😭 jangan maless donggg
total 1 replies
kavena ayunda
mending pergi jauh aja kasian makan ati trss
nami: that's true, udah mah lagi mental break down disuguhi orang yang bikin tambah down🫠
total 1 replies
kavena ayunda
bila bukan sahabat yg baik.mending jauh2 sahabat toxic.kayak.gini ada rasa iri
nami
mari tunggu kelanjutannya
nami
gimana ceritanya Y'all????
nami: up lagi nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!