Indonesia
NovelToon NovelToon
Love Rain

Love Rain

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gigiit

Kisah romansa anak sekolah pada umumnya, sang pemeran utama tertarik pada pemeran cameo. gimana kelanjutan kisah mereka? yuk baca aja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gigiit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emosi Haru

Sudah berhari hari Yuna tak sadarkan diri, dokter mengatakan bahwa ia sedang mengalami masa kritis yang entah kapan sadarnya. Ucapan dokter mampu memukul hati para sahabatnya, bahkan Arjuna yang awalnya menjauh kini senantiasa tiap waktu berada disisinya. Bagaimana dengan sekolahnya? Tentu tidak peduli.

"Gimana Yuna? Masih belum ada perubahan?" tanya Keno pada Arjuna.

Yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya, "Gimana mama papanya? Masih belum bisa pulang?"

Ya, mereka bahkan orangtua mereka tau jika kedua orangtua Yuna sedang tidak berada di negaranya, mereka sedang menjalankan bisnis keluarganya yang diambang kehancuran. Eits bukan berarti mereka acuh, mereka menitipkan Yuna pada para sahabat serta orangtua sahabatnya yang memang sudah dianggap keluarga.

"Mama katanya hari ini pulang, Haru juga lagi nungguin dibandara", jawab Keno.

"Yang lain mana?" tanyanya lagi.

"Masih disekolah, mereka usahain nyalin semua catatan buat kita bertiga" jawabnya.

Mereka sudah memutuskan jika yang bersekolah hanya Jeno, Gita dan Bimo. Sedangkan Keno, Arjuna dan Haru saling berganti menjaga Yuna dirumah sakit. Dewa? Dirinya ditugaskan untuk mencari keberadaan Mike karna mereka yakin jika yang membuat sahabatnya terbaring lemah disini adalah Mike. Tapi biar begitupun mereka tetap akan belajar bersama diruangan inap Yuna.

"Ini semua salah gue" lirih Arjuna yang menjambak rambutnya sendiri.

"Bukan salah Lo, kita disini salah dan ternyata takdir mempermainkan kita dengan cara buat Yuna kaya gini, biar kita ngerasain namanya kehilangan" ucap Keno.

"Aish!" Juna semakin menarik rambutnya dengan kencang, "Bangsat!"

Keno menjauhkan tangan Arjuna dari rambutnya, "Lo ga salah, kita berdoa buat kesadaran Yuna. Lo tau kalo gue lebih sayang Yuna ketimbang diri gue sendiri"

...****...

"Gimana ceritanya?" tanya mama Yuki begitu sudah sampai diruang inap putri semata wayangnya.

"Aku gatau gimana cerita lengkapnya mam, cuma yang aku tau dari satpam sekolah dan kita juga udah ngecek cctv kalo ternyata Yuna nyebrang jalan ga liat kanan kiri" ucap Jeno.

"Dan yang buat Yuna kaya gini mungkin aja karna .." ucapannya terpotong ketika mendengar ucapan dari mama Yuki.

"Mike" tebaknya.

"Betul mam, kita udah berapa kali liat Yuna dalam bahaya kaya gini cuma karna dia liat orang yang mirip Mike" jawab Gita.

"Mike .. bener bener, kalian udah nemuin lokasi dimana Mike berada? Mama yakin kalo ternyata selama ini mungkin aja dia sembunyikan identitasnya biar ga ketauan" ucapnya.

"Aku sepemikiran sama mama Yuki" ucap Haru.

"Kita liat disini sang feeling tajam sedang berfikir" sindir Dewa pada Keno.

"Apa?" tanya Keno yang merasa disindir.

"Apa ada petunjuk?" tanya Dewa.

"Gue ga yakin, tapi gue bakal pastiin feeling gue bener apa enggaknya" jawab Keno, "Temenin gue Jun" yang langsung diangguki oleh Arjuna.

Setelah kepergian Keno dan Arjuna, kedua orangtua Yuna sangat terpukul. Haru yang sedang menemani senantiasa menenangkan.

"Kenapa Lo ajak gue?" tanya Arjuna dengan kesal karna Keno tanpa persetujuan seenaknya menarik paksa lengannya.

"Cuma Lo doang yang bisa gue tarik, masa iya gue harus tarik Haru? Lo yakin gapapa gue tinggal sama orangtua Yuna? Pasti mereka nuduh Lo, ya meskipun tuduhan mereka bener" jelas Keno.

Penjelasan Keno membuat Arjuna diam, benar apa yang dikatakannya. Ini salahnya karna acuh dengan keberadaan Yuna.

"Jadi Lo punya rencana apa?" tanya Keno yang sebetulnya sudah tau jika Arjuna sedang menyelidiki keberadaan Mike.

"Sejak kapan Lo tau?" Arjuna memicingkan matanya meminta penjelasan.

"Lo ga bisa bohong" ucapnya. "Jadi... Udah sampe mana?"

Arjuna menjelaskan semuanya pada Keno tanpa ada yang ditutupi, Keno yang mendengarnya manggut-manggut mengerti. Otak cerdasnya dengan cepat tanggap menyimpulkan cerita Arjuna.

"Lo emang terbaik, ga salah Yuna milih Lo" ucap Keno.

"Tapi ini baru awal doang, karna secara spesifik gue gatau Mike itu orang yang seperti apa. Bahkan keluarga Dirga pun gue gatau, karna ya emang almarhum ga pernah cerita apapun tentang keluarganya" ucap Arjuna. "Kita butuh bantuan temen temen kita"

"Menurut gue Bimo ga usah dikasih tau dulu, dan masalah temen gue, sebenernya gue lebih percaya sama Haru" ucap Keno.

"Kenapa? Mereka sahabat Lo dan Bimo sahabat gue, kita perlu mereka" ucap Arjuna.

"Gue tau, buat jaga jaga kita jangan lihatin mereka. Biar mereka yang kontrol kesehatan Yuna dan jagain orangtua Yuna" jelas Keno.

"Gimana caranya biar Haru bisa susul kita kesini?" tanya Arjuna memecah keheningan.

"Gue kabarin Gita, biar dia yang jaga mama Yuki" ucap Keno lalu menghubungi Gita.

Sementara Keno menghubungi Gita, Arjuna mengabari Haru agar menyusulnya untuk menyusun strategi.

Beberapa saat kemudian Haru datang dengan mobilnya.

"Lo ga dicurigain kan?" tanya Keno.

"Kagak, lagian kenapa harus sembunyi sembunyi?" tanya Haru.

"Feeling gue diantara Jeno, Dewa atau Bimo kayanya tau sesuatu" jelas Keno to the point.

"Maksud Lo?" tanya Arjuna dan Haru berbarengan.

"Ini cuma feeling gue, dan semoga ga bener ya. Gue udah curiga saat mereka tiba tiba ngilang secara bergantian, gue gatau apa keperluan mereka tapi menurut gue itu hal yang janggal" jelas Keno.

"Yha akhirnya siotak pintar menggunakan feeling tajamnya" sindir Haru dengan senyuman sinis. "Terus kemarin kemarin Lo kemana? Saat Yuna dibentak sama Lo sendiri? Baru sadar Lo?!" ucapnya dengan senyuman sinis dan tatapan tajam.

"Iya oke gue akuin kalo gue salah, gue minta maaf..." ucapan Keno terpotong oleh Haru.

"Minta maaf setelah Yuna terbaring dirumah sakit? Haha! Sahabat Lo kecelakaan Ken! Dan Lo baru sadar kalo Lo salah? Otak Lo dipake anjing! Sahabat.. sahabat kecil gue ga punya salah apa apa dan dia kecelakaan sampe ga sadar beberapa hari, Lo baru sadar kalo Lo salah?!" emosi Haru sudah tidak bisa dikontrol, Arjuna yang melihat itu dengan segera memisahkan keduanya.

"Ru, stop! Tahan emosi Lo" ucap Arjuna menengahi.

Haru melepas tangan Arjuna dari bahunya dengan kasar lalu mendoronya dengan keras membuat sang empunya jatuh.

"Diem Lo! Lo juga sama! Kalian berdua baru ngerasa kehilangan begitu Yuna ga sadar? Hey! Gue muak sama kalian berdua! Pergi dari hidup Yuna! Biarin dia bahagia!!! Please biarin sahabat kecil gue bahagia sekali aja" lirih Haru lalu terduduk dilantai, kedua tangannya menutupi wajahnya yang menangis. "Please jauhin dia, biarin dia bahagia sama gue, biar gue bahagiain dia kalo emang Lo berdua ga bisa bahagiain dia. Gue udah ngalah sama Lo Ken dan gue juga mundur dari Yuna karna keinginannya sendiri, gue kira Lo bisa jaga dia, tapi ternyata gue salah orang. Harusnya Lo yang pergi!!!!" Haru memukul mukul lantai putih itu dengan sangat keras sampai darah bercucuran ditangannya namun ia tidak memperdulikan.

"Inget janji Lo dulu saat gue ikut gabung sama Arjuna? Lo bilang kalo Lo yang bakal jaga Yuna, ga akan biarin Yuna lecet sedikitpun. Tapi sekarang apa?! Yuna koma! Gue harus apa? Gue gagal jagain dia dari jauh, Lo iblis Keno! Dan Lo Juna! Gue kecewa sama Lo! Gue kira Lo orang yang pantas gantiin Mike dihatinya, tapi gue salah. Lo lebih buruk dari Mike"

"Gue minta maaf, gue tau gue salah. Gue cuma pengen Yuna sadar akan kesalahan yang dia buat, gue ga pengen dia terlalu nyalahin Arjuna. Gue salah, gue minta maaf" ucap Keno dengan menyamakan duduknya dengan Haru.

"Haru stop, tangan Lo ga salah. Berhenti buat nonjok lantai itu" cegah Arjuna.

Haru menatap keduanya dengan tatapan remeh lalu kemudian tertawa, "Hahaha! Kenapa? Lo berdua khawatir sama gue?" lalu tatapannya melemah, sendu, "Biarin gue aja yang gantiin posisinya Yuna, ambil gue aja Tuhan. Balikin Yuna. Please gue ga pernah minta apa apa, tapi buat kali ini please jangan Yuna, jangan sahabat kecil gue. Please"

"Kita butuh bantuan Lo" ucap Arjuna dengan pasti, membuat Keno menatapnya heran.

"Punya keberanian juga Lo minta bantuan gue" ucap Haru, lalu menepuk nepuk pipi Arjuna dengan tangan berdarahnya, membuat pipi mulus itu terkena darah dari tangan Haru.

"Cuma Lo yang kita percayai" ucap Arjuna lalu memegang kedua pundak Haru. "Kita susun rencana buat nemuin Mike apapun itu caranya, dan kita berdua cuma percaya sama Lo. Karna cuma Lo yang gue liat sangat perhatiin Yuna, Lo yang paling sayang sama dia" jelasnya.

"Dengan satu syarat" ucapnya dengan smirk andalannya.

Arjuna dan Keno hanya menghela nafas pasrah, mereka tau jika Haru tidak akan membuat syarat dengan mudah dan pasti akan menyakitkan.

"Apa?" Jawab keduanya.

"Setelah gua turutin kemauan lo berdua, gua mohon dengan sangat buat jauhin Yuna" syaratnya dan membuat keduanya tak bisa mengelak.

Keno dengan mata berkaca kaca "Oke gua turutin syarat lo, giliran gua yang jagain Yuna dari jauh"

"Tapi gak bisa gitu Ken, gua ga bisa jauhin Yuna" jawab Arjuna.

"Terserah, kalo gak mau yaudah gua pergi" ucap Haru dengan acuh.

Dengan banyak pertimbangan, akhirnya Arjuna menuruti permintaan Haru meskipun itu sakit.

...****...

Gimana part ini? Gila aku bingung, takutnya ga ngefeel. Tapi jujur adegan Haru yang nangis kejer itu buat aku ikutan nangis. Kalian sama ga? Pasti enggak ya:(

See you in the next chapter 🙌

1
SongbirdGarden
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu~
Gitta Mentari: aww, thankyou so much! kamupun jaga kesehatan yaa
total 1 replies
Cute Mijin
❤️❤️❤️
Gitta Mentari
good
♊4th
bukannnya yang sahabat kecil yuna tuh jeno ya kok berubah jadi haru
Gitta Mentari: hi! nanti aku mampir yaa, saling support aja:)
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!