Indonesia
NovelToon NovelToon
Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Pernikahan Kilat / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: queen_

"Saya tidak menyuruh kamu periksa kehamilan sekarang, Asya. Tapi kalau sampai 'pasukan' saya di dalam sana demo, jangan harap kamu bisa wisuda tanpa memakai nama belakang saya."

Asya, mahasiswi Arsitektur paling bar-bar. melihat di depan matanya sendiri, dimana Raka mengkhianatinya. Tanpa pikir panjang, Asyara minum terlalu banyak dan berakhir mabuk—sampai tanpa sengaja menarik seorang dan menciumnya hingga mereka menghabiskan malam bersama—Aksa, dosennya sendiri.

Asya berusaha lari, tapi Aksa bukan pria yang mudah melepaskan mangsanya. Dengan kekuasaan dan kecerdasannya, Aksa mengunci Asya dalam ribuan revisi skripsi hanya agar bisa memantau perkembangan "pasukan kecebongnya" di rahim Asya setiap hari.

Di tengah kejaran revisi, teror mantan pacar, dan kelakuan kompor Celine, Asya harus memilih: Lulus sebagai Sarjana atau menyerah menjadi Nyonya Profesor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dosen Killer yang ditinggal Pergi

Selamat Membaca

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Aksa terkekeh pelan, memijit pangkal hidungnya. Pria itu bersandar pada headboard kasur. Melipat tangan di dada. Ada perasaan tak terima mengetahui sang gadis yang tidur dengannya semalam justru telah pergi tanpa permisi dengannya.

“Nakal sekali, dia meninggalkan saya… seolah saya adalah pria bayaran ya?” gumam Aksa tersenyum miring. “Baiklah, lihat bagaimana kamu akan menjelaskan ini pada saya—

—Asyara.”

Tak mau ambil pusing dengan kejadian luar biasa ini, Aksa dengan santai bangkit dari kasur dan menuju kamar mandi. Ia membawa pakaiannya dan memakainya kembali.

Di depan cermin, Aksa menatap pantulan dirinya. Beberapa jejak keunguan ulah sang gadis masih tertinggal dengan jelas di sana. Beberapa cakaran di punggung yang terasa sedikit perih karena kuku panjang Asyara,

“Asyara Putri,” bisik Aksa, “Kita akan bertemu besok.”

Senyum penuh rencana terpatri di wajah Aksa. Setelah selesai memakai pakaiannya, Aksa meraih jasnya yang terletak di kasur lalu keluar dari kamar dan melakukan chek out dari hotel.

Di luar prediksi memang. Ia hanya datang memenuhi undangan rekan bisnisnya, namun berujung di kamar dengan mahasiswanya sendiri.

Di lobby hotel, sebuah mobil SUV hitam sudah menunggu Aksa. Di kursi kemudi, Zen—orang kepercayaan Aksa sudah bersiap di sana.

“Jalan,” titah Aksa.

“Pak, Kita ke kampus atau–”

“Ke kediaman Erlangga,” potong Aksa datar,

Zen mengangguk tegas. Matanya melirik Aksa dari spion tengah. Wajah bosnya itu tampak datar memang, namun ntah kenapa suasana di dalam mobil terasa sedikit tegang. “Sepertinya pak Aksa dalam keadaan mood yang buruk. Apa nona semalam melakukan sesuatu yang membuat pak Aksa marah?”

Dalam kurun waktu dua puluh menit, mobil mereka sampai di pekarangan kediaman Erlangga. Aksa turun dan langsung masuk ke dalam sementara Zen lebih dulu memarkirkan mobil ke dalam garasi.

Kedatangan Aksa disambut pekikan heboh dari putri semata wayangnya. Celine—putri satu-satunya itu berlari menghampirinya dengan wajah super heboh. Di belakangnya, seorang wanita paruh baya mengikuti sambil membawa secangkir teh hangat.

“Papa dari mana? Kok baru pulang? Semalam tidur di mana?” tanya Celine beruntun. Tak sampai di situ, sebelum Aksa sempat menjawab–Celine mengendus-endus tubuh Aksa. Raut wajahnya berubah menjadi curiga. “Kok bau parfum cewek?! Familiar lagi?! Papa abis ngapain?!”

Aksa memijat keningnya pelan. Ia menghela nafas panjang. “Celine satu-satu jika bertanya. Papa pusing mendengarnya.”

Celine semakin memicingkan matanya curiga. Ia melipat tangannya di depan dada. “oke, jawab semua pertanyaan aku!”

“Celine, Biarkan papa mu duduk dulu,” tegur Nadia, ibu kandung Aksa. Wanita yang sudah menginjak awal enam puluhan itu menggeleng pelan melihat cucunya.

Celine menarik tangan Aksa ke sofa dimana Nadia berada. Kemudian kembali menatap pria itu curiga. Ia mendesak Aksa lagi. “Cepet pa, kok malah diem.”

“Sabar Celine,” balas Aksa, “Semalam papa pergi untuk acara bisnis, lalu ada acara mendadak lagi dan tepat di jalan saat mau pulang, mobil papa mogok sehingga Zen harus membawanya ke bengkel, dan hujan turun setelahnya. Makanya papa menginap di hotel,” jelas Aksa panjang lebar dengan wajah yang serius.

“Masa? Tapi kok ada wangi-wangi parfum cewek sih? Apa jangan–”

“Tidak ada yang terjadi, apalagi seperti yang di pikiran kamu,” potong Aksa cepat, “Iya kan Zen?”

Zen yang baru saja masuk tersentak mendapatkan pertanyaan itu. Kini semua mata mengarah padanya. Ia terdiam. Namun melihat bagaimana Aksa menatapnya seolah ingin mengulitinya, Zen mengangguk tegas. “Benar nona, Saya yang mengantarkan bapak ke hotel.”

“Oh gitu.” Celine ber oh ria mendengarnya. “Jadi–”

“Simpan semua pertanyaan kamu, dan sekarang papa yang bertanya,” tegas Aksa.

Celine membeku. Melihat Aksa yang menatapnya serius, Celine meneguk ludahnya susah payah. “Jangan-jangan papa mau nanyain skripsi gue lagi?! bisa mampus kalau bener!”

“Celine..” panggil Aksa.

“I–iya pa?” sahut Celine pelan.

Aksa tersenyum tipis, tapi penuh arti. “Bagaimana skripsi kamu? Sudah sampai mana perkembangannya, Celine?”

Jdaar!

Celine menegang. Ia menatap Aksa, lalu cengiran lebar muncul di wajahnya. Celine menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Masih dengan cengirannya, ia perlahan menggeser duduknya. Dari tengah, ke pinggir, semakin ke pinggir sampai,

“Mau kemana Celine? Kamu belum jawab pertanyaan papa.”

Celine kembali duduk dengan wajah cemberut. Ia menangis dramatis. Mendekati Aksa dan memeluk lengan papanya itu manja. “Papa plis… judul skripsi aku aja belum ada yang di acc! Dosennya ngeselin kaya papa—”

“Apa?”

Celine terkesiap, “Maksudnya… Asyaa yang bilang kalau papa nyebelin! Bukan Aku! Suer demi spongebob!” Celine menyengir dengan tangan yang membentuk dua jari. Berharap Aksa tidak akan marah padanya.

Aksa menghela nafas berat. Punya anak satu kok kelakuannya ada saja. Sudah hampir dua bulan tapi putrinya itu masih stuck di judul yang sama sekali belum ada yang di acc.

“Makanya papa bantuin dong! Aku pindah dospem ke papa aja ya? Biar bisa sama kaya Asya, terus—”

“Tidak,” potong Aksa. Ia berdiri, melepaskan tangan Celine. Melangkah menuju tangga.

“Pa! Jahat banget sih!” pekik Celine kesal. “Harusnya papa bantuin aku, papa kan—”

“Papa tidak jahat, papa hanya mau kamu berusaha. Jangan hanya mengandalkan nama papa dan jabatan papa, biar kamu tahu bagaimana rasanya bersusah payah meraih apa yang kita inginkan,” balas Aksa tenang. Ia tersenyum tipis.

Celine semakin cemberut. “Nyebelin! Ternyata kata Asya bener, papa ngeselin!” Ia berpindah ke tempat Nadia, memeluk wanita itu manja. “Oma! Liat anak oma itu! Kaku dan ngeselin!”

Nadia tertawa, “Papa kamu benar sayang, usaha dulu ya.”

“Ih! Semua sama aja!”

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

“Saya masih tidak percaya, dia meninggalkan saya begitu saja.”

Aksa duduk di kursi kebesarannya. Menyandarkan kepalanya dengan tangan yang menyilang di depan dada. Pikiran Aksa melayang pada kejadian semalam. Tentang bagaimana Asyara yang berjalan linglung lalu menghampirinya dan memeluknya.

Sebenarnya Aksa ingin pergi ke toilet, namun di tengah lorong ia malah bertemu dengan seorang wanita yang tampak sempoyongan yang ternyata itu adalah Asyara—mahasiswa bimbingannya di kampus. Mahasiswa yang berani menentangnya dan protes padanya.

Asyara si mahasiswa yang terkenal galak dan berani pada siapapun.

Semalam Asyara tampak begitu kacau. Mabuk, meracau dan terus mengeluh panas lalu langsung menciumnya. Ia sudah menyuruh Asyara berhenti, namun Asyara semakin menariknya dan menciumnya lagi, apalagi Asyara memohon dengan tatapan sayunya—Aksa yang merupakan pria normal lama-kelamaan terbawa suasana. Digendongnya Asyara dan membawanya ke salah satu kamar di sana setelah meminta Zen untuk melakukan chek in saat itu juga.

Aksa sangat tidak sabar, melihat bagaimana mahasiswi pemberani itu akan mati kutu di depannya. Melihat bagaimana Asyara mencari alasan dan menjelaskan semuanya padanya.

“Sampai bertemu besok Asyara,” gumam Aksa. Smirk tipis terpatri di wajahnya.

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

1
Enz99
bagus
Muft Smoker
Lanjuuut kak ,,
beybi T.Halim
very..very...romantis laa
beybi T.Halim
dah habis aja...seru seru romantis..,yaa gini klo punya suami spek daddy dimanjain terua yaa asyaraa😁👍
Hosniyah Niyah
mantap Thor lanjut ❤❤❤😘😘😘👍👍👌👌👌💞💞💞
vj'z tri
idihh papa genit suka godain mama akuuu jadi iri mau di goda juga /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dimakan dan dimana jauh atuh KK author /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Puutrh_: udah aku benerin ya beb, lagi review sistem😭
total 2 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
hai guys siap siap kondangan ini kita /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi btw di undang ga ni 😅😅
vj'z tri
selamat pemikiran anda salah besar /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
serangan balasan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kalau semua kartu ke buka w mau tau reaksi lu dengan laki lu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/kalian ber2 mendukung ternyata
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ pacar ku juga pacar papa ku
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/entah harus menangis atau tertawa punya bodyguard model rayna
vj'z tri
lagi seru seru nya iklan lewat /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ buaya di kadalin ternyata cucok meong sena kawan dengan melani
vj'z tri
paraaaa pembacaaaaaaa ibu ibu kk KK semuaaaanyaaa jangan heran kalau asyara ada bodyguard 1 galak polos yang 1 ceriwis maafkanlahhhh asekkkk💃💃💃💃
vj'z tri
ya pasti gak DA yang mau ...kan udah di komando komandan taksi gak boleh lewat /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!