Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 Menatap Kagum
Setelah mengantar Kelly sekolah, saat ini Kyarra bersama dengan Alvino di dalam mobil. Alvino melanjutkan untuk mengantar Kyarra kekampus.
Kondisi Kyarra memang sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Jadi dia juga sudah beraktivitas kembali, membuat sarapan Kelly, membantu Kelly bersiap-siap ke sekolah dan juga bisa ke kampus.
"Kakak akan menjadi dosen pengganti di kampus?" tanya Kyarra dengan kebingungan ketika mobil itu berhenti di depan kampusnya.
"Tidak!" jawab Alvino.
"Lalu kenapa berhenti di depan kampus?" tanya Kyarra.
"Ini bukannya kampus kamu?" tanya Alvino.
Kyarra menganggukkan kepala.
"Lalu kenapa bertanya kepada saya, Ini adalah kampus kamu dan tugas saya mengatakan kamu ke kampus," jawab Alvino.
"Oh, ternyata untuk mengantarkanku, tumben diantarkan langsung di depan kampus dan biasanya diturunkan di jalan," sindir Kyarra.
"Bisa tidak jangan protes sekarang kamu turun!" titah Alvino.
"Baiklah, walaupun begitu harus tetap mengucapkan terima kasih. Baik kak Alvino, makasih sudah mengantarkan langsung di depan kampus dan dengan begitu Kyarra tidak perlu berjalan lagi," ucap Kyarra tersenyum cengengesan membuat Alvino menghela nafas.
"Cepat turun!" titah Alvino.
"Oke!" sebelum Kyarra keluar dari mobil. Kyarra ternyata mengambil tangan Alvino dan mencium punggung tangan itu cukup membuat Alvino kaget.
"Kyarra masuk ke kampus dulu, Kakak hati-hati di jalan," ucap Kyarra dengan sangat manis dan kemudian keluar dari mobil.
Alvino tercengang sampai tidak bisa mengatakan apa-apa, dia benar-benar diam dan melihat kepergian istrinya yang sangat santai.
"Huhhhh!!!!!!"
"Apa yang sedang aku pikirkan," batin Alvino merasa ada yang tidak beres dengan dirinya.
*****
Kyarra dan Alvino lagi-lagi secara bersamaan menjemput Kelly ke sekolah. Kyarra telah menyelesaikan kuliahnya langsung mengingat keponakannya waktunya sudah pulang dan ternyata Alvino juga sudah berada di sana.
Jadi pasangan suami istri itu secara bersamaan menjemput Kelly dan sekarang mereka langsung pulang kerumah.
"Tante benar-benar sudah sehat?" tanya Kelly sembari membuka sepatunya yang dibantu oleh Kyarra.
"Sudah Kelly, buktinya Tante bisa ke kampus dan juga menjemput Kelly ke sekolah," jawab Kyarra.
"Alhamdulillah, Tante tidak boleh sakit lagi. Kelly soalnya sangat ribet dibuat oleh Papa, Papa selalu salah, sudah begitu menyisir rambut Kelly terlalu sakit dan Kelly juga rambutnya tidak diikat," jawabnya dengan cemberut.
Alvino yang duduk di sofa hanya diam saja sembari melihat ponselnya, walau sebenarnya dia ingin protes atas keluhan putrinya itu.
"Benarkah seperti itu," sahut Kyarra.
"Papa banyak tidak tahunya, menyebalkan!" ucap Kelly dengan wajah cemberut.
"Tetapi, yang paling penting Papa berusaha untuk membantu Kelly. Jadi Kelly seharusnya berterima kasih dan bukan mengeluh," ucap Kyarra.
Kelly hanya diam saja, sepertinya dia masih kesal karena satu hari sekolah tidak beres dibuat oleh Alvino.
"Kelly sudah mengucapkan terima kasih tidak?" tanya Kyarra dengan satu alis terangkat.
"Memang harus?" tanya Kelly.
"Harus, sebagai anak yang baik harus mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya, orang tua juga akan mengucapkan terima kasih kepada putrinya," jawab Kyarra memberi pencerahan kepada Kyarra.
Kelly melihat kearah Alvino.
"Papa terima kasih sudah membantu Kelly hari ini. Kelly senang," ucap Kelly dengan tulus mengucapkan terima kasih.
"Sama-sama," sahut Alvino.
Kyarra tersenyum dan kembali membantu Kelly. Alvino melihat ke arah Kyarra, tanpa dia sadari ternyata Kyarra telah mendidik putrinya dengan sangat baik.
Alvino menatap dengan kagum, Kelly sudah berusia 6 tahun dan pala seperti apa perannya sebagai seorang ayah selama ini, bahkan tidak mengikuti pertumbuhan Kelly, kesibukannya telah membuatnya mengabaikan putri kecil yang sangat menggemaskan.
"Oke, sekarang kita makan siang, cari tante menyempatkan atau membuat makan siang," ucap Kyarra.
"Baik Tante! Papa ayo makan siang bersama!" ajak Kelly.
"Papa akan kembali ke kantor dan makan siang di kantor saja," jawab Alvino.
"Papa tidak ada salahnya makan siang di rumah, Papa jangan terus-menerus makan di luar tidak sehat tahu, lagi pula sekali-sekali harus makan di rumah bersama Kelly dan Tante," ucap Kelly.
Alvino menghela nafas, sepertinya dia harus banyak mengalah.
"Baiklah," sahut Alvino.
"Horeeee....."
Hanya karena makan siang bersama Alvino sudah membuat Kelly bahagia.
"Hmmmm, tapi aku hanya memasak sedikit saja, hanya untuk berdua. Aku mana tahu kalau Kakak akan-makan di rumah dan lagi pula Kakak juga pernah mengatakan tidak akan pernah memakan masakan yang telah aku buat," ucap Kyarra berbicara dengan sangat hati-hati.
"Jadi tidak ada makanan untuk saya?" tanya Alvino memastikan dengan satu alisnya terangkat.
"Bukan tidak ada, lebih tepatnya makanan khusus untuk saya dan Kelly, jadi kalau harus ikut makan bersama harus dibagi kembali," jawab Kyarra.
"Terserah bagaimana saja, saya juga makan karena permintaan Kelly!" tegas Alvino.
"Baiklah," sahut Kyarra.
Akhirnya Kelly, Alvino dan Kyarra sedang menikmati makan siang bersama.
Alvino sepertinya tidak masalah dengan Kyarra, cocok dan enak untuk dimakan. Alvino saja belum mencoba masakan istrinya dan sudah menegaskan tidak ingin memakan. Jadi salah sendiri jika makanan itu dimasak hanya khusus berdua untuk dia dan Kelly.
Kyarra sudah tidak ingin membuang-buang makanan dengan mubazir. Jadi Alvino harus sabar-sabar dengan makanan yang sedikit dan padahal dari raut wajahnya dia terlihat lapar.
*****
Lina berada di ruang tamu bersama suaminya Toni.
"Mama kenapa kelihatan begitu gelisah? Apa ada sesuatu yang dipikirkan?" tanya Toni.
"Mama kemarin bertemu dengan Mega, sepertinya dia kembali merencanakan sesuatu untuk membuat putrinya terikat dengan Alvino. Alvino juga sangat bodoh yang udah terperanjat oleh wanita," jawab Lina.
"Jangan berpikir seperti itu. Lagi pula sebaiknya kita serahkan saja masalah pernikahan ini kepada Alvino. Alvino sudah dewasa dan yang dia butuhkan saat ini adalah seorang ibu untuk menjaga putrinya. Kyarra juga anaknya baik dan terbukti Kelly nyaman dengannya," jawab Toni lebih berpikir positif dibandingkan istrinya.
"Pa, mereka itu keluarga licik, selama ini Melani sengaja menitipkan putrinya hanya pada ibunya dan tidak pernah mengizinkan pada kita, agar apa? agar Kelly lebih dekat dengan mereka dibandingkan kita, segala sesuatu sudah diatur oleh mereka dan terbukti ketika Melani pergi, Kelly sangat rewel jika tinggal bersama kita," ucap Lina.
"Ma, Kyarra itu adalah adik kandung Melani, wajar saja dia lebih mempercayai adiknya untuk menjaga putrinya dibandingkan kita hanya sebagai mertuanya. Lagi pula hubungan kamu dengan Melanie juga dulu tidak baik, selalu saja berdebat apa yang kamu katakan tidak sesuai dengan keinginan Melani dan begitu sebaiknya, jadi otomatis dia lebih percaya dan nyaman jika menyerahkan putrinya di saat dia sibuk kepada keluarga," ucap Toni.
Lina tidak terima dengan semua yang dilakukan Melani dulu hingga membuat jarak diantara dia dan cucunya.
Bersambung......