Indonesia
NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / Romansa / CEO / Misteri / Tamat
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi-chan

Black Rose? Pembunuh berdarah dingin yang membuat warga kota ketar ketir. Jika pembunuh lainnya mencoba membersihkan barang bukti, maka pembunuh kali ini meninggalkan jejak, yaitu 'Mawar Hitam'.

Lalu bagaimana cara Andra mengungkap siapa Black Rose? Dan apa alasannya Black Rose membunuh para petinggi?

Sebuah kenyataan menghantam Andra dengan kuat, akankah Andra bisa menerimanya? Apa yang akan pemuda itu lakukan?



Note:
Update 1 Bab Sehari
Don't Like, Don't Read
Don't Copy My Story

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi-chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

"Tempatku Pulang Adalah Dirimu."

"Chapter 15"

1 Bulan Kemudian...

Mendung, mungkin hanya itu yang bisa tergambarkan pada cuaca hari ini. Awan hitam dan suhu yang dingin membuat jalanan sepi akan kendaraan yang berlalu lalang.

Tak terkecuali bagi Alexa, gadis itu masih dengan santainya menyetir mobil ditengah jalanan tersebut.

Sesekali Alexa menatap sebuket bunga yang berada dibangku sebelahnya, senyumnya mengembang seketika. Ya! Ia ingin mengunjungi keluargnya hari ini, itulah sebabnya suasana hatinya cukup bagus meski cuaca yang mendung.

Sesampainya ditempat pemakaman umum, Alexa pun mulai berjalan menuju makam kedua orang tuanya. Dengan senyum terpatri diwajahnya sembari memeluk sebuket bunga Lily yang indah.

Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Bunga yang ia peluk jatuh seketika bersamaan dengan tangan yang mengepal cukup kuat. Hujan turun dengan derasnya tanpa diminta, hingga dalam sekejap gadis itu basah kuyup.

Tatapan gadis itu berubah menjadi dingin dan tajam, mungkin bagi orang biasa yang melihatnya akan ketakutan. Namun,  nampaknya hal itu tidak berpengaruh pada seseorang yang ada dihadapannya.

Seseorang yang sedari tadi diperhatikan Alexa pun menoleh pada gadis itu, dan tidak lupa senyumannya.

"Hai adik! Lama tidak berjumpa denganmu," ujar seorang pemuda dengan santainya menyapa gadis itu.

Alexa memejamkan matanya sejenak lalu menatap pemuda yang notabanenya adalah kakak kandungnya sendiri.

"Ah, apa kau merindukanku kakak? Atau merindukan kematianmu yang sudah ada ditanganku?" Kata Alexa, jangan lupakan seringai gadis itu.

Rei atau bisa dikatakan sebagai kakak kandung gadis itu hanya bisa tertawa, "Kau sudah besar rupanya, aku cukup kagum dengan kegigihanmu."

"Benarkah? Aku penasaran, untuk apa seorang anak mendatangi pemakaman orang tuanya yang nyatanya dia sendirilah yang membunuhnya. Apa kau merasa bersalah?" tanya gadis itu, secara diam-diam ia mengeluarkan sesuatu dibalik jaketnya.

"Bersalah? Mungkin sedikit. Tapi kau tahu adik? Aku mendapatkan banyak sekali keuntungan. Jadi, mungkin rasa bersalah itu tergantikan," jawab Rei dengan wajah senang, hal itu pun membuat Alexa tersulut emosi.

"DASAR BA*INGAN!" Alexa hendak mengeluarkan pistolnya, namun terlambat.

Dor!

Sebuah peluru melesat kearahnya, gadis itu membelalak kaget kala melihat kakaknya tengah mengarahkan pistol kepadanya.

Bruk!

Alexa jatuh terduduk sembari memegangi perutnya yang kini tengah mengeluarkan banyak sekali darah. Gadis itu meringis kesakitan dan nafasnya pun mulai terengah-engah.

Cplak!

Cplak!

Langkah kaki yang diiringin derasnya hujan mulai mendekati dirinya, Alexa mendongak menatap kakaknya yang kini tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Rei berjongkok di depan gadis itu, "Kau lemah Alexa... Sangat lemah. Bahkan kau dengan mudahnya membunuh para petinggi itu, tapi kau masih saja tetap lemah."

Rei beranjak dan pergi dari sana. Alexa menatap sekelilingnya yang begitu sepi dan tidak ada satu pun orang lain. Dengan cepat Alexa mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan pada seseorang.

Bruk!

Gadis itu jatuh terbaring diatas tanah, onyx-nya menatapi langit yang begitu gelap.

"Le-lemah?" lirih gadis itu.

Hingga akhirnya kegelapan merenggut kesadarannya.

***

Tit

Tit

Tit

Pada sebuah ruangan yang bernuansa putih dengan berbagai alat medis disekitarnya, terlihat seorang gadis yang tengah terbaring diranjang. Dengan selang infus yang berada ditangannya dan juga alat pernapasan.

Dan lain dari itu, nampak seorang pemuda tengah duduk disamping gadis itu dengan rasa khawatir. Andra mengenggam tangan gadis itu dan terus berdoa agar sang kekasih lekas sadar.

Hari ini adalah hari ke-5 semenjak kejadian penembakan yang dialami oleh Alexa. Mengingat hal itu Andra merasa kecewa pada dirinya sendiri, ia menyesali karena tidak bisa melindungi gadis itu.

"Apakah mimpimu benar-benar indah? Sepertinya kau sangat betah," lirih Andra pada gadis itu, meski ia pun tidak yakin apakah gadis itu akan mendengarnya atau tidak.

Andra meneteskan air matanya, "Maafkan aku Alexa, aku belum bisa melindungimu dengan baik, tapi kau tahu bukan bahwa aku akan berusaha? Jadi kumohon, tetaplah bersamaku."

"Aku sangat mencintaimu, bahwa melebihi nyawaku sendiri," lirih pemuda itu, Andra beranjak dari duduknya dan mengecup kening gadis itu lama.

"Cepatlah kembali."

Dan setelah itu, Andra pun pergi dari sana bersamaan dengan terbukanya mata Alexa. Alexa meneteskan air matanya dan terisak kecil, "Maafkan aku...  Hiks...  Maafkan aku."

***

2 Minggu Kemudian...

"Andra... "

"Hmm?"

"Bagaimana jika aku pergi darimu?" Tanya Alexa. Andra yang kini tengah mengupas apel pun terhenti sejenak, lalu ia melanjutkan kegiatannya tersebut.

"Jika memang takdir, apa yang bisa aku perbuat?" jawab Andra dengan tenang, meski jauh dalam lubuk hatinya ia tidak menginginkan hal itu.

Andra menatap gadis itu dan tersenyum, "Aku akan berusaha semampuku agar kau selalu bersamaku, dan aku yakin aku akan berhasil."

Alexa tertegun dengan ucapan pemuda itu, lalu senyum lebar timbul diwajahnya, "Aku menunggu itu."

"Nah...  Berhenti mengatakan hal yang tidak mungkin, aku berjanji akan melakukannya," ujar Andra, ia mendekatkan dirinya pada gadis itu dan hendak menyuapinya, "Makanlah, aku ingin kau cepat sembuh sehingga kita bisa bermain lagi."

Alexa terkekeh dan menyambut suapan pemuda itu, "Mendengar kata bermain membuat aku merasa seperti anak kecil."

"Why? Bagiku kau adalah gadis kecilku," Ujar Andra sembari mengedipkan sebelah matanya. Alexa memukul pemuda itu dengan bantalnya, "Dasar genit."

***

Setelah beberapa hari terlewati, akhirnya Alexa diizinkan untuk pulang. William menjemputnya atas permintaan dirinya sendiri, dan kini keduanya berada di dalam mobil.

"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya William setelah banyaknya keheningan sebelumnya. Alexa menyenderkan tubuhnya pada bangku dan memejamkan matanya, "Entahlah...  Saat ini aku belum bisa berpikir dengan jernih."

William menghela nafasnya panjang, banyak dari hal yang harus dipikirkan. Saat hal dimana sebuah penembakan yang dialami gadis itu, pemuda itu yakin bahwa setelah ini kehidupan gadis itu tidak akan baik-baik saja. William sedikit khawatir tentang hal itu, namun ia bisa apa? Alexa pun tidak akan mendengarkan dirinya. Gadis itu terlalu keras kepala dan sangat sulit untuk dinasehati.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan William, namun aku tetap pada pendirianku," Ucap Alexa masih dengan matanya yang tertutup.

"Lagi pula inilah jalan hidupku, aku harus menjalaninya. Apa pun yang terjadi aku harus bisa membalas mereka semua," Lanjut gadis itu, Alexa menatap keluar jendela sembari mengamati jalanan yang cukup ramai.

"Setidaknya hubungi aku jika kau butuh bantuan, kau pikir kau siapa bisa melakukan semuanya sendiri? Kau tetaplah manusia biasa Alexa, terluka, bahkan kematian tidak akan pernah jauh mengintaimu," ujar William pasrah, memang tidak ada yang bisa lagi ia lakukan selain mengatakan hal itu.

"Terimakasih, aku akan selalu mengingatmu. Sekali lagi maafkan aku karen telah melibatkanmu...  Tapi kau tahu William? Aku ingin kau tetaplah hidup dan merasakan kebahagiaan. Kumohon...  Tetaplah hidup."

William hanya diam kala mendengar perkataan gadis itu, namun tidak lama dari itu ia tersenyum.

"Tentu aku akan hidup."

Bersambung...

1
King Harem
peyotku ohh peyotku 😂
King Harem: Peyotku ohh peyotku
total 3 replies
moonstrucktraveller
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
Dwi-chan: makasih kak, jadi terhura... besok insyaallah up
total 1 replies
Bluebell
boleh banget nih ceritanya, btw aku mampir kak
sayavin✧人
Aku yang pertama komen ya kak
Dwi-chan: maaciw
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!