Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

Beberapa bulan berlalu dengan cepat. Angin gugur yang menyejukkan perlahan berganti menjadi hembusan salju pertama yang dingin membeku. Salju putih tebal kini melapisi atap-atap bangunan di seluruh ibu kota, mengubah lanskap kerajaan menjadi putih bersih. Namun, di tengah hawa dingin yang menusuk tulang, roda bisnis milik Xiu Ying justru berputar semakin kencang dan membara.

Kedai Obat dan Teh Kebajikan yang dulunya hampir bangkrut, kini telah menjelma menjadi toko obat dan kedai teh nomor satu di seluruh ibu kota. Kerumunan pembeli meluap hingga ke luar pintu setiap harinya. Warga biasa, para saudagar kaya, hingga para pengawal dari kediaman pejabat tinggi rela mengantre sejak fajar menyingsing hanya demi mendapatkan racikan unggulan musim dingin ciptaan Xiu Ying: Teh Penghangat Tubuh dan Sup Herbal Imunitas.

Namun, di balik kejayaan toko tersebut, tidak ada satu pun warga ibu kota yang mengetahui identitas pemilik sebenarnya. Di mata publik, kedai sukses itu adalah milik Paman Lin, sang pemilik lama yang kini bertindak sebagai Kepala Toko. Xiu Ying secara cerdik sengaja tetap berada di balik layar. Baginya, menyembunyikan identitas sebagai Istri Pangeran Ke-7 adalah taktik terbaik untuk menghindari campur tangan politik dari Istana Utama maupun kedengkian dari Kediaman Keluarga Xiu.

Sore itu, gumpalan salju turun semakin lebat. Di dalam paviliun utama Istana Zhen, suasana justru terasa teramat hangat dan nyaman. Tungku-tungku pemanas arang kualitas terbaik membara pelan, memancarkan bau wangi kayu cedar yang menenangkan.

Istana Zhen yang beberapa bulan lalu tampak terbengkalai, dingin, dan kusam, kini telah berubah total di bawah kendali finansial Xiu Ying. Atap-atapnya telah diperbaiki dengan kayu terbaik, tirai-tirai sutra tebal berwarna merah marun menghiasi jendela, dan lantai kayunya dilapisi karpet bulu empuk yang hangat.

Xiu Ying duduk santai di atas pembaringan empuk, mengenakan gaun sutra tebal berwarna ungu tua. Di hadapannya, Pangeran Zhen Yu sedang berlutut di atas karpet bulu, dikelilingi oleh tumpukan barang-barang mewah.

"Kakak Cantik! Lihat! Kuda kayunya bisa jalan sendiri!" seru Zhen Yu riang, memamerkan mainan ukir kayu berengsel mekanis buatan pengrajin terbaik ibu kota.

Wajah tampan Pangeran Zhen Yu memerah segar terkena hangatnya tungku arang. Pria gagah itu kini dibalut jubah sutra berlapis bulu rubah putih yang sangat tebal dan lembut—sebuah jubah langka bernilai ratusan tael emas yang khusus dibeli oleh Xiu Ying untuk suaminya.

Xiu Ying tersenyum renyah, meletakkan cangkir tehnya dan membungkuk sedikit untuk merapikan kerah bulu rubah di leher Zhen Yu.

"Pangeran suka?" tanya Xiu Ying lembut, mengusap pipi suaminya yang halus.

"Suka! Yu-er sangat suka!" jawab Zhen Yu bersemangat. Tangannya yang besar langsung meraih sebatang tanghulu—buah plum berlapis gula karamel yang mengkilap—lalu menyodorkannya ke depan bibir Xiu Ying. "Kakak Cantik makan dulu! Ini manis sekali!"

Xiu Ying terkekeh pelan, menggigit sedikit karamel manis itu sebelum Zhen Yu melahap sisanya dengan lahap hingga sudut bibirnya bernoda gula.

"Pelan-pelan makannya, Pangeran. Nanti perutmu sakit," tegur Xiu Ying santai, mengambil sapu tangan sutra untuk menyapu noda gula di bibir Zhen Yu.

Zhen Yu sengaja memiringkan kepalanya, membiarkan istrinya memanjakannya sambil memamerkan cengiran polos. Namun di dalam hatinya, rasa hangat yang jauh lebih membakar daripada tungku pemanas merayapi dadanya. Keuntungan berlimpah dari kedai obat itu tidak dipakai Xiu Ying untuk membeli perhiasan mewah bagi dirinya sendiri, melainkan diborong habis untuk memanjakan Zhen Yu dengan pakaian terhangat, makanan terlezat, dan mainan paling unik di kerajaan.

"Kakak Cantik paling baik!" celoteh Zhen Yu sambil menghambur memeluk pinggang Xiu Ying, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri yang harum aroma bunga melati. "Yu-er tidak mau Kakak Cantik pergi ke mana-mana. Yu-er mau sama Kakak Cantik terus!"

Xiu Ying mengelus rambut hitam panjang suaminya dengan tatapan penuh kehangatan. "Aku tidak akan ke mana-mana. Selama kau menurut dan tidak nakal, aku akan membelikanmu semua manisan di ibu kota."

"Susu!" panggil Xiu Ying kemudian, tanpa melepaskan dekapan manja suaminya.

Susu melangkah masuk dengan senyum mengembang, membawa sebuah nampan kayu berisi puluhan toples keramik kecil berlapis segel lilin merah.

"Nyonya," lapor Susu gembira. "Paman Lin baru saja mengirimkan laporan dari kedai. Penjualan Teh Penghangat Tubuh hari ini menembus seribu cangkir! Dan ini adalah racikan terbaru yang Nyonya perintahkan minggu lalu."

Xiu Ying mengambil salah satu toples keramik kecil itu dan membuang segel lilinnya. Begitu tutupnya dibuka, aroma harum herbal yang lembut dan menyegarkan langsung memenuhi ruangan. Di dalamnya terdapat krim berwarna putih lembut seperti salju.

Selama beberapa minggu terakhir di musim dingin, mata bisnis Xiu Ying yang jeli menangkap sebuah peluang baru. Ia memperhatikan bahwa cuaca dingin yang ekstrem membuat kulit para wanita di ibu kota terutama para nona muda dan istri pejabat bangsawan menjadi sangat kering, kasar, dan pecah-pecah. Salep obat tradisional yang ada di pasar biasanya berbau menyengat dan lengket.

Memanfaatkan pengetahuan ilmu farmasi dan formulasi bisnis modernnya, Xiu Ying menciptakan sebuah inovasi revolusioner: Krim Herbal & Balur Salju.

Krim ini dibuat dari kombinasi minyak zaitun murni, ekstrak bunga krisan putih, lidah buaya, dan herbal pelembap langka. Teksturnya sangat ringan, cepat meresap, tidak lengket, dan mampu mengembalikan kelembapan kulit seketika sembari memberikan aroma harum yang menenangkan.

Xiu Ying mengambil sedikit krim putih itu dengan ujung jarinya, lalu mengoleskannya ke punggung tangan Zhen Yu yang agak kasar akibat bermain salju tadi pagi.

"Dingin! Lembut sekali!" celetuk Zhen Yu kaget saat Xiu Ying meratakan krim tersebut di kulitnya.

Dalam hitungan detik, krim itu meresap sempurna, meninggalkan kulit tangan Zhen Yu yang terasa sangat halus dan wangi.

"Bagaimana?" tanya Xiu Ying tersenyum puas.

"Wangi bunga! Kulit Yu-er jadi tidak perih lagi!" puji Zhen Yu gembira, mencium punggung tangannya sendiri dengan raut wajah sangat menggemaskan.

"Luar biasa, Nyonya!" puji Susu dengan mata berbinar takjub. "Kulit Yang Mulia Pangeran langsung terlihat halus! Jika racikan krim ini dijual kepada para wanita bangsawan di ibu kota, mereka pasti akan memburunya dengan harga berapa pun!"

Xiu Ying menyunggingkan senyum miring—senyuman khas seorang pengusaha sukses yang telah melihat tumpukan emas di depan matanya.

"Tentu saja," ujar Xiu Ying penuh percaya diri. "Wanita bangsawan rela mengeluarkan ratusan tael perak demi kecantikan wajah dan kulit mereka. Kita tidak hanya akan menjual krim ini sebagai obat, melainkan sebagai produk perawatan mewah."

Xiu Ying memberikan instruksi runtut kepada Susu. "Katakan pada Paman Lin untuk mengemas Krim Balur Salju ini dalam wadah porselen giok yang cantik. Jual dengan sistem paket khusus: satu wadah krim dipadukan dengan satu kotak Teh Herbal Penghangat Wajah. Pasang harga lima puluh tael perak per paket, dan batasi penjualannya hanya lima puluh paket per hari."

Susu terbelalak. "L-Lima puluh tael perak?! Nyonya... bukankah itu harga yang sangat mahal?"

Xiu Ying bersandar anggun, mengibaskan lengan gaun mewahnya. "Semakin mahal dan terbatas suatu barang, semakin penasaran para wanita kaya itu untuk memilikinya. Ini disebut strategi pemasaran eksklusif. Percayalah padaku, dalam tiga hari, seluruh nona bangsawan di ibu kota akan memperebutkannya."

"Baik, Nyonya! Hamba akan segera menyampaikan pesan ini kepada Paman Lin!" jawab Susu penuh kekaguman sebelum berpamitan mundur.

Di dalam kamar yang hangat, Zhen Yu menggenggam jemari Xiu Ying yang mengoleskan sisa krim di tangannya. Dari balik binar matanya yang dibuat polos, Pangeran Zhen Yu menatap istrinya dengan rasa kagum yang makin membumbung tinggi.

Penguasaan pasar, strategi penjualan, hingga inovasi produk obat dan kecantikan yang diciptakan Xiu Ying benar-benar belum pernah ada di seluruh kerajaan ini. Wanita di hadapannya bukan sekadar pandai bertarung atau bersilat kata, melainkan seorang jenius ekonomi yang sanggup mengguncang rantai perdagangan kerajaan hanya dari balik dinding kamar istana.

"Kakak Cantik..." bisik Zhen Yu manis, menarik lembut lengan gaun Xiu Ying hingga wajah mereka berjarak sangat dekat.

"Ada apa, Pangeran?" tanya Xiu Ying lembut.

"Kulit Kakak Cantik juga wangi sekali..." kata Zhen Yu polos, lalu tiba-tiba mengecup pipi Xiu Ying dengan cepat. CUP!

Xiu Ying tersentak pelan, pipinya mendadak merona merah akibat kecupan mendadak itu. Namun, melihat Zhen Yu yang langsung tertawa riang dan kembali memainkan gajah kayunya tanpa dosa, kekakuan di hati Xiu Ying luluh sepenuhnya.

Ia mengusap pipinya yang hangat sambil tersenyum tipis. Di tengah dinginnya salju musim dingin dan ancaman intrik politik dari luar, Istana Zhen kini telah menjadi perlindungan yang penuh dengan kehangatan, kemewahan, dan cinta yang tumbuh kian erat di antara mereka berdua.

Bersambung...

1
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
Nurhasanah
lanjut thor makin seru ceritanya ... jangan hiatus ya thor semangatt 👍👍🥰🥰🥰🥰
Pelangi Jingga
perbanyak up tor 💪😂🤭🤣
Heresnanaa_: stay tune yaa 😚🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
sehari tidak up bbrp bab kak?
Heresnanaa_: tergantung mood author si 🙏😂
total 1 replies
Pa Muhsid
mending ini didalam kereta, ada satu yang belah duren dibawah pohon diatas rumput pernah baca di novel tetangga 🙈🙈🙈
Heresnanaa_: huaaaa🥹😂
total 1 replies
Arix Zhufa
semakin menarik
Arix Zhufa
Belah duren di dlm kereta....baru kali ini ada cerita yg berbeda dari novel lain 😄😄
Heresnanaa_: stay tune terus beb😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
pangeran ke 7 kok bisa kaya modal nya dari mana thor?
Xeon Nana
jujur aja pangeran ke 7 itu engga idiot kayak yg di ceritakan apa lagi kata mereka atau rumor yg beredar malah pangeran menurutku sedang menyembunyikan identitas nya entah apa alasannya aku gak tau tpi jujur aku suka sama alur ceritanya semangat terus buat up ya kk 🙏🙏
Xeon Nana: oke kak aman semangat ya banya banya up
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!