Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Airin

Cinta Airin

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Poligami / Tamat
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Airin Daranize, wanita yang belum menemukan jodohnya di usianya yang ke 28 tahun.

Airin wanita mandiri yang membuka usaha butik yang cukup berhasil. Sehingga waktunya lebih banyak tersita ke butik nya.

Tiba- tiba saja Dika teman masa kecilnya muncul dan melamarnya. Tapi Airin menolak karena tidak mau menerima perjodohan.

Suatu hari Dika sakit, tanpa sengaja Airin tau kalau Dika sedang sekarat . Akankah Airin mau menerima lamaran Dika?

Apakah Dika sembuh dari penyakitnya?



.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sudah seminggu paska operasi, Dika masih tak sadarkan diri. Padahal dokter bilang operasi berjalan lancar. Dan tidak ada masalah paska operasi.

Dengan telaten Airin tetap meraat suaminya. Sambil terus berdoa memohon kesembuhan dari Tuhan atas penyakit suaminya.

Selalu berdialog dengan Dika meski dia tahu suaminya tidak akan merespon. Atau menjawab pertanyaanya.

Karena mulut, hidung dan lengannya di penuhi selang yang terhubung dengan monitor. Yang mengontrol setiap denyut tubuh suaminya.

" Ka, kamu tau gak, hari di luar sangat cerah. Matahari bersinar amat terang. Kamu bisa gak rasakan. Bangun dong, biar kamu bisa liatnya. Bukan sekedar cerita dari aku.

Biar kita jalan- jalan. Kamu kan paling suka jalan di pagi hari. Saat rumput masih basah. Dan sinar matahari masih malu- malu dengan semburat merahnya.

Aku juga sudah lama tak jalan pagi. Sejak kamu lebih suka tidur di sini.

Lihat Ka, kulitku sudah memucat karena selalu menemani kamu di sini. Bangun dong , Ka. Maafin aku ya, karena terlalu keras sama kamu. Aku sayang sama kamu ,Ka." Airin membawa lengan suaminya ke wajahnya.

Menciuminya berkali- kali. Sambil air matanya bergulir tak henti. Jemari Dika sudah basah dengan air mata Airin.

Airin kembali meletakkan lengan suaminya di tempat tidur. Tapi tak melepas gengamannya. Tiba- tiba Airin merasakan ada respon dari dari tangan suaminya.

Jemarinya bergerak perlahan. Itulah reaksi tubuh Dika paska operasi.

Airin sangat senang saat melihat jari suaminya bergerak. Lalu di ikuti mata Dika yang perlahan terbuka.

" Dika!" seru Airin dengan rasa bahagia yang membuncah. Karena suaminya telah sadar kembali setelah seminggu paska operasi.

" Ma, mama! Dika udah sadar ma!" seru Airin pada mama dan mertuanya.

Sontak ke dua orang tua itu, mendekati Dika. Dan kebetulan dokter yang mengawasi Dika pun, masuk ke ruang rawat, Dika.

" Dokter, tolong periksa anak saya. Sepertinya dia sudah sadar." ujar Tia. Ibunya Dika.

Dokter pun memeriksa keadaan Dika. Dokter mengangguk- angguk tanda tak yang perlu di khwatirkan.

" Bagaimana dokter, keadaan anak saya?" tanya Tia lagi ingin tau.

" Putra ibu baik- baik saja." sahut dokter.

" Puji Tuhan," seru Tia, mengucap syukur. Begitu juga Rista dan Airin.

" Sayang," ucap Tia penuh haru. Seraya memeluk Dika.

" Mama?" sahut Dika.

" Dika! Cepat sembuh ya nak!" ucap Rista mertuanya. Dika tersenyum, membalas sapaan mertuanya.

Airin yang memegangi tangan Dika, juga tersenyum seraya menangis. Airin tak dapat menyembunyikan rasa harunya. Di peluknya tangan suaminya yang bebas dari selang infus.

" Kamu siapa?" tanya Dika mendadak. Ia menarik tangannya dari genggaman Airin. Airin kaget!

" Ini Airin, istri kamu?" sahut Tia, keheranan.

" Istri? Istri apaan, Ma? Kapan Dika menikah?" ucap Dika kebingungan.

Sontak semua yang ada dalam ruangan, kaget.

Kok, bisa- bisanya Dika lupa sama istrinya?

" Dokter, apa yang terjadi dengan anak saya?" seru Tia khawatir.

" Nak, kok kamu bisa lupa sama istri kamu, ? Tapi mama dan mertua kamu, tetap kamu ingat?"

" Siapa mertua Dika, ma. Bukannya itu tante Rista?" sebut Dika antusias.

" Iya nak. Dan Airin istri kamu. Putrinya tante Rista."

" Ah, mama. Jangan ngaco ah!" Dika menatap aneh pada Airin. Yang kini telah banjir air mata. Semua merasa heran, kenapa bisa Dika tidak ingat sama sekali tentang Airin. Istrinya sendiri?"

Airin berlari ke luar, sambil berurai air mata. Di ikuti oleh mamanya.

" Dokter, kenapa bisa begini? Anak saya bisa lupa sama istrinya sendiri?" seru bu Tia tak mengerti.

" Sabar ya bu. Kami akan dalami ini nanti. Dengan serangkaian pemeriksaan ." ucap dokter menenangkan bu Tia. Lalu dokter permisi.

Perasaan bu Tia sangat kacau. Tetapi Dika malah nampak tenang seolah tidak terjadi apa- apa.

" Mama kenapa?" ucap Dika heran saat melihat mamanya terus melap pipinya.

" Mama gak apa- apa kok nak. Mama terharu karena kamu telah sadar. Setelah seminggu koma, paska di operasi." tutur Tia.

" Operasi? Kenapa aku di operasi, ma. Aku sakit, apa?"

" Oh, Tuhan! Ternyata anakku lupa sama dirinya sendiri dan juga istrinya. Sementara pada mamanya dan mertuanya dia ingat." batin bu Tia sedih.

" Jadi, kamu tak ingat apa- apa nak? Soal diri kamu. Apa yang kau alami di masa lalu?"

Dika mengangguk perlahan. Menatap mamanya dengan pandangan bingung.

***

" Airin, tunggu nak!" seru Rista dengan langkah tergesa, mengejar Airin. Airin berlari ke arah taman di Rumah Sakit itu.

Airin duduk di sebuah bangku. Menangis sesegukan. Bu Rista duduk di sisi putrinya. Mengelus rambut Airin. Dan memeluknya dari samping.

" Kamu harus sabar ya nak. Saat ini Tuhan menguji rumah tangga kalian. Semua ini pasti berlalu."

Apa salah Airin, ma? Kenapa suami Ai, bisa lupa dengan aku? Lalu bagaimana dengan nasib rumah tanggaku, ma?" isak Airin sedih.

" Mungkin Tuhan sedang menguji cinta kalian, nak! Tuhan tidak akan mencobai umatNya, melebihi kekuatan hambaNya. Kamu yang sabar ya, nak"

" Lalu apa yang akan Ai lakukan, ma. Kalau Dika sudah lupa sama aku. Bagaimana kami bisa tinggal serumah lagi? Diakan tidak ingat kalau aku istrinya?"

Bu Rista diam. Tak tau harus memberi jawab apa.

Airin benar. Seperti apa nantinya, kehidupan rumah tangga mereka selanjutnya. Bila Dika sudah tak kenal Airin, sebagai istrinya. Tentu akan memunculkan banyak masalah , nantinya.

***

" Begini bu, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan. Kami tidak menemukan adanya kesalahan dalam pelaksanaan operasinya. Semua berjalan sesuai prosedur. Sepertinya ini lebih ke masalah ke jiwaan putra ibu.

Mungkin ini akibat kecemasannya yang berlebihan. Sehingga alam bawah sadarnya , menolak memorinya. Bukankah selama ini putra ibu, takut menjalani operasi. Ketakutannya pernah ia utarakan padaku.

Dika tidak takut mati. Dia juga tidak takut pisau bedah dan lainnya. Hanya satu ketakutannya. Setelah operasi , dia tidak bisa bangun lagi.

Memang sulit di jelaskan secara logika.

Amnesia yang di alami putra ibu , mungkin hanya bersifat sementara. Akan bisa pulih lagi, apa bila alam bawah sadarnya mampu mengatasi ketakutannya itu sendiri.

Soal penyakitnya sendiri, tinggal pemulihannya saja. Dan harus tetap dalam pengawasan dokter." Urai sang dokter panjang lebar.

Bu Tia mendengarkan dengan antusias.

BuTia senang karena penyakit Dika, kemungkinan besar akan sembuh paska operasi.

Tapi sedih karena anaknya mengalami, amnesia.

Tetapi karena dokter bilang, amnesia yang di alami Dika hanya sementara. Berarti ada kemungkinan untuk sembuh.

Dokter juga menjelaskan, sebaiknya Dika di bawa ke tempat- tempat dia memiliki banyak kenangan. Untuk membuka memorinya.

Atau bertemu orang- orang yang dekat dengan dirinya. Sehingga bisa memulihkan ingatannya.

" Kata Mama, kamu adalah perawat saya, ya?" ucap Dika pada Airin. Saat Airin menyuapinya makan .

" Iya benar. Saya yang akan merawat mu beberapa bulan ke depan." sahut Airin datar. Agar kehadirannya tidak di tolak oleh Dika. Bu Tia bilang kalau Airin adalah perawatnya.

" Lantas kenapa hari itu, kamu menangis dan mengaku sebagai istri saya.?" delik Dika tak cukup puas mendengar jawaban Airin.

" Maaf, saat itu saya tidak bisa mengendalikan emosi saya. Karena anda mengingatkan saya dengan suami saya."

" Suamimu ke mana?"

" Pergi merantau," sahut Airin sesak. Airin sungguh tak sanggup berpura- pura terus. Tapi dia harus ikuti semua arahan dokter. Agar Airin bisa di terima Dika. Sebagai perawatnya.*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!