Katanya kisah cinta masa SMA itu paling sulit dilupakan, apakah mitos itu berlaku untuk Raina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NRH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raina menyerah.
Robi mengikuti motorku dari belakang dengan motornya. "Kamu darimana mau kemana sih malem-malem begini?" tanya Robi. "Temen aku ulang tahun Bi aku sama Rayka dan yang lainnya mau rayain" jawabku. "Yaudah aku ikutin dari belakang" katanya. Sesampainya dirumah Reksa, teman-temanku sudah kumpul dan mereka menanyakan bagaimana keadaanku lalu Robi menjelaskan semuanya. "Na come on fokuslah dikit jangan bikin diri kamu dalam bahaya kaya gini!" kata Aisya. "Sya udah dong jangan marahin Raina ini semua kan bukan maunya Raina" bela Pia. "Na mulai sekarang kamu jangan banyak mikirin Lian yang gak penting itu, kamu harusnya tau ini ulang tahun Reksa dan kamu jangan ngerusak momen dong" katanya. "Maaf sya aku gak tau kenapa anak itu ada disana dan aku bisa dijegat kek gitu" kataku. "Coba kalau kamu ga nekat pergi duluan dan sabar dikit bareng sama kita pake jalan ke tempat yang sepi lagi terus puter-puter gak jelas segala, kamu yang buat diri kamu dalam bahaya!" jelas Aisya sambil sedikit marah. "Udahlah kita jangan berdebat kaya gini yang kejadian yaudah kejadian gak bisa diulang juga, Bi thanks ya udah jagain Raina kita" kata Rayka menenangkan suasana. Nesty dan Ryas seperti biasa pendiam dan hanya jadi pengamat saat kami berselisih paham seperti sekarang, mereka hanya bisa mendengarkan dan nanti merekalah yang mencari jalan keluarnya. Sementara Aisya, dia memang paling keras dan frontal diantara kami cara dia memperhatikan dan mengkhawatirkan yang lain sedikit berbeda. Aisya akan marah jika salah satu dari kami tidak realistis dan terlebih galau dengan hal-hal yang gak jelas misalnya saja aku. (yaa aku yang galau karena Lian). Robi pun pamit pulang setelah pembicaraan kami selesai dan kamipun melanjutkan rencana midnight surprise untuk Reksa.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!!! HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!!!"
Kami berenam bernyanyi bersama sambil memasuki kamar Reksa, aku sudah kerjasama dengan Putra adiknya Reksa supaya Putra siap-siap membukakan pintu kalau regenbogen datang dan akhirnya Putra membantu kami.
"Aaaawww thankyouuu sayang-sayangnya aku" kata Reksa sambil menyeka air matanya karena terharu. Ini ulang tahun kedua Reksa yang dirayakan bersama-sama dengan kami.
Ritual tiap ulang tahun pun kami lakukan, pertama : kami akan mengutarakan isi hati kami yang paling dalam untuk orang yang berulang tahun dan mengucapkan kesan, pesan, saran dan harapan kami untuk orang tersebut. Kedua : kami akan meminta maaf satu sama lain kalau selama ini pernah menyinggung hati dan perasaan satu sama lain. Terakhir : kami akan mengakui kesalahan yang sudah kami perbuat selama sebulan terakhir. Giliranku untuk mengutarakan semuanya...
"Pertama-tama untuk Reksa, Selamat ulang tahun sa kamu udah dewasa udah makin dewasa dalam menyikapi semua hal, dan semoga akan terus begitu. Aku harap kamu gak bosen sahabatan sama kita terutama aku yang gak bisa apa-apa gak bisa diandalin. (air mataku menetes)...
Kedua untuk semuanya. Maaf karena akhir-akhir ini aku berubah gak seceria dulu, gak bisa bareng-bareng kalian dan so sibuk...
Ketiga kesalahan terbesarku saat ini adalah aku suka sama orang yang salah dan selalu buat kalian khawatir sama aku...
Aku merusak suasana, gak bisa memposisikan diri dan malah jadi moodbreaker buat kalian. Maaaf aku beneran minta maaf..." tangisanku pecah saat mengucapkan kata terakhir dan semua sahabatku memelukku bersamaan. "Na maaf ya tadi omonganku kurang enak dan aku malah gak ngertiin perasaan kamu! Na kamu harus bisa lupain Lian! Kalau semenjak kamu kenal sama dia kamu malah jadi galau gak jelas kecuali kalau kamu suka sama dia dan dia buat hidup kamu bahagia, hari kamu selalu kamu tunggu-tunggu dan kamu aman gak ada dalam bahaya apapun silahkan lanjutin perasaan kamu!" jelas Aisya. Dalam hati aku cuma bisa bilang "Sya aku rasain keduanya!"....
Kamipun sepakat untuk menginap di rumah Reksa, sementara Aisya memilih pulang kerumahnya. Sepanjang malam itu kami berenam bercerita satu sama lain dan topik favorit kami masih tentang belanja dan makan. Tepat pukul 1 dini hari, kami mengantuk dan kemudian satu persatu tidur dengan dialasi kasur lantai. Rumah Reksa saat itu kosong, hanya ada Reksa dan adiknya Putra sementara kedua orang tua Reksa sedang ada urusan keluarga di Garut. "Na, kamu belum mau tidur?" tanya Rayka. "Belum ka duluan aja" jawabku. "Yaudah aku tidur ya" jawabnya. Semua sahabatku sudah tertidur pulas, sementara aku masih asyik nyemil kacang sambil nonton TV. Handphone-ku berdering!!!! Ini nomor rumah, tapi kode areanya tidak kukenal. "Siapa ya?" Tanyaku dalam hati. Secepatnya lalu aku angkat....
"Halo? Ini Raina?" katanya. Mendengar suaranya yang hanya beberapa kata saja aku sudah kenal itu Lian... Tapi, aku pura-pura tidak mengenalinya..
Raina : Ya maaf ini siapa ya?
Lian : Ini aku Lian na...
Raina : Oh Lian.. Kenapa?
Lian : Maaf.... Maaf aku gak ngasih kabar ke kamu...
Raina : Kabar soal apa? (pura-pura tidak tahu)
Lian : Kepindahanku...
Raina : Itu hak kamu untuk milih orang mana yang pantes kamu kasih tau soal keputusan pribadi kamu ko hehe santai. (Aku lagi-lagi bohong sama diriku sendiri, jelas-jelas aku marah pas dia gak ngasih kabar ke aku tapi rasanya gengsiku mampu mengalahkan perasaan marah dan kecewaku saat itu)
Lian : Bukan gitu na...hmmmmm
Raina : Maaf Lian ini udah malem banget, aku ngantuk! Kamu juga mending tidur aja anggap gak ada apa-apa.. Dah!!!
Aku menutup sambungan teleponnya secara sepihak. Aku cuma mau Lian sadar bahkan tanpa aku menjelaskan apapun, harusnya dia tahu aku kecewa. Lian mungkin memang tidak punya perasaan lebih terhadapku, mungkin aku ini cuma dianggap teman kebetulannya atau mungkin Lian cuma deketin aku demi kesenangannya sendiri. Lian mau lihat gimana pesona badboy-nya bisa meluluhkan siapa saja, Lian mau semua orang tahu kalau anak bandel dan doyan berkelahi kaya dia bisa juga manfaatin anak culun kaya aku. "Raina, kamu goblo9 kalau kamu nganggap selama ini Lian punya perasaan sama kamu! Sadar Rain!!! Dia pindah aja kamu gak tau!!! Kamu ini cuma orang yang terlalu berharap!!!" sepertinya ada seseorang yang berkata seperti itu dibelakang telingaku suaranya sangat pelan tapi makna yang ia sampaikan jelas ya itu suara hatiku yang berbicara. Hatiku yang salah memilih kemarin-kemarin. Diantara sekian banyaknya lelaki yang baik, kenapa aku harus menjatuhkan pilihan pada lelaki yang buruk?.....
"Lian, aku harus lupain kamu!!......
Kata Penulis :
Gimana ya perasaan Lian saat Raina cuekin dia ditelepon? Gimana juga respon Lian kalau dia tau Raina dibuat nangis sama anak Warsgen yang bersahabatan dengan geng Gojo musuh dari komunitas Lian? Lian bakal diem aja dan biarin Raina sendirian? .....
kalian punya saran gak buat kisah Lian dan Raina? Hehehe minta komentarnya deh dibawah ya!!! thankyouuuu 😘
lanjuutttt
ditunggu feedbacknya 😍
ditunggu kunjungannya di :
CAHAYA YANG HILANG
TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SEMU