Indonesia
NovelToon NovelToon
Putri Mawar Yang Dirindukan

Putri Mawar Yang Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: Only'Rra

Gadis kecil Ella yang hidup di sebuah panti asuhan pinggiran kota yang berada di ujung kekaisaran Reis yang megah, hanya bermimpi untuk lepas dari segala kesakitan dan perundungan yang ia alami di panti.

Kehidupan yang dihantui ketakutan, kelaparan, membuatnya terus bermimpi akan sebuah kangatan keluarga yang sangat terasa nyata.
Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar. Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.

Akankah keluar dari kegelapan lama menuju kegelapan baru di depannya akan lebih baik? Atau justru, kegelapan di binar yang menyimpan keinginan untuk hidup di mata Ella, justru jauh lebih pekat dibanding yang ia tinggalkan?


♡♡♡♡♡

Jadwal Up:
Senin s/d Sabtu - Jam 20.00
Minggu - Double Up; 08.00 & 20.00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan Bersama

Alcaluna melihat pemandangan di sebelahnya dengan senyum kecil. Ia melirik ke arah tiga putranya yang terlihat menahan diri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Call, putra-putramu juga ingin memeluk adik mereka," ucap Alcaluna menegur pria dewasa yang kini wajahnya sudah basah akibat air mata.

Calliope, Archmage yang sombong itu menangis. Alcaluna lantas terkekeh kecil saat Asterion - putra keduanya yang juga memiliki surai panjang.

Meski sedang berkaca-kaca, putra keduanya itu masih menyempatkan waktu untuk merekam keadaan sang ayah yang menangis sesenggukkan menggunakan bola sihir.

Ella mengusap matanya pelan, dengan masih menitihkan air mata ia memandang ke arah depan dimana ketiga kakaknya berada.

Ia tersenyum, Ella yang juga merupakan keturunan murni kaisar yang istimewa mulai sedikit mengingat kenangan mereka semasa dirinya masih sangat kecil dulu.

"Angel, ayo kamu pasti bisa!"

"Sini Arcangella, ayo melangkah ke kakak."

"Tidak perlu takut. Jika kamu akan terjatuh, kakak ketigamu yang hebat ini akan segara menangkapmu!"

"A- aaa .... "

"Ka-kak," panggil Ella kepada ketiga pria kecil yang masih duduk di kursinya dengan mata yang berlinang.

Ketiga pangeran itu lantas tidak peduli lagi dan segera bergerak cepat untuk memeluk Arcangela yang sudah mengulurkan tangannya yang masih berada dipelukan sang ayah, dan ikut memeluk dirinya.

Alcaluna tersenyum lembut melihat kelima orang tersayangnya yang sedang berpelukan bersama.

Pemandangan ini merupakan sesuatu hal langka dimana sang kaisar dan para pangeran memiliki gengsi mengalahkan puncak gunung tertinggi di Astra itu akan berpelukan satu sama lain seperti ini, jika bukan karena adik perempuan mereka.

...----------------...

"Yang Mulia, seluruh hidangan yang diminta sudah siap terhidang," lapor Halver pada Alcaluna setelah semua pelayan dibawahnya sudah selesai mengantar dan menata makanan di atas meja makan panjang keluarga istana.

Alcaluna mengangguk singkat. "Terima kasih, Halver. Kalian bisa keluar," titahnya.

Halver membungkuk pelan sebelum kemudian mengarahkan para pelayan yang berada di ruang makan untuk keluar dan memberi ruang untuk keluarga inti menghabiskan waktu bersama setelah sekian lama.

"Sudah-sudah, mari kita sarapan terlebih dahulu sebelum makanannya menjadi dingin. Arcangella juga pasti sudah lapar."

"Oh iya!" Calliope yang tersadar sesuatu melepaskan pelukannya dan pelukan ketiga putranya, ia mengusak air matanya kasar. "Putri kecilku ini pasti sangat kelaparan."

Calliope dengan sigap menggendong Arcangella. Ella yang mendapat serangan tiba-tiba pun terkejut dan dengan refleks memeluk leher sang ayah yang membawanya untuk duduk di kursi meja makan disebelahnya.

Ella kembali membelalakan matanya menatap semua makanan mewah yang tentu saja tidak pernah ia lihat apalagi rasakan saat di Ador sebelumnya.

Kini makanan-makanan itu terbentang sangat luas memenuhi meja.

Tidak cukup akan itu, terkejutan Arcangella masih terus berlanjut saat ketiga kakaknya dan sang ayah yang berebut untuk memberikan makanan ke hadapannya.

Mereka memotong steak menjadi kecil-kecil agar mudah dicerna, menuangkan air minum, dan menawarkan makanan mereka.

"Kalian berhentilah."

Arcangela yang kebingungan menanggapi keempat pria yang antusias di depannya mulai menghela napas lega saat sang ibu yang puas tersenyum geli mendekat dan membantunya mengehentikan keempat pria itu.

Alcaluna mendekat dan membantu memasangkan celemek dengan motif matahari kecil dan mawar yang terlihat lucu kepada Ella, ia juga menguncir satu rambut panjang Ella yang tergerai agar gadis kecilnya itu tidak kesulitas saat makan.

Memakai celemek namun bermotif kekanakan dan menguncir rambut yang sudah di tata tergerai, tidak ada di etika makan para bangsawan.

Meski usianya sudah 7 tahun, dengan tubuh kurus kecilnya itu, di mata mereka Ella masih seperti berusia 5 tahunan.

Ya, sebesar apapun usianya, Arcangella tetaplah seperti bayi yang baru saka berhasil mengambil langkah pertamanya kemarin.

"Meski kalian ingin memberi Arcangella makan yang banyak, kalian harus tetap menahannya. Untuk memperbaiki gizi, tidak boleh terlalu terburu-buru memakan semuanya," ujar Alcaluna tenang sembari memasukkan hidangan dengan porsi yang hanya dilebihkan sedikit banyak dari normalnya ke atas piring Ella.

Keempat pria itu sontak tersadar dan merasa bersalah, mereka pun mengucap 'maaf' dengan raut wajah yang sangat sedih.

Ella sontak kembali panik saat melihat keluarganya yang murung akibat dirinya. "Ti-tidak apa-apa. Ella baha-gia, a-yah dan ka-kak memperha-tikan Ella."

Mendengar ucapan manis gadis kecil itu membuat Alcaluna tersenyum dan keempat pria itupun mengangkat pandangan mereka yang tertunduk karena merasa bersalah.

"Adik, kudengar makanan penutup hari ini adalah silky puding rasa vanilla kesukaanmu dulu! Aku akan memberikan jatahku padamu. Bolehkan ibu?" tanya Atala memastikan bahwa apa yang ia lakukan untuk memberi makanan manisnya pada Ella itu tidak apa-apa dan baik untuk gadis kecil itu.

Alcaluna tersenyum dan mengangguk singkat. "Ya, boleh."

Wanita itu berjalan kembali ke tempat duduknya. Makan pagi dengan suasana baru di istana itupun dimulai.

Ella sedikit demi sedikit menyuapkan makanan kedalam mulutnya, meski sesekali sang ayah maupun para kakak yang menyuapinya.

Gadis kecil itu menatap suasana di sekitarnya dengan pandangan bahagia yang masih berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa apa yang sedang terjadi padanya itu nyata.

Jika ini mimpi, Arcangella tidak ingin terbangun kali ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Baginda, kita sudah hampir sampai portal untuk menuju Reis yang berada di dalam hutan."

Seorang pria dengan mantel bulu bewarna putih bak salju itu pun mengintip keluar jendela. Mereka sudah melewati daerah yang bersahabat dengan salju yang merupakan rumah mereka, dan kini sudah sampai ke tanah berumput hijau.

Matanya menelisik masuk ke dalam hutan.

'Cana, aku dan rombonganku meminta ijin untuk masuk ke dalam hutanmu.'

1
Jer
Apa apaan sistemnya serakah gini
Alia Chans
keren
mary dice
😱😱😱 serem
mary dice
kembali ke tempat tidurmu Ella , Ksatria itu pasti tidak mau kamu jatuh sakit hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!