Indonesia
NovelToon NovelToon
NIRMALA

NIRMALA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:86.9k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Lanjutan novel "Aku ingin kembali"

Bagaimana kalau kamu bertemu dengan seorang pria yang menurut kamu sok alim? dan pria tersebut malah tertarik untuk merubah kebiasaan mu yang kurang baik menurutnya.

Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja.

Ikuti kisah Evan, pengusaha muda sukses yang berusaha mengubah kebiasaan tidak baik wanita yang baru ia kenal yakni Nirmala anak dari keluarga broken home.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KANTOR POLISI

Saat para pengunjung tengah asyik menikmati dunia malam itu, tiba-tiba polisi masuk dan meledakkan satu tembakan ke udara lantaran para pengunjung tidak ada yang menyadari kedatangan polisi itu.

Para pengunjung terkejut, juga dengan Lestari dan Nirmala yang keheranan karena tidak pernah sekalipun club'yang selalu mereka kunjungi itu kedatangan polisi seperti sekarang ini.

Polisi meringkus semua pengunjung, tidak ada yang boleh pergi sebelum pemeriksaan selesai. Yah ternyata di club'itu sedang ada penyelundupan n*rk*tik* yang diketahui polisi karena melakukan penyamaran.

Nirmala dan Lestari sudah hampir menangis karena beberapa polisi enggan melepaskan mereka, meski mereka terus berbicara bahwa tidak mengetahui apapun tentang barang haram itu.

Akhirnya Lestari dan Nirmala serta semua pengunjung club'dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut, mereka semua di tes urine untuk membuktikan memakai tidaknya barang haram itu, tapi dengan itu tentu mereka harus menginap di sel sampai hasil pemeriksaan selesai.

Nirmala dan Lestari pun pasrah, percuma berontak itu hanya akan malah memperkeruh suasana.

Lestari sudah menangis sesenggukan didalam sel, ia takut kalau sampai orangtuanya tahu ia pasti dihajar habis-habisan, sementara Nirmala ia duduk tenang merangkul kedua lututnya di sudut sel, ia tidak perduli lagi bahkan jika orangtuanya tahu pun benar-benar sudah tidak perduli.

Namun Nirmala merasa iba pada temannya yang terus menangis meminta untuk dibebaskan malam itu juga, sementara polisi tentu tidak mengizinkan sampai hasil pemeriksaan selesai.

"Silahkan hubungi seseorang untuk menjamin anda jika ingin bebas malam ini juga" ucap salah seorang polisi yang menghampiri keduanya karena merasa risih dengan Lestari yang terus menangis dan berteriak meminta dibebaskan.

"Nir gue mohon tolong hubungi Papa Lo buat ngejamin kita bebas dari sini, sumpah gak kebayang gue kalo sampai harus menginap disini" Lestari mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru sel tempatnya kini berada.

"Gila Lo Les, sama aja Lo suruh gue bunuh diri. Udah tenang aja, kita gak salah apa-apa jadi Lo jangan khawatir, jangankan barang haram itu, alkohol aja kita gak pernah nyentuh."

"Please Nir, gue mohon cari cara buat kita bisa keluar malam ini juga. Ya ampun Nir sumpah gue gak mau menginap disini malam ini" Lestari terus merengek pada Nirmala.

Nirmala pun memikirkan kira-kira dengan siapa ia bisa meminta pertolongan untuk menjamin mereka berdua, setelah beberapa saat berpikir, Nirmala teringat pernah mencatat nomor Ardi.

"Nah untung gue hafal nomornya" Nirmala pun berdiri ke besi-besi yang menjadi penghalang tempatnya ditahan.

"Pak.. pak tolong izinkan saya menelepon seseorang, dia bisa menjamin kami"

"Lo serius Nir, siapa yang mau Lo telepon?" Lestari juga bangkit dan ikut berdiri disamping Nirmala.

"Tunggu aja, yang penting sekarang Lo tenang dulu"

Polisi pun membawa keluar Nirmala dari sel dan membiarkan Lestari tetap berada didalam.

"Jangan khawatir, orang yang akan ku telpon itu pasti bisa membantu kita" Nirmala tersenyum pada temannya yang mulai menangis lagi saat polisi membawanya keluar untuk menelpon.

Lestari mengusap sudut matanya lalu tersenyum.

Nirmala pun dibawa oleh polisi untuk menelpon, Nirmala menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan setelah telepon nya tersambung dengan Ardi.

"Ya halo assalamualaikum, siapa ini?" tanya Ardi dari ujung telepon.

Lagi-lagi Nirmala menghela nafasnya sebelum ia berbicara.

"Ini gue Nirmala, gue mau minta tolong" ucap Nirmala sedikit ragu, ia menggigit bibirnya.

"Nirmala? oh ya ada apa menelpon malam-malam begini?"

"Ardi, gue mau minta tolong, bisa nggak Lo sekarang datang ke kantor polisi terus ngejamin gue sama temen gue supaya kita berdua bisa bebas malam ini" nafas Nirmala seperti tercekat saat mengatakan itu.

"Apa? kamu ada dikantor polisi, kok bisa?" Ardi seketika bangkit dari pembaringannya.

"Pokoknya sekarang Lo datang aja ke kantor polisi, biar nanti gue jelasin disini. Please Ardi tolongin gue" Nirmala memohon.

"Ok deh aku kesana sekarang, aku telpon Evan dulu" Ardi pun langsung mematikan sambungan teleponnya.

"Eh Ardi jangan........

Tut.....Tut....

Belum selesai Nirmala berbicara tapi Ardi sudah memutus sambungan teleponnya.

"Aduh gimana nih, gue harus bilang apa sama Evan dan Tante Alisa" Nirmala mulai gelisah, ia benar-benar takut, bagaimana kalau Evan dan Alisa tahu bahwa ia digrebek di club'dan sekarang ditahan dikantor polisi, apa tanggapan mereka tentangnya.

"Huh dasar bego Lo Nirmala, seharusnya Lo pulang dan bukannya datang ke club, lihat yang terjadi sekarang. Duh mau ditaruh dimana muka ku kalau Evan dan Tante Alisa sampe tau" Nirmala memaki dirinya sendiri atas kebodohannya sendiri.

•••••••

"Apa? Nirmala ditahan dikantor polisi" Evan sama terkejutnya seperti Ardi saat Nirmala menelpon memberitahu bahwa Nirmala ditahan di kantor polisi.

"Iya Van, dan dia minta tolong buat dibebaskan malam ini dengan jaminan"

"Memangnya kenapa dia bisa sampai ditahan di kantor polisi, Ardi?"

"Aku juga gak tau Van, pokoknya kita ke kantor polisi sekarang ya Van"

"Iya Ardi, sekarang kamu jemput aku dulu"

Evan pun bersiap-siap untuk kekantor polisi, ia menunggu Ardi menjemputnya.

Tak lama Ardi pun datang, dan Evan segera keluar saat mendengar suara mobilnya.

"Mau kemana nak malam-malam begini?" Evan yang hendak keluar berpapasan dengan Mama nya yang akan ke dapur untuk mengambil air minum.

"Eh Ma, Evan mau kekantor polisi Ma. Tadi Ardi telepon katanya Nirmala ditahan di kantor polisi"

"Apa, kok bisa? Mama ikut ya kekantor polisi"

"Gak usah Ma, biar Evan sama Ardi saja ya Ma. Evan pergi dulu Ma, Ardi sudah datang."

*Ya udah nak hati-hati dijalan ya, oh ya dan itu tolong bawa pulang Nirmala ya nak" Alisa merasa khawatir dengan Nirmala.

Evan tersenyum lalu mengangguk. "Insyaallah Ma" Evan pun mencium punggung tangan Alisa, Mama nya.

Dikantor polisi. Kini Evan dan Ardi duduk berhadapan dengan polisi, dan polisi menjelaskan kronologi penggrebekan itu. Hati Evan entah kenapa merasa kecewa mendengarnya, belum sempat ia meminta penjelasan pada Nirmala yang kemarin dengan tidak sengaja menyebutkan club'itu, dan sekarang Nirmala malah terjerumus didalamnya.

Pesta narkob* di club', ah mungkin kebetulan saja saat itu Nirmala dan temannya sedang berkunjung ke sana, tidak mungkin Nirmala juga ikut-ikutan mengkonsumsi barang haram itu. Evan mencoba menepis semua hal-hal buruk yang terlintas dipikirannya.

"Baiklah Pak Evan, silahkan tanda tangan disini" polisi menyodorkan selembar kertas jaminan untuk Nirmala dan juga Lestari.

Setelah Evan selesai menandatanganinya, polisi memangil Nirmala dan juga Lestari.

Nirmala menundukkan kepalanya, kini ia yang tidak berani menatap Evan.

"Astaghfirullah, dia memakai pakaian seperti itu lagi" Evan beristighfar dalam hatinya, ia mengelus dadanya melihat Nirmala lagi-lagi mengenakan pakaian yang minim.

"Baiklah Pak, kalau begitu kami pamit pulang dulu, dan besok saya pasti datang untuk melihat langsung hasil pemeriksaannya" ucap Evan lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan polisi.

Deg. Nirmala langsung mengangkat pandangannya menatap pria yang datang menjaminnya, dan Evan seperti biasa mengalihkan pandangannya ke arah lain saat Nirmala menatapnya. Tapi kali ini bukan hanya karena Nirmala mengenakan pakaian minim, tapi juga karena ia merasa kecewa dengan Nirmala.

"Baik Pak Evan, kami tunggu kedatangannya besok, mari Pak" ucap polisi menyambut jabat tangan Evan.

Ardi, Evan, Nirmala dan Lestari pun meninggalkan kantor polisi dengan mobil Evan.

Di perempatan jalan tiba-tiba Evan meminta Ardi menghentikan mobilnya.

"Ada apa Van?"

"Lihat disana ada taksi, kamu antarkan gadis itu pulang dengan taksi itu"

"Maksudnya temannya Nirmala?"

Evan mengangguk. "Hem"

"Terus kamu dan Nirmala?"

"Saya akan langsung pulang"

Ardi merasa mood Evan sedang tidak baik, iapun menurut saja dan membawa Lestari ke taksi yang ditunjukkan oleh Evan. Setelah Ardi dan Lestari keluar dari mobilnya, Evan langsung saja melajukan mobilnya menuju dimana wanita paruh baya sedang menunggunya.

1
Pisces97
ini ga ada kelanjutan ya Thor masalah menabrak Nirmala sendiri ga ad penyelesaian ya Thor kesannya gantung?
Pisces97
trauma bukan hal sepele sebab sekali trauma itu akan dibawa terus dalam sebuah hubungan didalam pasti ada curiga dan curiga..
bila pun kecewa trauma akan muncul jadi saran buat laki² jangan sekali kali menyakiti wanitanya sebab wanita pakai dengan hati kalau laki pasti dipakai dulu logikanya dan cara pandangnya
Pisces97
kadang yang sopan saja jadi korban penjahat ke laminn
Pisces97
mampir ya Thor cerita kedua
setelah mas Danu
ceritaku bikin candu Thor banyak pesan² terselip diakhir cerita 🌺
Pisces97
mampir ya Thor cerita novel kedua
jadi candu sama jalan ceritamu Thor suka banyak yang bisa dipetik kejadian kehidupan keluarga dan rumah tangga.
Purnawati Ipung
Luar biasa
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hadirrrrr
Nurlinda: 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
Novi Sri
mn nih thor lanjutan nya jgn di gantung dong thor cerita nya kyk cinta ABG aja di gantung²😂😂semangat terus ya thor bt lanjut ceritanya n sehat selalu ya😍😍
Novi Sri: waalaikumsalam,ok tmksh bt info nya ya pasti nanti mampir
total 2 replies
Fitriani Jalal
lanjut tor
Jianti Purba
next
Ait Kholifah
Eeeaaa ea yang pengantin baru udah semangat pingin nambah capeknya
Nurlinda: 😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Ahmad Alfarizi
lanjut Thor
Nurlinda: habis lebaran ya kak😜🙏
total 1 replies
Ait Kholifah
Lanjut Thor.
Ait Kholifah
Sesedih itukah Nirmala melihat orang tuanya.
Agung Agung
lanjut dong
Katmi
kok lama banget apdetnya
Nurlinda: lagi proses mengetik 😁
total 1 replies
LeoRani
seng sabar ya .. bentar laginkan halal
LeoRani
aseekk senangnya hatiku turun panas demam ku
Pemenang YAWW 9 😴🤕
mampir
Nurlinda: Hai kak terima kasih sudah mampir 🙏😁
total 1 replies
LeoRani
lanjuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!