Indonesia
NovelToon NovelToon
My Vampir Husband

My Vampir Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fanfic / Misteri / Action / Fantasi / Vampire / Romansa Fantasi
Popularitas:30.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Martiningsih 0813

Seorang pria tampan berwujud Vampir yang di kutuk oleh sang penguasa Vampir dan harus mencari darah suci untuk bisa lepas dari kutukan itu. Namun siapa sangka darah suci itu berada di dalam tubuh seorang gadis cantik. Apa yang akan terjadi? Ikuti My Husband Is A Vampir....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Martiningsih 0813, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 ANCAMAN SAM

...My Husband Is A Vampir...

...

...

Di kediaman Albert Einstein, Bella masih melakukan aktivitasnya yaitu membuatkan makanan walaupun ia tau Vampir tidak makan makanan manusia tapi Bella berinisiatif membuatkan makanan manusia untuk orang-orang rumah itu. Tak lama Vera dan Fina datang dengan di susul Aldo disana, mereka duduk di meja makan dan memakan masakan Bella, sebelum memasak Bella iseng membuka ponsel dan mencari hal apapun tentang Vampir termasuk makanan yang tidak di suka Vampir. Bella tidak memaksak makanan yang membutuhkan bawang putih karna itu mereka bisa menikmati makanan itu dengan lahap. Tak lama Crist turun dan ikut bergabung di meja makan, sejak kejadian kemarin Crist masih mendiami Bella. Bella menghidangkan makanan ke piring Crist dan ikut makan bersama mereka.

Aldo tak henti-hentinya curi pandang menatap Bella, Aldo benar-benar tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Bella. Aroma darah Bella sangat nikmat di banding makanan yang ada di depannya, " Crist apa kamu mau pergi ke kantor hari ini?" tanya Fina tiba-tiba

" Tidak,"

" Baguslah jika kamu ada disini kita lebih merasa tenang karna ada yang bisa kami andalkan jika Vampir dan Serigala itu datang lagi kesini," Tutur Fina. Bella sesekali mencuri pandang menatap wajah suaminya, Crist sadar tentang hal itu namun ia enggan menatap Bella dan menggubrisnya.

[ Dia masih marah, astaga gimana cara membujuknya. Ini lebih sulit di banding singa yang sedang marah]

" Bella..."

" Iya?"

" Aku haus apa aku boleh minta bantuan tolong ambilkan aku air minum," pinta Vera yang di angguki Bella, Bella pergi ke dapur dan mengambil air minum. Sebelum itu Vera mengambil kesempatan itu untuk mengobrol dengan Crist dan lainnya. " Crist semakin lama mereka semakin mengincar Bella, kita harus cepat-cepat bertindak. Kenapa kamu tidak langsung menghisapnya?'' tanya Vera pelan dan hal itu mendapat tatapan tajam dari sang empu.

" Apa kamu lupa? Kutukanku akan hilang jika aku menghisapnya di saat bulan purnama merah," jawab Crist.

" Crist apa kamu tidak bisa memberikan darah nya sedikit saja untuk kami? Disini bukan hanya kamu saja yang ingin abadi tapi kami juga ingin abadi seperti mu. Apa kamu benar-benar tidak bisa memberikannya sedikit saja untuk ku hm?" Ucapan Crist berhasil membuat semua orang terkejut, tangan Crist mengepal sempurna menandakan Crist sedang menahan amarahnya.

" Apa maksudmu? Apa kau ingin mati huh?!" Tandas Crist menatap Aldo penuh amarah

Fina memegang tangan Aldo dan memberinya kode untuk tidak melanjutkan ucapannya lagi.

" Crist kamu harus mencoba menahan emosimu, hal itu juga bisa membuatmu terluka," ujar Fina memperingati. Crist mengatur deru nafasnya dengan tatapan masih menatap Aldo tajam.

Tak lama Bella datang dengan air minum di tangannya. Crist bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan meja makan hal itu membuat Bella sedikit bingung dan menyusul Crist ke dalam kamar. Di dalam kamar Bella melihat Crist yang sedang berdiri di jendela besar mengarah ke arah pemandangan di luar sana, Bella mendekati Crist dan mencoba meminta maaf. " Crist aku minta maaf, jika aku salah kamu boleh menghukumku. Tapi, aku mohon jangan seperti ini kamu benar-benar membuatku bingung Crist " Crist berbalik dan menatap Bella.

" Jadi kamu mau menerima hukumanku?" Bella mengangguk polos.

Crist mendekati Bella dan menarik tubuh Bella sedikit kasar hingga tubuh mereka menempel tanpa ada jarak sedikitpun, jantung Bella berdetak sangat cepat membuatnya terlihat sangat gugup padahal Crist hanya menatapnya saja.

" Bibirmu hanya boleh menyebut namaku Bella, jangan berani menyebut nama pria lain di bibirmu termasuk Samuel. Jika itu terjadi aku akan menghukummu lebih dari ini," Crist mulai mendekati wajah Bella dan bibir kenyal itu menyentuh bibir ranum Bella.

Bella memejamkan matanya mengikuti gerakan lidah dan bibir Crist, tubuh mereka bergerak tak tau arah hingga berhenti dinding, Bibir Crist mulai turun ke leher jenjang Bella dan meninggalkan begitu banyak kissmark disana. Tangan Crist perlahan mulai menurunkan baju yang di kenakan Bella dan menciumi setiap inci tubuh Bella, Bella hanya diam dan menikmati sentuhan tangan Crist yang benar-benar membuatnya sangat gila karna jujur saja Bella sangat menyukai sentuhan Crist.

Beberapa menit kemudian Crist kembali memakaikan pakaian Bella hal itu membuat Bella memincingkan matanya tidak mengerti. Ternyata Crist hanya ingin memperingati Bella, jika Bella melakukan kesalahan maka hukuman yang akan ia dapat adalah hukuman intim. " Jangan membuatku marah lagi sayang, aku tidak suka saat kamu menyebut nama mantan kekasihmu itu di saat kita sedang berdua." Bella mengangguk mendengar ucapan Crist, Crist tersenyum dan mengecup bibir Bella sekilas. Crist pergi meninggalkan Bella yang masih tak percaya dengan sikap Crist, sedangkan Crist pergi keluar meninggalkan kediaman Albert Einstein.

Crist mengejar seseorang yang sedari tadi terus memantaunya dari kejauhan, Crist menarik baju orang itu dan melemparnya ke pohon besar. Crist mencengkram kerah baju orang itu dan terkejut saat wajah orang itu yang tak lain adalah Sam. " Samuel kamu?"

Sam menepis tangan Crist kasar dan menendang tubuh Crist hingga terpental ke belakang. Crist dapat merasakan kekuatan yang di miliki Sam apalagi aroma tubuh Sam yang sangat berbeda saat pertama kali ia bertemu dengannya. " Sam kau?"

Crist bangkit dan menatap Sam tak percaya, Crist benar-benar tidak percaya saat menyadari kalau Sam adalah manusia Serigala. Sam mendekati Crist dan menatapnya tajam. " Jangan berani menyakitinya atau kau akan mati!" Ucap Sam penuh penekanan.

Kedua mata Crist berubah menjadi berwarna merah begitupun Sam berubah menjadi berwarna oranye. " Kau Serigala?" Ucap Crist tak percaya. " Kenapa apa kau takut?" Crist menyeringai

" Takut kepadamu? Hah.. Kau bukanlah lawan ku Sam,"

" Aku suka kepercayaan dirian kamu Crist,"

" Berani sekali kau menginjakkan kakimu ke wilayah ku. Apa kau tidak takut mati?"

" Kematianku bukan di tanganmu, kau bukan seorang malaikat yang bisa mencabut nyawaku. Kau hanya seorang mayat hidup penghisap darah Cristiano Albert Einstein," Crist mengepalkan tangannya erat dengan tatapan tajam kearah Sam.

" Apa mereka mengigitmu? Ahaha kau menjadi budak mereka untuk membalaskan dendam kematian Veora kepada Albert Einstein? Kau di tipu mereka tidak ada yang membunuh Veora disini. Semuanya kesalahpahaman Sam, ada orang yang ingin menghancurkan bangsa kita dan membuat hubungan kita terpecah belah,"

" Bohong! Jangan dengarkan ucapan pria pucat seperti dia Sam," Ucap Felix dari arah belakang Sam.

" Ayahnya yang sudah membunuh Veora, mereka hanya ingin menang sendiri. Mereka semua licik dan mereka membawa Bella untuk mereka jadikan sebagai kekuatan mereka agar mereka tetap abadi," tangan Sam mengepal sempurna dengan tatapan tajam kearah Crist.

" Jangan Berani Menyakitinya Atau Kau Akan Mati," Ucap Sam penuh penekanan

" Dia istriku aku tidak mungkin menyakitinya,"

" Sungguh dramatis Crist, kau benar-benar pintar dalam berakting. Kau memiliki banyak wanita dan Bella? Kau jadikan Bella obat dan boneka mu," tandas Felix.

" BRENGSEK!!!!" Sam berlari ke arah Crist dan menghajar Crist bruntal. Crist yang handal dalam hal seperti itu langsung menghindarinya. Sam benar-benar tidak terima jika Bella benar-benar Crist jadikan obat untuk penawar kutukannya, merasakan kehadiran Serigala Vera, Fina dan Aldo langsung bergegas pergi ke tempat itu dan terkejut saat Crist di keroyok.

Fina, Vera dan Aldo langsung membantu Crist dan menghajar Sam dan Felix. Perkelahian mereka terbilang sengit namun tetap saja mereka sangat di kalahkan satu sama lainnya. " Crist aku tidak akan pernah memaafkannmu jika kau berani menyakiti Bella, kau benar-benar akan menyesal jika kau berani mengorbankan Bella untuk dirimu sendiri." Teriak Sam dengan deru nafas yang memburu

" Hey pria berbulu, jangan berani berteriak kepadanya. Apa kau tidak tau malu menginjakkan kakimu di wilayah kami huh?" Tandas Aldo

" Ingat Crist aku akan datang lagi dan membawa Bella pergi dari mu. Ingat itu!" Sam dan Felix pergi meninggalkan kediaman Albert Einstein. Crist masih mengatur deru nafasnya, ancaman kecil Sam membuat Crist semakin panas dan langsung pergi dari hutan itu.

...Terimakasih sudah membaca My Husband Is A Vampir....

1
Dwi New
Good
Irma Purwanti
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
Waria
Yahh kok bersambung :(
Cinta Misnaming
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
Indah Sulistyo
Next kilat!!
Indah Sulistyo
Lanjut Thor☺️
Indah Sulistyo
Luar biasa
Asman Asman
no komen🤭 soalnya bagus banget🤩🤭
Dwi Martiningsih 0813: Makasih semoga tidak mengecewakan🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!