aku casyandra asubagio. gadis cantik yang terlahir di kemegahan keluarga asubagio, hanya saja nasib ku tak seberuntung yang ku fikirkan, aku di acukan dan tak di inginkan, menjadi benda yang tak terlihat selama bertahun tahun
tepat setelah menyelesaian sekolah menegah ku aku mearikan diri kenegri kncir angin belajar banyak hal perihal kehidupan, aku sudah kesepian sedari terlahir di dunia, dan penyiksaan dunia seperti ini tak akan memiliki arti apa apa bagi ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
“Baru balik Lo?" Asila bahkan berdiri di sofa saat pintu terbuka
Bahkan belum terlalu malam, aku terbiasa pulang saat subuh, dan kali ini Asila sepertinya sangat protektif bahkan selalu mengingatkan ku untuk kembali
"Iya, ni baru nyampe" Aku berucap Santai sembari membuka sepatu, meletakkannya ke rak sepatu
Asila tak menyukai rumah yang berantakan, dari pada dia mengomel sepanjang waktu akan lebih baik aku menjadi sedikit lebih tau diri, ia lelah bekerja seharian, saat kembali pun masih harus merapikan apartemen
"Ada ada aja Lo, besok Lo mau kerja loh, malah main" Asila berucap sembari melangkah mendekati ku
Seperti ibu yang menunggu anaknya pulang saja, terkadang aku merasa sedikit kesal dengan sikap Asila yang seperti ini, Tapi terkadang aku merasa bahagia, setelah bertahun tahun akhirnya ada yang ingin melirik ku, ada orang yang ingin memperhatikan ku dan memberikan kasih sayang pada ku, aku sangat senang
"Ada balap, duitnya lumayan, yaudah, katanya ngak mau kesiangan, tidur sana, katanya mau kerja Lo malah begadang gini, ngak takut telat"
"Abisnya Lo sih, udah tau besok hari pertama, setidaknya tunjukan sedikit antusias, malah main, malah keluyuran dan malah membahayakan nyawa sendiri"
"Asila, gue ngak bakalan mati, cuma pergi balap doang, selama ini gue juga balapan dan sampe sekarang masih idup kan gue?, ngak usah cemas berlebihan gitu, lagian kalo udah waktunya meskipun di rumah gue bakalan tetap mati kan"
"Nyawa orang ngak ada yang tau, mati emang takdir dari tuhan, tapi ya ngak sengaja juga nyerahin nyawa, main motor motoran gitu sama aja dengan menantang maut tau ngak Lo"
"Yaudah Asila ku yang cantik, yang imut dan paling baik, sekarang gue udah balik kan, gue masih hidup dan nyawa gue juga masih gede, sekarang Lo bisa istirahat dengan tenang"
"Yaudah, Lo juga langsung masuk kamar, jangan sampe begadang lagi, berabe cerita kalo Lo kesiangan"
"Ia iya"
"Yaudah, selamat malam moga mimpi indah"
Asila berucap dan setelahnya menutup pintu kamar, aku menghela nafas dan masuk ke kamar
"Ngak terasa gue udah lama banget di sini, dan, sialnya gue masih ingat dan masih ngarep sama si Aldino, tapi ingat Casya, Lo ngak boleh ambil suami sepupu Lo sendiri, Lo punya kehidupan yang sulit sedari kecil, pastinya Lo tau kan gimana sakitnya?, apapun yang terjadi, Lo ngak boleh balik lagi ke Aldino, secinta apapun Lo sama Aldino, Lo harus ingat kalo Aldino udah nikah" Aku berucap sembari menatap kaca
Aku dan Aldino, terakhir kali aku melihatnya adalah pada saat pernikahan, setelah itu aku menjauh, berusaha keras untuk meninggalkan kenagan dan kehidupan ku bersama Aldino
Tapi akhirnya aku sadar aku hanya sedang menipu diri sendiri, aldino cinta ku, memang itu tak bisa di rubah, tapi?, apapun yang terjadi aku tak akan merusak kebahagiaan orang lain
"Ah, udah lah Cas, ketemu waktu itu cuma kebetulan doang, jadi jangan kepikiran lagi, mendingan Lo istirahat, besok mau kerja kan?, nah, itu bener, besok mau kerja jadi ngak bisa kesiangan" Aku berucap pada udara kosong, dan setelahnya melangkah menuju ranjang
"Malam yang gelap segeralah berlalu, biarkan mentari menyambut kehidupan ku nan akan di mulai ini" Setelahnya aku menarik selimut dan membiarkan diriku beristirahat
Kalau berkenan jan lupa mampir juga ya
😁