Indonesia
NovelToon NovelToon
Skandal Dengan Pacar Bos

Skandal Dengan Pacar Bos

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:114.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

"Kau tangan kananku. Apa yang kau lakukan dengan kekasihku?"

"Maaf, Tuan, saya dan Anne saling mencintai. "

Raksa Saskara tak bisa mengelak saat skandalnya diketahui oleh atasan—Nero Morvion. Raksa sadar, segala perbuatan memang ada konsekuensi yang harus diterima, termasuk selingkuh dengan Keanne Syahira Dirgantara—calon tunangan Nero.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Baru

Pukul 07.30 pagi, kantor N&M sudah bising seperti biasa. Derap langkah dan juga perbincangan para karyawan sudah memenuhi setiap ruangan. Mulai dari sapaan basa-basi, sampai pembahasan rumit seputar pekerjaan.

Selain para karyawan, Nero pun sudah turut serta hadir di sana. Bersama Raksa, ia melangkah menuju ruangan yang sama.

"Apa saja jadwalku hari ini?" tanya Nero setelah duduk di kursi kerja.

"Jam sepuluh ada rapat dengan jajaran direksi dan setelah makan siang nanti ada pertemuan dengan klien."

"Itu saja?"

"Jika bersedia, nanti malam Anda mendapat undangan minum dari Tuan Surya. Beliau menginginkan kerja sama dengan Anda, dan mungkin akan membahasnya sambil minum," jawab Raksa.

Dia tetap profesional dalam bekerja walaupun dalam satu minggu terakhir ini kerap cemburu. Tepatnya setelah dirinya bertemu Chandra pada malam itu, entah hanya perasaannya saja atau memang benar adanya, sejak malam itu Nero jadi lebih sering menghubungi Anne.

"Tunda saja. Jika dia tersinggung dan tidak mau bekerja sama lagi, biarkan saja."

Jawaban Nero membuat Raksa mengernyitkan kening. Dalam satu minggu ini, Nero sudah satu kali terang-terangan menolak tawaran kerja sama, dan juga tiga kali menunda pertemuan yang kemungkinan juga seputar kerja sama. Mengapa? Itu sama sekali bukan sifat seorang Nero.

"Tuan, Anda yakin? Ini sudah keempat kalinya loh Anda melewatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan pihak lain." Raksa mencoba mengingatkan. Dia ingin Nero kembali seperti dulu, yang selalu memprioritaskan pekerjaan.

"Sangat yakin." Nero tersenyum. "Aku sudah merenungkan kata-katamu waktu itu, dan ... kurasa memang benar. Aku akan berbenah mulai sekarang," lanjutnya.

Raksa makin bingung. Masih belum tahu kata-kata mana yang dimaksud Nero.

"Wanita juga butuh perhatian, bukan sekedar kemewahan." Nero menjelaskan lebih gamblang, karena ekspresi Raksa masih menampilkan kebingungan.

"Oh, iya benar, Tuan," jawab Raksa dengan sangat terpaksa. Ya, dia menyesali nasihat sepintas lalu yang pernah ia ucapkan dulu, sebelum ada 'sesuatu' dengan Anne. Andai tahu bahwa akhirnya akan seperti ini, dulu dia tak akan sembarang bicara.

"Aku tidak mau terlalu sibuk lagi. Anne sangat kecewa kemarin," lanjut Nero, yang kemudian membuat Raksa menoleh seketika.

"Maksud Anda, Tuan?"

Nero menarik napas panjang. "Setiap kali aku sibuk, Anne sering kesal. Tapi, sepulangnya dari Bali kemarin sangat berbeda. Sebelumnya aku tak pernah melihat dia seperti itu. Dan kurasa ... itu karena dia sangat kecewa sebab aku tidak hadir di acaranya Keanu. Entah apa saja yang terjadi di Bali sana, mungkin ada kata-kata yang tidak mengenakkan dari orang tuanya, terkait ketidakhadiranku."

Raksa hampir saja tersedak. Pikirannya langsung teringat pada kenangan di Pantai Kuta, tempat yang menjadi saksi bisu atas janjinya terhadap Anne.

"Nanti malam aku akan mengajaknya jalan, makanya kosongkan jadwalku. Tunda semua pertemuan, sekalipun itu berkaitan dengan tawaran kerja sama," ucap Nero dengan sungguh-sungguh.

"Baik, Tuan." Raksa tidak ada alasan untuk membantah. Mau tak mau, ia harus mematuhi perintah Nero.

Setelah perbincangan berakhir, Nero Raksa mulai bergelut dengan pekerjaan masing-masing. Namun, Raksa tidak bisa fokus. Dia tidak nyaman dengan niat Nero yang akan mengurangi kesibukan, yang otomatis lebih banyak waktu untuk Anne.

"Nggak. Nggak mungkin aku kalah. Kaca yang sudah retak nggak akan bisa kembali utuh, sebagus apa pun cara memperbaikinya. Anne pula pasti begitu, nggak akan utuh lagi cintanya untuk Nero. Pasti ada celah luka yang nggak bisa tertutup sempurna. Aku pasti bisa mengisi hatinya dari sana," batin Raksa.

Keyakinan dirinya cukup tinggi. Semata-mata karena cinta yang tak terbendung lagi. Dalam pikirannya hanya satu, Anne harus dimiliki secara utuh.

"Sudah enak-enak sibuk seperti kemarin, kenapa juga malah mau berbenah. Sayang kan kerja sama yang mereka tawarkan, jadi sia-sia. Mematahkan harapan orang juga ini namanya." Raksa terus menggerutu dalam hatinya, merasa kesal karena nanti malam Anne akan jalan dengan Nero.

Sudah terbayang dalam otaknya, bagaimana nanti Nero akan menggandeng tangan Anne, memeluknya, dan mungkin juga menciumnya. Ahh, sial! Dia cemburu, tetapi tak ada tempat untuk melampiaskannya secara gamblang.

"Tapi, tunggu ... banyak tawaran kerja sama yang ditunda bahkan ditolak. Ke depannya, Nero juga mau mengurangi kesibukan. Ahh, sepertinya sekarang aku punya jalan brilliant untuk melancarkan rencana dengan Chandra," batin Raksa sambil mengulas senyum miring.

Gambaran rencana yang sedikit licik, begitu menggelitik dalam pikirannya.

"Tuan Nero!" panggil Raksa.

"Hmm." Nero menoleh dan menatap Raksa, yang kini sedang beranjak dan berjalan ke arahnya.

_______

"Kamu sudah tahu kan kenapa kuajak ketemuan lagi?"

Suara Chandra terdengar angkuh. Terlebih ketika menatap dirinya yang sedang melipat tangan di dada dan juga duduk dengan menyilangkan satu kaki. Kesannya sangat arogan.

"Untuk membahas rencana kita tempo hari?" sahut Raksa, yang kala itu sedang duduk di hadapan Chandra, di dalam private room sebuah restoran.

"Benar. Secepatnya aku ingin kamu mengacaukan hubungan Nero dengan Tuan Morgan. Salahi poin-poin yang telah disepakati, buat kesan seolah-olah N&M melanggar surat kontrak. Dengan begitu, Tuan Morgan tidak akan tinggal diam. Sambil menunggu Tuan Morgan mengambil tindakan, kita palsukan produk-produk N&M, dan pastikan itu didistribusikan seperti biasa. Nanti kita tinggal menonton dan menunggu bagaimana pihak-pihak lain akan menuntut Nero. Aku jamin dia akan mendapat sanksi yang berat karena terjerat pasal berlapis, N&M pun nantinya akan jatuh."

Usai mendengar penjelasan yang panjang itu, Raksa menarik napas panjang. Lantas, menyulut sebatang rokok dan mengisapnya kuat-kuat.

"Itu terlalu beresiko. Dan lagi, membutuhkan jangka waktu yang lama. Aku hanya takut Tuan Nero akan mencium tindakan kita selagi masih separuh jalan," ucapnya.

"Kamu takut?"

"Memangnya Anda tidak takut? Tuan Nero bukan orang yang berhati lembut. Dia bisa saja melakukan apa pun andai tahu kita punya rencana buruk di belakangnya." Raksa balik bertanya, sekaligus mengingatkan bagaimana tegasnya Nero.

"Jika kamu melakukannya dengan hati-hati, kita tidak akan ketahuan."

"Rencana itu butuh waktu yang lama. Jujur, saya tidak yakin akan aman-aman saja atau tidak."

"Jadi, apa maumu? Kamu tidak bersedia bekerja sama denganku? Kamu ingin foto kemarin kuserahkan ke Nero?" Chandra mulai emosi.

Namun, Raksa justru tersenyum.

"Anda jangan kesal dulu. Saya tidak setuju dengan rencana Anda, tentu saja karena ada rencana lain yang ingin saya tawarkan."

"Apa maksudmu?"

Raksa mengisap kembali rokok yang masih terselip di jemarinya. Kemudian berkata, "Sebenarnya, keuangan N&M sedang tidak baik. Saking tidak baiknya, Tuan sampai belum berani mengambil tawaran kerja sama baru-baru ini. N&M terlilit hutang yang tidak sedikit dan sekarang Tuan sedang sibuk mencari bantuan pada orang-orang terdekatnya. Tapi, ini masih menjadi rahasia. Profil N&M terlalu besar untuk mengakui keuangan yang tidak stabil. Ini bisa menjadi masalah baru jika informasinya sampai mencuat keluar."

Chandra menatap tak percaya. Nero dan N&M adalah sesuatu yang sangat tinggi baginya, mana mungkin terlilit hutang.

"Tapi, jika Anda mau, saya bisa memberikan datanya secara lengkap. Lalu, Anda bisa membuatnya mencuat keluar. Terbayang kan apa akibatnya jika data itu tersebar luas? Para pihak yang turut andil kerja sama akan ketar-ketir, dan bisa saja mereka memutus hubungan secara sepihak," sambung Raksa.

Chandra masih diam. Semua ini masih agak mustahil baginya.

"Dan, saya bisa memberi satu penawaran lagi untuk Anda," ujar Raksa sambil tersenyum.

"Apa?"

"Sebenarnya N&M akan meluncurkan produk baru, tapi masih tertunda karena kendala keuangan. Jika Anda bersedia menggantinya dengan harga tinggi, saya bisa memberikan datanya untuk Anda. Jika Anda bisa bergerak cepat dan segera mendaftarkan produk tersebut ke badan pengawas, maka hak ciptanya akan menjadi milik perusahaan Anda. N&M tidak akan bisa mengklaim lagi."

Chandra menatap Raksa dengan mata yang memicing. Ia berusaha mencari setitik saja kebohongan di dalam diri Raksa, karena terus terang ia merasa waspada. Informasi yang dibawa Raksa sangat kebetulan, belum lagi rencananya yang terhitung brilliant.

"Apa Anda meragukan saya?" tanya Raksa.

Chandra masih diam.

"Saya mencintai Anne, dan jujur ... saya menunggu saat-saat seperti ini. Saya ingin menjalin hubungan dengan damai bersama Anne, tanpa ada pihak lain yang ikut mengusik." Raksa menyambung kalimatnya, meyakinkan Chandra bahwa dirinya ada di pihak pria itu.

"Baik. Aku setuju dengan rencanamu."

Akhirnya, Chandra tak banyak membantah. Ia sepakat untuk melakukan rencana yang disusun oleh Raksa.

"Tidak mungkin dia masih berada di pihak Nero, buktinya saja memacari Anne di belakang. Kalau saja masih setia mengikuti Nero, mana mungkin menjalin hubungan dengan Anne," batin Chandra.

Bersambung...

1
neni onet
Nero pasti ga nidurin, dia pasti cuma drama dan akhirnya akan benar2 jatuh cinta 😄
neni onet
jangan bilang Raina diperk*s* sama Nero🫣
neni onet
baru kali ini aku mendukung perselingkuhan, bermainlah yang rapi biar reader ga senam jantung 😄
Erni Fitriana
thot keren karyamy😘😘😘😘
Erni Fitriana
paati topeng y thor raina n nerro
Erni Fitriana
aku percaya sama thor...👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
walahhhh...kenapa raaa???
Erni Fitriana
apakah brtan bisa dipercaya sa????
Erni Fitriana
raksa..salut abang yg sangat cinta n kasih terhadap adiknya...
Erni Fitriana
poor raina.....author baik banget udah mau bikin buku khususan nero-raina...love u author😘😘😘
Erni Fitriana
nero...pada saat raina sadar n sdh pintar..giliran kamu gantian junhkie baluj ngwjar cinta raina...inhat kata" raimon
Erni Fitriana
😔😔😔😔😔😔berasa sedihnya sape ke reader's saaaaa
Erni Fitriana
neroooooooo😡😡😡
Erni Fitriana
thor ceritamu😘😘😘😘😘😘😘😘
Erni Fitriana
sekecil apa ra???
Erni Fitriana
raina😫
Erni Fitriana
jodoh ditangan author raaa
Erni Fitriana
RAINA SAAAAA....RAINAAAAA
Erni Fitriana
aduh raina😖😖😖😖
Erni Fitriana
aduhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!