Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandera

“Sudah kubilang amankan dia,” gerutu Saka kesal.

Tersangka itu terus menarik Revan menjauh dari pintu masuk kantor polisi. Dia sengaja menjadikan Revan sebagai tamengnya.

“Rano, lepaskan dia,” ujar polisi yang tadi mengawalnya

“Mundur!” ancam pria bernama Rano itu sambil mengarahkan ujung pisaunya ke leher Revan.

Napas Revan tercekat, seolah paru-parunya kehilangan udara. Wajahnya mulai memucat, apalagi ketika melihat ujung pisau yang terus mengarah ke lehernya.

“T-Tolong lepaskan aku.”

“Diam!”

“Aku akan memberimu apa saja asal kamu mau melepaskanku,” bujuk Revan.

“Apa kamu bisa memberikan kebebasan untukku?”

“A-Aku bisa menyediakan pengacara untukmu. Tolong bebaskan aku.”

“Aku tidak butuh pengacara. Aku hanya ingin bebas!”

Rano terus menyeret Revan mendekati mobil yang membawanya tadi. Sementara petugas di sana belum bisa bertindak karena mengkhawatirkan keselamatan sandera.

Dengan satu tangannya Rano membuka pintu mobil sementara tangan yang lain tetap mengarahkan pisau ke leher Revan. ”Masuk!” titahnya.

Revan bergegas masuk ke dalam mobil. Rano ikut masuk dan memaksanya bergeser ke kursi pengemudi.

Dengan pisau masih menempel di lehernya, Revan akhirnya duduk di belakang kemudi. “Jalankan mobilnya, cepat!” perintah Rano.

Takut Rano melukainya, Revan langsung menjalankan kendaraan roda empat tersebut. Mobil melaju kencang meninggalkan pelataran parkir kantor polisi tersebut.

“Cepat susul dia!” seru Saka.

“Ikut denganku!” Firlan menyeret Saka menuju mobilnya.

Dirga yang masih dilanda kebingungan langsung mengekor di belakang mereka. Begitu Saka masuk ke dalam mobil, Dirga ikut masuk ke dalamnya.

“Kamu mau apa?” tanya Firlan sambil menoleh ke kursi bagian belakang.

“A-Aku ikut,” jawab Dirga tergagap.

“Cepatlah!” titah Saka.

Tak mempedulikan Dirga lagi, Firlan segera melajukan kendaraannya. Di belakangnya, dua petugas polisi yang membawa Rano ikut menyusul.

Kejar-kejaran di jalan raya pun langsung terjadi.

Revan tak bisa berkonsentrasi ketika menyetir. Mobil yang dikemudikannya sempat oleng ke kanan dan kiri. Pria itu masih takut kalau Rano akan melukainya.

“Jalan yang benar!” hardik Rano yang kesal tubuhnya terbanting ke kanan dan kiri.

Revan menarik napas beberapa kali untuk menenangkan dirinya. Pria itu mulai bisa mengendalikan laju mobilnya. Sesekali dia melihat ke kaca spion, tiga kendaraan tengah mengejarnya.

Melihat arah yang dituju Rano dan Revan, Firlan segera meraih mikrofon radio komunikasi di dasbor mobil. “Target menuju jalan layang Respati, lakukan pemblokiran di jalan masuk.”

Sambil menaruh mikrofon ke tempat semula, Firlan terus menambah kecepatan mobilnya.

Ketika melewati perempatan lampu merah, mobil yang dikendarai Revan mengambil arah lurus.

Namun tidak dengan Firlan. Pria itu membanting setir ke kanan lalu berbelok dengan cepat. Suara decit ban terdengar jelas ketika mobil itu melakukan belokan tajam.

Tubuh Dirga terbanting ke kiri akibat manuver yang dilakukan Firlan. Tanpa sadar mulutnya berteriak, “Hwuaaaaa!”

Saka pun tak kalah panik. Dia berpegangan erat pada pegangan di atas pintu mobil. Pria itu kembali teringat kecelakaan yang dialaminya.

Sekali lagi Firlan membanting setirnya. Kali ini dia berbelok ke kanan. Pria itu sedang mengambil jalan pintas menuju jalan layang Respati.

Sementara itu, tiga unit mobil polisi sudah berjaga di jalan masuk menuju jalan layang Respati.

Sekitar dua kilometer dari sana, mobil yang dikendarai Revan tengah melaju kencang. Di belakangnya, mobil petugas masih mengejar.

Firlan semakin menambah kecepatan mobilnya. Ketika tiba di perempatan, pria itu berbelok ke kanan, memasuki jalan satu jalur.

“Hwuaaaa! Juancok! Aku belum nikah!” maki Dirga dari belakang.

Teriakan panik Dirga pecah ketika melihat mobil-mobil yang berlawanan arah dengan mobil yang ditumpanginya. Pria itu sampai memejamkan mata saking takutnya.

Saka pun sampai menahan napasnya. Polisi yang duduk di sampingnya ini benar-benar gila.

Tanpa mempedulikan jalur yang diambilnya melawan arah, Firlan tetap tidak menurunkan kecepatan.

Berjarak tujuh ratus meter darinya, mobil Revan juga melaju kencang. Matanya membelalak ketika melihat kendaraan di depannya yang melaju melawan arah.

“B-Bagaimana ini?” tanya Revan bingung.

“Terus maju!” titah Rano.

Revan menelan ludahnya susah payah. Jantungnya berdebar tak karuan. Kedua tangannya memegang erat setir di depannya.

Jarak dengan mobil Firlan semakin terkikis. Apalagi jalan yang dilaluinya ini hanya cukup untuk satu mobil saja.

Hanya tersisa seratus meter lagi sebelum tabrakan menimpa dua mobil yang tengah sama-sama berada dalam kecepatan maksimum.

Revan langsung menekan pedal rem dengan kuat. Tubuh Rano yang tidak terlindungi sabuk pengaman sampai terdorong ke depan dan membentur dasbor.

“Akh!” pekik Rano sambil memegangi pelipisnya yang terkena benturan.

Sementara itu, Firlan juga menghentikan mobilnya. Dia bergegas keluar lalu berlari mendekati mobil yang dikemudikan Revan.

Firlan membuka pintu mobil lalu menarik Rano keluar. Petugas polisi itu mendorong Rano merapat ke bodi mobil seraya membaliknya lalu memborgol kedua tangannya.

Tak berapa lama kemudian mobil patroli yang tadi ikut mengejar datang. Firlan langsung menyerahkan Rano pada petugas tersebut.

Dirga langsung berlari begitu turun dari mobil. Pria itu segera menghampiri Revan yang masih duduk di belakang kemudi. Revan masih terlihat syok. Tangannya masih mencengkeram erat setir dan tatapan matanya kosong.

“Pak, Bapak nggak apa-apa?” tanya Dirga menyadarkan Revan dari lamunannya.

“I-Iya,” jawab Revan gugup. Pria itu masih belum sepenuhnya pulih dari syoknya.

“Ayo turun, Pak.”

Revan melepas dulu sabuk pengamannya lalu turun dari mobil. Dibantu Dirga, pria itu dibawa ke mobil Firlan.

Dirga membantu Revan duduk di kursi penumpang bagian belakang. Saka langsung menoleh ke belakang. “Bapak nggak apa-apa?”

“Iya. Cuma masih syok aja.”

“Ar, kamu tahu dari mana kalau tahanan tadi mau sandera Pak Revan?” tanya Dirga penasaran.

Belum sempat Saka menjawab pertanyaan, pintu mobil terbuka. Firlan kembali duduk di belakang kemudi.

Saat dia menyalakan mesin mobil, terdengar suara Dirga. “Pak, jangan ngebut lagi. Saya masih mau hidup. Apalagi saya masih jomblo.”

Tanpa menghiraukan apa yang dikatakan Dirga, Firlan segera melajukan kendaraan. Kali ini dia memacu mobil dengan kecepatan sedang.

“Ar, kamu gimana bisa tahu kalau Pak Revan bakal disandera?” tanya Dirga lagi. Pria itu masih penasaran.

“Nanti aja. Ceritanya panjang,” lagi-lagi Saka memberikan jawaban seperti itu.

“Dari tadi jawabnya panjang-panjang terus. Emangnya choki-choki?” protes Dirga tetapi tidak dihiraukan Saka.

Bukan tanpa alasan Saka memilih tetap tutup mulut. Pria itu tidak bisa sembarangan mengungkap kondisinya saat ini.

Meski Dirga adalah teman baik Aryan, baginya pria itu tetap pria asing. Saka juga takut ada orang yang berusaha memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya demi kepentingan pribadi.

Sesampainya di kantor polisi, Firlan mengajak Saka dan Revan masuk. Mereka perlu mendapatkan keterangan dari keduanya terkait kejadian tadi.

“Apa saya harus memberi pernyataan juga?” tanya Revan.

“Ya. Anda itu saksi dan kami butuh pernyataan Anda untuk bisa menambah gugatan pada Rano.”

Mendengar itu, Revan tidak punya pilihan kecuali menuruti perkataan Firlan. Seorang petugas membawanya untuk diambil keterangannya. Sementara Firlan mengajak Saka ke ruangan lain.

“Katakan dengan jujur, bagaimana kamu bisa tahu bahwa Rano akan menyandera atasanmu?” tanya Firlan tanpa basa-basi.

***

Firlan kepo bener😂

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!