Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirumah Mertua
Entah kenapa setiap kali melihat Papa Nathan jantung Fira berdebar sangat cepat dan sekarang Nendra bilang jika saudaranya memiliki wajah yang sama dengan Papa Nathan,
"Sayang kok bengong sih? "
Fira menghela nafas panjang
"Apa nanti aku juga harus bertemu dengan keluarga mu yang lain Mas? "
"Papa pasti akan mengatur waktu untuk pertemuan keluarga besar, jangan takut aku akan selalu bersamamu"
Fira semakin manyun dia membayangkan akan seperti apa orang orang besar yang akan ia hadapi nanti.
"Hey apa yang kamu pikirkan? daripada kamu mikirin hal hal yang tidak jelas kta nikmati malam ini! "
Nendra pun mencium lembut bibir istrinya dan merebahkan tubuh indah itu di ranjang yang empuk menikmati malam romantis dikamar kesayangannya.
setelah beberapa jam mereka menyelesaikan kegiatan panas yang sudah menjadi candu keduanya.
"Sayang kamar ini adalah saksi bisu perjalanan hidupku dari kecil sampai sebesar ini dan sekarang aku sudah tidak sendiri. kamar ini tak lagi sedingin dulu ada kamu yang menghangatkannya "
"Terimakasih Mas kamu sudah berkorban untuk melindungi aku "
"Apapun yang terjadi aku tetap disini bersamamu"
mereka pun akhirnya terlelap tidur, hingga keesokan harinya mereka bangun terlambat karena baru tidur saat menjelang pagi tadi.
"Mama mau bangunin mereka dulu pa?
" Jangan Ma! Mama gak tau pengantin baru saja "
"Mereka kan mau kekantor Pa"
"Biarkan mereka mengambil cuti dulu Papa mau berikan tiket ke Swiss untuk bulan madu mereka bagaimana ma? "
"Boleh juga tuh ide nya tapi Fira harus konsultasikan dulu sama dokter aman tidak kandungannya ? "
"Mama benar "
tak lama ponsel Mama Mayang berdering
"Rendra Pa"
"Hai Ma! "
"selamat pagi sayang kamu belum berangkat kuliah? "
"Hari ini Rendra ada kuliah siang Ma sebentar lagi mau ke kantor dulu."
"Mama senang banget lihat kamu yang sekarang Ren, Oh ya ada kabar bahagia dari kakak mu Nendra"
"Kabar bahagia apa Ma dia mau married? "
"Ehh,,, Kamu salah bahkan Kakakmu sudah menikah diam diam! "
"Apa?... Kok bisa dengan siapa? "
"Dengan karyawan perusahaan kita namanya Safira dia gadis yang cantik sekali "
"Kenapa harus menikah diam diam Ma? "
"Masalah itu Mama nggak bisa menjelaskan disini nanti kalau kamu pulang biar Nendra sendiri yang jelasin ke kamu "
"Sepertinya liburan semester besok Rendra akan pulang Ma "
"Baiklah Mama tunggu kamu pulang Mama kangen banget sama kamu"
Rendra pun mengakhiri panggilannya, kuliah dan bekerja sangat menyita waktu Rendra hingga ia jarang sekali pergi ke club malam dan bermain main dengan teman temannya.
"Ric kita harus segera berangkat ada meeting jam 9 pagi! "
"Oke oke kita berangkat ! gila lo kita baru selesaikan kerjaan jam dua pagi sekarang kudu ngantor "
"Udah gak usah bacot lo! "
akhirnya mereka pun berangkat meski nyawa Rico setengah sadar.
selama di Singapura Rendra benar-benar membatasi pergaulannya harinya ia habiskan dengan kuliah dan bekerja, tentu saja dengan wajah setampan dirinya dan memiliki tubuh yang gagah banyak sekali wanita yang mendekatinya namun tak seorang pun membuat Rendra tergoda.
ada seorang gadis dikantor yang selalu mendekati Rendra namanya Raline tak hanya cantik raline sangat pandai hingga Rendra terkadang butuh bantuannya untuk menyelesaikan masalah pekerjaannya.
beberapa kali Raline dan Rendra juga pergi keluar bersama diluar jam kerja itu juga karena sebagai ucapan terimakasih karena sudah banyak Membantunya, tapi tidak dengan Raline ia menganggap Rendra juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.
"Lo serius sama si Raline? "
"Apaan sih gue nggak mikir cewek dulu gue mau fokus ngembangin diri gue "
"Gosip dikantor lagi panas gara gara kemarin lo keluar sama si Raline"
"Biarin aja "
"Sebaiknya lo jangan beri harapan ke Raline kalo lo nggak niat buat macarin dia? "
"Gue nggak ngasih harapan apapun ke dia hubungan kita murni masalah kerjaan aja nggak lebih! tapi gue ngerasa sih dia ada hati sama gue "
"itu lo ngerti! kirain lo bego"
"Sialan lo! "
Sementara ditempat lain,
"Mas! kita kesiangan"
Nendra bukannya bangun dia malah menarik tubuh istrinya
"Biarkan saja sayang hari ini kita gak usah ke kantor "
"Mas nanti Bu Indy marahin aku! "
"nggak mungkin sayang "
ucap Nendra sambil tangannya bermain didada istrinya alhasil membuat Fira tak kuat menahan sentuhan yang dilakukan suaminya desahan pun keluar dari mulut Fira,
dan mendengarnya membuat Rendra semakin semangat untuk menggempur istri cantiknya itu setelah puas diranjang Nendra menggendong tubuh istrinya yang polos masuk kekamar mandi, hampir 1jam mereka pun akhirnya keluar dari sana.
"Kamu keterlaluan deh Mas badanku seperti mau copot "
Nendra yang membantu mengeringkan rambut Fira hanya terkekeh mendengar protes dari istrinya
"Habisnya kamu sangat nikmat sayang "
Cup..
"Yuk kita kebawah! " ucapnya sambil mengecup bibir istrinya pelan
Mereka pun akhirnya keluar dari kamarnya
saat turun kebawah hanya ada Mama mayang yang tengah bersantai duduk di sofa.
"Selamat pagi Ma"
"Selamat pagi katamu! ini hampir jam 12 siang "
"Iya maaf"
"Ma maafin Fira ya bangun sesiang ini"
"Kamu nggak salah sayang ini pasti ulah anak nakal itu kan? Lihatlah kamu sampai pucat dan lemas begini, ayo kamu makan dulu Mama sudah siapkan "
Mama Mayang menggandeng Fira ke meja makan ia tahu benar yang dirasakan Fira saat ini karena dia dulu juga merasakan semua itu keganasan lelaki Adhitama diranjang memang tak perlu ditanyakan lagi.
"Terimakasih Ma, masakan ini lezat sekali
apa semua ini Mama yang memasaknya? "
"Tidak, beberapa pelayan membantu Mama memasak"
"Kapan kapan bolehkan Fira belajar memasak dari Mama? "
"Tentu saja sayang, oh ya Nendra tadi adikmu telfon sepertinya tiga bulan lagi dia akan pulang "
"Baguslah, sebenarnya bulan depan aku ingin mengajak Fira kesana sekalian liburan"
"Bicara soal liburan tadi Papa akan memberimu tiket untuk kalian berbulan madu ke Swiss tapi dengan keadaan Fira saat ini sebaiknya kamu konsultasikan dulu sama dokter aman atau tidaknya "
"Boleh nanti sore saya ke dokter sekalian Fira juga belum pernah memeriksakan kehamilannya"
"Maaf Mas bukannya saya menolak tapi sebaiknya jangan perjalanan jauh dulu karena ini perjalanan pertama saya , mungkin kita pergi ke tempat yang lebih dekat saja? "
"Pinter banget kamu Fira Mama setuju keputusan kamu"
"kalau ke pulau Bali bagaimana? "
"Terserah Mas saja aku kan juga belum tahu Bali itu seperti apa " ucapnya sambil tersenyum malu malu
"Kamu belum pernah ke Bali? "
"Belum Ma, dulu waktu perpisahan sekolah mengadakan acara di Bali tapi Fira tidak ikut karena nggak ada biaya nya "
Mama Mayang mengelus elus punggung Fira
"Kasihan kamu nak, mulai sekarang kalau kamu ingin apapun bilang sama suami mu "
"Siap Ma Nendra akan jadi suami siaga! "
"Harus dong! jangan mau enaknya saja , remaja seusianya harusnya menikmati hidup dulu"
"iya iya Ma "
"Selamat siang Mayang... "
tiba tiba saja seorang wanita masuk kedalam rumah,