Indonesia
NovelToon NovelToon
Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Keluarga Suamiku Adalah Masalahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ovelia.shin

Nadira menikah dengan Arga karena percaya bahwa laki-laki itu akan menjadi tempatnya pulang. Namun setelah menikah, ia sadar bahwa yang ia nikahi bukan hanya Arga—melainkan seluruh keluarganya.
Ibu mertua yang selalu merasa berhak mengatur kehidupan mereka. Adik ipar yang iri dan gemar mengadu domba.

Akankah Nadira tetap bersabar menghadapi sikap keluarga suaminya.Sementara Arga sang suami tak bisa bersikap tegas.Karena baginya Nadira dan keluarga sangat penting bagi hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

SEMUANYA TERBONGKAR

Arga berdiri di tengah ruang keluarga.

Wajahnya masih dipenuhi kemarahan.

“Rani, cukup.”

Rani mengangkat wajahnya yang basah oleh air mata.

“Ceritakan semuanya. Sekarang.”

Bu Ratih langsung menyela.

“Arga, masalah ini tidak perlu—”

“Cukup, Bu!” tegur Arga yang reflek dengan nada tinggi.

Untuk pertama kalinya, Arga membentak ibunya.

“Aku tidak mau ada yang menutupi apa pun lagi.”

Ruangan mendadak sunyi.

Rani menarik napas panjang.

“Aku yang mengambil gelang Nadira.”

Nadira terdiam.

Arga menatap adiknya tak percaya.

“Kamu?”

Rani mengangguk sambil menangis.

“Aku tidak berniat mencurinya. Aku hanya ingin membuat Kak Nadira panik.”

“Kenapa?”

Rani menunduk.

“Karena aku marah.”

“Marah karena apa?”

“Karena setelah Kak Nadira menikah dengan kakak, semuanya berubah.” ungkap Rani.

Rani mengusap air matanya.

“Aku merasa kamu tidak lagi memperhatikanku. Ibu juga selalu membelaku. Jadi waktu itu aku mengambil gelang Kak Nadira dan menyembunyikannya.”

Nadira menatapnya.

“Lalu kenapa gelang itu bisa ada di kamarku?”

Rani terdiam.

Bu Ratih akhirnya menjawab.

“Karena Ibu yang memasukkannya.”

Arga langsung menoleh.

“Ibu?”

Bu Ratih mengangguk.

“Ibu ingin Rani belajar memberikan pelajaran kepada Nadira.”

Arga menatap ibunya dengan kecewa.

“Pelajaran?”

“Ibu pikir kalau Nadira merasa bersalah, dia akan lebih berhati-hati.”

“Jadi Ibu sengaja membuat istriku terlihat seperti pencuri?”

Bu Ratih tidak menjawab.

Arga tertawa pendek karena tidak percaya.

“Selama ini aku selalu membela kalian.”

Ia menggeleng.

“Ternyata kalian yang membuat istriku menderita.”

Nadira masih diam.

Rani kemudian berkata,

“Ada satu hal lagi.”

Arga menatapnya.

“Kalung yang kemarin…”

Rani mengambil kalung dari tasnya.

“Itu bukan milik Kak Arga.”

Arga mengerutkan kening.

“Lalu?”

“Aku sengaja mengatakan itu untuk mengalihkan perhatian.”

Nadira menatap Rani.

“Kenapa?”

“Karena aku takut ketahuan.”

Rani kemudian mengeluarkan gelang Nadira dari saku bajunya.

Gelang itu masih utuh.

Nadira langsung mengenalinya.

“Itu…”

“Maaf, Kak.”

Rani menyerahkan gelang tersebut.

“Aku benar-benar minta maaf.”

Nadira mengambilnya.

Arga menatap Rani lama sekali.

“Kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan?”

Rani mengangguk.

“Aku tahu.”

“Kalau Nadira sampai pergi dari rumah karena ulahmu?”

Rani menangis.

“Aku tahu.”

“Kalau aku sampai menceraikan dia karena aku percaya pada tuduhan keluargaku?”

Rani menunduk.

“Aku tahu, Kak.”

Arga menghela napas.

“Aku sangat marah padamu.”

Rani menangis semakin keras.

“Tapi aku tidak akan membencimu.”

Rani mengangkat wajah.

Arga melanjutkan,

“Kamu adikku. Tapi mulai sekarang, aku tidak akan membela kesalahanmu.”ucap Arga untuk terakhir kalinya membela Rani sang adik.

Kemudian Arga menatap ibunya.

“Dan Ibu juga harus minta maaf kepada Nadira.” kata Arga saat menyuruh ibunya meminta maaf pada menantu.

Bu Ratih terdiam lama.

Akhirnya ia menatap Nadira.

“Maaf.” ucap bu Ratih singkat.

Nadira tidak langsung menjawab.

Ia melihat gelang di tangannya.

“Maaf saja tidak membuat semuanya kembali seperti semula.”

Bu Ratih mengangguk.

“Aku tahu.”

Arga berjalan mendekati Nadira.

“Aku juga minta maaf.”

Nadira menatapnya.

“Untuk apa?”

“Karena aku terlalu lama percaya bahwa membela keluargaku adalah kewajibanku.”

Arga menggenggam tangan Nadira.

“Padahal kewajibanku yang pertama adalah menjaga istriku.”

Nadira terdiam.

Untuk pertama kalinya, tidak ada lagi rahasia.

Tidak ada lagi tuduhan.

Tidak ada lagi permainan di belakang pintu.

Semuanya sudah terbongkar.

Arga kemudian menatap keluarganya.

“Mulai hari ini, tidak ada lagi dari kalian yang ikut campur dalam rumah tanggaku.”ucap Arga memberi peringatan pada sang ibu dan adiknya dengan tegas.

Suaranya tenang.

Namun tegas.

“Kalau kalian punya masalah dengan Nadira, bicara langsung kepadaku.”

Nadira menatap suaminya.

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, ia merasa Arga benar-benar berdiri di sisinya.

Bukan sebagai anak.

Bukan sebagai kakak.

Tetapi sebagai suaminya.

1
tanjiro azuma
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!