Alana Deandra pergi tanpa pamit keluar kota untuk meninggalkan segala rasa sakitnya. Seseorang yang dia yakini bisa memberikan kebahagian ternyata menancapkan luka dihatinya. Setelah itu dia sadar kebahagiaan harus ia raih sendiri jangan pernah menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. Akankah Alana bisa menemukan kebahagiannya?
Max William seorang CEO yang tampan namun bersikap dingin kepada hampir semua orang dan akan bersikap ramah kepada orang terdekatnya. Berbulan-bulan ia mencari kekasihnya, seorang perempuan yang sangat dicintainya pergi tanpa kabar. Lalu saat menemukan perempuan itu hanya kabar buruk yang ia dapat. Max William merasa hancur, dia seseorang yang sulit dekat dengan seorang perempuan. Lalu, bisakah Max jatuh cinta lagi?
Ingin tahu cerita selengkapnya, mari baca kisahnya di Perjalanan Cinta Alana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misdayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
author kembali nih. hehe ada yang kangen gak?😂
ok authir gak akan banyak omong. selamat membaca......
Flash Back
Saat mommy Sintia makan siang bersama Alana, Max dan Alex setelah selesai makan ketika Alana sedang sibuk membersihkan sisa makanan. Alex membisikkan sesuatu kepada Mommynya.
“Mom biarkan Max saja yang mengantar Alana.'' Ucap Alex bebrisik.
“Wah mama juga berpikir begitu Lex. Kita sehati ternyata. Hehe.” Ucap mommy Sintia.
“Max sepertinya menyukai Alana Mom.” Ucap Alex membuat mommy Sintia bertambah senang.
“Benarkah itu sayang? Wah kalau begitu bantu mama menjodohkan mereka.” Ucap mommy Sintia tambah bahagia tapi masih berbisik.
“Tidak perlu di jodohkan Mom. Max nanti pasti juga akan bertindak, dia pasti akan mengejar- ngejar Alana jika dia memang suka dengan Alana.” Lalu mereka berdua pun tertawa cekikikan. Setelah rencana mommy berhasil Alex dan mommy Sintia masih berada di ruang kerja sedangkan Max mungkin sedang asik berduan dengan Alana pikir mereka.
“Lex, kau tidak ada niat untuk mencari kekasih?” Ucap mommy bertanya.
“Tidak ada perempuan yang mendekati aku mom.” sahut Alex acuh
“Mommy tau banyak perempuan yang juga menyukai mu, kaunya saja yang cuek. Kalau menurutmu tidak ada perempuan yang mendekat. Kamu dong seharusnya yang berjuang mendekati perempuan. Masa kamu yang menunggu di dekati.” Jawab mommy Sintia setengah kesal.
“Yah mau bagaimana mom, aku tidak tertarik.”
“Apa! Kau tidak tertarik dengan perempuan? Lex ayo kita pergi konsultasi kita pergi ke psikiater.” Ucap mommy Sintia terkejut dan juga takut.
“Mom, bukan begitu maksudku. Aku normal mom.” Ia tahu apa yang sedang di pikirkan mommynya itu. Pasti hal-hal yang negative.
“Lalu apa maksudmu? Jangan membuat mommy berpikiran yang tidak-tidak.”
“Maksudku aku tidak tertarik dengan perempuan yang mendekatiku dan belum ada yang membuat ku tertarik mom.” Ucap Alex menjelaskan.
“Memangnya tipemu yang seperti apa?” ucap mommy Sintia
“Tidak ada tipe mom, asalkan dia baik sih itu saja.” Ucap Alex.
Saat ingin mengorek lebih dalam tentang tipe perempuan yang anaknya sukai. Ponselnya berdering ternyata Max yang menanyakan di lantai berapa dan apartemen nomor berapa Alana tinggal karena barang belanjaan Alana tertinggal di mobilnya.
Flashback end
Di apartenemt Alana, dia masih berdiam diri mematung ketika Max masuk menerobos ke apartemenya.
“Kenapa kau tidak pulang?” Tanya Alana.
Max menghampiri Alana dan menggengam tangan Alana dengan lembut, “Ku mohon Alana beri aku kesempatan, aku akan membuktikan aku akan membahagiakanmu.”
Alana melepaskan tangan Max yang sedang memegangnya. “ Kau ini lucu Max kita itu baru kenal tapi kau dengan seenaknya memintaku menerimamu.”
“Kalau begitu mari kita berteman dulu.” Ucap Max lagi dia tidak ingin menyerah.”
Alana mengehal nafasnya, “ Terserah, sekarang kau pulang Max aku lelah ingin istirahat.”
“Baiklah aku akan pulang, ok. Jangan marah lagi. Jangan menghindar juga karena kau sudah mengiyakan kita berteman.” Ucap Max. “Aku pulang dulu sayang.” Sambung Max lagi sambil mencium tangan Alana setelah itu dia pergi dari sana sedangkan Alana masih tercengang setelah Max memperlakukannya seperti itu.
Cobaan apa lagi ini Tuhan pikirnya, masalahnya dengan mas Rudi saja belum selesai kenapa datang lagi makhluk yang bernama Max dalam hidupnya. Max memang tampan tapi dia tidak ingin terlalu gegabah, hubungannya dengan mas Rudi saja hancur meskipun dia sudah bertahun-tahun mengenal suaminya itu. Sedangkan Max baru-baru ini dia kenal.
Setelah itu Alana membereskan barang belanjaannya dan menatanya di dapur. Ponsel di sakunya berdering tanda sebuah pesan masuk. Dia mengernyit saat nomor asing mengiriminya pesan.
+6282******
Ini aku Max. Selamat beristirahat calon istriku.😘
Simpan nomor suami tampanmu ini ya. Jangan di blok.
Jika kamu blok maka aku pastikan kau besok sudah menjadi istriku.🤗
Pesan tersebut berisi seperti itu. Alana bergidik apa lelaki ini psikopat pikirnya. Tapi itu tidak mungkin. “Ah kenapa aku harus di pertemukan dengan lelaki seperti ini Tuhan? Menyebalkan dan suka mengancam dan dia juga percaya diri sekali mengaku dirinya tampan. Yah meskipun memang tampan sih.” Monolog Alana dalam hati.
bersambung.....
maaf ya readers author kurang sehat jadi cuma bisa pendek ceritanya. jangan lupa like dan komen ya readers😘
jngn trut dia Alana
masa Alana sellu di sakiti
trs