Indonesia
NovelToon NovelToon
My Little Queen

My Little Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Romansa Fantasi / Kerajaan
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sha90

"Adikku ini mungkin tidak adil bagimu,tp ku mohon kali ini kau mengabulkan permintaan ku". Artha Frederick tidak menyangka bahwa kejadian malam itu akan menukar garis nasibnya dan sang kakak Arabella Frederick. Akankah semuanya menjadi lebih baik bagi Artha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sha90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18 Malam Pertama

Sreet..!" pangeran Enzo menarik selimut yang di kenakan putri Artha.

Seketika putri Artha tersentak sangking terkejutnya.

"Gadis ini,ia pikir bisa mengecoh ku dengan pura - pura tidur." gumam pangeran Enzo dalam hati.

"Aduh..aku ketahuan!", pikir putri Artha sambil membuka sebelah matanya.

Pangeran Enzo mendekat ke arah putri Artha,ia membungkukkan tubuhnya ke arah sang putri. Sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.

"A..apa mau mu Enzo?" ujar putri Artha terbata-bata,saat ia bisa merasakan hembusan napas pangeran Enzo di wajahnya.

"Aku mau melakukan yang seharusnya ku lakukan." ujarnya dengan senyum tipis penuh arti.

Pangeran Enzo semakin mendekat kan wajahnya ke wajah putri Artha.

"Berhenti!!" seru putri Artha sambil tangannya menahan dada pangeran Enzo.

"Kumohon, hentikan Enzo!" ujarnya mengiba.

"Aku belum siap untuk melakukan nya!" ucap putri Artha sambil mulai meneteskan air matanya.

Pangeran Enzo menatap mata putri Artha,sesaat kemudian ia bangun dari posisi nya semula.

"Ku pikir kau gadis yang pemberani, ternyata kau gadis yang penakut!" kata pangeran Enzo sambil berdiri.

Putri Artha menangis terisak,ia sangat takut dan bingung.

"Aku,akan melepaskan mu saat ini. Tapi...mungkin tidak untuk lain kali." ujarnya lagi.

"Sekarang kau tidurlah,jangan menangis lagi. Aku tidak bisa tidur dengan suara yang berisik." pangeran Enzo merebahkan tubuhnya di sebelah putri Artha.

Putri Artha tidur menyamping,ia tidak mau berhadapan dengan pangeran Enzo,ia takut jika tiba-tiba saja nanti pangeran Enzo akan berbuat sesuatu padanya lagi.

"Ck.. bagaimana aku bisa tahan tidur di sebelah nya seperti ini,aku harus memikirkan sesuatu!" pikir pangeran Enzo sambil menatap langit-langit kamar, berusaha menahan hasrat yang bergejolak dalam dirinya.

Pangeran Enzo cukup paham dengan keadaan putri Artha yang belum genap berusia enam belas tahun,mungkin tidur dengan seorang laki-laki seperti ini saja sudah sangat menakutkan baginya. Akan tetapi pangeran Enzo juga lelaki biasa,ia sudah berusia dua puluh satu tahun,usia yang sangat matang secara fisik.

Sebenarnya pangeran Enzo tidak berniat untuk menakut-nakuti putri Artha seperti tadi. Hanya saja saat ia melihat putri Artha yang pura-pura tidur, tiba-tiba saja ia berpikir untuk mengerjai istri kecilnya itu.

Namun entah mengapa saat wajahnya sangat dekat dengan putri Artha seperti tadi,ia merasakan gejolak yang berbeda dalam dirinya.

"Ah, sudahlah. Sebaiknya aku tidur saja! " gumamnya sambil tidur membelakangi putri Artha.

Sudah Berjam - jam,namun pangeran Enzo belum juga bisa memejamkan matanya.

"Sial!!,aku tidak bisa tidur!" kesalnya.

Pangeran Enzo menggerakkan tubuhnya ke arah lain.

"Deg..!", mata pangeran Enzo terbelalak,di depannya terlihat wajah putri Artha sedang tertidur dengan pulas nya.

"Gadis ini!",gumamnya dalam hati. Pangeran Enzo mengamati wajah sang putri yang sedang tertidur.

Bulu mata yang lentik menghiasi matanya yang sedang terpejam,hidung yang tinggi sangat serasi dengan wajahnya yang cantik.

Dan bibir mungil yang berwarna ceri itu seakan menggoda pangeran Enzo untuk mencicipi nya.

"Tunggu,apa yang sedang ku pikirkan!!" seru pangeran Enzo sambil bergegas bangun.

Putri Artha menggeliat,ia merasa sedikit terganggu dengan suara pangeran Enzo,namun karena terlalu lelah ia hanya berbalik ke sisi lain.

"Syukurlah,ia tidak terbangun!" pangeran Enzo bergumam kecil,lalu ia buru-buru berdiri dan berjalan ke arah ruangan yang menyatu dengan kamar tidur untuk menenangkan diri. Ia menyesap beberapa teguk minuman sebelum akhirnya kembali tidur.

Sementara itu di kediaman perdana menteri Markus. Seseorang meracau di sebuah kamar di rumah mewah tersebut,ia membanting apa yang ada di dekatnya, berteriak dan menangis sejadi-jadinya.

"Dasar kau gadis jelek tidak tau diri!! mengapa kau harus datang ke Magna hanya untuk mengambil pangeran ku!" racaunya.

"Braak..!" sebuah kotak perhiasan baru saja meluncur ke arah cermin hias di dinding kamar dan membuat cermin itu pecah berkeping-keping.

"Andaikan kau tidak ada,aku yang sudah bersanding dengan pangeran Enzo hari ini!" ujarnya lagi.

"Dan kau Enzo, bagaimana bisa kau berbuat seperti itu kepadaku,hanya karena gadis jelek tak tahu diri itu. Tidakkah kau tahu wajahku!tubuhku! jauh lebih indah dari gadis ingusan itu, Enzo.Hiks..hiks!" katanya sambil mulai terduduk di lantai dan menangis sejadi-jadinya.

Sedangkan di balik pintu kamar, beberapa orang pelayan di rumah tuan Markus sibuk menguping apa yang terjadi di dalam kamar.

"Ada apa ini semua?" ujar perdana menteri Markus dengan suara keras,ia sudah berada di depan pintu kamar putri nya Martha.

Para pelayan itu pun tergagap.

"Eh,itu,ini tuan Markus, nona Martha mengamuk di dalam kamarnya." ujar salah satu dari mereka.

"Minggir kalian semua!" tegasnya.

Para pelayan pun memberikan jalan pada sang majikan.

"Kreek..!" perdana menteri Markus mendobrak pintu kamar Martha,ia tampak sangat marah dengan apa yang dilihatnya. Kamar Martha sudah seperti kapal pecah,baju-baju berserakan dimana-mana,cermin hias di dinding sudah pecah berantakan, barang-barang sudah terlempar entah kemana.

Sementara itu Marta terlihat masih terduduk di sudut kamar dengan mata bengkak,ia terlihat seperti mayat hidup, wajahnya kusut tak berseri sama sekali.

"Martha!!" seru tuan Markus.

Martha mendelik ke arah sang ayah.

"Apa mau ayah ke mari?apa ini yang ayah harapkan,hah? " teriaknya.

Tuan Markus hanya diam mendengar ocehan putrinya itu.

"Ayah ingin melihatku hancur seperti ini! mana janji ayah padaku?ayah berjanji menjadikanku permaisuri kerajaan Magna,tetapi kini gadis jelek dari Pulchara itu yang menikah dengan pangeran Enzo,mana janjimu ayah? MANAAA..!! "teriaknya histeris.

Perdana menteri Markus mendekati Marta, lalu tangannya meraih dagu sang putri yang sudah kehilangan akal sehatnya itu dengan kasar.

"Martha apa kau pikir ayah tidak bekerja keras untuk mewujudkan impian mu itu,hah?!" ujarnya kejam.

Lalu ia menghempaskan dagu Martha dengan keras.

"Namun kau menghancurkan seluruh kamar hanya untuk meratapi seorang lelaki seperti Enzo! Jangan bodoh Martha!" tambahnya dengan suara yang penuh amarah.

"Ayah,akan tetap menjadikanmu permaisuri kerajaan Magna dengan atau tanpa pangeran Enzo sebagai rajanya!! kau camkan itu Marta!!" kata perdana menteri Markus dengan seringai yang menakutkan.

"T..tapi ayah,aku mencintai Enzo!!" ujar nona Martha.

"Apa katamu Martha,Cinta? Hahaha..!!" tuan Markus tertawa menyeramkan.

"Ciiih..!" ia meludah.

"Tidak ada gunanya cinta bila tanpa kekuasaan dan harta, Martha!!" katanya sambil kembali menyeringai.

Martha pun terlihat terdiam,ia merasa sang ayah sangat menyeramkan saat ini.

Keesokan harinya di sebuah pagi yang dingin.

"Hoaaam..!" Putri Artha menggeliatkan tubuhnya yang terasa tegang.

"Dingin sekali" ujarnya sambil kembali menarik selimut ke atas tubuhnya.

"Eh,apa ini!" Putri Artha terkejut saat ia berbalik dan mendapati seorang pria yang tertidur di sebelahnya.

"Oh,aku lupa. Aku sudah menikah." gumamnya saat ingatannya sudah benar-benar sadar sepenuhnya.

"Tampan!!" bisik nya kecil.

"Hanya saja,ia sangat menyebalkan dan menakutkan." gumamnya saat ia mengingat kejadian semalam.

"Ah, sebaiknya aku bersiap-siap saja sebelum Enzo bangun." pikirnya sambil bergegas bangun dan menuju ruang ganti untuk bersiap-siap.

Pangeran Enzo membuka matanya saat putri Artha sudah pergi, sebenarnya ia sudah bangun sejak tadi, hingga ia bisa mendengarkan apa yang di ucapkan putri Artha.

"Dasar gadis bodoh." ucapnya sambil tersenyum kecil.

Pagi ini,pagi pertama mereka sebagai sepasang suami istri.

1
Nur Kholis
Udah lama baru ada
Dwi Wati
bagus ceritanya tapi kenapa lama lanjutan ny..jd g enak baca ny kalo setengah begini
Dwi Wati
kok berhenti thor..saya tunggu selanjutny..jangan lama2 ya thor
Dwi Wati
kok berhenti thor..saya tunggu selanjutny
Nur Kholis
kpn lanjut thooorr
Sha90
di tunggu ya
Nur Kholis
lanjut donk thorr
Nur Kholis
lanjuk donk thoorr
Sha90: di tunggu ya on proses
total 1 replies
Nur Kholis
lanjut donk
Nur Kholis
kapan d lanjut thooe
Nur Kholis
lanjut donk thor
Nur Kholis
lanjutkan donk thor
Sha90: sudah di update silahkan membaca😁
total 1 replies
Nur Kholis
lanjut donk thorr
Sha90: trims sudah membaca,sabar ya lg on proses 😊
total 1 replies
Nur Kholis
lanjut donk thoorr
Sha90: Terimakasih sudah membaca karya ku, dukunganmu sangat berarti buatku.
total 1 replies
Sha90
Hi, terima kasih readers yang sudah berkenan mampir dan membaca karya ku,jangan lupa like dan komentar nya,semua itu sangat berarti buat author.terima kasih
Dwi Wati: kk kok gak ada lanjutan nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!