Indonesia
NovelToon NovelToon
Puberty: Deketin Cewek Jutek Itu

Puberty: Deketin Cewek Jutek Itu

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nanas-imnida

Berawal dari Tara Aditya yang menyukai seorang gadis penyendiri di sekolah dasar dahulu, kesukaannya yang makin menggebu terhadap gadis itu telah membuatnya jatuh terlalu jauh ke dalam pesona si gadis. Namun, Tara tidak sanggup bila dia harus menyatakannya.

Suatu hari, Tara bercerita kepada sahabatnya yang menjabat sebagai ketua geng band.

"Ayo, taruhan! Siapa yang berhasil deketin cewek jutek itu, dialah pemenangnya."

"Gua nggak suka. Kalian bikin taruhan bodoh banget dengan pake cewek sebagai targetnya. Kalian pikir cewek itu mainan? Mereka juga manusia kayak kita para cowok. Pikirin perasaan cewek itu kalo semisal dia tau bahwa dia dijadiin target taruhan! Pikirin juga kalo cewek itu adalah ibu lu atau saudara perempuan lu."

Apakah Tara Aditya akan memenangkan kesempatan ini?

Tidak, justru sahabat baiknya yang mendapatkan kesempatan. Dialah Revano Aji Pratama dan masalah yang belum terselesaikan dengan gadis incaran Tara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanas-imnida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. BBM, Misyu, dan Flashdisk

Fanya dan Hanalya sadar dengan ritme langkah keduanya yang memelan itu segera melangkah tergesa, tetapi keduanya juga sama-sama penasaran dengan argumen apa yang tengah dua insan itu bahas. Ketika mereka berhasil melewati dua insan itu dan segera berbelok menuju pintu masuk kafe, mereka sontak berhenti.

“Ka, gimana dong? Aku nggak mau kalau sampai Mama tau hal ini,” kata cewek itu sambil mengusap air matanya.

Cowok ini, Revano, menghela napas kasar. “Gimana pun juga ini udah kejadian. Ya, udahlah mau gimana lagi, nanti Kaka bantu kamu buat jelasin ke Mama soal ini. Bukan salah kamu aja kok, Kaka juga salah. Maaf udah bikin kamu ada di posisi sulit gegara khilaf. Kaka ikut tanggung jawab, ya, Chey.”

Revano mengulurkan tangannya dan meraih tangan cewek yang sedang berdiri itu. Mengusap punggung tangannya dengan lebut. “Percaya sama Kaka, kita bakalan hadapi ini sama-sama. Kaka sayang sama Chey. Semangat!”

...----------------...

Hanalya memutuskan untuk bertanya kepada Kyla soal kejadian yang dia lihat sore tadi melalui DM di Instagram. Hanalya jadi curiga kalau sebenarnya Revano itu bukan cowok baik-baik, terlebih gadis ini sudah menyematkan laki-laki itu sebagai cowok berlagu.

Jangan-jangan memang benar adanya seperti itu?

[Kyla, kemarin aku ke kafe yang kita datangi dan lihat pacar kamu pegangan tangan sama cewek lain. Mana cakep, tapi rada bulet sih badannya. Sebenernya, yang pacaran sama cowok band TXT itu kamu atau jangan-jangan kamu cuman mau gertak aku?]

[Jawab, La!]

Terkirim!

...----------------...

Di sisi lain, ada seseorang yang mati-matian menahan senyumnya. Kamaliel melangkahkan kaki jangkung miliknya untuk menaiki satu per satu anak tangga sambil memegangi benda pipih canggih itu, benda yang tidak berhenti mengeluarkan nada notifikasi. Sambil berdecak, tetapi juga sudut bibirnya terangkat naik membingkai senyuman. Kamaliel ingin sekali tertawa terbahak-bahak namun bukan seperti itu cara bermainnya.

Bukannya mengetuk pintu, Kamaliel malah berteriak dengan nada yang keras dan menyentak. “Ya, Aya!”

Kamaliel tidak mendapatkan sahutan dari si pemilik ruangan, makanya dia dengan berani menarik kenop pintu tanpa takut akan kena omelan. Begitu memasuki ruangan adiknya satu langkah saja, Kamaliel tidak mendapatkan siapa pun berada di dalamnya. Padahal hari sudah mulai larut malam.

Ke manakah perginya Fanya, adiknya?

Kamaliel menarik ponsel yang mana bukan miliknya itu untuk memandangi kembali sebuah teks yang tertera dalam sebuah percakapan. Itu ponsel milik Fanya yang tertinggal di meja dapur. Kebetulan yang menguntungkan saat Kamaliel hendak meninggalkan dapur setelah selesai mengisi gelasnya, dan pada saat itu dering notifikasi dari ponsel Fanya berdenting sehingga menarik atensinya.

[WhatsApp]

+62 839-xxxx-0143

Blokir | Tambah

|Aya?

|Masa iya pertemanan kita berakhir kayak gini sih?

|Yakin kamu mau akhiri pertemanan kita dari orok dengan tanpa alasan?

|Aya, cermati baik-baik ya

|Aku setuju-setuju aja kok kalau harga BBM makin mahal, asalkan senyum kamu tetap murah untuk aku.

|Aya?

|Aku mau cerita, tadi ada mobil pemadam kebakaran lewat pas aku baru aja selesai manggung di kafe, suaranya aneh banget

|Suaranya, ‘misyu, misyu, misyu’

Kamaliel nggak bisa untuk nggak tertawa sih ini. Dia mati-matian nahan senyumnya cuman karena gombalan receh yang adiknya dapatkan dari seseorang yang ternyata tidak dia simpan kontaknya. Meski begitu, Kamaliel tahu si pengirim dari gombalan itu siapa.

“Hahaha. Adiknya si Fasya itu emang terniat sih,” celetuknya, “bisa dapet dari mana lagi nih bocah kontak si Aya?”

Kamaliel menggeleng. “Udah gua bilang jangan terang-terangan banget kalo dia udah dapetin lagi kontak barunya si Aya. Belom ada sehari gua peringatin, nasihatin—emang kurang asem ini anak. Semoga aja Aya nggak curiga kalo kakaknya bersekongkol sama anak tetangga buat bikin dia makin kesel.” Terkekeh.

Kamaliel itu meski awalnya rada marah kepada Revano, tetapi dia juga yang ajakin Revano untuk ngebikin atau ngebalikin sifat terdahulunya si Fanya.

Sedangkan itu, di gerbang belakang kompleks perumahan ini, di area tukang dagang mulai dari tukang bakso sampai tukang martabak pada nangkring di area gerbang belakang. Padahal bisa aja para pedagang itu bikin stan di gerbang depan atau di taman tengah area perumahan ini, tetapi katanya merasa lebih aman berada di area gerbang belakang karena alasan keindahan alamnya. Kalau malam tuh suasananya candu dan bikin rileks.

“Mang, cepetan atuh! Punya saya kok malah ditunda-tunda mulu demi pembeli yang baru datang?” Di sinilah Fanya berada. Berada di dalam salah satu stan jajanan malam favorit siapa saja, martabak.

Mamang tukang martabak segera merespon. “Eh, sabar, Neng. Mereka itu bukan langganan saya. Tenang, pesanan Neng sama Mamang dikasih ekstra tanpa tambahan biaya deh!”

Fanya mencebik. “Ya, udah, tapi harus cepetan, ya! Ini pesanan Mama, takutnya Mama ngira saya nggak jadi beli martabak dan berakhir dikunciin.”

Mamang tukang martabak itu mengacungkan jempolnya meski dia sibuk dengan pekerjaannya. “Duduk dulu atuh, Neng. Nanti Mamang panggilin kalo udah beres.”

Gadis dengan penampilan rumahan itu menatap langit malam yang sedikit sekali bintangnya. Tubuh kecilnya tertutupi jaket bertudung berwarna hijau tosca dengan sablon bergambar logo dari grup favorit dia. Ensiti.

Dia juga memakai celana yang panjangnya selutut di tengah udara dingin pada malam hari, Fanya nekat banget dengan outfit rumahan seperti itu pada malam-malam begini. Ya, walaupun tidak ada salahnya juga ketika keluar rumah yang mana jaraknya tidak terlalu jauh.

“Kirain beneran dicuekin, ternyata lagi jalani misi dari Mama, ya?” celetuk seseorang.

Awalnya Fanya tersentak, begitu ia mengenali suara itu sontak membuatnya menghela napas jengah.

“Lagi-lagi!” Suaranya tertahan di mulut alias menggumam kesal.

Siapa lagi kalau bukan Revano. Laki-laki itu segera mengambil posisi duduk di samping kanan perempuan yang tengah dia cari. Sebenarnya, Revano sengaja menghampiri Fanya kemari karena mendapatkan informasi jika perempuan ini tengah keluar rumah untuk suatu alasan bernama disuruh.

Revano terdiam untuk sesaat. Dia menghela napas, kemudian menoleh ke sampingnya. “Ay, flashdisk aku masih ada di kamu, kan?” tanyanya. “Eh, tapi itu udah jadi hak milik kamu, sih.”

Tanpa menoleh sedikit pun, dia merespon begitu ketus. “Apa sih nggak jelas!”

Revano tersenyum tipis. “Pinjem dong,” pintanya tiba-tiba.

Sontak ucapan laki-laki itu membuat Fanya menoleh sambil menaikkan alisnya. “Apa? Pinjem apa?”

Revano mengangguk. “Hm, pinjem flashdisk kamu, untuk transferin ulang keceriaan yang udah kamu buang tiga tahun lalu. Untuk transfer kekosongan waktu kamu selama itu tanpa aku di sini,” katanya, “Ay, Vano minta maaf karena udah pergi ninggalin kamu tanpa kabar yang jelas tiga tahun lalu.”

Fanya memiringkan kepalanya, begitu juga dengan ukiran senyumnya. “Minta maaf setelah berbuat dosa rupanya? Emangnya ada jaminan bakalan terhapus dosa-dosa itu, ya?”

Fanya tahu jika Revano pasti akan langsung sadar dengan apa yang dia maksudkan dalam kalimatnya barusan. Fanya menyinggung perihal percakapan antara Revano dengan seorang perempuan yang menangis-nangis tadi sore.

“Iya, aku minta maaf.”

“Kenapa minta maaf sama gue?” Meninggikan intonasi bicara. “Harusnya lo nggak usah datang ke gue kalo pada akhirnya lo udah bikin kehidupan cewek lain hancur, Van!”

Lucunya, Revano mulai kebingungan. Sementara itu, Fanya dengan keyakinannya bahwa Revano telah—intinya Revano dan perempuan yang menangis tadi sore di depan kafe tempat band cowok itu manggung … ya intinya seperti itu.

**Sejujurnya, Fanya itu salah paham. Salah paham nggak sih?

Kira-kira kebenarannya seperti apa, ya?

Lanjut**?

1
Yujimori🍒
berandal kali itu !
alterna.nas: lebih tepatnya urakan. soalnya habis bubaran sekolah
total 1 replies
Yujimori🍒
fanyaaaa si cantik yg uwuuu ! 🌸🌸🌸
alterna.nas: ulala. terima kasih.
total 1 replies
Yujimori🍒
Ratu Elizabeth I keknya
alterna.nas: oho. terlalu tinggi itu. gak sepadan
total 1 replies
Zizi Suartini
Jujur aja, niatnya mampir buat baca sekilas.. eh kok malah bablas haha aku tunggu crazy upnya thor!
Penghargaan Pink
Semangat ya, thor! Jangan lupa ambil komen yg positif dan membangun, ya
TwilightQueenbee
Aku udah mampir nih! Ternyata emang seru ceritanya. Lanjut thoor
TexasTiger
sukses selalu authorr 🤗🤗 aku selalu mendukung mu
alterna.nas: aamiin, terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Respati Wijaya
Pokoknya author gak boleh sakit ya, supaya tetap bisa lanjutin cerita ini. Kalau sakit, bilang sama aku, siapa yang nyakitin kamu, Azekkk
alterna.nas: Nanas akan berusaha untuk tetap sehat, Kak [tersenyum lebar]
Terima kasih atas dukungannya, yaa, Kak.
Wah, hahaha, Nanas ketawa pas baca kalimat terakhir. Sangat menghibur. Terima kasih, Kak
total 1 replies
SnuggleKitty
Aku terus nungguin nih, Thor :( Author sehat ya biar terus bisa berkarya!
alterna.nas: Wah, lebih baik jangan ditungguin, Kak. [terkekeh]
Terima kasih atas dukungannya. Aku sehat, semoga kakak juga dalam keadaan sehat, yaaa.
Semoga bisa bertemu di karyaku yang lain, yaaa!
total 1 replies
HotBabe
Lanjut dong Thor! Aku mah nangis kalau cerita ini gak lanjut :(
alterna.nas: Btw, Kak HotBabe.

Bolehkah Nanas tanyakan satu hal?

Siapa tokoh yang kakak dukung?
total 2 replies
ᴀᴍʏ♡
the besttttt menantikan up selanjutnya ^^
alterna.nas: Halo, Kak Amy!
Terima kasih sudah mengirimkan komentar dan membaca juga karya saya.

Terima kasih sudah menyukainya. Boleh saya minta kritik dan sarannya, Kak?
total 1 replies
lanjutkan
jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
piws
good
alterna.nas: Halo, Kak. Terima kasih sudah berkenan membaca karya saya. Hope u'll like it until the end
total 1 replies
Hestiiiii
semangat upnya, ku tunggu kelanjutannya
alterna.nas: Terima kasih, Kak♡♡
total 1 replies
Hestiiiii
bagus ceritanya
#Radella_3to3
Permaisuri Yang Tercampakan mampir meninggalkan like + rate 5 bintang. Terus semangat kak!!. Jangan lupa feedback ya kak, ditunggu kehadirannya.
Dai Dai
aku mampir...
alterna.nas: Selamat datang!
Silakan nikmati jamuan alurnya. Jangan lupa berikan tanggapan, yaaa. Mau kritik, saran, atau komentar apa pun.
Terima kasih!
total 1 replies
Ryana
Semangat kakak
alterna.nas: Terima kasih. Semangat juga untuk kakak!
total 1 replies
alterna.nas
Terima kasih. Semangat juga untuk kakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!