Indonesia
NovelToon NovelToon
Kamu Duniaku

Kamu Duniaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Romansa
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitriyan

Keenan Adijaksara, pria muda 26 tahun yang sama sekali tidak memiliki minat dalam bidang bisnis, sehingga harus dipaksa selalu oleh sang Papa agar ia mau menjadi penerus perusahaan, hal itu membuat Keenan memberontak dan pergi keluar kota untuk meniti karirnya sebagai seorang penulis, cita-cita sederhana yang ia impikan sejak umur 15 tahun. Di sela-sela perjuangannya untuk bisa menjadi penulis, Keenan bertemu dengan gadis yang merupakan seorang barista disebuah Cafe, sebut saja namanya Naina. Wanita periang sederhana dan juga sedikit pemarah, ia mudah bergaul dengan siapa saja. Namun, dibalik sifatnya itu Naina melalui masa lalu yang menyakitkan tentang keluarganya. Seiring waktu, buih-buih cinta tumbuh pada keduanya, namun beberapa masalah muncul menjadi penghalang cinta mereka. Bagaiamana perjuangan Keenan dan Naina dalam mempertahankan Cinta mereka?


•••
Hi, ini karya pertama Fitriyan. Semoga kalian suka ya, jangan lupa bantu Author dengan Like, komen, Follow, Subs dan Vote🩵

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar memasak bersama Naina - Part 2

Naina memutar bola matanya mendengar ucapan Keenan. Setelah 1 menit minyak yang dipanaskan Keenan sudah panas.

"Apa ini sudah panas?" Tanya Keenan sembari melihat ke arah wajan penggoreng dengan seksama, di tangannya sudah ada spatula. Lihatlah betapa semangatnya pria itu untuk menggoreng ikannya.

"Mana aku tahu, coba letakkan jarimu, kalau muncul gelembung-gelembung kecil itu artinya sudah panas" Tutur Naina datar berniat membalas pria itu, seketika raut wajah Keenan menjadi sinis dan kesal dibuatnya.

"Kau sudah gila?" Ucap Keenan kesal sambil menatap sinis wanita itu, sedangkan tawa Naina pecah melihat ekspresi Keenan.

"Hahahaha.. itu sudah panas karena minyaknya tenang disertai ada uap-uap yang keluar, goreng saja ikannya" Tutur Naina masih merasakan geli pada perutnya.

"Ck ada-ada saja" Gumam Keenan yang masih bisa di dengar oleh Naina di seberang sana, ia langsung meletakkan ikan itu ke dalam minyak yang sudah panas dengan bantuan sendok goreng, sedangkan Naina masih melihat dengan seksama setiap gerakan yang di lakukan oleh pria itu di layar ponselnya.

*Srrrr....

"Sshh aw.." Keenan meringis kesakitan sambil melangkah mundur menjauhi wajah penggoreng, ia menggosok-gosok tangannya yang terkena cipratan minyak setelah meletakkan ikannya ke minyak panas.

"Hahaha.. tenanglah, ikan kalau digoreng memang seperti itu. Nanti juga kau akan terbiasa" Tutur Naina melihat Keenan masih menggosok-gosok tangannya.

"Ck bisakah kau berhenti tertawa melihatku yang kesakitan seperti ini? kenapa kau terlihat bahagia sekali melihatku menderita?" Tutur Keenan mendekatkan wajahnya pada layar tabletnya, ia menatap Naina dengan rasa ingin menarik hidung wanita itu.

"Hm.. entahlah, asyik saja melihatmu menderita" Tutur Naina santai sambil memperlihatkan ekspresi menantang, Keenan yang melihat itu ingin sekali meremas wajahnya.

"Awas saja nanti, aku akan membalasmu" Ucap Keenan kemudian.

"Ohya? membalas bagaimana?" Tanya Naina masih santai.

"Pokoknya nanti, kenapa kau memaksaku memberitahunya?" Tanya Keenan.

"Karena kau ingin membalasku, bukan?"

"Ya itu juga terserah padaku, kau sudah mengejekku berkali-kali"

"Cih, tidak akan. Kau saja memintaku untuk mengajarimu memasak, kan?"

.......

Sekitar 1 menit lebih mereka berdua bertengkar hanya karena perihal balas membalas, Naina menyadari bahwa ikan yang di goreng Keenan sudah cukup lama di penggorengan dan sudah saatnya untuk dibalik

"Kau ingin terus berdebat denganku atau membalik ikan goreng itu, Keenan?" Tanya kemudian setelah pertengakaran kecil mereka, Keenan pun tersadar dan segera menghampiri wajan penggorengnya.

"Huft, untung tidak gosong" Ucap Keenan lega sambil berusaha membalik ikan itu dengan memegang gagang spatula di posisi paling ujung dan menjauhkan tubuhnya dari wajan, hal itu membuat Naina menahan tawanya.

"Apinya jangan terlalu besar, pakai api sedang saja supaya matangnya merata" Ucap Naina masih menahan tawanya, sedangkan Keenan berhasil membalik ikan goreng itu dengan susah payah. Setelah itu, ia mengecilkan api atas perintah Naina, Keenan melirik sekilas ke layar tabletnya, ia dapat menangkap wajah Naina tengah menahan tawanya tadi, ia menatap sinis wanita itu.

"Jangan melihatku seperti itu, lebih baik kau menyiapkan bumbu-bumbu sambalnya" Ucap Naina yang langsung di turuti oleh pria itu, ia hendak menyiapkan apa yang diperintahkan oleh Naina, namun ia sadar bahwa ia juga tidak tahu apa saja bumbu-bumbunya, Keenan menatap lagi ke arah tabletnya.

"Apa saja bumbu-bumbunya?" Tanya Keenan, meskipun ia sedikit kesal ia masih tetap ingin melanjutkan acara belajar memasaknya.

"Karena ikannya hanya 2 ekor berarti.. tomatnya 2 cabai rawit dan cabai keriting sesuaikan saja dengan selera pedasmu, oh iya jangan lupa bawang merah 2 siung saja" Jelas Naina diikuti dengan anggukan Keenan, ia tengah menyisihkan bahan-bahan yang telah di sebutkan wanita itu.

"Apa bedanya 2 cabai ini?" Tanya Keenan memperlihatkan cabai rawit dan cabai keriting pada Naina.

"Yang keriting itu tidak begitu pedas, tapi kebanyakan dipakai ibu-ibu dan di campur dengan yang rawit" Jelas Naina, Keenan mengerutkan dahinya mendengar itu.

"Terus apa gunanya? kalau sudah ada rawit kenapa harus pakai yang keriting lagi?" Tanya Keenan.

"Ck, aku juga tidak tahu, itu juga resep dari ibuku. Tapi semua perempuan diluar sana pasti menggunakan kedua cabai itu untuk memasak" Jelas Naina lagi.

"Kau pasti sedang mengerjaiku kan? supaya lidahku nantinya terasa terbakar ketika memakan ikan sambal dari resepmu ini" Tutur Keenan merasa kesal, ia merasa dikerjai oleh wanita itu.

"Astaga Keenan, aku mengatakan yang sebenarnya. Kalau kau tidak percaya tanya saja pada ibu-ibu disitu" Tutur Naina sebal.

"Ck, iya aku mengerti. Awas saja sampai kau mengerjaiku" Tutur Keenan beranjak ke westafel untuk mencuci bumbu-bumbu yang di maksud Naina dan mengangkat ikan yang kini telah matang, karena masih takut membuat Keenan tetap menjauhkan tubuhnya dari panci penggoreng dan memegang sendok goreng di ujungnya saja.

"Tinggal di angkat saja, Keenan. Dia tidak akan mengejarmu" Ucap Naina yang melihat pria itu sangat waspada dengan cipratan minyak panas seperti tadi.

"Minyaknya yang mengejarku" Tutur Keenan telah berhasil mengangkat ikan itu. Naina hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Melawan orang jahat berani, tapi hanya terkena cipratan minyak goreng sampai segitunya, cih dasar" Tutur Naina yang kembali mengejek pria itu.

"Ck, diamlah Itu beda konsep, lebih baik kau memberitahuku akan ku apakan tomat, bawang merah, dan cabai ini?" Keenan.

"Haluskan semuanya" Jawab Naina.

"Semuanya?"

"Iya semua, jangan bilang kalau kau tidak tahu lagi apa itu haluskan"

"Astaga kenapa kau galak sekali, aku hanya bertanya" Jawab Keenan yang merasa bahwa wanita itu sangat sensitif dan bisa galak kapan saja.

"Terserah kau saja, haluskan semua bahan itu menggunakan choper dan tambahkan minyak sedikit agar mudah halus" Jelas Naina kemudian yang diikuti oleh langkah Keenan yang mengambil choper di lemari.

Setelah itu, sekitar 15 menit Keenan memasak ikan sambal dibantu oleh Naina, sangat banyak percelotehan di antara keduanya. Hingga ikan goreng sambal itu sudah siap untuk di cicipi Keenan, ia menyajikan dan meletakkannya di meja makan.

"Huft jadi juga" Keluh Keenan sambil menatap masakan yang berhasil dibuatnya. Melihat itu, Naina cukup senang dan berharap itu enak. Keenan mengambil sendok dan garpu untuk mencicipinya, sedangkan tabletnya juga sudah ia pindahkan di meja makan. Kini ia mengambil sedikit daging ikan itu dan sedikit sambalnya dan mencicipinya.

"Hmm..." Keenan tengah mengumpulkan rasa yang ada di dalam ikan sambal itu. Ia mengunyah sambil menatap masakannya, Keenan membulatkan matanya.

"Astaga ini enak sekali" Tutur Keenan kemudian menatap ke layar tabletnya dengan mata berbinar melihat Naina, sedangkan Naina tertawa senang melihat itu.

"Benarkah? ah syukurlah. Tidak sia-sia mengajarimu" Ucap Naina.

"Apa kau mau?" Tanya Keenan menatap Naina di layar tabletnya yang kini telah ia pindahkan di meja makan juga.

"Sebenarnya mau, tapi mana bisa aku kesitu malam-malam begini, takutnya orang-orang berpikiran.. "

"Ck tenang saja, aku akan mengantarkanmu" Ucap Keenan santai sambil menyisihkan 1 ikan itu untuk Naina.

"Apa maksudmu? Tidak, jangan membuatmu repot sendiri, Keenan. Aku akan mengusirmu jika sampai kesini" Tutur Naina tidak penuh penolakan, ia tidak ingin merepotkan pria itu, ditambah lagi hari sudah berganti malam yang membuat Naina khawatir jika terjadi apa-apa Keenan.

"Terserah kau saja, aku makan sebentar setelah ini ke kontrakanmu. Aku tidak suka penolakan"

"Keenan..."

pria itu tidak mendengar apapun lagi yang berbentuk penolakan dari Naina, ia fokus memakan masakannya yang sudah ia sertai dengan nasi hangat disana, ia makan dengan santai sambil berpura-pura tuli melihat Naina yang terus menuturkan kata-kata penolakannya.

"Keenan astaga.. apa-apaan pria ini" Batin Naina yang kini pasrah saja.

1
Atha Diyuta
lanjut thor
marrydiana
mampir thor, semangat yaaaa
mampir juga dikarya aku😄
Ryaici Saristi
semngat
marrydiana
bagus ceritanya, cuman ada beberapa kalimat keputus gitu, masa ditengah kalimat langsung keputus jadi paraggraf, coba diperbaiki dulu sebelum di publis thor🤔
.: maaf bgt ya, gatau juga kenapa, padahal udh rapih sebelum post🙏😭
total 1 replies
Atha Diyuta
lanjut
suka menulis 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。
saya sudah mampir di karya kakak , ayok mampir' di karya saya juga ya/Smile//Drool//Shy/
marrydiana
hayoo naina apakah mencoba menghapus perasaaannya ya?😌
Elzi Lamoz
Penulisan rapih dan sangat teliti.

Mungkin bakal lanjut lagi nanti.

Di tunggu feedback-nya ya kak.

Judul karyaku "Reinkarnasi menjadi wanita"

See you kak
Atha Diyuta
next thor
marrydiana
mampir lagiii, next thor
marrydiana
mampir thor 🌹untuk author, mampir juga di karya aku (Suamiku Preman)😅
fitri♡sanzu haru
komen pertama dapat apa juga nihh
cappucino
yuk up yuk,anak tetangga baru mampir yuk saling dukung.
marrydiana
hmmmmm apa yang terjadi selanjutnyaaaaa🤔
Rinjani Putri
udah mampir nih sukses selalu dan tetap semangat ys
R.A.N BLUE
Hai kak...nitip ya kak, saya ada novel baru berjudul Nafkah lima belas ribu yuk di cek ya kak, jangan lupa dukungannya terimakasih 🤗
marrydiana
semangat update selanjutnya kak, saling support🔥
fitri♡sanzu haru
sangat bagus
fitri♡sanzu haru
kok malah dia ninggalin rumah/Scowl/
fitri♡sanzu haru
bagus kak, aku juga pernah di suruh jadi penerusbtapibbelun waktunya sih Alhamdulillah klo udah besar GK pp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!