Indonesia
NovelToon NovelToon
Not Human

Not Human

Status: tamat
Genre:Fantasi / Barat / Tamat
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: idastars

Maaf untuk yang membaca novel ini. aku masih belajar 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idastars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Sebuah tempat bangunan yang begitu megah nampak di luar, orang-orang menganggap rumah itu adalah mansion yang jarang sekali dihuni oleh penghuninya. Namun seketika di dalam bagaikan markas untuk menyiksa tawanan yang sudah berani mengusik seseorang. Dimana tidak, orang yang mengganggu ketengan raja iblis, siap-siap nyawa segera dicabut dan tidak ada lagi di muka bumi ini.

“Apa semunya siap?” tanyanya dengan pakaian semerbak hitam, tidak lupa wajah sangarnya dengan topeng menutup wajahnya.

“Semuanya siap tuan, mereka ada di ruang khusus” ucap anak buahnya meski mengenakan penutup mata, namun dirinya tahu bahwa itu adalah tuannya.

Laki-laki itu menuju ruangan khusus yang disediakan untuk orang yang telah mengusiknya. Terlihat ada dua orang yang sudah dibius, tergeletak dengan wajah yang begitu yang sudah dicabik-cabik.

Bug...

“Bangun sialan, kamu diundang bukan untuk tidur, melainkan bersiap untuk menuju maut yang telah menantikan dirimu" ucap Darius, tendangan tepat pada perut kedua tawanannya.

Mereka bangun seketika, dengan tubuh yang tidak berdaya lagi. Menatap wajah Darius yang ingin menelan mereka hidup-hidup.

“Siapa yang menyuruh kalain datang kesini?” tanya Darius duduk di kursi vyang disediakan untuknya tepat di hadapan tawanannya.

“Brengsek,laki-laki yang tidak berguna. Kami tidak akan memberitahumu, cuih..” tutur satu tawanan, berusaha bangun namun tetap tidak bisa.

“Oh.. ternyata kalian sangat setia rupanya dengan tuanmu. Kamu ingin coba keluar dari sini? Itu tidak akan terjadi, karena dalam tubuhmu terdapat bius yang membuatmu tidak bisa bergerak semua tubuh mu" ucapnya dengan seringaian.

"Lepaskan kami sekarang, kamu tidak akan memperoleh informasi apapun dari kami" teriak yang satu tawanan.

"Baik berikan aku cambukan hitam”, titahnya kepada orang suruhannya.

Malam ini di hari yang telah ditunggu, tidak mengganggu suasana kedua insan yang sedang berpacaran. Saat ini Lily dan Xargo sesuai keinginan yang direncanakan Xargo mencoba untuk mendekat pada Lily. Semenjak peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu, Xargo merasakan kekhawatiran yang begitu luar biasa.

Awalnya ia bingung untuk bagaimana hal ini bisa terjadi. Banyak hal yang disadari terhadap perubahan yang dimiliki. Hari ini Xargo seolah membuat waktunya untuk Lily sebagai istrinya.

Siang hari ini, dia sedang bergelayut di dapur, memasak semua kesukaan sahabatnya. Hari ini tidak ada jalan-jalan bagi mereka. Semuanya adalah permintaan Helen yang sudah kangen dengan masakan Greisy. Dia memasak cap-cai, ikan gurame, rendang, dan juga soto ayam.

Hidangan itu telah ditata di ruang tamu.

Begitu lamanya Greisy memasak, sehingga Helen harus turun tangan untuk membantu. Bukan malah membantu malah merusak suasana di dapur. Alhasil dia hanya jadi pesuruh yang siap dititahkan oleh Greisy.

“Hari ini aku bakal sehat. Makanannya begitu lezat. Lidahku maunya terus nambah deh,” tuturnya dengan sumringah. Memasukkan satu suapan ke dalam mulutnya.

“Itu mah bukan lizatnya yang nambah, jamunya yang doyan" sindir Greisy menatap Helen begitu lahapnya makan.

“Masa bodoh. Kesempatan seperti ini pokoknya tidak boleh disia-siakan. Jarang-jarang kan kamu masak untukku. Yang ada tuh kamu numpang makan Mulu di rumahku,” sindirnya menatap Greisy.

“Itu kan beda. Siapa yang nyuruh aku datang ke rumahmu untuk numpang tugas, belum lagi rayuan seseorang yang begitu enak jika ditawarkan makan. Dan lagi...makanan itu semua masakan Tante sama bibi deh kayanya, kan kamu gak bisa masak bukan?" sindirnya balik dengan bibir yang melengkung.

“Aish...kita sama deh pokoknya, sama hobbynya makan. Bedanya kamu secukupnya dan aku sebanyaknya bukan?"

Mereka pun tertawa bersama. Kadang perkataan yang mereka lontarkan sama-sama mengungkit diri sendiri. Meski saling menyindir itu tidak dimasukkan dalam hati, yang penting mereka sayang satu sama lain.

“Oh iya gimana magangmu, lancar tidak?" tanya Helen penasaran.

“Lancar kok tidak ada kendala sampai saat ini."

“Wah perayaan yang luar biasa nih nantinya. Iya jelaslah lancar, orang pemiliknya pasti tampan" ucap Helen.

“Wah wajahmu begitu aneh, apa kamu meminta yang sangat mahal. Sepertinya aku salah ucap.Tetapi aku bakal kasih dengan syarat, setelah sehari kamu diterima, besoknya kita menghabiskan waktu bersama. Nanti kita bakal sibuk, jadi gunain kesempatan hari itu nanti" jelas Helen. “Baik, aku terima tawaranmu.”

“Eit...tunggu dulu, selain juga setelah kamu mendapat upahmu jangan lupa traktir aku lagi. Karena aku tahu upahnya sangat banyak jika bekerja di perusahaan itu.” Sahut Helen cengengesan.

"Iya deh iya, kamu ini selalu saja menggunakan kesempatan dalam kesempitan," cemberut Greisy.

“Iya dong selagi ada kesempatan jangan disia-siakan”

Greisy mengeleng-gelengkan kepalanya. Sungguh Helen sangat cerdik untuk mengambil keuntungan, dan itu membuat Greisy selalu kalah telak dengan dirinya. Belum lagi bekerja, sudah dikuras oleh sahabatnya, apalagi saat bekerja, pasti akan lebih dikuras lag. Dasar Greisy.

1
Atika Norma Yanti
Gengsinya tolong dikurangin ya pak
opiko
karya ini bikin aku merasa seperti ikut dalam ceritanya, sukses terus thor 🤗
Sagara Sanosuke
Seru banget, cepetan update dong thor!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!