bagaimana Fira yang ceria bisa bertemu dengan Dimas seorang CEO yang dingin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainie1012, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Menyelamatkan orang
Saat ini Fira hanya bertugas sebagai owner B.B.M saja dan sesekali ia akan membantu mama Luna dan pegawainya untuk meladeni para pelanggan.
Fira juga sudah membuka pemesanan secara online di sebuah aplikasi, jadi jangan heran kalau melihat para pengemudi ojek online yang mengantri di depan warungnya Fira.
Dan saat ini juga Fira dan Karina ada tugas kelompok dan mereka mengerjakannya di unit apartemen Karina sampai malam dari siang.
"Akhirnya selesai juga, di dapur kamu ada makanan tidak?" tanya Fira kepada Karina.
"Kebetulan lagi kosong...." kata Karina sambil tersenyum dan merasa tidak berdosa.
"Dasar, kalau begitu aku mau ke minimarket bawah mau belanja dan jangan bilang juga gak ada gas...." ucap Fira kembali sambil mengeluarkan uang seratus ribuan dua lembar.
"Kalau gas masih banyak dan baru aku ganti kemarin, aku nitip mie instan yang isi dua...." ujar Karina kemudian.
"Tidak-tidak, ayo kita ke minimarket bersama...." ajak Fira kepada Karina.
Kemudian mereka pun berjalan menuju minimarket yang ada di bawah gedung apartemen.
Sesampainya di sana Fira mengambil dua bungkus mie instan pedas korea buldak cheese dan tidak lupa mengambil satu box bakso gochujang dan satu box sosis gochujang.
Fira juga mengambil susu uht strawberry yang berukuran satu liter, tidak lupa dengan beberapa biskuit dan air putih kemasan botol.
Selesai mereka berbelanja mereka pun membayar semua belanjaan mereka, kemudian mereka kembali ke unit apartemen Karina.
Setibanya Fira langsung ke dapur dan mulai memasak mie instan yang tadi ia beli di minimarket bawah.
Selagi menunggu mie nya matang, Fira pun menuangkan bumbu-bumbunya ke dalam piring.
Dan tidak perlu menunggu waktu lama, mie instan yang di masak oleh Fira pun jadi dan Fira menambahkan beberapa bungkus bakso gochujang sebagai topping.
Setelahnya Fira dan Karina pun menikmati hidangan yang ada di depan mereka sambil bersenda gurau.
Fira pun telah menghabiskan mie instannya, kemudian Fira membawanya ke wastafel dan mencucinya.
"Rin, aku pamit pulang ya...." kata Fira kepada Karina.
"Iya hati-hati di jalan dan sampai ketemu lusa...." ucap Karina kepada Fira, karena hari esok mereka libur dan tidak ada kelas.
"Langsung pulang saja deh, mungkin mama sudah ada di rumah...." ujar Fira kemudian yang berbicara sendiri.
Fira pun mulai menjalankan mobilnya, tiba-tiba di tengah perjalanan ada seorang perempuan yang mencegat laju mobilnya dan mengetuk kaca mobil sambil sesekali melihat ke belakang.
Tanpa pikir panjang Fira membuka pintu mobilnya dan membiarkan perempuan itu masuk kedalam mobilnya dan Fira melajukan mobilnya kembali.
"Kamu kenapa? Dan aku lihat-lihat kamu seperti habis di kejar-kejar orang...." sahut Fira yang sedang mengajak berbicara kepada perempuan yang ada di sebelahnya.
"Kakak benar, aku baru pulang dari rumah temanku yang berada di dekat sini dan aku di cegat oleh tiga orang preman dan sepertinya mereka sedang mabuk...." kata perempuan itu menjelaskan kepada Fira.
"Ya Allah, tapi kamu tidak sampai di apa-apain oleh mereka kan?" tanya Fira kembali dan perempuan itu menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kamu tidak bawa kendaraan atau di jemput sama seseorang?" lanjut Fira yang kembali bertanya kepada perempuan itu.
"Aku tidak bawa kendaraan, tadinya aku mau menghubungi kakak laki-lakiku untuk menjemput aku, tapi sepertinya aku keduluan sama para preman itu dan aku belum sempat menghubungi kakakku...." katanya panjang lebar menjelaskan kepada Fira.
"Kalau begitu aku akan mengantarkan kamu sampai rumah kamu...." ucap Fira kepada perempuan yang ada di sebelahnya dan kembali fokus ke jalanan.
"Tidak usah kak, aku tidak mau merepotkan kakak. Lebih baik nanti kakak turun kan aku di jalan xxxx saja...." ujar perempuan itu yang menolak ajakan Fira.
"Dan kembali di cegat oleh para preman? Kalau tidak mau, lebih baik kamu duduk saja di sana dan berikan alamat kamu kepadaku dan sebelumnya kita belum berkenalan, perkenalkan namaku Ayunda Shafira Abraham...." sahut Fira yang memperkenalkan diri kepada perempuan itu, setelah melihatnya menggelengkan kepalanya.
"Namaku Donita Angelina Putri Adhitya, kakak bisa memanggil aku Donita dan sepertinya kakak juga lebih tua dari aku, jadi bolehkan aku memanggilmu dengan tambahan kakak?" balas Donita kepada Fira dan Fira hanya mengangguk saja.
Kemudian Donita pun memberi tahukan di mana ia tinggal kepada Fira dan Fira segera menuju ke alamat itu untuk mengantarkan Donita.
Di sepanjang perjalanan menuju rumah keluarganya Donita, keduanya saling berbincang dan mengenal satu sama lain.
"Jadi kakak, juga kuliah di universitas Pelita Bangsa? Kalau boleh aku tahu, kakak semester berapa?" tanya Donita kepada Fira.
"Aku sudah semester empat dan aku mengambil jurusan sastra Indonesia...." kata Fira kembali.
"Kita di jurusan yang sama, tapi kenapa aku tidak pernah melihat kakak? Dan aku juga sudah semester dua...." ucap Donita kembali.
"Masa, setiap istirahat aku selalu berkumpul dengan teman-teman aku yang lain kok di kantin...." ujar Fira kembali.
Saat akan mengatakan sesuatu Fira dan Donita pun telah sampai di pekarangan sebuah rumah mewah.
"Kak masuk dulu yuk, karena aku mau menjelaskan kepada keluargaku nanti...." sahut Donita kepada Fira.
"Aku langsung pulang saja ya...." balas Fira yang terlihat ragu-ragu.
"Please kak, sebentar saja...." sambung Donita yang masih mencoba mengajak Fira untuk masuk ke dalam rumahnya dan mau tidak mau Fira pun mengikuti Donita pada akhirnya.
"Assalamualaikum...." kata Donita dan Fira bersamaan, ketika mereka memasuki rumah itu.
"Wa'alaikum salam...." ucap seorang wanita yang menyambut kedatangan mereka berdua.
"Ya ampun sayang, kenapa kamu baru pulang?" tanya wanita itu kembali.
"Maaf mi, tadi aku main ke rumah teman aku dulu yang ada di jalan xxxxxx dan saat mau pulang, aku sempat di cegat oleh tiga orang preman yang sedang dalam pengaruh alkohol, tapi untungnya aku ketemu sama kakak Fira dan ia menyelamatkan aku...." kelas Donita panjang lebar kepada maminya yang bernama, Melaney Putri Abimana dan di sebelahnya ada sang suami Diego Alexander Adhitya.
Setelah perkenalan Fira pun menyalami kedua orang tuanya Donita dan memperkenalkan diri kepada mereka.
"Dan tadinya aku mau menelepon kak Dimas, tapi aku sudah di kepung oleh tiga preman itu...." lanjut Donita bercerita.
"Kami ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya, kalau tidak ada nak Fira mungkin Donita tidak ada di sini saat ini...." kata mami Melaney.
"Tidak apa-apa aunty dan kebetulan saja, aku juga baru pulang dari rumah teman karena kerja kelompok...." ucap Fira menjelaskan.
"Aunty, uncle, Donita aku pamit pulang dulu takut kemalaman di jalan...." ujar Fira kemudian.
"Kakak, aku ucapkan terima kasih banyak dan aku akan mencari kakak di kantin kampus...." balas Donita kemudian.
Setelahnya Fira pun meninggalkan kediaman Adhitya untuk pulang ke rumahnya.
TBC.