Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18.

Cantika bangkit dari duduknya. Ia berjalan mondar-mandir di ruang tengah sambil tetap menggenggam ponselnya erat-erat. Kepalanya berulang kali menggeleng, seolah berusaha menolak kenyataan yang baru saja dilihatnya.

"Nggak mungkin... nggak mungkin..." gumamnya berkali-kali, seolah kalimat itu bisa menjadi mantra mujarab untuk menepis rasa tidak percaya yang mulai menguasai pikirannya.

Langkahnya terhenti ketika suara seseorang terdengar dari arah belakang.

"Kamu kenapa, Cantika?"

Cantika menoleh. Bu Retno baru saja keluar dari kamarnya dan kini menatap putrinya dengan dahi berkerut.

Cantika segera menghampiri ibunya. "Bu, coba lihat ini."

Ia menyodorkan ponselnya dan membuka kembali story Puspa, lalu beralih pada unggahan Andini.

Bu Retno memperhatikan layar ponsel itu beberapa saat. Bukannya terkejut, wanita itu justru mendengus pelan. "Ah, paling juga itu barang KW," katanya enteng.

Cantika mengernyit. "KW?"

"Iya. Jangan gampang percaya sama foto begitu." Bu Retno mengembalikan ponsel putrinya. "Sekarang orang bisa saja sengaja memamerkan barang mahal supaya terlihat kaya. Belum tentu barang itu asli."

"Tapi rumahnya, Bu?" Cantika masih tak terima. "Itu rumah dua lantai di kawasan strategis, pasti harganya mahal."

Bu Retno kembali melirik foto tersebut. "Rumah juga belum tentu dibeli cash. Bisa saja kredit, kan? Yang cicilannya bertahun-tahun. Atau bahkan itu rumah orang lain yang sengaja difoto untuk pamer," ucapnya sambil berjalan menuju sofa.

Cantika terdiam, berusaha menyangkal ucapan ibunya. "Tapi..." Cantika mengikuti ibunya, masih belum puas. "Kalau cuma rumah, mungkin saja. Tapi seserahannya juga banyak sekali, nggak mungkin dibeli dengan cara kredit kan, Bu?"

"Justru karena itu." Bu Retno duduk santai sambil menyandarkan punggungnya. "Kamu jangan langsung merasa kalah hanya gara-gara melihat story WhatsApp mereka."

Cantika menatap layar ponselnya lagi. Entah mengapa, perkataan ibunya tidak sepenuhnya berhasil menenangkan hatinya. Ia memang ingin percaya bahwa semua yang dipamerkan Puspa dan Andini hanyalah kepalsuan. Namun, ada sesuatu yang terus mengusik pikirannya.

Bu Retno memperhatikan perubahan wajah putrinya. "Percayalah, mereka itu sengaja mengunggahnya untuk memanas-manasi kamu saja supaya kamu iri sama Kahiyang," katanya kemudian.

Cantika mengepalkan tangannya. "Aku bukan iri, Bu," bantahnya cepat. "Aku cuma penasaran aja."

"Apa yang membuatmu penasaran? Ibu yakin, suami Kahiyang itu nggak ada seujung kuku sekalipun dibandingkan dengan suamimu Tedy," sergah Bu Retno.

Cantika langsung terdiam. Wanita itu kembali menatap foto rumah di layar ponselnya. Semakin lama dipandang, semakin kuat rasa tidak terima yang memenuhi dadanya. Dalam benaknya, wajah Rafa kembali terlintas. Pemuda culun yang telah ia remehkan. Pemuda yang menurutnya tidak mungkin memiliki apa-apa.

Namun kini, justru pemuda itulah yang mampu meluluhkan hati Kahiyang. Ia teringat kembali kejadian di rumah Eyang Bramantyo, saat ayah Rafa memberikan amplop krem berlogo Hotel Rafsanjani, yang jelas-jelas itu hotel mewah, harga per malamnya saja bisa mencapai belasan hingga puluhan juta. Lalu seserahan yang katanya barang-barang branded, ditambah pula hadiah rumah. Logikanya mulai menolak semua perkataan ibunya.

Rahang Cantika mengeras. "Aku nggak percaya, Bu," ucapnya lirih. "Pasti ada sesuatu yang nggak kita tahu."

Bu Retno menoleh kepada putrinya. "Maksud kamu?"

Cantika mengangkat wajah. Tatapannya berubah penuh kecurigaan. "Aku akan cari tahu siapa sebenarnya Rafa."

....

Siang itu, usai makan bersama, kedua keluarga akhirnya berpamitan pulang ke rumah masing-masing. Tuan Bahtiar dan Nyonya Kirana lebih dulu meninggalkan rumah baru itu, selanjutnya Pak Andika dan Bu Arimbi beserta anak dan menantu menyusul di belakang beberapa saat kemudian.

"Hati-hati di jalan...!" seru Kahiyang sambil melambaikan tangan. Pasangan pengantin baru itu memperhatikan kendaraan yang membawa keluarganya pergi hingga menghilang di ujung jalan.

"Kita masuk, yuk," ajak Sultan seraya merangkul pundak Kahiyang membawanya masuk ke dalam rumah.

Keduanya lantas duduk di sofa ruang tamu. Kahiyang menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, sementara Sultan seakan tak mau jauh sedikitpun dari Kahiyang. Pria itu memeluk pinggang sang istri sambil menumpukan dagunya di bahu wanitanya. Pandangan matanya tak lepas dari wajah cantik yang mulai membuatnya candu.

"Ayang," panggil Sultan lembut. "Sekarang kan, kamu sudah menjadi istriku. Apa kamu masih mau tetap bekerja?" tanyanya hati-hati.

Kahiyang menolehkan wajahnya menatap sang suami. "Masih. Kenapa?" tanyanya dengan kening berkerut.

Sultan tersenyum tipis. "Aku sebenarnya ingin kamu resign. Aku ingin kamu lebih banyak menikmati waktu di rumah. Soal kebutuhan rumah tangga, biar aku yang tanggung. Kamu nggak perlu memikirkan soal itu lagi," jawabnya tenang.

Kahiyang terdiam beberapa saat. Ia memahami maksud suaminya, tetapi kemudian menggeleng pelan. "Aku tahu kamu mampu melakukan semuanya sendiri, Raf. Dan aku paham menafkahi keluarga adalah tanggung jawabmu. Tapi aku tetap ingin bekerja. Aku nggak mau membebankan semuanya sama kamu," jawabnya bersungguh-sungguh.

Sultan tersenyum mendengar jawaban itu. "Aku nggak pernah menganggap dirimu sebagai beban, Ayang."

"Aku tahu." Kahiyang menggenggam tangan suaminya. "Tapi bukan berarti aku harus menyerahkan semua urusan kepadamu. Lagipula, aku masih menyukai pekerjaanku," jelasnya tanpa bermaksud menyinggung perasaan suaminya.

Sultan mengangguk perlahan. Ia tidak ingin memaksakan keinginannya kepada Kahiyang. "Baiklah, kamu bisa tetap bekerja."

Kahiyang tersenyum lega seraya mengusap lembut pipi suaminya. "Makasih."

"Oh iya, aku sudah mengajukan mutasi," kata Sultan tiba-tiba

"Kapan? Kok, aku nggak tahu?" tanya Kahiyang sedikit terkejut.

"Sebelum kita menikah aku sudah mengurus semuanya. Dan mulai besok, aku akan bekerja di kantor pusat," jawab Sultan tidak semuanya jujur.

Kahiyang membelalakkan matanya. "Benarkah? Kamu serius?"

Sultan mengangguk sambil tersenyum. "Dua rius malah," jawabnya mantap.

Namun, sedetik kemudian wajah Kahiyang tampak muram, bibirnya mengerucut. Sultan langsung menegakkan tubuhnya sambil menatap istrinya bingung. "Kenapa? Apa kamu keberatan?"

Kahiyang menggeleng pelan. "Aku hanya sedikit takut."

"Takut...?" Sultan semakin tak mengerti. "Apa yang kamu takutkan, Ay? Aku kan, di sana kerja bukan main-main?"

Wanita itu menatap wajah suaminya dengan serius. "Selama kerja di sana, kamu harus menjaga sikap, jangan sampai tergoda sama cewek lain. Kamu juga harus tetap berpenampilan seperti saat kerja di kantor sebelumnya."

Sultan tercengang mendengar permintaan itu. Sebelum dia sempat menjawab, Kahiyang sudah lebih dulu melanjutkan ucapannya, "Kamu kan, masih muda. Gimana kalau nanti ada yang suka sama kamu?"

Sultan masih terdiam beberapa saat.Tatapannya terpaku pada wajah Kahiyang yang tampak serius. Tanpa sadar, sudut bibir Sultan terangkat. Dia menahan senyum sampai akhirnya terkekeh kecil.

"Baiklah... Aku nggak akan mengubah penampilanku. Kalau itu bisa membuat istriku tenang, aku akan tetap seperti biasanya."

Kahiyang akhirnya sedikit tersenyum, meskipun raut wajahnya masih menyisakan kekhawatiran.

"Janji...?"

Pria itu mengangguk. "Janji," jawabnya seraya menatap sang istri dengan pandangan teduh. penuh cinta. Dalam hati, dia justru merasa senang, ternyata istrinya bisa juga cemburu dan mulai posesif padanya. Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa dirinya tak mencintai sendirian.

1
〈⎳ FT. Zira
baru aja minum obat ya? 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin😂
total 1 replies
vj'z tri
loh kok tumben pinter /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terpaksa
total 1 replies
vj'z tri
wahhh saran w ambil pacul terus gali lubang kubur Lo sekarang /Hammer/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
vj'z tri
bukan anda salah bukan nenek moyang tapi suami moyang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
vj'z tri
ayo mami bikin huru hara biar ada yg kejang kejang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kompor nya meleduk beneran
Nar Sih
beruntung nya kmu ayang punya suami seperti rafka
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pengin dong
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah semua udah terselesaikan masalah di kantor, sekarang tinggal nunggu resepsi pernikahan mereka...
lanjuut thor
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!