Kisah wanita bernama Ajeng .Yang merelakan masa mudanya untuk mengabdi jadi seorang istri.
Pria Asing yang tiba tiba menjadi suaminya .Awalnya Ajeng belum bisa menerima .Namun kebaikan dan usaha dari Afsal suaminya .Membuat Ajeng luluh dan menerima kenyataan bahwa dia telah bersuami.
Impiannya untuk bisa kuliah ia kubur dalam dalam .Dalam rahimnya telah tumbuh buah hati mereka
Kebahagian mulai datang dan usaha Afsal mengalami kemajuan yang luar biasa .
Namun ditengah kebahagian. Tiba - tiba saja Afsal membawa wanita lain dalam hidupnya
Afsal beralasan bahwa dia harus menolong wanita ini dan ini diperbolehkan dalam Agama .
Ajeng merasa kecewa dan hancur .Ditengah keterpurukannya .Ia harus bangkit menentukan sikap . Karena bagi Ajeng hidup adalah pilihan . dan Ia akan memutuskan jalan hidupnya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elia y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 16
Hari kelulusan Luthfi pun tiba Ajeng menguatkan diri untuk pulang ke kota suaminya. Umi dan Abah memberi pesan pada putrinya
" Ajeng .."
" Ya Umi "
" Umi ingin kau menjalani hidupmu dengan benar .Cobalah kau jalani kehidupanmu .Jika kau benar benar tidak mampu .Umi dan Abah akan mendukung semua keputusanmu "
" Umi.....,Ajeng akan berusaha "
" Maafkan Abah nak , Abah tidak bisa menyuruhmu untuk bercerai .Seorang pria memang di perbolehkan menikah lebih dari satu . Semua terserah padamu yang akan menjalankan .Apakah kau sanggup atau tidak .Abah akan mendukung mu "
Abah yang selama ini tegas meneteskan air matanya . Ajeng merasakan kesedihan di wajah tua itu .
" Abah ..., Ajeng tidak menyalahkan Abah dan Umi . Semua yang sudah terjadi kehendak Tuhan .Maafkan Ajeng yang belum bisa membuat Umi dan Abah tenang "
Mereka berpelukan .Kemudian Ajeng dan Luthfi berangkat menuju kota mereka . Sepanjang perjalanan Ajeng memandang ke samping . Hatinya bergulat untuk kehidupan selanjutnya . Dia berdoa semoga semua baik baik saja .
Afsal mendapat kabar jika Ajeng akan pulang kerumah .Ia merasa senang .Dia berharap semua akan baik baik saja seperti semula . Ia sudah sangat merindukan sosok Ajeng yang lembut .
Afsal meninggalkan Shofia .Selama Ajeng di rumah orang tuanya Afsal banyak menghabiskan waktu bersama Shofia . Sekarang giliran dia menemani Ajeng Itulah yang terbersit dalam pikirannya
Afsal sudah membersihkan diri .Dia memakai kemeja warna navy dan celana kain warna hitam .Afsal bersiap menyambut Ajeng.
Bel di rumah berbunyi .Seorang asisten membukakan pintu . Teryata Ajeng dan Luthfi telah sampai . Afsal berdiri dari duduknya . Aneh dadanya berdebar debar persis saat pertama bertemu Ajeng . Dia pun sedikit salah tingkah .
Ajeng memasuki rumahnya .Tidak ada yang berubah .Masih sama seperti yang dulu . Langkah kakinya berhenti ketika melihat sosok Afsal di depannya .
Entah kenapa Ajeng merasa begitu asing dengan pria di depannya . Dia tidak merasakan apapun . Luthfi menghampiri Ayahnya kemudian mencium punggung tangan Afsal
Afsal mendekati Ajeng ingin merengkuh wanita di depannya . Ia ingin melepaskan kerinduannya . Ajeng menyambut tangan Afsal dan menciumnya kemudian berdiri di samping Luthfi .
Afsal merasa kecewa Ajeng memperlakukan dirinya seolah dirinya orang asing .
" Kamu sehat Ajeng "
" Aku baik mas "
" Istirahatlah di kamar kalian pasti lelah "
Luthfi menuju kamarnya begitu pula dengan Ajeng pergi ke kamarnya diikuti Afsal di belakangnya . Ajeng meletakan tas bajunya di dekat lemari .
Ajeng membuka kaca jendela agar ada udara yang masuk .dia berdiri tepat di depan jendela melihat keluar ke arah taman . Masih terawat seperti terakhir kali ia meninggalkannya .
Afsal menghampiri Ajeng yang sedang berdiri di depan jendela .Tanpa kata kata Afsal memeluk Ajeng dari belakang . Menyandarkan dagunya di bahu Ajeng
Sontak membuat Ajeng terkejut .Tangan Ajeng sibuk melepas pelukan Afsal yang kuat dan menghindar dari wajah Afsal yang mendekat ke pipinya .
" Aku rindu Ajeng . Biarkan seperti ini sebentar "
" Lepaskan mas , aku gak mau "
Ajeng terus meronta .Menyingkirkan Afsal dari tubuhnya . Ajeng menjerit sekencang kencangnya . Jeritan Ajeng terdengar oleh Luthfi .Kemudian Luthfi berlari dan menggedor gedor pintu kamar orang tuanya .
" Ma ...mama .....buka pintunya "
Luthfi terus menggedor gedor kamar hingga Afsal membuka dengan kesal .
Luthfi berlari memeluk mamanya . Baju dan rambut Ajeng berantakan . Luthfi memasangkan kerudung di kepala Ajeng .Kemudian memapah nya keluar kamar .
Lutfi membawa mamanya ke kamarnya . Dia sedikit jengkel dengan papanya .Tapi bisa apa dirinya bagaimanapun dia adalah papanya .
Ajeng beristirahat di kamar Luthfi .Luthfi menghampiri Afsal yang sedang menahan Amarah .
" Pa ... maafkan Luthfi . Luthfi minta papa lebih bersabar dengan mama "
" Papa gak habis pikir kenapa mamamu jadi cengeng begini "
" Mama baru sembuh pa , ...mama bisa seperti sekarang saja Luthfi sudah senang . Kasian mama pa "
Luthfi tertunduk .tidak berani memandang ayahnya . Afsal merasakan jika perkataan anaknya memang benar .Setidaknya dia bisa melihat Ajeng di sisinya . Hatinya trenyuh dan iba .
Afsal menghampiri kamar Luthfi .Ia melihat Ajeng yang tertidur . Kemudian ia mengecup kening Ajeng dengan perasaan bersalah
" Maafkan aku Ajeng ."
***
Malam beranjak menjadi pagi .Afsal tertidur di kamarnya sendirian . Malamnya terasa hampa ia berharap Ajeng bisa melayaninya seperti dulu .Bahkan sekarang ini Ia tidak bisa memaksa Ajeng .
Ajeng dan Afsal menghadiri acara kelulusan putranya .Luthfi mendapatkan predikat terbaik .Senyum bahagia terpancar di mata Ajeng . Senyum itu lah yang sangat Afsal rindukan . Ajeng semakin membaik .dia sudah bisa beraktifitas layaknya seorang ibu rumah tangga . Hanya saja ia belum bisa melayani Afsal .
Setiap Afsal menyentuh tubuhnya .Ajeng melakukan reaksi penolakan .Perasaan jijik dan benci langsung terpancar di matanya . Dia belum bisa menerima kenyataan bahwa suaminya berpoligami .
Ajeng memutuskan untuk tetap tidur di kamar Luthfi . Sementara ini Afsal memang mengalah .Dia tidak mempermasalahkan sikap Ajeng yang sangat jijik padanya . Dia mengakui kesalahannya .Dia melukai hati istrinya .
Suatu pagi Ajeng hendak pergi untuk berbelanja kebutuhan dapur .Dia mengenakan terusan warna maroon dan kerudung merah muda . wajahnya terlihat bercahaya dengan polesan lipstick pink tipis .
Afsal memperhatikan Ajeng yang terlihat sangat cantik dan segar di hari itu . Ajeng tersenyum pada Afsal .Entah kenapa dada Afsal bergemuruh .
" Mas aku mau pergi belanja dengan bik Sum "
" Apa pergi belanja harus pakai pakaian mencolok seperti itu .Ganti bajumu dengan yang lebih sederhana "
Ajeng menuruti perkataan Afsal .Ia mengganti bajunya dengan warna pastel yang lembut .Dan menemui Afsal . Afsal memperhatikan Ajeng dari atas hingga bawah . Kenapa dengan warna pastel pun wajahnya bertambah cantik dan justru terlihat anggun .
" Aku sudah ganti bajunya mas .Sekarang aku mau pergi "
" Nanti dulu .Hapus riasan dari wajah mu . gak usah genit "
Mendengar ucapan Afsal Ajeng merasa geram .Kemudian ia menghapus lipstick dari bibirnya juga bedak yang menempel di wajahnya .
" Sudah mas , aku pergi "
" Tunggu dulu "
Afsal kembali memeriksa Ajeng .setelah dihapus riasannya .Afsal menggaruk rambutnya .Tidak memakai riasan Ajeng justru terlihat sangat natural terlihat lebih muda seperti anak gadis saja .
" Jangan pergi nanti kamu cape . Biar bik Sum saja yang belanja "
Mendengar ucapan Afsal .Ajeng merasa geram dan marah .Ia masuk kedalam kamar dengan membanting pintu cukup keras .
Afsal terperanjat dengan sikap Ajeng yang kasar . Dahulu Ajeng sangat lembut dan tidak pernah membantah .Meski marah Ajeng hanya akan masuk kamar dan menangis .
Sudah satu Minggu ini Ajeng berada di rumahnya lagi . Luthfi datang dari sekolah barunya sekarang dia sudah SMA . Afsal menyekolahkan Luthfi si SMA favorit bergengsi .
Lutfi menghampiri mamanya yang sedang berada di kamar .
" Ma , mama kenapa ?Mama kok nangis . Papa maksa mama lagi "
" Nggak papa fi , ayok mama temani kamu makan "
Kemudian mereka menuju ruang makan . Afsal sedang menerima telepon dari istri mudanya Shofia . Melihat ada Ajeng dan Lutfi .Afsal keluar dari rumah dan melanjutkan teleponnya
***
Di seberang sana Afsal dan Shofia
" Mas kapan pulang ?"
" Mungkin bulan depan "
" kok lama sih mas yang Adil dong satu
Minggu harusnya bergilir "
" Satu bulan kemarin mas kan Disana "
" Kemarin kan emang mba Ajeng nya yang mau . Apa mas gak kangen sama aku . Aku kangen banget loh mas "
" Ajeng masih butuh perhatianku .Dia sedang sakit "
" Ya udah mas kalo gak kangen . Aku dikirimin uang saja ya mas .Yang kemarin sudah habis buat biaya anak anak . Sama di tambahin ya mas Ada ponakan yang mau sunatan .Gak enak kalau gak bantu . Taunya kan Aku istri mas yang kaya "
" Iya nanti mas kirim "
Afsal menutup teleponnya sedikit kesal pada Shofia yang boros .Dan Sebentar sebentar ada saja keluarganya yang membutuhkan bantuan .
Afsal masuk lagi kedalam rumah . Bergabung dengan anak dan istrinya . Ajeng berdiri dan melayani Afsal untuk makan . Suasana damai
seperti dulu sebelum dirinya menduakan Ajeng .
" Bagaimana sekolahmu Fi "
" Baik pa , Senin depan mulai masuk "
" Belajar yang sungguh sungguh .Papa akan suport semua kebutuhan kamu "
" Terima kasih pa "
Di meja makan Ajeng dan Afsal sejenak melupakan ego mereka .Mereka memberi perhatian dan semangat pada putra semata wayangnya .