"Lihat lah kau merusak kalung ku! Apa kau berjalan dengan kondisi yang sedang tertidur?!"Ucap seorang gadis cantik kepada perempuan yang seperti nya jauh lebih tua dari nya.
"Maaf-maaf,aku akan mengganti nya atau memperbaiki nya."Ucap wanita itu.
"Tidak perlu,ini bahkan tidak bisa kau ganti walaupun kau bekerja setahun di rumah ku."Ucap gadis itu kemudian pergi meninggalkan wanita yang baru saja menabrak nya Tampa sengaja saat berjalan.
Demi kian cuplikan novel ku yang berjudul "Melody" semoga kalian berkenan untuk mampir dan membaca setiap bab yang di buat oleh ku heheh.
asalmmualaikum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 19
"Pa,ada apa sebenarnya dengan hidup ku, aku rasa hidup ku semakin kacau setelah papa meningal kan aku, mengapa dia datang ke sini dan mengatakan jika aku harus pulang bersama nya ?"Ucap Melody seolah sedang curhat ke foto papa nya.
Tidak lama kemudian pintu kamar nya terbuka pelan, terlihat Levin yang masuk ke kamar Melody.
Melody dengan cepat menghapus air matanya dan tersenyum kecil menatap wajah Levin.
"Ada apa kak?"Tanya Melody kepada Levin.
"Mengapa kau menangis?"Tanya Levin yang kini duduk di sebelah Melody.
"Tidak ada,aku hanya merindukan papa."Ucap Melody.
"Papa mu? Berarti dia juga paman ku?"Tanya Levin lagi.
"Hahaha, astaga iya."Ucap Melody tertawa dengan menutupi kesedihan nya.
"Boleh aku melihat foto nya?"Tanya Levin lagi.
"Boleh, ini."Ucap Melody menyerahkan bingkai foto tersebut kepada Levin.
Levin menatap foto tersebut, benar saja itu sangat mirip dengan papa nya.
Ya iya lah kan kakak adek.
Next.
"Seandainya dia masih ada aku ingin sekali bertemu dengan nya."Ucap Levin kepada Melody.
"Kau bisa bertemu dengan nya di makam nya."Ucap Melody yabg menatap Levin dengan mata berkaca-kaca.
Melihat kesedihan yang tak terbendung di wajah Melody Levin pun memeluk erat tubuh Melody dan berusaha menguatkan nya.
"Sudah lah, jangan menangis kapan-kapan aku akan menemanimu untuk menjenguk paman."Ucap Levin mengengam kedua tangan Melody.
Melody tersenyum mendengar ucapan Levin dan kembali memeluk nya.
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan muda Arka, ini alamat nya, aku sudah mengikuti mereka dan itu sebuah Fila yang cukup besar, berhati-hati lah karena pemilik Villa tersebut bukan orang sembarangan."Ucap orang yang di suruh oleh Arka tadi.
"Baik lah kalau begitu kau boleh pergi."Ucap Arka kepada orang suruhan nya yang mengantarkan alamat Fila kepada Arka.
Setelah orang itu pergi,Arka pun kembali menutup pintu hotel nya.
"Dia sudah bertemu dengan paman nya? Tapi laki-laki tadi? Masa iya mereka tinggal di rumah yang sama, siapa sebenarnya laki-laki itu?"Batin Arka kebingungan.
Dua Minggu pun berlalu.
Arka benar-benar kebingungan menangani masalah ini karena Melody sangat membenci nya bahkan tidak pernah mempercayai nya lagi.
Ia bahkan sering datang diam-diam ke Fila itu namun di cegah oleh banyak anak buah dari Levin yang sedang berjaga.
****
Pagi pukul 08:20
Arka dengan sengaja mencari alamat tempat kerja Melody dan pagi ini ia mengikuti Melody yang hendak pergi berangkat kerja ke restoran seperti biasanya.
Hari ini Levin tidak bersama Melody ia pagi-pagi sudah keluar dari Fila dengan motor nya entah ingin ke mana.
Dan Melody pun akhirnya berangkat sendiri tampa di antar oleh sopir karena dia tidak pernah mau.
Saat di tempat sepi tiba-tiba Melody di tarik oleh seseorang untuk berlindung di sebuah pohon besar yang tinggi.
"Aaaa! Lepas kan aku! Penculik!"Teriak Melody.
"Bodoh ini aku!"Ucap Arka menutup mulut Melody.
"Ar-arka apa yang kau inginkan lepas kan aku!"Ucpa Melody mendorong aka menjauh dari nya.
"Melody aku mohon kali ini saja percaya lah kepada ku."Ucap Arka memohon.
"Mempercayai mu? Apa yang kau pikirkan aku harus percaya dengan orang yang telah membuat hidup ku menjadi hancur?"Tanya Melody menatap wajah Arka dengan tatapan marah.
"Iya aku tau itu, tapi bisa kah kau melupakan sejenak masalah mu dengan ku?! Aku hanya ingin kau pulang bersama dengan ku! Melody papa mu tidak lah bangkrut, dan sekarang kau dalam bahaya, paman mu dia lah orang yang membunuh papa mu dan memalsukan kematian papa mu demi mengambil harta papa mu! Kau harus cepat mengindari nya atau nyawa mu akan hilang!"Ucap Arka memegang kedua pundak Melody.
Melody tercengang,ia kaget dengan apa yang di katakan oleh Arka, ia juga bingung untuk memahami nya.
"Melody jangan keras kepala aku mohon pulang lah sebelum terlambat."Ucap Arka membujuk Melody.
"Cukup Arka! Kau benar-benar sudah gila ya? Mengapa kau memfitnah paman ku dan membual yabg tidak masuk akal ini kepada ku, pergi lah pulang sendiri aku sudah nyaman di sini dan satu lagi jangan pernah muncul di hadapan ku dan jangan ganggu aku lagi!"Ucap Melody yang kemudian berlari dengan cepat meningal kan Arka.
"Astaga Melody!"Ucap Arka yang kemudian melampiaskan emosi nya ke pohon yang ada di dekat nya.
Perlahan Arka pun menjadi lemah dan terduduk di bawah pohon tersebut.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Bukti apa yang akan bisa membuat Melody mempercayai aku?"Batin Arka sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Setelah menenangkan dirinya, Arka pun mendapat kan ide untuk menemui laki-laki yang setaunya adalah pacar Melody ya itu Levin meskipun hatinya sakit ia pun berusaha mengiklas kan Melody dan setidaknya ia mampu menebus semua kesalahan nya kepada Melody di masa lalu.
"Iya,dia hanya dia yang bisa membantu ku, jika dia mencintai Melody dia pasti akan mau membantu ku, aku lihat dia begitu dekat dengan paman nya Melody sehingga dia bisa menginap di Fila itu."Ucap Arka dengan bodoh nya tanpa tau itu adalah anak dari paman nya Melody.
Arka pun berdiri dari duduknya dan meningal kan tempat itu.
Keesokan harinya.
Arka mulai mencari keberadaan Levin ia menunggu di tempat biasa di mana Levin akan mengantarkan Melody untuk bekerja, dan ia berniat setelah Levin mengantarkan Melody kerja dia akan menunggu Levin di gang tersebut.
Benar saja tidak lama kemudian Levin dan Melody pun melewati gang itu.
Selang tiga puluh menit kemudian Levin kembali lewat sendirian setelah mengantar Melody.
Saat itu lah Waktu yang tepat untuk Arka memberhentikan Levin.
"Berhenti!"Ucap Arka berdiri di tengah jalan menghalangi Levin.
"Laki-laki bodoh ini lagi,aku pikir dia sudah menghilang dari kota ini."Ucap Levin yang kemudian memberhentikan motor nya.
"Apa kau gila?"Ucap Levin setelah membuka helem nya.
"Aku ingin bicara dengan mu sebentar saja."Ucap Arka.
"Aku tidak punya banyak waktu."Jawab Levin malas.
"Ini soal keselamatan Melody."Ucap Arka lagi.
Levin terdiam, dia melihat kecemasan dan keseriusan yang tertanam di wajah Arka saat itu.
"Katakan."Ucap Levin singkat.
"Mana mungkin di sini aku mengatakan nya."Ucap Arka.
"Lalu kau ingin di mana?"Tanya Levin.
"Di tempat yang sunyi dan tertutup."Ucap Arka lagi.
"Naik lah."Ucap Levin kepada Arka.
Arka pun naik ke motor Levin dan mereka pun melaju menuju tempat yang sepi dan tertutup untuk membicarakan itu.
Bersambung ….
sepupunya melody donk..
secara gak langsung, melody udah ketemu saudaranya🥰..
Aku mau bawain Audio book karya kakak yang berjudul Melody ini.
Mohon bimbingan, kritik dan sarannya ya, Kak..
Terima kasih🙏😊