Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayah Anakku Kakak Kekasihku

Ayah Anakku Kakak Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rahmat Lubis

Novel ini menceritakan, Seorang gadis harus kehilangan kesuciannya, dengan jalan yang sangat tragis dan menyakitkan. Setelah di siksa, gadis bernama Sabrina itu, di perkosa dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Ternyata laki-laki brengsek itu tak lain adalah kakak kandung kekasih nya.
Lalu, apakah Sabrina akan terus bersama Prasetya, kekasihnya, atau bersama kakaknya, yang ternyata mempunyai kelainan jiwa?
ikuti kisahnya, beri komentar agar author nya jadi semangat untuk terus berkarya, jangan lupa pula masukannya, agar teman-teman , tidak bosen bacanya, oke! 🙏🙏🙏 ♥️!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmat Lubis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Sampai pagi, ketika Sabrina bangun dari tidurnya, ia meraba-raba tempat tidur disebelahnya, mencari Prasetya, namun tangannya tidak menemukan keberadaan suaminya disampingnya.

Berarti, Prasetya tidak pulang sejak kejadian di RSJ kemarin.

Setelah selesai sarapan pagi, Sabrina akan kembali kekamar, melihat kaila yang sejak tadi belum juga bangun.

Saat ia hendak melangkah kan kaki, pak Abraham menegurnya.

"Bri ... apakah nanti kau tak pergi kerumah sakit?"

"Tidak, pa ...."

"Kenapa?"

"Aku tak akan melakukan sesuatu yang membuat suamiku marah."

"Maksudnya?"

"Mas Pras, tidak suka saya dekat dekat dengan mas Arsen."

"Jadi, Prasetya melarang kamu?"

"Apa tidak sama dengan melarang, kalau sejak kemarin dia tidak pulang."

"Dia bilang, dia tidak pulang karena banyak pekerjaan di luar kota."

"Sebenarnya dia marah, Pa."

"Kalau aku yang meminta agar kau pergi kerumah sakit, apakah kau menolak?"

Sabrina terdiam, ia hanya menunduk sambil memainkan jari jari tangannya.

"Apakah kau tidak ingin Arsen sembuh?"

"Siapapun ingin dia sembuh, Pa!"

"Kalau begitu, pergilah!"

"Tapi ...."

"Kenapa, Prasetya ... kamu takut pada Prasetya?"

"Aku akan pergi setelah Mas Pras pulang."

"Baik, tapi jika sampai nanti siang Prasetya tidak pulang, kamu ke RSJ bersama mang Ujang."

"Baik, Pa."

"Aku akan pergi kekantor, nanti siang aku menantimu disana."

Sabrina menelan air ludahnya, ia serba salah, jika ditanya, Sabrina ingin tidak ikut campur masalah Arsen, tapi entah mengapa, justru dia adalah orang yang dijadikan alasan sebagai perantara kesembuhan Arsen.

"Ada apa, Non?"

"Aku bingung, Mbok ...."

"Apa Non sudah menghubungi den Pras?"

"Sudah Mbok ... tapi tak diangkat!"

"Mbok paham dengan apa yang Non rasakan, tapi Non adalah orang yang bisa diharapkan untuk kesembuhan den Arsen, maka ...."

"Aku harus bagaimana, Mbok?"

"Pergilah, bukankah tuan sudah menyuruh Non, dia paling tidak suka dibantah!"

"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan pergi."

Bertepatan Sabrina akan menaiki tangga menuju kamarnya, terdengar mobil Prasetya memasuki pekarangan rumah mewah itu. Sabrina menghentikan langkah nya, ia kembali, menuju teras, bermaksud menyambut kedatangan Prasetya, namun tak ada sama sekali keramahan Prasetya seperti biasanya.

Tanpa mempedulikan Sabrina, Prasetya langsung masuk, dan tidak menyapa Sabrina sama sekali.

"Mas ...."

"Hmm!" jawab Prasetya dingin.

Sabrina terus mengikuti Prasetya, walaupun harus bersusah payah, karena Prasetya berjalan dengan begitu cepat.

"Apa salahku, Mas?"

"Salahmu, kenapa kau tanyakan padaku?"

"Karena aku tak mengerti, apa kesalahan yang aku perbuat, kau memintaku untuk datang ke RSJ, dan aku tak mau, kau pun memaksa aku, tiba-tiba kau meninggalkanku begitu saja, lalu ... kau mengatakan aku salah, dimana salahku."

"Mungkin benar, Kaila adalah anaknya."

Sir, tergores perih rasa hati Sabrina, bagaimana mungkin Prasetya bisa bicara seperti itu, padahal ia tahu kalau dirinya hamil karena insiden yang sama sekali tidak diinginkannya.

"Mas ... kau tega!"

Prasetya tetap santai masuk kedalam kamarnya, tak peduli dengan suara isak tangis Sabrina.

Sambil membuka sepatunya, Prasetya menatap Sabrina yang mendekatinya, lagi lagi, ia tak mengacuhkan nya, dengan santainya ia membuka baju dan hanya tinggal kaos boksen, yang membuat otot otot tangannya kelihatan sangat indah.

Prasetya menghempaskan dirinya diatas kasur.

"Mas!" panggil Sabrina agak keras.

"Ada apa?"

"Kenapa kau perlakukan aku seperti ini, tolong Mas, katakan sesuatu padaku."

"Kamu maunya gimana?"

"Aku akan pergi ke RSJ atas izinmu, kalau kau keberatan, aku tidak akan kesana, walau aku harus menolak keinginan Papa."

"Terserah!"

Sabrina tahu, suaminya seperti ini karena ia sangat cemburu, dengan lembut dan sangat hati hati, Sabrina duduk disisi ranjang, dekat Prasetya. Menggenggam tangannya, kemudian mencium nya lembut.

"Apakah kau tidak percaya padaku?" Prasetya masih diam.

"Dari pertama aku mengenal cinta, aku hanya jatuh cinta padamu, aku hanya mencintaimu."

"Tapi ... aku ragu padamu."

"Apa yang membuatmu ragu?"

"Aku merasa mas Arsen ada hubungan padamu."

"Bagaimana mungkin kau berpikir seperti itu, kau tahu bukan, kami tak pernah bertemu."

"Entahlah, itulah yang aku rasakan sekarang, aku tidak percaya padamu, jadi kalau kau mau pergi ke RSJ, terserah kamu saja, bukan urusanku."

"Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?"

"Aku sangat mencintaimu, itulah sebabnya aku seperti ini."

"Kalau kau mencintaiku, seharusnya kau percaya padaku dan kau tidak akan bertingkah seperti anak kecil."

"Semula aku percaya, tapi sekarang tidak."

"Terus apa artinya aku dirumah ini, aku akan pergi saja."

Sabrina bangkit, menuju lemari pakaian, mengambil pakaiannya dan melemparkannya keatas kasur begitu saja, dan kemudian mengambil koper dan memasukkan seluruh pakaiannya.

Saat itulah Prasetya sadar akan kekeliruannya, ia terduduk, menatap Sabrina tak berkedip.

Selesai mengemas pakaiannya, ia mengambil baju bayi dan memasukkan nya dalam tas besar.

Prasetya bangkit, ia mendekati Sabrina, dan memeluknya dari belakang.

"Kau mau kemana?"

"Biarkan aku pergi, aku sudah tak berhak dirumah ini, sebuah cinta dilandasi kepercayaan, sedang kau tak lagi percaya lagi padaku. Bukankah lebih baik aku pergi saja, lagi pula, aku bukan siapa siapa mu, aku bukan istrimu, aku hanya orang yang menumpang dirumah ini."

"Maaf, aku minta maaf ... sungguh aku tak ingin kau pergi!"

Sabrina tetap asyik membenahi barang barang yang akan di bawanya.

"Kumohon ... jangan pergi!"

"Aku tidak bisa berbuat banyak, aku hanya bisa melakukan sesuatu yang aku anggap benar."

Sabrina memanggil manggil suster yang menggendong kaila.

"Ada apa, nyonya?"

"Mari kita pergi, mulai hari ini kita akan pergi dari rumah ini."

Dengan pandangan bingung, suster itu menatap Prasetya, Prasetya mengisyaratkan agar suster itu pergi dari hadapannya.

"Sabrina sayang ... kumohon ...."

"Aku tidak bisa hidup dengan orang yang tidak percaya padaku."

"Oke, aku mengaku salah, tapi apakah aku salah bila aku merasa takut akan kehilanganmu?" Prasetya bicara dengan nada tinggi, membuat Sabrina terdiam dan menghentikan kegiatannya mengemasi barang-barang nya.

Sabrina menatap Prasetya lekat, walaupun ia tak melihat bagaimana ekspresi nya saat ini.

"Bri ... jangan pergi, bukankah kita akan menikah lagi?"

"Kau sudah membuat aku kecewa."

"Kumohon, maafkan aku ... aku janji tidak akan berlaku begini lagi."

"Aku mencintaimu, Mas ... aku hanya mencintaimu."

"Akupun sangat mencintaimu, dan aku tidak ingin kehilanganmu, aku takut kau dekat dengan laki-laki lain, meski itu adalah kakakku sendiri, bukankah aku sudah pernah mengatakan, aku tak percaya pada mas Arsen, meski dia adalah kakakku sendiri?"

"Aku paham, aku mengerti!"

"Sungguh kumohon, jangan pernah pergi meninggalkan aku."

"Jadi apa yang harus aku lakukan, apa kau tak mengizinkan aku pergi ke RSJ, jika tidak ... aku tak akan pergi, meskipun Papa memintaku."

"Aku mengizinkan, tapi kau harus bersamaku."

"Apa yang tidak untukmu, Mas ...."

"Seharusnya aku percaya padamu, seharusnya aku tidak marah padamu, sini aku peluk!"

Sabrina menurut saat Prasetya menarik dirinya kedalam pelukannya. Semakin lama, semakin Sabrina membenamkan wajahnya dalam pelukan suaminya itu.

Tak berapa lama, suara ponsel milik Prasetya berdering, dan ponsel itu jauh dari mereka, tanpa peduli mereka baru saja baikan, Prasetya menggendong Sabrina, membawa keatas kasur.

"Andai saja, kau sudah sah menjadi istriku, kau sudah habis!" ucapnya sambil mengecup kening Sabrina mesra.

1
sukma26
👍
Wawan
Hadir... ✍️
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
tia: oke, semangat bacanya, semangat juga kasih dukungannya, jangan lupa kasih juga hadiah yang buanyaak
total 1 replies
Meri the dracula
ceritanya sedih thor..semoga happy ending
tia: lanjut bacanya, nanti diusahakan mampir!
total 1 replies
Ariel
apa iya
tia: iya dong ... apalagi cintaku padamu, wkwkwk
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
tia: halo, kasih masukan dong, harus gimana gitu?
total 1 replies
tia
ayo lanjutkan bacanya, oke!
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
tia: ayo lanjutkan baca!
total 1 replies
Benny Citra Lestari
😏😏😏😏😏😏😏
tia: terimakasih atas dukungannya.
total 1 replies
Anonim
👏makasih upnya
tia: makasih juga udah mendukung
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
tia: sekarang author akan berusaha tajin update, deh ...
total 3 replies
Uun Nesya
bagus ceritanya kak
tia: terimakasih, karya ini telah berhasil kontrak, semoga semakin banyak peminat bacanya ya...
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
cahaya malam
mana lagi????????
cahaya malam: penasaran say. tpi kmarin2 ada kesibukan, jdi hp lepas dari tangan. ok lanjut.
total 2 replies
cahaya malam
mulai nih konflikx. seru, lanjut thor
cahaya malam
lanjut thor. jgn sampai putus yah. aku gk mau kecewa loh😁
tia: oke, akan diusahakan.
total 1 replies
cahaya malam
wah baj*ngan juga si arsen. dia ambil enakx sj. sedang pras dpt sulitx menjaga sabrina doank. kasian pras. klw tak berujung dgn sabrina, pras buat aku aja thor😁
tia: bisa aja Lo ....
total 3 replies
cahaya malam
menarik.
cahaya malam
penasaran dgn endingx thor. sabrina bareng siapa yah? apa tetap bersama pras atau nantix malah berbalik ke arsen
tia: Terimakasih sarannya, oke kita bikin jadi gereget ya!
total 3 replies
cahaya malam
aku mampir nih thor. berkunjung juga yah di cerita-ceritaku😊🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!