Menceritakan tentang perjalanan cinta dan masa lalu seorang siswi SMA yang bernama Greysalia Putri Zelina. Greysa jatuh cinta kepada seorang laki laki yang baru ia kenal ketika memasuki bangku SMA. Namun ia merasa bahwa ia memiliki hubungan yang dekat dengan laki-laki tersebut seperti mereka telah saling mengenal satu sama lain namun ia tidak bisa memastikan bahwa ia dan laki-laki tersebut pernah mempunyai hubungan atau tidak di masa lalu karena Greysa tidak bisa mengingat masa lalunya dengan baik akibat trauma yang membuatnya melupakan sebagian ingatannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greyniilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
confes?
Hari ini Greysa kembali masuk sekolah setelah beberapa hari libur karena dirawat di rumah sakit. Kehadirannya disambut hangat oleh teman-teman sekelasnya.
"Grey!!! Akhirnya lo masuk juga." Ujar Anantasya kegirangan.
Greysa meletakkan tasnya dan duduk disamping Anantasya yang sangat antusias menyambut kedatangannya. Ia melihat Anantasya telah siap untuk menceritakan semua yang terjadi di sekolah saat ia libur.
"Stt diam dulu! Sebelum gue mendengar ocehan lo gue mau nanya itu si Nadia masih marah ya sama gue?" Ucap Greysa menutup mulut Anantasya yang ingin bercerita.
Anantasya kemudian memperhatikan Nadia yang bersikap acuh kepada mereka ia sibuk melihat handphonenya tanpa mempedulikan kehebohan Anantasya menyambut Greysa.
"Nad gue minta maaf ya soal kejadian di rumah sakit waktu itu teman gue gak bermaksud ngusir kalian kok dia cuma salah paham aja." Ujar Greysa menghampiri tempat duduk Nadia.
"Iya gue maafin tapi lain kali bilangin sama teman lo itu kalau benci sama cowok gue gak usah ngusir segala." Ucap Nadia masih ketus karena kesal dengan sikap Nathania kepada Gerald ketika mereka di rumah sakit.
"Iyaa nanti gue bilang ke dia sekarang senyum dong jangan jutek jutek begitu gak suka gue ngeliatnya." Ucap Greysa.
"Kalau gak suka jangan diliat." Celetuk Nadia.
"Baru juga baikan udah berantem lagi kalian niat baikan gak sih?" Ujar Anantasya heran dengan sikap kedua temannya.
"Nanti kalau pak Arka udah masuk tolong ijinin gue ya soalnya gue mau ke toilet dulu." Ucap Greysa pergi meninggalkan temannya sebelum temannya sempat menjawab ucapannya.
Greysa ke toilet bukan karena kebelet buang air namun ia sedang mempersiapkan dirinya untuk mencoba bersikap biasa saja kepada Arka. Karena semenjak pulang dari rumah sakit tekadnya sudah bulat akan membuang perasaannya jauh-jauh.
Beberapa saat setelah Greysa pergi ke toilet Arka masuk ke dalam kelas Greysa dan kali ini ia mengeluarkan metode pembelajaran dengan cara bermain game berdialog bahasa inggris secara berpasang pasangan.
Game tersebut sangat membantu para siswa dan siswi dalam pelafalan bahasa Inggris. Metode ini merupakan metode pembelajaran Arka yang paling seru bagi muridnya dan ia telah mengajar dengan metode ini semenjak ia diangkat menjadi guru disekolah tersebut.
Arka membebaskan muridnya untuk memilih partner game dan tentu saja Greysa yang tidak memiliki partner karena ada salah satu murid yang tidak masuk sekolah hari ini membuat jumlah siswa dikelas itu menjadi ganjil.
"Kamu siapa pasangannya?" Tanya Arka kepada Greysa yang baru saja kembali dari toilet.
"Hah? Pasangan apa pak?" Tanya Greysa kebingungan karena belum tau bahwa Arka akan mengadakan game.
"Kita main game hari ini Ra, dan Pak Arka nyuruh kita buat cari pasangan boleh cewe boleh cowo" Jelas Gevano kepada Greysa.
"Yaudah siapa yang belum punya pasangan?" Tanya Greysa kepada teman-temannya yang lain. Semua hanya diam karena mereka semua telah memiliki pasangan masing masing.
"Kenapa pada diam? Bukannya jumlah kalian 36 orang harusnya ada satu orang lagi yang belum dapat pasangan." Tutur Arka kebingungan.
"Oh iya pak, ada satu orang yang gak hadir Pak jadi kami hari ini jumlahnya 35 orang." Jelas Gevano setelah menghitung jumlah anggota kelas.
"Oh gitu, terus kamu gimana?" Tanya Arka kepada Greysa.
"Saya gak usah main aja pak." Ucap Greysa sambil berjalan ke tempat duduknya.
"Greysa!! Siapa yang nyuruh kamu duduk?" Ucap Arka kepada Greysa.
"Diandra pak!!!!" Ucapku sedikit berteriak karena kesal pak Arka salah menyebut namaku.
"Kamu sama Bapak aja main gamenya." Timpal Arka membuat Greysa terkejut. Namun ia hanya bisa menuruti ucapan Arka dan berjalan menuju meja Arka.
"Oke, sekarang kalian duduk berpasangan dan obrolin apa tema yang tadi bapak suruh kalian buat, ingat ya pakai bahasa inggris nanti akan ditampilkan ke depan kelas." Ucap Arka kepada murid yang lain.
"Oke Grey sekarang kamu ambil kertas yang ada disini dan kata atau kalimat yang ada di kertas itu akan menjadi topik pembicaraan kita." Jelas Arka sembari menyodorkan sebuah kotak yang berisikan beberapa buah kertas yang digulung.
Greysa mengambil salah satu kertas dan membuka gulungannya, alangkah terkejutnya Greysa ketika membaca tulisan yang ada di kertas tersebut.
Love
Itulah tulisan yang tertulis di kertas yang baru saja Greysa ambil. Seketika jantungnya berdebar lebih keras ketika membaca tulisan tersebut. Ia tidak mengerti kenapa ia bisa berada di posisi yang menyulitkannya untuk membuang perasaannya kepada Arka. Apa maksud Tuhan atas semua ini?
"Apa tulisannya?" Tanya Arka.
Greysa tidak menjawab pertanyaan dari Arka, ia hanya menyodorkan kertas tersebut kepada Arka. Arka yang membaca tulisan tersebut tertawa kecil.
"Ini siapa yang buat?" Tanya Arka kepada murid yang lain sambil menunjukkan kertas yang
"Saya pak!!" Ucap Siska mengangkat tangan.
"Saya buat itu awalnya memang buat greysa Pak tapi saya gak tau kalau dia akan berpasangan dengan bapak, saya pikir Greysa akan berpasangan dengan Gevano Pak." Jelas Siska membuat yang lain heboh.
"Oh ada hubungan apa sama Greysa, Gevano?" Tanya Arka kepada Gevano.
"Hah?! G-gak ada hubungan apa apa pak." Jawab Gevano dengan cepat.
"Mereka HTS pak!!!" teriak Anantasya.
"Hah?!! Gak ada pak!!" Ucap Greysa dan Gevano secara bersamaan membuat suasana kelas makin heboh.
"Mau tukar sama bapak, Gevano? Biar kamu berpasangan sama Greysa gimana?" Tanya Arka.
"Gak usah pak."
"Mau pak!!"
Greysa dan Gevano kembali menjawab pertanyaan pak Arka secara bersamaan. Mendengar jawaban Greysa, Gevano langsung menatap Greysa dengan kebingungan.
"Cieee Greysa udah mau menerima Gevano tu, traktirannya jangan lupa Van." Sorak teman teman yang dekat dengan Gevano.
Greysa kebingungan dengan ucapan teman temannya Gevano karena ia mau menjadi partner Gevano agar ia tidak berpasangan dengan Arka.
"Bapak nanya ke Gevano bukan ke kamu, kenapa kamu ikutan menjawab?" Ujar Arka kepada Greysa.
"Karena Gevano menolak jadi sekarang kalian lanjutkan tugas kalian dan Greysa tetap berpasangan dengan bapak." Ucap Arka sambil tersenyum membuat murid lain kecewa karena aku tidak jadi berpasangan dengan Gevano.
Arka menatap Greysa yang sedikit menunduk karena takut menatapnya. Arka kebingungan dengan sikap Greysa kepadanya.
"kamu takut sama saya?" Tanya Arka dengan suara yang sangat pelan mungkin ia tidak mau murid lain dengar.
"Hah?! Gak pak." Ucap Greysa sedikit gugup.
"Kalau gak takut tatap saya dong, saya lagi bicara gak sopan gak menatap orang yang lagi bicara sama kita." tegur Arka menasehati Greysa.
Dengan sedikit keberanian Greysa berusaha menatap Arka dan tidak diragukan lagi ketika ia menatap Arka jantungnya kembali berdebar. Greysa berusaha untuk menatap Arka tanpa menatap matanya hingga matanya tertuju kepada luka yang terdapat disudut bibir Arka.
Greysa baru sadar penampilan Arka tidak seperti biasanya. Ada yang beda di wajahnya namun Greysa tidak mengetahui dimana letak bedanya ia mencoba mencari perbedaannya sampai ia menyadari bahwa penampilan Arka lebih kusut dari biasanya ia seperti orang yang baru saja berkelahi.
Greysa ingin sekali menanyakan keadaan Arka, kenapa dia bisa seperti itu. Tapi ia mengurungkan niatnya karena ia telah bertekad untuk tidak membicarakan apapun selain pelajaran dengan Arka.
"Diandra, what do you think about love?" Tanya Arka memulai dialog dari topik yang berada di kertas yang Greysa ambil tadi.
"I think love is a feeling that we can't understand" jawab Greysa
"Do you have someone you love or love you very much?" Tanya Arka lagi.
"Yes, I love grandma and grandpa and so do they." Ucap Greysa kembali menjawab pertanyaan Arka.
"Besides your family?"
"Yes, I also love a man like other children my age and I'm sure you also have a woman that you love very much" Arka tertawa kecil mendengar jawaban Greysa.
"Of course, I love a girl whose nature I can't understand, but I like her a lot even though I don't know her true feelings and I don't know if she really likes me or not." Jelas Arka.
"I'm sure she likes you very much and she is very lucky to be loved by a man like you.' Ucap Greysa sambil tersenyum namun hatinya terasa perih ketika mengucapkan kalimat itu.
"I hope so, what about the man you love?" Tanya Arka membuat Greysa kebingungan harus menjawab apa. Karena tidak mungkin ia mengatakan kepada Arka kalau laki laki yang ia maksud itu adalah Arka.
"That man didn't know how much I loved him, he never saw me who was always behind him, I was very proud of him with all the characteristics he had. I love him for no reason." Jelas Greysa setelah diam beberapa saat.
"Is that man Gevano or Gerald?" Tanya Arka sambil melirik kearah Gevano dan Gerald secara bergantian.
"No, that man is you." Ucap Greysa yang entah dapat keberanian darimana berkata seperti itu.
Arka terkejut mendengar jawaban Greysa. menyadari hal itu Greysa langsung menghentikan Arka yang ingin menjawab ucapannya.
"Hahaha just kidding" ucapnya sambil tertawa.
"Though I want to say I love you too." Ucap Arka sambil tertawa.
Meskipun Greysa tau bahwa Arka mengatakan itu hanya sekedar membalas candaannya entah kenapa Greysa merasa senang.
"By the way there is one thing I want to tell you. I am very happy today because it turns out that the woman I love also loves me and I hope you don't waste the love of the man who loves you" Timpal Arka sambil melirik kearah Gevano.
"Try to open your heart to the man who loves you instead of waiting for the man you love." Ucap Arka lagi.
Greysa tidak terlalu mengerti dengan ucapan Arka tapi satu hal yang ia mengerti adalah Arka sedang menyuruhnya untuk menerima cintanya Gevano.
"Oke, waktu menyusun kalimatnya sudah habis sekarang Gevano dan Lingga maju ke depan dan sebutin topik yang kalian dapat." Ucap pak Arka tidak membiarkan Greysa menjawab ucapannya.
"Okeyy guyss,kami mendapatkan tema atau topik obrolan yaitu women" ucap Gevano setelah berdiri didepan kelas.
Greysa memperhatikan Gevano yang sedang melakukan pembicaraan dalam bahasa inggris. Greysa terkejut ketika mendengar namanya ada dalam obrolan mereka. Tanpa Greysa sadari Arka terus memperhatikannya yang sedang memperhatikan Gevano dan entah kenapa Gevano jadi tiba tiba gugup ditengah obrolan hingga ia lupa teks yang telah ia buat.