Indonesia
NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Pagi ini setelah sholat subuh Raisa duduk di depan meja rias.

Dion memang mendatangkan MUA dan hair style ternama, agar penampilan istrinya sangat cantik---juga MUA profesional agar lebam di area leher Raisa bisa tertutup sempurna.

MUA itu hanya diam saat tengah memoles satu persatu alat makeup pada Raisa, berusaha menutupi luka lebam di area leher.

"Kasihan sekali istri Dion Raharja...apa terjadi sesuatu kenapa sampai lebam begini?" tanya MUA dalam hatinya, nampak tak tega.

"Mbak Raisa cantik banget, pengen tahu gimana caranya bisa dapet Pak Dion," ucap MUA itu, yang pria cuman melehoy.

"Kami di jodohkan, Mas. Dan yah akhirnya kami saling jatuh cinta," jawabnya, tangan MUA itu menggenggam kuas blush on yang sedang di poles---di pipi Raisa.

Raisa menjawab, karena dirinya tahu jika menjaga kehormatan rumah tangga adalah tanggung jawabnya.

Soal cinta atau tidak, Raisa sama sekali tak bisa merasakan apapun yang ada di dekat Dion---namun jika wanita sudah berhubungan dengan pria maka secara otomatis akan jatuh cinta.

Jujur saja, Raisa sendiri jatuh cinta---hanya saja sikap Dion yang posesif dan mendominasi seolah membuatnya tak nyaman.

"Coba madep kesini, Mbak."

MUA itu menyuruhnya, menghadap ke arahnya---lalu Raisa menurutinya.

"Apa yang kurang ya?" tanya lagi.

"Ummm, eyeshadownya kurang nih," ucapnya.

Sontak MUA itu menebalkan kembali eyeshadow di wajah Raisa, dan kembali membenarkan beberapa makeup.

Tinggal hair style yang menata rambut Raisa, dengan gaya sanggul di hiasi sirkam bunga kamboja.

Singkat waktu, setelah Raisa selesai dirias.

Raisa turun dari tangga, tubuhnya terbalut kebaya kutu baru berwarna biru muda di padukan dengan kain batik bermotif coklat.

Nampak pakaian yang dikenakannya membalut tubuhnya yang ramping, tak lupa rambutnya di sanggul rapi dengan di cepol tradisional dengan hiasan sirkam bunga kamboja kuning.

Dion duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, namun Raisa membuatnya membuyarkan lamunannya.

"Mas...ayo," ajak Raisa.

Dion menganga nampak tak percaya, Raisa sangat cantik---wanita yang sudah di bencinya sejak kecil, kini tampil memukau dengan polesan makeup dan kebaya tradisional.

"Mas....," panggil Raisa lagi, menggoyangkan tangannya di depan wajah sang suami.

"Eh Iya," sahutnya.

"Ayo, jadikan?" tanya Raisa.

"Iya jadi," jawab Dion sambil berdehem.

Dion mengenakan kemeja warna putih, dengan balutan jas formal hitam dan dasi merah terikat di lehernya.

Pria itu juga mengenakan peci hitam terpasang sempurna menghiasi kepalanya, seolah memberikan kesan pria religius agar nampak berwibawa dan di hormati publik.

Pasangan suami istri ini pergi menaiki mobil, untuk menuju ke acara pertemuan.

Di sebuah hotel mewah, acara besar tengah diadakan.

Gemerlap lampu kristal di ballroom hotel berbintang, seolah memantulkan kemewahan yang menyilau.

Siang ini adalah acara penghargaan budaya Indonesia, sebuah perhelatan agung yang mana para mata dan pers tertuju pada pasangan-pasangan paling berpengaruh di negeri ini.

Di tengah kerumunan tamu yang mengenakan pakaian adat tradisional, Raisa dan Dion melangkah masuk dengan aura yang seolah memancarkan pasangan suami istri yang harmonis.

Namun, jauh dari itu keduanya menjalankan rumah tangga tanpa kebahagian.

Malah Raisa yang mendapatkan banyak penderitaan, apalagi Dion yang hatinya memendam perasaan benci kepada Raisa.

Raisa berjalan berdampingan dengan Dion yang berdiri tegap dengan bangga, baru saja mereka menginjakkan kaki di area red carpet.

Puluhan awak media langsung mengerumuni pasangan Raharja.

Click.

Kilatan lampu flash kamera menyambar bertubi-tubi seolah menciptakan ilusi bintang.

Raisa merasakan jemari Dion dengan mesra mencengkram pinggangnya dengan kuat, sebuah peringatan agar jangan coba-coba bicara yang macam-macam.

"Pak Dion! Ibu Raisa! Bisa minta waktunya sebentar untuk wawancara?" teriak salah satu wartawan dari media nasional.

Dion tersenyum lebar sementara Raisa tersenyum seperti penuh tekanan.

Dion menarik tubuh istrinya berusaha mesra di depan awak media.

"Tentu, silakan," jawab Dion dengan suara bariton yang tenang dan meyakinkan.

Seorang reporter wanita menyodorkan mikrofon berlogo 'Berita Hari Ini' tepat ke arah keduanya.

"Bang Dion dan Mbak Raisa, kalian berdua kok serasi ya. Tapi kenapa Bu Raisa belakangan ini tak tersorot media dan jarang tampil di acara-acara publik?" tanyanya.

"Iya apa ada alasan khusus?" tanya wartawan dari portal Detik news.

Raisa Merasakan tenggorokannya tercekat, pertanyaan itu selayaknya bara yang di tempel di hatinya.

Bagaimana dirinya bisa tampil, jika Dion saja tak pernah mau mengakuinya sebagai istri---bahkan mengurungnya di dalam kamar.

Matanya melirik sejenak sang suami, menemukan Dion yang tertawa kecil---Dion memberikan kode seolah dirinya saja yang akan menjawab pertanyaan pers.

"Yah sebenarnya istri saya ini lebih suka menghabiskan waktu di rumah, jadi ibu rumah tangga. Dan tak suka tersorot media," jawab Dion sambil mengerat rangkulan di pinggang Raisa.

Raisa tersenyum meskipun otot wajahnya kaku dan penuh tekanan, tangannya nampak memegang lengan sang suami.

Wanita ini berusaha menunjukkan pose mesra yang dicari para paparazi dan pencari berita.

Hatinya menjerit, dan ingin mengatakan semuanya---jika sejak awal menikah dirinya suka sekali mengalami KDRT sampai perselingkuhan.

"Apakah itu benar, Mbak Raisa?" desak reporter itu lagi.

Raisa menelan salivanya, suaranya bergetar dan dengan nada lembut di paksa dirinya menjawab.

"I-iya. Mas Dion suami yang pengertian, saya merasa lebih seneng aja jadi ibu rumah tangga dan melayani suami saya," jawab Raisa seolah membicarakan isi setengah hatinya.

Hal yang membuat Dion tersenyum, lalu merangkul mesra sang istri.

"Saya juga menikahi Raisa Adiratna, karena selain cantik saya suka sekali dengan jahitan bajunya dan masakannya," lanjut Dion.

Dion berusaha membangun citra suami yang bertanggung jawab dan romantis, padahal aslinya Dion selayaknya serigala berbulu domba.

Raisa memejamkan matanya, hatinya selayaknya tertancap ribuan duri---jujur dirinya ingin meraih cita-cita sebagai designer baju terkenal.

Namun, Dion seolah mematahkan impiannya itu.

"Wah pasangan yang luar biasa ya," puji para reporter tanpa ada rasa curiga.

Setelah mengatakan itu, Dion menoleh ke arah Raisa dan mengecup kening istrinya di depan kamera----gestur itu langsung di sambut riuh di sertai decak kagum.

Di bawah sorot lampu flash para wartawan, Raisa merasa harus memasang topeng kebahagiaan---meski tubuhnya sudah penuh lebam akibat aktivitas ranjang bersama sang suami yang bisa di bilang brutal.

*

*

*

*

1
Sunarti Narti
Thor ini ceritanya ganti judul,tapi tokonya masih sama,tapi Thor jangan banyak kekerasan dalam rumah tangga, serem baca nya,🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Putri Sabina: yang ini KDRT, ceritaku yang mayor nggak ada kok kak🥲
total 1 replies
Ma Em
Raisa kamu jgn lemah dong lawan Dion kalau Raisa takut maka Dion akan semakin senang melihat hdp Raisa tersiksa , makanya lawan jgn cuma menangis sdh tanggung Raisa diam tdk melawan disiksa dipukul kalau melawan dipukul wajar tapi kalau diam dan menangis saja lbh parah .
Putri Sabina: gimana mau lawan kak, kan nggak punya penghasilan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!