Dalam alam fantasi yang memikat, terdapat sebuah dunia yang dikenal sebagai Naga Timur. Di tanah ini, prajurit legendaris memperoleh kekuatan dari kebijaksanaan naga yang bijaksana dan keberanian dari timur yang menyimpan rahasia yang tak terpecahkan. Mereka adalah penjaga perdamaian, mempertahankan keseimbangan antara kebaikan dan kegelapan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bud's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelang 4
Dari waktu ke waktu pertarungan harga antara kaln Feng dan Klan Zho semakin memanas puncaknya yaitu ketika harga lelang yang di tawarkan mencapai seribu koin mas yang mana dengan nominal tersebut sama dengan pendapatan klan kecil selama setahun dan harga tersebut juga sebanding dengan kitab yang akan di peroleh.
"kami Klan Zho menawaran seribu dua ratus koin mas" ucap ketua klan cabang". sontak pernyataan tersebut membuat beberapa peserta lelang menjadi shok dengan harga yang di tawarkan oleh Klan Zho, pemandu acara beberapa saat juga sempet shok namun di bisa menguasai keadaan.
" seribu dua ratus, siapa lagi yang mau nawar, ucapnya " beberapa saat keadaan sedikit hening, namun suara xio chen sontak membuat mereka semua terkecut. " seribu lima ratus ucapnya dengan santainya".
mereka semua terbengung kembali, bagaimana mungkin dengan umur xio chen yang masih tergolong sangat mudah dengan begitu royal dan mudahnya menghambur hamburkan koin mas, mereka saja yang tergolong dari klan atas masih berpikir pulhan kali untuk mengeluarkan koin sebanyak itu
Setelah Xio Chen menawar seribu lima ratus koin mas, suasana ruangan lelang seketika tegang. Pemandu acara mencoba menjaga ketertiban, tetapi keheranan tergambar jelas di wajah banyak peserta lelang. Bagaimana seorang yang relatif muda seperti Xio Chen bisa begitu berani dan royal dalam mengeluarkan jumlah koin yang luar biasa besar?
Ketua klan Feng, yang juga seorang tokoh terkemuka di dunia perniagaan, memandang Xio Chen dengan rasa ingin tahu yang mendalam. Ia tahu betul bahwa Xio Chen bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh, meskipun usianya masih muda. Klan Zho pasti memiliki alasan kuat di balik penawaran yang begitu tinggi.
Sementara itu, suasana hening yang tercipta setelah penawaran Xio Chen diganggu oleh suara lembut namun tegas dari sudut ruangan. "Seribu delapan ratus koin mas," ucap seorang wanita dengan tenang.
Semua mata memandang ke arah suara tersebut. Wanita itu adalah Mei Ling, seorang ahli strategi keuangan yang dihormati di kalangan klan atas. Kehadirannya di lelang ini memberikan dimensi baru dalam persaingan antara klan Feng dan klan Zho.
Penawaran Mei Ling disambut dengan gemuruh kecil dari para peserta. Harga terus meningkat dengan cepat, mencerminkan keinginan kuat dari setiap klan untuk memenangkan lelang ini. Namun, ketika harga mencapai dua ribu lima ratus koin mas, Xio Chen terlihat tenang. Dia memandang sekeliling dengan senyum tipis yang mengisyaratkan bahwa ia belum menunjukkan semua kartu yang dimilikinya.
Ketika semua harapan tampak hampir pupus, suara tajam dari sudut ruangan yang berbeda terdengar, "Tiga ribu koin mas!"
Semua mata langsung beralih ke arah suara tersebut. Orang itu adalah Luo Wei, seorang pedagang barang antik yang legendaris di wilayah itu. Kehadirannya langsung mengubah dinamika lelang. Dengan setiap penawaran berikutnya, atmosfer persaingan semakin intens.
Akhirnya, setelah beberapa putaran sengit, lelang mencapai klimaksnya ketika Xio Chen dengan tenang mengangkat tangan lagi. "Lima ribu koin mas," ucapnya dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan.
Tertegun, para peserta lelang dan bahkan pemandu acara terkesiap. Ini adalah angka yang benar-benar mengguncang, bahkan bagi para pemain besar di dalam ruangan itu. Xio Chen telah melangkah jauh, mengungkapkan kekuatan yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang sebelumnya.
Namun, sebelum ketegangan mencapai puncaknya, suara tegas dari Luo Wei kembali terdengar, "Sepuluh ribu koin mas!"
Ketegangan mencapai titik tertinggi. Semua mata tertuju padanya, menunggu reaksi dari Xio Chen atau mungkin Mei Ling. Kedua belah pihak ini telah menunjukkan kekuatan mereka, dan saat ini adalah saat keputusan terakhir.
Xio Chen tersenyum, mengangguk hormat ke arah Luo Wei. "Anda adalah lawan yang luar biasa. Kami klan Zho mengakui keunggulan Anda. Lelang ini menjadi milik Anda, dengan harga sepuluh ribu koin mas."
Luo Wei tersenyum puas, menunjukkan bahwa setiap strategi dan kalkulasi yang dilakukan tidak sia-sia. Namun, di balik senyum itu, ada rasa hormat yang mendalam kepada Xio Chen dan Mei Ling, yang telah membawa lelang ini ke tingkat yang tak terduga sebelumnya.
Dengan demikian, lelang yang menegangkan ini berakhir dengan pemenang yang jelas namun juga meninggalkan kesan mendalam tentang kecerdasan dan keberanian dalam dunia perniagaan antar-klan.
"Kepada pembaca yang luar biasa, terima kasih atas dukungannya yang tak ternilai! Mohon terus memberikan apresiasi dengan menekan tombol 'suka' dan memberikan komentar di bawah. Semangat dari pembaca seperti Anda sungguh memberikan inspirasi bagi kami sebagai author. Terima kasih atas setiap dukungan yang telah diberikan!"