Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menantu kaya
"Katakan saja apa yang Ibu inginkan saya akan mengabulkannya! "
(Ibu apa apaan bicara seperti itu dengan menantu kita! kamu sangat keterlaluan bu!)
Suara Pak ahmad dengan nada penuh amarah. sementara Fira yang ada disampingnya menangis dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
"Halo nak maafkan istri bapak ya "
"Tidak apa apa Pak saya mengerti Bapak dan ibu sudah melewati hidup yang tidak mudah "
Setelah beberapa menit mereka menyudahi percakapan mereka.
"Mas jangan ambil hati ya apa yang dikatakan ibu tadi, Ibu memang seperti orangnya "
"Tidak apa apa mungkin Ibu memang sudah lelah dalam hidupnya, Aku sudah tranfer uang kerekening kamu nanti kamu kirimkan uang itu ke Bapak ya biar digunakan untuk kebutuhan menjamu kita nanti "
Fira pun melihat ponselnya dan matanya langsung terbelalak melihat angka nominal yang tertera disana
"Mas! apa kamu nggak salah kirim? "
"Nggak sayang Bapak bisa gunakan untuk keperluan yang lainnya "
"Bapak kalau tahu rekeningnya ada uang sebesar ini Bapak mungkin akan pingsan Mas"
"Uang itu tidak sebanding sayang dengan keberadaanmu disisiku saat ini"
"Terima kasih Mas "
Keesokan paginya,
Setelah mendapat telepon dari putrinya Pak Ahmad segera pamit pada istrinya untuk pergi ke pasar, ia sengaja menyembunyikan dari istrinya karena ia tahu betul watak istrinya seperti apa.
"Bu, Bapak mau kepasar sebentar ya mau beli apa saja yang kita butuhkan untuk menyambut besan kita nanti"
"Halah Pak wong mantu gak ada uangnya saja kok gak usah repot repot kasih teh dan gorengan saja sudah bagus"
"Ingat yang Bapak bicarakan semalam! kalau ibu terus terusan tidak bisa diatur jangan salahkan Bapak kalau bertindak tegas sama kamu bu! seharusnya kamu bersyukur ada seseorang lelaki yang baik mau menerima anak kita Bu! "
"Iya.. Iya Pak Maafkan Ibu"
"Ya sudah Bapak akan meminta tolong Sari karena Bapak mau ambil uang di Bank"
"Iya Pak hati hati"
Pak Ahmad pun segera mendatangi rumah mbak sari dengan sepeda motor butut nya
"Selamat Pagi Wan, apa hari ini sari sibuk? "
"Selamat pagi Pak Ahmad masuk dulu Pak sepertinya nggak sibuk kok saya panggil dulu ya"
"Pak Ahmad , ada apa ini kok pagi sekali? "
"Begini Sar Bapak kesini ingin meminta bantuan kamu lagi "
"Bantuan apa monggo jangan sungkan sungkan"
"Hari minggu besok Fira dan keluarga suaminya akan datang kerumah! "
"Apa?Suaminya Fira? "
"Iya Sar Bapak juga baru tahu ternyata Fira sudah menikah disana"
"Loh loh kok diam diam kenapa to Pak? "
"Ceritanya Panjang nanti pelan pelan akan Bapak ceritakan sama kamu"
"Baik Pak maaf sari hanya kaget mendengarnya "
"Semalam Fira sudah mengirim uang ke rekening Bapak dengan jumlah yang sangat besar Sar! Bapak takut "
"Oh ya berapa Pak? "
"Katanya Fira sih seratus juta! "
"Apa?.. bener ta Pak? "
"Nggak tau Sar makanya Bapak minta tolong sama kamu sekalian tolong kamu atur untuk acara persiapan hari minggu besok apa saja yang perlu dibeli supaya nggak malu maluin "
"Oh siap siap Pak kalau itu biar Sari dan Mas Wawan yang ngatur"
"Baiklah ayo kita berangkat , kita naik mobil saja ya sepertinya banyak yang harus kita beli Pak "
"Wah wah kalau bener Fira mengirim uang seratus juta berarti mantu Pak Ahmad wong sugeh lo Pak"
"Bapak hanya ingin lelaki yang sayang sama Fira kasihan dia sejak kecil sudah hidup susah sama Bapak"
"Mungkin ini sudah rejekinya Fira Pak dia anaknya baik, Ayune pol polan banyak laki laki yang gandrungi dia "
sesampainya di Bank,
Sari membantu Pak Ahmad mengecek saldo yang ada direkeningnya
"Wah Pak bener lo iki! "
"waduh Sar Kaki Bapak sampai gemeteran lo ini "
"Sini Bapak duduk dulu saja, tenang Pak pelan pelan saja. ini mau diambil berapa dulu Pak? "
"Terserah kamu saja Sar Bapak bingung "
"Yowes saya ambil 50 juta dulu ya rencananya akan saya gunakan untuk merenovasi ruang tamu Bapak dulu dan untuk masak masak juga "
"Iya Sar boleh "
Tak lama kemudian ponsel Pak Ahmad berbunyi..
saking bingungnya Pak Ahmad gak menyadari kalau ponselnya sendiri yang bunyi
"Pak ada telepon itu "
"Oh iya Sar maklum baru punya barang aneh seperti ini"
"Wah Fira yang menelepon Sar"
"Ayo diangkat Pak"
"Halo nduk"
"Halo Pak, Bapak sedang apa? "
"Bapak lagi di Bank nduk sama mbak sari"
"Oh Ya... apa nggak ngerepotin mbak sari Pak? "
"Bapak takut nduk kalau sendirian ini saja kaki Bapak lemes lihat uang sebanyak itu"
"Halo Fira, wes ndak apa apa seng penting aman lagian mbak sari yo lagi senggang nggak begitu banyak orderan kok"
"Terimakasih ya Mbak Fira selalu saja minta bantuan ke mbak sari , oh ya mbak Fira minta tolong dong belikan Bapak sepeda motor yang baru biar bisa digunakan Bapak sehari hari "
"Oke siap Bapakmu pasti seneng Fir ngalor ngidul nganggo sepeda apik wes tah pasti sekampung jadi heboh ini "
"Ih Mbak Sari ngomong apa sih Fira belum jadi orang dikota mbak masih berjuang "
"Iya semoga rejekimu semakin lancar yo nduk"
Akhirnya telepon pun di akhiri oleh Fira,
setelah dari bank mbak sari mengajak Pak Ahmad ke sebuah dealer sebuah motor,,
"Kenapa kita kesini Sar? "
"Ini permintaan putri Bapak langsung lo gak boleh nolak "
"Duh Gusti matur sembah nuwun "
Pak Ahmad sujud syukur di dalam dealer hingga membuat orang orang didalamnya tercengang
"Pak wis.. wis jangan begini dilihat banyak orang itulo"
Sari yang melihat semua itu sampai tak bisa menahan air matanya juga bagaimanapun sari dan keluarganya adalah saksi bagaimana perjuangan pak Ahmad dan keluarganya selama ini.
"Mas Wawan tolong carikan motor yang bagus dan kuat ya untuk Pak Ahmad "
setelah beberapa menit motorpun sudah dipilih dan melanjutkan berbelanja kebutuhan lainnya.
Tiba dirumah,
"Bapak pulang bu "
"Kok lama banget sih Pak ngapain saja? "
"Ini buat ibuk"
Pak Ahmad menutup mulut istrinya dengan beberapa lembar uang berwarna merah
"Hah?.. ini uang Pak? "
"Bukan itu daun! "
"Bapak dapat darimana kok banyak sekali? "
"Darimana lagi? ya dari anakmu bu masa Bapak nyolong di bank! semua kebutuhan hari minggu besok sudah Bapak serahkan sama Sari biar dia yang mengurusnya. "
"Bapak gayanya sudah kayak juragan saja memangnya bapak sanggup bayar nyuruh2 Sari? "
"Dia itu ikhlas bu bantuin kita, mau nyuruh ibu ya gak mungkin jadi seandainya besok besok Bapak sukses jangan minta ini itu! "
"Wes tua Pak ingat umur sukses darimana ngomong kok ya gak dipikir dulu! "
"Terserah Ibu mau ngomong apa"
Pagi harinya,
Beberapa orang suruhan Sari datang untuk Merenovasi ruang tamu rumah Pak ahmad,,
"Bu Salma mereka yang akan merenovasi kilat ruang tamu dan halaman depan ini"
"Eh Sari kamu dikasih uang berapa sama suamiku kok semangat benerin rumah segala kayak yang datang mentri saja "
"Saya hanya membantu Pak ahmad dan Fira saja bu ! "
"Bagaimana Pak setelah melihat kondisinya apa cukup waktu 2hari ? "
"Sepertinya Bisa mbak fokus utama bagian halaman depan dan ruang tamu setelah itu kita rapikan area jalur ke kamar mandi.
halaman depan sangat luas kita akan tanam rumput dan bebatuan alam juga air mancur juga kolam ikan juga ada gazebo di sampingnya. teras kita buat senyaman mungkin saya mengambil model joglo untuk pintu utamanya lantai saya ambil kayu palet agar terkesan hangat saat melepas alas kaki nanti, untuk ruang tamu saya tetap menggunakan unsur joglo dan kayu palet kita pakai satu meja TV dan sofa yang besar dengan warna yang senada. "
"Wah keren dong Pak, ya sudah baoak boleh mulai sekarang ya"
"Baik mbak"
Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah Pak ahmad,.,,
"Wah ada yang mau kirim motor baru "
"Apa betul ini rumahnya Pak ahmad? "
"Iya betul itu suami saya Pak "
Bu Salma nampak sangat excited sekali
"Ini motor dan segala kelengkapannya untuk STNK bisa diambil seminggu kemudian "
"Hah? beneran ini motor saya Pak? "
"Benar Bu ini milik suami ibu"
(Wah Bapak kok gak cerita sih kalau beli motor jangan jangan suami Fira memang kaya! aku nggak boleh diam saja awas kamu Fira! ) batin bu Salma....