Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Andriana berdiri di balik jendela ruang kerjanya. Tatapannya jauh ke depan, menyapu seluruh bagian taman.

Tiba tiba Devan masuk tanpa mengetuk pintu, dan tanpa aba aba melingkarkan kedua lengannya di tubuh Andriana dari belakang, mencium pucuk kepalanya, membuat dokter cantik itu tersentak kaget dan menoleh seketika melepaskan pelukan Devan.

Devan pun terkejut dan memegangi kedua pundak Andriana "Sayang, ada apa denganmu?".

Andriana melepaskan paksa tangan Devan lalu berjalan mundur "Van, cukup, kita akhiri saja hubungan kita, ini tidak benar Van".

"Kenapa sayang?Apa salah ku?"

"Tidak Van, kamu tidak salah tapi kita sudah salah dengan hubungan ini. Aku mohon Devan jangan bertanya lagi, aku ingin menjalani hidupku tanpa bayangan rasa bersalah" Jawab Andriana terjeda lalu menunduk penuh kesedihan.

Devan terdiam sejenak lalu meraih pergelangan tangan Andriana, menggenggam nya lembut "Sayang, dengan apa yang sudah kita lakukan, kamu ingin aku pergi dariku?".

Andriana mengangguk perlahan " Van, aku ingin memperbaiki rumah tanggaku".

"Rumah tangga? Rumah tangga seperti apa apa yang ingin kamu perbaiki Andriana? Seorang laki laki yang tidak mencintaimu ingin kamu pertahankan sebagai suami?Laki laki hiper itu hendak kamu pertahankan sebagai kepala rumah tanggamu?Sadar An, dia itu bajingan yang sudah membohongimu selama bertahun tahun, dia laki laki yang sudah menghancurkan rumah tangga kakaknya sendiri, apa kamu lupa!"

Andriana mulai menangis menutupi kedua telinganya sambil menunduk " Cukup Van! Cukup! Aku tidak mau dengar lagi kamu menghina suamiku, pergi ! Pergi ! Please Devan!".

Devan pun dengan berat hati melangkah pergi meninggalkan Andriana di dalam ruangannya.

Ia berjalan keluar dari rumah sakit, melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju perusahaan Collin yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah sakit pusat.

"Leo, tunggu aku di ruangan ku! Ada tugas penting untukmu!" Ucap Devan melalui gawainya.

(Baik tuan) Jawab Leo dari seberang

***

"Nyonya! Nyonya...!" Teriak Lena memanggil manggil majikannya (Rosa) yang sudah tergolek lemas di atas pembaringannya.

Mendengar teriakan Lena, Adit pun bergegas menemuinya.

"Lena! Ada apa Len?" Tanya Adit khawatir.

"Tuan Adit, nyonya Rosa, cepat lihat!"

Adit bergegas ke kamar mamanya, ia melihat mamanya tidur dengan mata tertutup rapat.

"Tuan Adit, cepat bawa nyonya ke rumah sakit!" Teriak Lena yang ikut panik.

Dan kebetulan sekali saat itu juga Arnold dan Andriana datang bersamaan.

Melihat keadaan mamanya drop, mereka ikut syok dan bergegas membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Tapi naas, di tengah perjalanan mobil yang mereka kendarai mengalami rem blong, dan sebuah truck nyaris menggilas mereka, beruntung Adit handal dalam menyetir.

"Kak Adit, apa yang terjadi?" Teriak Arnold yang sudah pucat karena kecelakaan yang baru saja terjadi.

Adit tidak menjawab, nafasnya tertahan ketika melihat mamanya yang semakin pucat.

Lalu mengalihkan pandangan pada Andriana yang juga syok hingga tak mampu mengatakan sepatah kata pun.

Andriana sudah tidak mampu lagi berpikir, begitu teganya Arnold tidak mengkhawatirkannya, ia hanya memikirkan dirinya sendiri.

Andriana menarik nafas panjang, mencoba untuk tidak menangis dan tidak menyesali pilihannya untuk memaafkan Arnold dan menerima kembali sebagai suaminya.

Berita kecelakaan itupun segera sampai ke telinga Devan, ia sangat khawatir dengan Andriana.

Rapat penting yang sudah berjalan pun terpaksa ia hentikan karena ingin segera melihat keadaan Andriana.

Devan segera pergi ke lokasi kecelakaan yang kebetulan juga tidak jauh dari kantornya.

Begitu tiba di sana, Devan menjadi lemas seketika begitu melihat sebuah ambulance yang membawa jenasah korban kecelakaan.

" Di mana korban lainnya!" Tanya Devan pada petugas kesehatan.

"Mereka sudah di bawa kerumah sakit dok" Jawab salah satu dokter yang bertugas yang juga dokter bawahan di rumah sakit pusat.

Tak lama kemudian Leo datang menemui Devan.

"Tuan Devan!"

"Apa kamu sudah menyelidikinya!"

"Iya tuan, menurut hasil penyelidikan kecelakaan ini disengaja".

Deg

Devan mengeryitkan keningnya, ia geram dan mengepalkan tangannya.

"Ini sudah tidak bisa dibiarkan Leo, mulai sekarang awasi Andriana, pastikan keselamatannya, masalah ini aku yang akan tangani "

"Baik tuan".

Sementara itu di rumah sakit, Adit, Andriana dan Arnold sangatlah bersedih karena mamanya meninggal dunia akibat kecelakaan itu.

Keadaannya yang drop ditambah benturan yang cukup keras membuatnya kehilangan nyawanya.

***

Bruks

"Panggil tante Sonia kemari!" Teriak Devan setelah menendang seorang penjaga rumah mewah yang besar dan mewah itu.

"T-tapi tuan nyonya Sonia sedang ada tamu penting" Jawab penjaga itu .

"Aku tidak perduli, kalau dalam 10 detik dia tidak keluar, aku hancurkan rumah ini".

Plok plok plok

Sebuah tepuk tangan menggema dari lantai atas.

Nampak seorang wanita cantik hanya menggunakan kain kimono tipis turun dari lantai atas bersama seorang pria muda di belakangnya yang terlihat membenarkan pakainnya.

"Oh selamat datang tuan muda Devan Ardana Collin, sebuah kehormatan anak tiriku yang tampan ini mau datang berkunjung ke rumah ku, apakah kamu sudah berubah pikiran dan menerima tawaranku".

Devan masih bersikap tenang, ia tersenyum miring dan melangkah mendekati Sonia yang berada di depan anak tangga sambil menggandeng pemuda kekar di sampingnya.

"Sonia, kamu sudah merebut setengah harta keluarga Collin, memiliki saham lebih dari tiga puluh persen di perusahaan, dan kamu tahu kenapa aku membiarkanmu tetap aman hingga saat ini?" Ucap Devan dengan senyum tipis.

"Karena aku yang pintar" Jawab Sonia percaya diri.

" Itu karena kamu tidak pernah mencampuri urusanku, tapi sekali saja kamu ikut campur masalahku dan berani menyentuh milikku, aku pastikan tidak ada tempat aman bagimu di atas bumi ini" Ucap Devan lirih berjeda namun penuh tekanan, kemudian memutar tubuhnya dan pergi dari tempat itu.

"Hahhh brengsek kamu Devan!" Teriak Sonia putus asa kemudian melampiaskan kekesalannya pada pemuda miliknya atau gigolo yang semalam sudah ia bayar untuk memuaskannya. Karena merasa sangat kesal, Sonia pun menampar dan mendorong pemuda itu lalu menyuruhnya pergi.

"Devan, lihat saja! Tidak ada yang bisa memilikimu, siapapun tidak akan aku biarkan bisa mendapatkanmu, lihat saja! Brengsek!" Teriaknya penuh dengan amarah.

Sementara itu, kematian nyonya Rosa memang membawa kesedihan yang mendalam bagi keluarganya. Termasuk Andriana yang merasa sangat tidak berguna, ia seorang dokter tapi tidak bisa menyelamatkan nyawa mama mertua yang juga mama angkatnya.

Seminggu setelah peristiwa kelam itu, Andriana mulai bisa menerima kenyataan di hidupnya. Ia juga merasa telah berhasil membuat Devan menjauh darinya, Arnold kembali menjadi suami yang baik dan jujur.

Adit pun bisa menjadi papan yang baik untuk Diego dan Daniar meskipun mereka bukan anak kandungnya sendiri.

Andriana merasa semua telah membaik padahal yang tidak diketahuinya, justru ini akan menjadi awal perubahan di dalam hidupnya.

Rahasia besar akan segera terungkap.

Lalu apakah Devan benar benar menjauh dari Andriana? Dan Arnold benar benar berubah menjadi sosok suami yang baik dan setia?.

Nantikan jawabannya di bab bab selanjutnya...

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!