Dimasa ini dimana tekhnologi sudah berada dipuncaknya, kini bermain game bukan hanya untuk bersenang-senang.
Game Freedom telah menjadi kehidupan kedua bagi semua orang,
.
Adi mencoba peruntungannya didalam game, didalam permainan dia bertemu banyak orang baru, melakukan berbagai petualangan seru, dan menghasilkan banyak uang.
.
Jadilah saksi petualangan Adi di dalam game, dan melihat bagaimana permainan bisa menjadi sesuatu yang penting bagi semua orang.
.
.
.
NB : Update ga tentu, yang pasti tiap hari diusahakan update minimal 1 chapter
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azis Yogatama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Job
Semua orang bernafas lega mendengar penjelasan dari Albert, ternyata sistem pembagian Job di game Freedom tidak jauh berbeda dengan game lawas milik Nerve Gear.
Tetapi Hiro menangkap sesuatu yang janggal dikalimat Albert.
‘Berkat dasar?, bukankah itu artinya ada berkat lain?’
Untuk mengkonfirmasi keingintahuannya Hiro segera menanyakan hal ini kepada Albert.
“Jika keenam dari Lencana ini mewakili 6 berkat dasar, lalu apakah ada berkat lain yang tersedia ?”
“Tentu saja ada, selain memakai berkat ini kalian juga dapat memakai satu berkat lain. Di benua Errant banyak eksitensi kuat yang senang hati memberikan berkatnya, jika kalian mampu bertemu dengan mereka atau mememukan warisan yang ditinggalkan mereka maka mendapat berkat lain bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.”
‘Sial ternyata benar’
Hiro bergumam didalam hati. Dalam game sebelumnya ada banyak Job yang tersedia namun sistem selalu membantu pemain untuk mendapatkannya, namun didalam game Freedom pemain harus mencari Job lanjutan itu sendiri.
“Tuan saya ingin menggunakan kesempatan saya.”
Suara Bima mengalihkan perhatian semua orang.
“Berkat untuk mendapatkan Job kedua apakah dikualifikasikan menurut Job dasar? Dan bisakah anda memberi beberapa contoh untuk Job kedua itu?”
“Hei nak kau bertanya dua pertanyaan, tapi tak apa aku akan menjawabnya dengan singkat.
Sepertinya otak kalian memang tidak ada isinya, kalimatku sangat sederhana namun kalian tidak mampu memahaminya.
Job / Class berbeda dengan Berkat, kalian harus tahu ini, Job pertama kalian dapatkan dari Lencana, Job kedua juga akan diberikan Dewa Perang kalian bisa menuju kuilnya untuk mendapatkan Job kedua.
Namun untuk mendapatkan Job ketiga kalian harus mencari berkat dari eksistensi kekuatan lain.
Tetapi Job ketiga harus berhubungan dengan Job pertama kalian, contohnya Archmage hanya bisa diambil oleh Wizard. Atau yang lain Royal Guardian hanya untuk Knight tidak mungkin Royal Guardian dipakai seorang Wizard.”
“Tuan saya ingin menggunakan kesempatan saya.”
Sebagai orang yang lebih mementingkan kepentingan persekutuan ada sebuah pertanyaan yang ingin ditanyakan Coby.
“Untuk orang lain yang belum memiliki Lencana, bagaimana cara mereka mendapatkanya?.”
“Mudah, capai level 5 dan tantang Training Center yang ada di setiap desa, bila mereka lolos dalam pelatihan, maka Pelatih akan memberimu satu.”
“Apakah ada kesempatan untuk mendapatkan Lencana Emas dari Training Center?”
Alice memakai kesempatan bertanya untuk memperjelas jawaban Albert dari pertanyaan Coby.
“Tentu saja ada tapi itu sangat sulit. Asal kalian tahu Lencana Emas dibuat hanya untuk mereka yang memiliki bakat besar dalam bertarung !”
“Apa ada cara lain untuk mendapatkan Lencana Emas selain dari Training Center Tuan?”
Tak mau menyerah Zio bertanya lebih lanjut.
“Tentu saja ada, seperti yang aku lakukan beberapa penduduk memilikinya namun membuat mereka memberikan Lencana milik mereka tidak mudah. Karena lencana itu diberikan berkat kerja keras mereka, dan pada dasarnya Kuil Dewa Perang memberikan lencana untuk keturunan mereka.”
“Lalu Tuan, apakah ada cara untuk membuatnya sediri ?”
Taka melanjutkan pertanyaan, teamnya sudah melakukan sejauh ini akan sangat disayangkan bila mereka tidak mengetahui cara untuk memonopoli Lencana Emas untuk persekutuan.
Hiro yang mengetahui niat dibalik pertanyaan party Coby juga berharap bisa mendapatkan informasi ini.
“Hahahaha, kalian tidak mudah menyerah, anak muda memang mengesankan.
Ada cara untuk membuatnya secara mandiri, namun sebaiknya kalian tidak melakukannya atau Kuil Dewa Perang akan mengincar kepalamu!”
Mendengar kalimat Albert tubuh semua orang bergidik ngeri, menurut apa yang dikatakan Albert eksitensi Kuil Dewa Perang bukanlah sesuatu yang mudah diabaikan.
Kekuatan yang mampu memberi berkat di seluruh benua Errant pasti memiliki kekuatan yang mengerikan.
Bila mereka menjadi salah satu dari musuhnya maka kematian adalah satu-satunya masa depan mereka.
Keheningan muncul di seluruh team, keinginan mereka untuk memonopoli Lencana Emas kini tidak mungkin.
Keinginan memonopoli datang bukan tanpa alasan, meskipun hanya ada dua berkat tambahan yang diberikan Lencana Emas namun berkat yang terakhir sangat berarti bagi perkembangan pemain. Seperti yang semua orang ketahui ketika pemain naik level karakter akan mendapat 4 poin gratis yang dapat ditambahkan pada poin atribut mereka.
Tetapi bila karakter mengganti Job dengan bantuan Lencana Emas maka karakter akan mendapatkan poin tambahan ketika mereka naik level.
Mungkin 1 atau 2 poin tambahan saat naik level tidak akan memberikan efek yang siknifikan pada karakter permainan, tetapi bila kesenjangan itu terus-menerus terjadi maka margin dari perbedaan atribut mereka akan menjadi semakin besar seiring dengan jalannya permainan.
Dimasa depan ketika level pemain sudah sangat tinggi maka perbedaan dari atribut pemakai Lencana Perak dan Lencana Emas akan terlihat dengan jelas. Dan ketika mereka bertemu dalam pertarungan maka semua orang akan tahu siapa yang menang meskipun pertarungan belum dilakukan.
Karena alasan itulah team Coby mau menggunakan kesempatan bertanya yang langka ini untuk menyelidiki lebih jauh tentang Lencana Emas, jika semua team dalam guild mereka dapat memakai Lencana Emas saat mengganti Jobnya, maka dimasa depan ketika pertarungan antar guild terjadi team mereka akan memiliki kekuatan tambahan daripada yang lain dan presentase kemenangan pertarungan akan bertambah dengan margin yang siknifikan.
“Tuan, bisakah tuan memberi kami saran untuk mengambil Lencana mana yang cocok untuk gaya bertarung kami?”
Pertanyaan Kiki mengejutkan semua orang, memang benar mereka semua adalah pemain veteran dan mengetahui sistem pengaturan Job dari pengalaman mereka melalui banyak game lawas versi Nerve Gear.
Tetapi didalam game Freedom pemahaman mereka akan Kelas Karakter / Job tidak bisa dibandingkan dengan apa yang diketahui oleh Albert.
Mendengar pertanyaan Kiki, semua orang menatap Albert penuh harap. Mendapatkan instruksi dari sosok seperti Albert tidak akan mudah terulang lagi.
“Hahaha sungguh pertanyaan yang menarik, apa kalian yakin untuk membiarkanku memilih lencana yang cocok untuk kalian daripada memilih lencana untuk kalian sendir?, Asal kalian tahu aku bukan orang yang suka memberikan saran kepada orang lain, dan saat saranku tidak digunakan maka aku akan tersinggung dengan hal itu. Sebelum kalian meminta, lebih baik diskusikan dengan teman-temanmu terlebih dahulu.”
Mendengar kalimat Albert semua orang bergidik ngeri, bila mereka menyinggung perasaan dari seorang sosok legendaris sepertinya entah apa yang akan menunggu mereka dimasa depan. Lupakan tentang Lencana Emas bisa pergi kedesa dengan satu kematian saja akan sangat baik bagi mereka, tetapi bagaimana jika kepribadian Albert lebih memalukan dari yang mereka pikirkan?, bagaimana jika Albert menaruh dendam dan selalu mengincar mereka dalam waktu luangnnya?.
Mungkin hanya dengan menghapus karakter permainan dan membuat ulang karakter adalah satu-satunya pilihan bagi mereka.
“Bagaimana menurut kalian? Aku akan menerima kondisi Albert tapi kalian punya pendapat masing-masing, aku tidak akan memaksa kalian.”
Dengan nafas tertahan Kiki berbicara dalam obrolan team, dia adalah satu-satunya orang yang tidak tahu banyak dengan sistem Job, tetapi dia juga tidak bisa memaksakan pendapatnya kepada orang lain.
Mereka semua kecuali Adi adalah anggota persekutuan, mereka harus berfikir lebih dari dua kali untuk menyerahkan pemilihan Job kepada orang lain.