karena wasiat sang kakek,seorang gadis SMA terpaksa harus menikah dengan guru nya sendiri yaitu doni saputra..
akan kah pernikahan nya bertahan lama?akan kah juga hidup mereka bahagia?..
penasaran?yuu bacaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira Nurlita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 21++
Harap bijak membaca usia 18 kebawah boleh di skip,tetap membaca dosa di tanggung sendiri yaa
Doni pun memasangkan kalung itu ke leher jenjang sang istri
"cantik"gumam doni
" kamu suka kan?"tanya doni
"suka mas aku sukaa" jawab lia
Mereka kembali berpelukan,pelukan yang merobohkan gengsi dan ego keduanya
pelukan itu akhirnya terlepas,mereka saling menatap dalam,dahi doni dan lia saling menempel,mata mereka begitu memancarkan cinta yang besar di dalam nya,pelan tapi pasti ciuman itu dimulai
Ciuman yang awalnya hangat,mesra dan pelan,berubah menjadi saling menuntut dan meminta lebih,doni menggendong lia dengan ciuman yang belum terlepas
Ditidurkan nya pelan lia di kasur vila,ciuman itu perlahan turun ke leher di kec*p,di jil*t, hingga di his*p nya leher lia yang wangi
"ahh mass.." desah lia
Doni yang gemas pun menggigit leher lia sehingga muncul lah tanda merah di sana,tangan nya sudah bergerilya ke mana mana, tanpa permisi pengait bra lia sudah terlepas,tangan doni bermain main di gunung kembar lia dengan baju yang masih terpasang
Lia yang sudah terpancing,bagai tersengat listrik,badan nga merinding, geli namun nagih,doni pun melepaskan baju lia dan bajunya
doni lalu menyusu seperti bayi yang kehausan, lia yang baru merasakan perasaan aneh ini sudah kelimpungan badan nya gerak sana sini apalagi tangan doni sudah bermain di paha dan bokong lia
"mas.. ah uh" desah lia tak tertahan
doni lalu menatap sang istri dalam,dia berhenti,tatapan lia seakan kecewa suami nya berhenti namun dia malu mengakui
"maafkan mas sayang,sudah sampai sini saja" tutur doni,doni lalu menyelimuti sang istri,dia bangun niatnya ingin ke kamar mandi menuntaskan hasratnya, namun tangan nya di tahan oleh lia
"mas...lakukanlah" ucap lia tidak berani menatap doni,doni kicep dia tidak menyangka lia akan mengijinkan nya kali ini
"benarkah? apa boleh?" tanya doni memastikan,lia hanya mengangguk sebagai jawaban
"jangan harap aku berhenti kali ini" ucap doni, lalu memulai kembali aksinya,dibukanya celana lia, sekarang lia hanya memakai celana dalam berwarna merah maron,doni kembali mencium lia,sembari tangan nya membuka cd lia,tangan nya bermain main di sana
"ahh.. aahh.. ahh" desah lia saat tangan doni keluar masuk
lia sudah di bawah kungkungan sang suami,doni pun membuka boxer nya,lia kaget melihat pedang yang sudah berdiri tegak,ukuran nya yang besar dan panjang membuat nyali lia ciut
Doni menyadari sang istri takut pun berusaha mengalihkan dengan mencium lia,di bawah sana sang pedang berusaha masuk ke dalam gua yang sempit, lia merasakan pergerakan itu dia panik karena sakit
"mas sakitt" keluh lia
"mas akan pelan sayang percaya sama mas ya" ucap doni menenangkan sambil menghentak hentakan nya
Namun bohong,karena pedang itu tak kunjung masuk karena sempit lia yang sudah kesakitan pun menangis memohon sang suami untuk berhenti
"gila susah banget" batin doni
"mas lia moh.. hon ber..hen henti" ucap lia terbata sambil menangis menahan sakit, tangan nya mendorong dorong tubuh doni
Doni yang tanggung pun tidak mendengar sang istri,dia malah membungkamnya dengan ciuman agar mengalihkan rasa sakit nya
Akhirnya di ke hentakan berikutnya
krekk..
"awww"jerit lia tertahan,isak tangis nya semakin terdengar
pedang itu berhasil masuk ke dalam goa,lia tak sadar menancapkan kuku nya di punggung suami sangking sakit nya rasa sesak dan penuh lia rasakan di bawah sana
Doni membiarkan pedang nya di dalam sana belum bergerak karena agar lia ber adaptasi
"sustt sayangg tak apa,setelah ini tidak sakit" tutur doni sambil menghapus air mata lia
"mas udahh lia gamau hiks" balas lia
"perih mass huhu keluarin lagii hikss" keluh lia
karena tidak tega doni berniat berhenti dia bergerak,namun sang istri kembali menjerit
"mass...diem jangan bergerak,sakit mass hiks"ucap lia memberitahu
"katanya sudah,mas akan mengecek nya sayang,apakah luka" ucap doni
"gamau hiks mas diem kalau mas gerak sakit" jawab lia
Doni diam ada 10 menit, lia sudah lumayan tenang,doni yang sudah merasa pening karena belum tertuntaskan pun merayu lia dan meyakinkan nya akhirnya setelah drama drama doni mulai menggerakan nya maju mundur
"sssttt... " lia meringis berusaha rileks agar tidak merasa sakit
doni merasa tidak tega akhrinya mempercepat ritme nya,lia mencengkram erat lengan doni,keringat bercucuran di dahinya,doni pun sama
"sayangg... mas akan lebih cepat sedikit ya" ucap doni lalu menenggelamkan kepala di leher sang istri, kedua tangan nya memegang erat tangan sang istri yang ada di bawah nya
"ahh ahh mas pelan ahh sakit lagi" ucap lia dibawah kungkungan doni, semakin cepat semakin cepat hingga akhirnya
"ahhh.." lenguh doni panjang,cairan itu tumpah seluruh nya ke gua yang tadi dia terobos dengan susah payah
"terimakasih sayang" ucapnya lalu mencium kening lia, doni pun berbaring di samping lia di peluknya sang istri,doni usap usap rambut lia, hingga tak lama terdengar dengkuran halus keluar dari mulut sang istri, doni pun ikut menyusul sang istri tidur
...****************...
jam sudah menunjukan pukul 11 siang, namun lia dan doni tidak menunjukan tanda tanda akan bangun,mereka masih tidur nyenyak dengan saling berpelukan
Lia akhirnya membuka mata,dilihat nya sang suami yang masih menemplok seperti koala ke lia,lia pun merubah posisi menjadi duduk,merasa ada pergerakan doni ikut terbangun
"sayang mau kemana?" tanya doni
"mandi mas" jawab lia,namun saat kaki nya menapakan ke lantai lia meringis di bawah sana terasa perih dan linu
"masih sakit?" tanya doni, lia mengangguk,"maaf kan mas ya sayang"ucap doni merasa bersalah
"mas siapkan air hangat untukmu berendam ya, nanti setelah mas selesai, baru ke kamar mandi"ujar doni,lia pun menyetujui nya
Setelah selesai, doni membantu sang istri pergi ke kamar mandi dengan cara di gendong nya lia
"mas bantu sabunin kamu" ucap doni
"gausah mas, mas keluar aja sana" lia menolak bukan hanya malu tapi dia juga sedikit trauma dengan rasa sakit bila doni meminta hak nya lagi kali ini
30 menit kemudian lia keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di badan nya,jalan nya begitu pelan,doni terkekeh melihat jalan sang istri dia juga bangga karena berhasil membobol gawang, apalagi tadi saat melihat bercak darah di seprei doni bahkan sampai bersorak ria
"sayang opa menelepon katanya kita disuruh kesana, sekalian meluruskan masalah chintia dan ibunya" ucap doni memberi tahu
...****************...
"mass ihh liat ini merah merah nya gimana nutupin nya coba banyak banget" keluh lia
"ya ga usah di tutupin,kita kan udah nikah,boleh boleh saja kok" jawab doni
"ih mas malu lah kita kan mau ke rumah opa" sebal lia
Akhirnya dengan beberapa layer foundation, merah merah itu sedikit tertutupi, lia pun memakai baju model turtleneck
mereka pun bersiap pulang dan pergi ke rumah opa nya doni
Duh duh hott kan bab inii😜🫣